Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Sadar


__ADS_3

Piter terdiam menatap langit ia tak tau kenapa ia bisa berada di padang yang begitu luas itu dan ia hanya sediri di sana.


"Sebenarnya apa aku sudah mati??.


Tapi aku yakin jika aku mati akau tak mungkin ada di tempat ini karna dosa ku sudah terlalu banyak, apa mungkin ini masih berada di alam bawah sadar ku."


Piter perlahan memejamkan matanya namunĀ  sebuah suara halus terdengar dari gendang telinganya.


"Piter.."


Lantas piter membuka matanya lalu ia melirik belakangnya dan menemukan seorang sosok yang tak asing baginya.


"Lusi, apa kah benar itu kamu??"


Lalu piter mengejar lusi namun semakin ia mengejar lusi semakin ia tak bisa meraihnya dan terdengar lagi suara lusi yang mulai bicara.


"Semakin kamu berusaha mendekat maka semakin kamu takan pernah bisa sampai karna ini lah kenyatan jarak yang ada di antara kita."


"Tidak aku mohon jangan seperti ini."


Piter tak mau berhenti dan terus berlar,namun suara lusi kembali menyadarkanya.


"Mau kamu berlari sampai kapan pun atau kamu berteriak pun takan merubah situasi karna kita terhalang takdir, takdir ku dan takdir mu itu berbeda jadi kamu takan pernah bisa bersama ku jadi ku harap menyerahlah sebelum kamu akan terjerumus semakin jauh.


Masih banyak orang-orang di sekitar mu yang bisa mencintaimu dengan tulus tanpa harus memeliki milik orang lain."


Piter menangis karna ia tak bisa meraih lusi lalu ia berhenti dan lututnya yang lemes membuatnya langsung jatuh ke tanah.


"Kenapa aku tak bisa memiliki mu, dan kenapa dunia begitu kejam pada ku hik..."


"Tak segalanya yang kamu inginkan dapat kamu dapatkan, kamu harus sadar itu.


Jadi kembalilah dan berubahlah, banyak orang di sana yang menungu mu sadar."


Piter menangis kencang lalu air matanya mulai menutupi matanya membut penglihatanya tertutup namun perlahan lusi mendekat lalu menutup matanya dan piter seketika terpejam namun ketika sadar ia menatap langit kamar rumah sakit mulut dan hidungnya tertutup selang oksigen dan tangan yang terinfus.


Sedangkan tina yang melihat anaknya sadar seketika terkejut "Piter anak ku akhirnya.."


Ia menghampiri piter lalu menangis tak lama dari luar terdengar suara Darius, Sabrina dan kakak perempunya.


Mereka yang melihat piter sudah sadar lantas menangis lalu mereka menghampirinya dan manangis di sana karna piter sudah mengalami koma selama 2 bulan.


Piter yang juga bersyukur karna bisa kembali melihat wajah kelurganya, karna selama ini ia kira jika dia sudah tiada namun ia hanya berada dalam alam bawa sadarnya atau bisa di bilang dia selama ini berada dalam mimpi.


...***...


Sedangkan lusi sudah melakukan pengobatan ke psikologi selama 2 bulan dan untungnya lusi sudah mulai bisa melupakan kejadian itu dan lusi juga sudah berubah lebih baik.


Walau satu bulan sebelumnya mereka kembali berduka karna Reno di temukan tewas dan sudah terkubur di belakang sebuah rumah tua di hutan yang ada di jerman.

__ADS_1


Walau hal itu membuat Haris terpukul namuan satu hal yang ia syukuri karna ia masasih bisa menguburkan jasad anaknya dan dengan layak.


Dan kini usia kandungan lusi sudah masuk 4 bulan dan pakaian-pakaian lusi sudah banyak yang tak muat di tubuhnya jadi ia hari ini pergi membeli baju.


Karna lusa akan di buat acara ualngtahun Prusahaan dan sekaligus acara untuk memperkenalkan lusi sebagi nona keluarga itu dan Gafin yang akan menjadai penerus selanjutnya.


Lusi kini melihat lihat baju bersama Andreas karna hari ini mereka pergi hanya berdua tanpa pengawalan karna mereka sedang ingin berjalan-jalan selayaknya sepasang kekasih.


Sedangkan Gafin putra mereka, sedang pergi bersama kakeknya ke Bali untuk urusan bisnis dan besok baru kembali.


"Papa bagi mana ini.."


"Terlalu ketat, kan kamu dengarkan apa kata dokter."


"Ya aku tau, aku tak bolah memakai baju yang terlalu ketat."


"Nah itu tau, jadi cari yang lain saja."


Lusi menaruh baju itu lagi dan mencari lagi


Dan lusi menemukan dress yang oversize dan berlengan panjang dan berwarna abu abu."


"Bagai mana ini, gak terlalu ketat kan."


"Ya, apa kamu mau coba."


"Boleh."


"Pa bagai mana??"


Andreas yang melihat lusi lantas tersenyum "Kamu terlihat cantik memakinya."


"Benarkah, apa aku juga terlihat kurus memakinya."


"Tentu saja kamu terlihat kurus, tapi untuk apa terlihat kurus lagia pula orang-orang pasti paham kenapa kamu gemuk."


"Ih, kamu cowok itu tak tau apa-apa tentang setandar cantik wanita."


"Lah memang setandar cantik kalian bagai mana??"


"Tentu saja kurus, kalok kamu kurus mau pakai baju apa pun kamu akan bisa."


"Ya ya , sekarang apa kamu mau mencarai lagi yang lain??"


"Gak, satu aja udah cukup, dan mari kita mencarai tas lagi."


Lalu lusi masuk lagi dan melepaskan baju tadi, tak lama ia keluar membawa baju tadi dan mereka segera ke kasir untuk membayar.


Setelah dari toko itu mereka ke toko yang menjual tas namun berada di lantai 2 dan karna lusi sekarang sedang hamil,apa lagi hamil besar jadi ia mulai mudah kelelahan.

__ADS_1


"Papa istirahat dulu yah aku capek jalan."


"Yasudah mau istirahat dia mana??".


"Ke kafe itu aja, sekalian aku mau beli minuman dan kuenya."


"Yasudah ayok."


Lalu andreas merangkul tangan Lusi dan mereka berjalan ke kafe itu dan lusi duduk di sebuah kursi sedangkan andreas pergi memesan.


Lusi menunggu sejenak dan tak lama andreas datang.


"Aku baru saja memesan kamu tinggu saja."


"Baik."


Dan tak lama setelah kedatangan Andreas pesanan mereka datang.


Andreas memesan crepes rasa red velvet dan crepes rasa Cokelat. Sedangkan untuk minumanya ia memesan Espresso dan Taro milkshake.


"Ayo sekarang makanlah."


Lusi dengan gembiranya mengambil sedok lalu memotong kue itu dan memakanya "Hem enak banget.".


Andreas terseyum menatap lusi dan lusi sontal menatapnya "Maua coba juga??"


"Boleh."


Lalu lusi memotong sedikit dan menyendokinya lalu menyuapnya pada Andreas.


Sedangkan di sebelah mereka kebetulan ada dua orang anak muda yang sepertinya sepasang kekasih.


Akhirnya makanan itu masuk ke dalam mulut andreas.


"Eanak gak??"


"Ya, aku akui ini enak."


Tiba tiba terdengar suara anak muda disebelah mereka.


"Yang aku mau juga dong di suap kayak gitu.".


"Gak ah, bikin malu aja."


"Loh bauat apa malu, mbak dan masnya aja mana anda malu padahal dah nikah."


Pasangan muda itu berbicara dengan suara yang cukup besar sehingga siapa pun dapat mendengar mereka.


Sedangkan Lusi dan andraes pura-pura tak mendengar karna sebenarnya jika boleh jujur mereka juga sangat malu.

__ADS_1


Karna aksi mereka di lihat oleh mereka.


Bersambung....


__ADS_2