
Malam harinya, saat lusi selesai menidurkan gafin di kamarnya, ia pun segera kembali ke kamarnya.
Dan sesampi di kamar rupanya andreas sudah pulang dan sedang mandi.
Setelah dari pusat perbelanjaan ke dua andre sudah mulai agak tenang, namu saat pulang rupanya ia hannya mengantar kan lusi dan gafin, dan ia keluar lagi entah ke mana.
Dan pada jam 9 malam ini baru kembali.
Lusi mengambil pakaian suaminya dari dalam lemari.
Saat sibuk mengambil baju tiba tiba terdengar pintu kamar mandi tebuka namun lusi masih sibuk memilih baju andre.
Tiba tiba dari belakang lusi di peluk dan andre membaringkan kepalanya dan menyenderkannya di pundak lusi "Apa kamu sudah makan??"
"Sudah, tadi sore bersama Gafin bagai mana dengan papa?"
Andreas tersenyum lalu mencium pipi Lusi "Sudah tadi juga Bersama Radit di luar."
"Ya, sekarang angkat kepala mu."
Andre mengangkat kepalanya namun tak melepas pelukannya.
"Lepas juga pelukan mu."
Andre dengan cepat mengangkat lusi, sontak wanita itu terkejut "Hey apa yang kamu lakukan.."
"Aku sedang ingin memanjakan ratu ku ini."
Andre pelan pelan merebahkan tubuh lusi ke kasur.
"Istirahat saja dulu."
Andre mengambil bajunya dari tangan lusi lalu menuju ruang ganti baju sedangkan lusi sedikit menghela napas.
"Ada apa dengannya??
Andre segera memakai baju piyama tidur itu dan setelah rapi ia keluar dari ruang ganti baju dan ia menyender sejenak di pintu keluar ruang ganti.
"Sayang, baju tidur yang kamu pilih rupanya cukup juga di tubuh ku."
Saat lusi membalikan badannya ia terkejut melihat andre, bukan karna baju tidur yang pas di tubuh andre namun karna andre melepas dua kancing atas baju itu dan tubuhnya nagian atas terlihat jelas dan menambah kesan cool.
"Kenapa dua kancing dia tasnya gak di kancingin juga."
Andre tersenyum lalu berjalan menghampiri lusi "Loh kan bagus di lihat kalok begini."
"Bagus dari mana sih kamu itu udah membuat mata saya yang suci ini ternodai."
Andre tertawa "Hahahah, kamu ini ada-ada aja."
Lalu andre naik ke atas kasur dan menyenderkan tubuhnya pada pinggir kasur sambil menekan remot TV
__ADS_1
Lusi kembali menoleh ke belakang "Kamu mau apa??"
"Mau menonton berita."
"Tumben sekali."
Andre tersenyum "Ya karna ada berita yang ingin aku tonton."
Lalu andrea menyalakan tv sedangkan lusi ikut bangkit dan menyenderkan tubuhnya ke pinggir kasur.
Dan awalnya ada pemberitaan mengenai sebuah desa yang mengalami dampak bencana alam yang membuat lusi sedikit terkejut dan iba pada warga yang kehilangan tempat tinggal,tak lama setelah berita bencana alam itu lewat dan berita berikutnya membicarakan tentang seorang jenderal bintang 3 di kepolisian di tangkap atas kasus suap bersama seorang pejabat.
"Astaga , padahal jenderal bintang 3 kepolisian tapi tak bisa menjadi teladan bagi masyarakat, apa lagi pejabat daerah itu!!!"
Andre tersenyum "Itulah orang tamak, sudah seharusnya mereka menekam di penjara karna ketamakan mereka."
Sebenarnya orang yang melapor jendral dan pejabat itu adalah andreas karna saat andre bernegosiasi dengan jenderal bintang 3 itu untuk mencarai penyelesaian terkait masalah istrinya dan Lusi karna bagi andre hal ini perlu di selesaikan karna di takutkan di masa depan akan terjadi lagi.
Namun bukannya mendapat solusi andreas malah di usir paksa membuat amarah andre kembali memuncak.
Setelah dari rumah jenderal itu andre diam diam mengirmkan barang bukti tentang kasus suap yang di lakukan olah jenderal bintang 3 itu dengan seorang pejabat ke KPK.
Dan andres memiliki rekaman video mereka, dan bukti Transfer dengan nominal Besar dari bank.
Felesbek on
kemaren saat andreas melakukan pertemuan dengan berberapa pengusaha dari berbagai daerah dan kota, di sebuah Restoran bintang 5, ia tak sengaja bertemu jenderal bintang 3 itu namun mereka tak bertegus sapa karna perbedaan usia dan hubungn yang tak saling mengenal.
"Saya sangat senang anda datang tuan Andreas."
"Tentu saja saya pasti akan datang karna pertemuan seperti ini hannya di adakan satu tahun sekali dan saya tak mau melewatkannya untuk bisa belajar bersama para pembisnis lain."
"Astaga tuan andres jangan merasa rendah karna kemampuan bisnis anda itu sudah sangat luar biasa bagus."
"Saya tak tau itulah pandangan orang terhadap saya."
andre melirik belakang temanya itu "Jika bolah tau siapa Orang yang ada di belakang anda??"
"Oh mereka ini para pejabat pemerintahan."
"Begitu rupanya, pantas saja baru kali ini aku melihat mereka di sini."
salah seorang dari orang-orang tadi diam diam melirik andreas dan andreas sadar itu namun ia tak peduli sama sekali pada mereka.
Acara pun di mulai dan andreas cukup menikmati acara itu hingga selesai.
dan setelah itu para pembisnis itu di jamu dengan makanan bintang 5.
andres menikmati hidangan yang di sedikan namun ia diam diam melirik gerak gerik para pejabat itu yang baru bergabung.
mereka memiliki gerak gerik mencurigakan membuat andre curiga dan saat jenderal bintang 3 dan seorang pejabat daerah keluar dari rungan andre lantas menatap radit.
__ADS_1
radit buntuti orang-orang itu, aku curiga mereka datang ke mari buka untuk hal yang baik.
"Para pejabat itu tuan??"
"ya."
"lalu radut lantas bangkit, lalu segera membuntuti mereka sedangkan andre terus menikmati makanannya.
setengah jam berlalu akhinya radit kembali "Tuan tebak apa yang aku dapatkan??"
"Apa kamu merekam percakapan mereka??"
"Ya, rupanya pejabat tadi menyuap jenderal bintang 3 itu untuk membebaskan bandar narkotika."
"Para bandar itu pasti anak buahnya."
"ya tuan."
"Simpan rekaman itu siapa tau sewaktu waktu dapat kita gunakan untik menyerang mereka."
"baik tuan."
Flesbrk off
Tak lama terdengar suara lusi
"Sayang bagai mana kita kirim bantuan pada para orang yang mengalami bencana yang tadi??"
"Ide yang bagus."
"Kira kira berapa dana yang harus di keluarkan??"
"Namanya membantu, berapa pun di berikan pasti akan di terima."
"Aku bingung mau memberi berapa kan kamu yang kerja dan kamu juga yang mengurus keuangan mu selama ini."
"Biklah, naun untuk bulan depan aku mau kamu yang mengurusnya."
"Oke,tanang saja aku sudah sangat berpengalaman dalam hal itu jadi tak perlu hawatir."lusi tersenyim manis pada andreas.
Andre sedikit gemes atas tingkah istrinya itu lalu merangkul istrinya "Kenapa kamu hari ini manis sekali, ingin sekali rasanya aku memakan mu."
"Papa lepesin ih, gak nyaman posisinya."
Andre tersenyum lau melepas rangkulannya "Sekarang ayo kita tidur."
Lusi mengangguk "Ayo."
Lalu andre mematikan lampu dan segera berbaring bersam lusi.
Bersambung....
__ADS_1