
Dan setelah di larikan ke rumah sakit kondisi lukman tidak mengalami pemulihan justru karna sesak napas itu membuat jantung lukman melemah dan ia harus di pasangkan oksigen dan masih tak sadarkan diri sampai sekarang.
Sedangkan Reno berhasil kabur, setelah kepolisian jerman mendapat laporan andre memang mereka langsung datang ke lokasi yaitu mansion keluarga andreas namun reno sudah tak ada dan ia sudah berhasil kabur.
Dan pencariaan pun segera di lakukan, dan akses keluar seperti Bandara, Setasiun, Pelabuhan dan tiap Jalan raya besar di jaga ketat olah para polisi agar pergerakan Reno tak bisa bebas dan lebih mudah di tangkap.
Sedangkan haris yang mendengar kabar jika ayahnuya di larikan ke rumah sakit karna hampir di bunuh olah cucunya sediriri yaitu Reno segera menyusul ke jerman.
Dan ia datang bersama willy salah satu pelayan peribadi lukman namun waktu itu ia tak datang ke jermana bersama lukman karna ia mendapat cuti dari lukman untuk pulang kampung.
Dan ia juga sangat menyesal tak datang bersama lukman maka hal ini takakan terjadi.
Setelah mereka sampai di jerman mereka lansung ke rumah sakit tempat lukman di larikan .
Ketika haris melihat Lukman yang di infus apa lagi ia kini menggunakan tabung oksigen untuk bernapas membuat haris merasa sedih.
"Papa.."
Haris mendekat lalu memegang tangan lukman "Kenapa kamu memaksa datang,seharusnya kamu tetap di rumah saja.
Lihat sekarang apa yang terjadi pada mu,jika saja waktu bisa di ubah aku mungkin akan mencegatmu waktu itu."
Haris di penuhi rasa bersalah lalu ia menoleh pada andre "Bagai mana dengan dia, apa anak itu sudah di tangkap??"
"Masih belum,namun tak mungkin ia bisa kabur jauh karna seluruh akses untuk kaluar di jaga ketat olah polisi."
"Bagus, apa ingin bertemu langsung dengannya apa sebenarnya yang membuatnya berbuat seperti ini pada kakeknya sendiri."
Belum sempat andre menjawab,Tak lama pintu terbuka dan memperlihatkan lusi yang masuk bersama gafin dan anak itu terlihat di gendong lusi.
"Tuh kan apa kata mama, kakek mu ada datang."
Gafin meolehke belakang namun trauma malam itu masih membekas padanya membutnya memandang setiap peria dewasa yang ia lihat itu sama.
Dan yang ia percaya hanya ibunya, ayahnya, dan tenaga medis wanita.
__ADS_1
Gafin menggeleng "Gak mau gafin mau pulang gafin mau pulang, gafin takut..hik."
Anak itu kembali menangis "Sayang kamu masih sakit nak."
Gafin memukul mukul dada lusi membuat lusi sedikit kesakitan maun dengan crpat andre mengambil alih dia lalu memeluknya
"Ayo kita ke luar."
Lalu andre membawa keluar dia sedangkan haris sedikit kasihan pada cucunya "Apa setakut itukah dia pada ku??"
"Maaf paa, dia selerti itu karan masih trauma dan bahkan sejak semalam ia tak mu mendekat pada tenaga medis peria sehingga hanya tenaga medis wanita yang dapat mendekat padanya."
Haris yang mendapat kabar itu semakian sedih.
Dan siang itu haris tak bisa mendekata pada cucunya yang membuatnya dengan terpaksa membuat jarak di antara mereka agar anak itu tak takut padanya.
Ketika gafin tidur baru haris menengoknya di kamar dan ia menemuksn lusi dan andre tengah duduk di kursi pinggir ranjang pasien sambil terus menjaga anak mereka.
"Permisi apa papa bolah masuk??"
Ia mendekat pada kasur pasien lalu ia membelai rambut gafin pelan dan memperhatikan leher gafin.
"Apa yang terluka lehernya??"
"Ya, tidak terlalu dalam namun lumayan banyak darh yang keluar membuatnya harus melakukan transfusi darah"
"Kasihan sekali dia, setelsh dapat melihat bukannya ia bahagia justru karna penglihatannyn membuat ia trauma."
"Ya papa benar, dia semalam jua berapa kali meringkuk menangis dan ia tak mau lagi tidur di kamar yang gelap."
"Apa yang sebenarnya mau papa bicarakan."
Haris menghela napas pelan lau menoleh pada lusi dan andre.
"Nak maaf sebelumnya tak ada maksud bagi papa mau memaksa mu.
__ADS_1
Dan menurut papa ini cara yang terbaik agar papa lukman bisa tenang, karna dokter yang datang memeriksanya berapa jam lalu memberi tau jika jantung lukman sudah sangat lemah dan kemungkinan ia bisa sembuah hanya 20%."
"20% Itu terlalu kecil."
"Dia bertahan sampai sekarang itu semua karna mu lusi, seharusnya ia mati ketika dia di diak nosa tumor otak namun ia tak menyerah pada penyakitnya karna ia masih ingin melihat mu dan gafin.
Dan satu keinginan papa yang selalu ia bicarakan yaitu ia ingin kamu kembali tinggal bersama kami di mansion, dan ia sangat menyesal karna tidak menghentikan andre saat itu justru malah memberi saran yang kurang baik pada mu hingga teragedi itu terjadi.
Dan papa berharap kamu dapat menikah lagi dengan putra papa, papa tau untuk melupakan masa lalu itu sangat sulit namun papa berahap kamu bisa berdamai, dan kembali menjadi manantuku.
Papa mau kalian menikah lagi di hadapan kakek , kita tak tau dia akan sadar atau tidak namun setidaknya ia dapat mengengetahi jika menantu kesayanganya sudah kembali pada keluarganya."
Lusi tersenyum "Tentu saja papa lusi mau, dan kami jiga sudah berencana untuk rujuk lagi namun hanya belum meminta restu pada orang tua saja."
"Benarkah, tentu saja kamu tak perlu hawatir aku juga sudah membicarakan hal ini dengan ibuk dan bapak mu di sana dan ia juga menyerahkan keputusanya pada mu, karna menurutnya kamu sudah cukup dewasa untuk bisa membuat keputusan sediri."
"Ya, jika hal ini bisa membuat kakek sadar atau pun tenang aku akan melakukannya, karna kakek adalah orang yang selalu baik pada lusi."
Harus merasa terharu "Terima kasih lusi, kemarilah putri ku."
Lusi menghampiri haris lalu memeluknya.
Dan pada akhinya mereka melangsung kan
Pernikahan kecil di ruang rawat lukman dan di saksika kedua orang tua lusi melalui video call dan pernikahan itu hannya di adakan seadanya dengan pakaian biasa yang mereka pakai sekarang dan cincin nikah lama serta dokumen pernikhan dan doa dari seorang pendeta.
Satu jam setelahnya kondisi lukman turun membuat jantungnya makin lemah lalu jantungnya di beri kejutan dengan Alat pacu jantung agar jantungnya dapat setabil lagi namun sayang lukman harus menghebuskan nafas terakhirnya di sana yang membuat mereka semua yang ada di sana menangis histeris.
Dan karan keluarga andreas merupakan keluarga konglomerat kaya sehinga berita itu juga di beritakan di Tv.
Dan berita tentang reno juga tersebar yang membuat pro dan kontra di masyarakat, ada yang menyalahkan reno ada juga yang menyalahkan Haris karna gagal mendidik anaknya.
Dan tidak sedikit netizen yang meminta Agar haris turn dari jabatannya, dan ada juga yang memaksa perusahan keluarga andre untuk tutup karna tak ada lagi pewaris yang memenuhi syarat.
Bersambung...
__ADS_1