Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Nasehat


__ADS_3

Setelah kembali dari tempat makan itu lusi tak hentinya memikirkan perkataan joy.


"Rasanya aku jadi merasa bersalah  karna telah berbohong padanya tentang hubungan kita."


Andraes menoleh pada lusi "Bagi ku,kamu sudah benar mengambil keputusan untuk berbohong padanya mengenai setatus kita, agar hubungan kita tak terlalu di ke tahui publik.


Aku tak mau sampau ketahuan ,dan di takutkan ada orang yang membenci keluarga kita, akan memiliki niat buruk untuk menyakiti mu dan anak kita."


"Begitukah."


"Dan satu lagi, berhari-hatilah pada joy juga karna dia itu merupakan tangan kanan piter."


"Kamu apa aan sih, sudah ku katakan Joy itu anak dari teman mama ku jadi tak mungkin dia memiliki niatan jahat pada ku."


"Ya aku tau itu tapi tetap saja dia berbahaya lusi apa lagi piter."


"Memang ada apa lagi dengan piter, selama aku bersamanya tak ada masalah yang terjadi"


"Piter itu anak ke dua dari tina dan Darius, itu sebabnya aku tak mau kamu dekat denganya!!."


Lusi membulatkan matanya "Oh jadi kamu tak suka padanya hanya karna mereka anak tuan Darius dan nona tina??"


Andreas yang sudah kesal mulai berbiacra dengan nada yang sedikit meninggi.


"Anak ketiga Daris itu mantan tunangan ku dan kami sempat akan menikah namun batal karna saat itu aku lebih memilih menikah dengan Zahra!!.


Sejak saat itu hubungan keluarga kami rusak dan kerja sama antara keluarga juga di batalkan.


Aku sudah berusaha keras untuk menutup hal ini dengan tidak bersikap buruk pada piter ketika berpaspasan karna aku tak mau berurusan lagi dengan mereka!!.


Sedangkan kamu kembali mendekat pada mereka tanpa memikirkan apakah mereka mendekat pada mu hanya untuk sekedar berkenalan atau untuk membalaskan dendam!!.


Aku sayang kamu, akau juga sayang gafin dan anak kita yang sedang kamu kandung itu sebabnya aku tak mau kamu mendekat pada mereka, bagai mana jika mereka memiliki niat buruk untuk membunuh anak kita, apa lagi anak ke tiga mereka itu sangat tergila gila pada ku, dan takan menutup kemungkinan dia bisa menyakiti mu dan anak kita!!"


Lusi di buat terdiam dan tak bersuara sedangkan andre yang masih kesal memalingkan wajahnya ke jalan dengan raut wajah yang masih marah sedangkan di bangku tengah gafin yang tertidur kini terbangun.


"Mama.."


"Ia sayang ada apa ."


Gafin membuka matanya, tampak kedua orang tuanya berada di kursi depan.

__ADS_1


"Gafin mau sama mama."


"Ayo kemarilah"


Lusi membantu anaknya berpindah ke depan dan duduk di pangkuannya lalu gfain pun menyenderkan wajahnya ke dada lusi


"Maa tadi siapa yang ribut.."


"Orang di luar, sekarang Gafin tidur saja."


Gafin kembali tertidur di pangkuan lusi.


Dan dalam mobil kembali terjadi keheningan.


Sesampai di rumah andre membawa Gafin ke kamar sedangkan lusi mengikuti dari belakang.


Di ruang tamu tiba-tiba lusi di panggil oleh haris.


"Lusi kemarilah.."


Lusi menghampiri Haris dan duduk di salah satu kursi.


"Check up kedua mu tanggal berapa??, papa mau melihat juga cucu papa."


"Kalok gitu nanti saat memeriksa beri tau papa biar nanti sama sama kita pergi memeriksanya."


"Ya pa."


Lusi tiba tiba terdiam dan ia memikirkan pertengkarannya dan andreas di mobil tadi lalu ia bangkit dan duduk di sebelah Haris.


"Pa ada yang mau aku tanyakan."


Haris menoleh pada lusi,baru setelah itu ia melihat sekitar ia tau lusi mendekat begini ada hal penting yang mau ia bicarakan.


"Apa apa benar hubungan keluarga kita dan tuan Darius sedang tak baik-baik saja??"


Haris yang mendengar lusi menyebut nama darius terkejut "Dari mana kamu mengenal nama itu??"


Wajah Haris terlihat serius yang membut lusi sedikit takut "Itu pa, sebenarnya ada rahasia yang tak sepat aku katakan pada papa dan kakek maupun suami ku sediri."


"Tentang apa lusi coba ceritakan.."

__ADS_1


"Kejadiannya 5 tahun lalu,Siangnya sebelum tragedi hubungan andres dan Zahra ketahuan sebenarnya aku sempat mengalami pendarahan karna menolong seorang anak laki laki bernama Abel."


Drius yang mendengarnya terkejut karna nama itu adalah nama cucu pertama Darius.


"lalu bagai mana kondisi mu sata itu apa baik baik saja."


"Ya, saat di larikan ke rumah sakit aku baik baik saja dan orang yang mengantarkan ku ke rumah sakit saat itu adalah tuan darius dan nona tina .


Mungkin sata itu mereka sedang menjenguk cucunya yang tinggal dia aprtemen.


Dan sata itu yang menjemputku pulang adalah Radit, namun sata itu mereka tak mengenal Radit namun sepertinya sata itu radit mengenal mereka namun ia pura pura tak mengenal.


Dan pertanyan lusi sata ini kenapa keluarga kita memiliki hubungan buruk dengan keluarga mereka??"


"Sebenarnya dulu suami mu andreas sudah kami jodohkan dengan putri mereka yang bernama Sabrina."


Lusi yang mendengar hal itu terkejut karna seingatnya nama itu pernah terdengar ketika andreas meneriaki seorang wanita di rumah saakit pada saat ia di rawat karna luka tusuk waktu itu.


"Trus papa apa lagi.."


"Dan kami sata itu sudah sampai di tahap pertunangan hannya tinggal menentukan hari namun Andres membatalkan pernikahannya secara sepihak karan ia ingin menikah dengan wanita yang ia cinta saat itu, yaitu Zahra yang pada akhirnya menikah dengan Reno.


Kakek dan papa saat itu terus membujuknya unyuk meninggalkan Zahra karna kami tau sifat busuk gadis itu namun ia tak bisa mendengarkan dan memutskan pertunanganya dengan Sabrina melalui piter.


Sata itu pitertak mau berbicara banyak karns ia di tahan olah neneknya, yang 3 tahun lalu sudah berpulang juga.


Nanun setelah batalnya pernikahan itu membuat hubungan keluarga yang awalnya harmonis kini menjadi renggang, namun kami selaku kepala kelurga juga sudah membicarakannya.


Kita boleh saja tak berhubungan lagi namun tidak akan adanya namanya balas dendam karna ini semua terjadi karna keegoisan masing masing kelurga.


Karna saat itu yang meminta perjodohan ini adalah keluarga mereka di karna anaknya Sabrina diam-diam menyukai andras namun andras sata itu sudah memiliki kekasih dan mereka juga setatusnya saat itu akan serius."


"Itu sebabnya saat aku bertemu pak Darius dan buk tina mereka tampak tak marah pada ku."


"Ya, papa juga bersyukur jika mereka yang kamu temui karna mereka itu orang baik-biak dan papa harap pada mu, untuk bisa menjaga jarak dengan anaknya mau yang pertama ataupun yang ke dua dan ke tiga."


"Tapi kek aku berteman dengan anaknya yang ke dua dan ia juga terlihat baik."


"Tapi papa harap kamu menjaga jarak darinya karna papa takut dia mendekat padamu karna ada niatan jahat pada mu."


Lusi terdiam ia kembali mendapat teguran untuk berhati-hati pada piter, namun untungnya kali ini lusi mau mendengar kata kata Haris, setelah mengetahui permasalahan keluarga mereka dengan keluarga Piter.

__ADS_1


Karna baginya nasehat orang tua itu selal ada benarnya jadi ia tak mau melawan dan tetap menurut.


Bersambung....


__ADS_2