Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Bertengkar


__ADS_3

Kejadian di toko gelato itu tak di ketahui olah willy sama sekali begitu juga andre.


Dan bahkan pertemuan Lusi dan piter juga tak di ketahui andre karna willy lupa memberi tau.


Besoknya hari minggu itu andre, lusi dan piter pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli berberapa pakaian untuk lusi karna kebanyakan pakaian lusi berada di kota q jadi yang ada di rumah hanya sedikit.


Mereka menuju bagian dres "Sayang sepertinya ini bagus untuk mu."


Andre mengambil sebuah dress dan lusi yang melihat dress itu langsung memeriksa harganya namun hanya sekilas.


"500 ratus ribu. Ini terlalu mahal.."


"Tidak harga segitu sudah sangat murah, mama jangan suka melihat harganya kapan kita bisa selesai berbelanja kalok begini terus."


"Sudahlah mending kita belanja di pasar saja lebih murah."


"Aku tau mama tak suka memakai baju mahal tapi setidaknya belilah berberapa untuk acara formal."


Lusi menghela napas pelan "Baik lah, aku akan membeli berberapa."


Andre tersenyum "Baguslah."


Lalu ia mengambil baju tadi dan melihat ukurannya "Ukuran L sesuai dengan ukuran ku, biar aku coba dulu ini."


"Ya kalok gitu aku dan gafin cari yang lain."


"Ya cari juga yang ukurannya lebih besar dari ini."


"Ia tenang saja."


Lalu mereka berpisah dan lusi pergi ke ruang ganti baju dan ia mencoba pakaian tadi.


"Wah kelihatannya cantik juga."


Lusi sedikit memutar dan ia suka dengan pakaian pilihan suaminya.


"Kayaknya kau akan mengenakan ini terus."


Lalu lusi melepasnya dan keluar dari ruang ganti dia terlihat gembira namun pada saat menoleh depan ia terkejut melihat wanita yang ia temui di toko gelato kemaren.


Dan gayanya hari ini tak kalah mewahnya dan ia datang bersama dua bodyguardnya.


"Cih kita bertemu lagi nona."


Lusi menatap tajam dia "Sepertinya dunia terlalu sempit sehingga kita di pertemukan lagi."


Dan saat ia melihat baju yang di pegang lusi,  ia sedikit terkejut karna baju itulah yang ia cari.


"Berikan itu pada ku."


"Apa maksudmu baju ini.".


"Ya."


"Enak saja, saya dulu aan yang mengambil ini."


Wanita itu menarik Dress tadi dari tangan lusi "Kamu kira bisa membeli baju ini."

__ADS_1


"Tentu saja harganya kan cuman 500 ribuan.".


Wanita itu menunjukan harganya "Lihat baik baik harganya ini bukan 500 ribu tapi 5 juta."


Lusi melihat itu baru sadar karna saat melihat waktu itu ia tak perhatikan baik-baik harganya, dan hannya melihat sekilas.


"Ya kalau seperti itu saya masih bisa membayarnya."


Wanita itu menatap tajam dia "Jangan karna kartu hitam itu kamu bisa sombong padaku, aku tau kamu itu pasti simpanan orang."


Lusi yang mendengar hal itu terkejut "Apa maksud kata kata mu itu, aku mendapat kartu itu dari suami saya dan suami saya juga seorang pengusaha."


"Alah alasan saja, saya tak percaya, sekarang kalian tangkap dia dan usir dia dari toko ini. Simpanan peria tua seperti dia tak pantas berada di pusat perbelanjaan ini."


"Baik nona." Lalu mereka langsung menarik paksa lusi.


"Anda harus keluar."


"Hey lepaskan saya, memanga kalian siapa sehingga dengan seenaknya dapat mengusir saya.."


Tak ada jawan dan lusi mulai berteriak-teriak sehingga orang-orang yang berbelanja di sana menatap mereka begitu juga dengan andre dan Gafin.


"Papa, mama..."


Andre barlari menghampiri mereka "Lepaskan istri saya."


Mereka langsung melepas lusi, lalu lusi langsung menghampiri andre"Pa.."


Andre melihat tangan istrinya yang memar di kedua pergelangan tangannya "Apa yang kalian perbuat pada istri ku."


"Tentu saja, kenapa kalian menyeret paksa dia,Istri saya itu sedang hamil  bagai nana jika terjadi sesuatu pada anak saya, saya bisa saja menuntut kalian.


"Apa tuan kalian yang meyuruh kalian menyeret istri saya!!"


"Maaf tuan andre, bukan tuan besar tapi.."


Tak lama terdengar suara wanita itu lagi "Apa yang kalian lakukan kenapa berhenti."


Mata andre menatap tajam mereka "Jadi nona kalian yang memaksa untuk menyeret istri saya."


"Maaf kan kami tuan andre kami tak tau jika nona ini adalah istri anda."


Saat wanita itu melihat andreas sontak ia terkejut "Loh tuan andre bagai mana anda bisa di sini.."


Andrd melihat baju yang wanita itu pegang seperti Dress yang ia pilih untuk istrinya.


"Ma apa itu baju mu??"


Lusi menarik ujung baju Andredan ia bersembunyi di belakang suami "Iya."


Andreas mulai kemakan emosi "Kenapa baju istri saya bisa ada di tangan anda??"


"Oh ini.."


Wanita itu tak berani berkata-kata dan ia juga tak mau memberikan baju itu karna ia juga menginginkan baju itu.


Andreas tersenyum miring "Baiklah jika anda tak mengembalikannya, sayang ayo kita ke toko lain saja, biarkan orang sobong itu mengambil baju itu.

__ADS_1


Dan satu lagi aku takan diam atas penghinaan ini, menyakiti istri ku sama juga dengan melawan diri ku."


Lalu ia menarik tangan lusi dan gafin pun menghampiri mereka "Papa.."


Andre  langsung mengangkat anaknya "Kita ke pusat perbelanjaan lain saja aku muak berada di pusat perbelanjaan ini, apa lagi wanita itu ada di sini juga."


Lusi tak berani berbicara karna andre sangat marah ia tak pernh melihat suaminya semarah ini.


Sesampi di parkiran mereka meniki mobil mewah Andres.


"Apa saja yang ia laukan pada mu, mama cepat katakan pada ku??"


"Sebenarnya ini bukan pertama kalinya kami bertemu, ini sudah kedua kalinya."


"Apa ia juga melakuakn hal yang sama pada mu!!"


"Tidak dia hanya marah marah saja dan itu terjadi kemaren di toko Gelato."


"Kenapa mama tak bilang pada ku!!"


"Maaf aku lupa memberitau mu,karna bagi ku itu bukan masalah besar."


"Ya,itu bagi mu tapi tidak bagi ku!!"


"Apa papa dan mama bertengkar.."


Andre menarik napas pelan lalu ia mengalihkan pembicaraan "Sudah lah kita ke tempat lain saja."


Andre pun menjalankan mobilnya pergi.


Sedangkan wanita yang habis cekcok dengan seorang andres terlihat hawatir, ia takut akan di laporkan  lalu segera menelfon saminya.


Dan pangilannya langsung di jawab "Halo sayang, apa yang harus aku lakukan"


"Sayanga ada apa??"


"Aku melakukan kesalahan besar."


"Memang apa yang kamu lakukan??"


"Wanita yang kemarin rupanya dia istri dari andreas.."


"Mustahil setau ku andres belum menikah."


"Tapi dia menyebutnya sebagai istrinya."


"Jangan bergurau sayang itu tak mungkin."


"Sayanga kenapa kamu tak percaya pada ku, mereka benar benar pasangan suami istri aku juga melihat cincin yang sama pada jari mereka."


"Yasudah kita lihat saja nati, jika itu memang benar istrinya ia akan mendatangi ku dan jika bukan maka tak ada yang perlu di takutkan."


"Semoga saja.."


Wanita itu sedikit hawatir karna apa yang ia lihat itu memang benar jika lusi itu adalah Istrinya Andres.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2