Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Cemburu


__ADS_3

Setelah mengganti baju lusi segera keluar lalu menghampiri andre yang kini sibuk dengan leptopnya.


"Apa kamu bekerja??"


Andre menjawab tanpa menoleh pada lusi "Hem..."


"Hanya seperti itu saja jawaban mu??"


"Hem.."


"Apa kamu marah pada ku???"


Taka da jawaban lagi dari andare sedangkan lusi lansung mencupit kaki andre.


"Jangan ngambek dong, kan aku cuman becanda aja tadi. Lagian kita juga hannya berstatus kekasih dan bukan suami istri jadi hubungan seperti itu juga tak boleh."


Andre tak mau menjawabnya dan bahkan ia sama sekali tidak menoleh padanya.


"Memang bapak sama anak itu gak ada bedanya, nyebelin aja kalok udah ngambek."


Lusi bangkit dari duduknya lalu menuju kasurnya dan segera berbaring.


Ia memainkan hpnya dan mengetik pesan pada Piter sedangkan andre yang tak mendapat pertanyaan lagi dari lusi lantas menoleh pada wanita itu.


Dan terlihat wanita itu kini senyam senyum melihat hpnya entah apa yang ia lihat namun ia sedikit membuat andre sedikit kesal.


Andre berbicara dengan suara kecil "Seharusnya ia memohon pada ku untuk di maafkan, bukannya langsung kabur begitu."


Namun andre berusaha tak peduli pada lusi berharap wanita itu akan merasa bersalah padanya namun ia salah besar justru lusi sama sekali tak pedi padanya dan bahkan terkadang terdengar tertawa sendiri.


Sedangkan andre yang terganggu karna lusi mulai berbicar "Bisakah kamu diam aku tak bisa fokus dalam bekerja jika seperti ini."


Tak lama terdengar suara lusi "Maaf."


Setelah itu tak ada pembicaraan lagi dan setengah jam berlalu dalam keheningan, pada saat andre menoleh pada lusi rupanya wanita itu sudah tertidur dalam kondisi hpnya masih menyala.


"Dasar wanita ini, sudah dewasa tapi sifatnya masih seperti anak kecil."


Andre bangkit dari diduknya lalu menghampiri lusi sambil membawa infusnya.


Ia pun duduk di pinggir ranjang dan lalu segera mengambil hp lusi dan pada saat ia melihat video yang lusi tonton.


"Rupanya dia suka filem komedi seperti ini."


Lalu andre duduk di pinggir ranjang dan membuka segala yang ada di hpnya lusi, di hpnya taka ada aplikasi aneh yang membuat andre sedikit tenang


Dan ia mulai membuka galeri hp itu dan melihat gambar lusi setelah melahirkan gafin hingga setiap tahap pertubuhan hafin ia abadikan dalam sebuah gambar pada hpnya dalam jumlah banyak.


"Manis sekali."lalu andre diam diam menirimkan pada hpnya berberap foto.


Tak lama sebuah notifikasi masuk yang rupanya adalah sebuah pesan.


andre terkejut melihat notifikasi itu karna nama dari sang pengirim.


"Piter."

__ADS_1


Andre menoleh kebelakang rupanya lusi masih tidur dan ia pun langsung membuka pesan itu.


Di saat itu andre mencoba berpikir positif jika nama pengirim itu bukanlah orang yang ia kenal mungkin saja peria lain di luar sana yang memili nama yang sama dengan orang yang ia kenal dan mengagumi mantan istrinya itu.


Dari pesan mereka sepertinya baru berapa jam lalu mereka saling mengirim pesan dan lagi pesam yang baru masuk ini merupan pesan baru yang berisi ajakan Piter untuk mengajak lusi jalan-jalan.


"Aku tak bisa membiarkan lusi membaca pesan ini."


Lalua andre pun nenghapus pesan itu dan langsung membelok kontak Piter.


"Jangan berani kamu mengirim pesan pada wanita ku kalok tak mau berhadapan dengan ku."


Andre mematikan hp itu lalu menaruhnya di sebelah bantal lusi.


"Selamat malam sayang."


Andre mencium kening lusi lalu kembali ke tempat tidurnya.


Besoknya lusi mulai membantu menyeka tubuh andre karna peria itu tak bisa tidak mandi hannya untuk sehari jadi sebagai ganti mandi andre pun meminta lusi untuk melap tubuhnya.


Dan tak lama seorang suster datang membawa sarapan pagi untuk andre.


Saat itu andre hanya mengenakan celana jadi bagian atasnya terbuka sehinga tubuh kekar dan berototnya terlihat membuat susterΒ  cantik itu salah fokus.


"Tuan andre ini sarapan pagi anda."


Lusi dapat melihat gerak geraik malu-malau dari suster itu yang membuatnya sedikit cemburu.


"Terima kasih sus."


"Kenapa pada saat susternya sudah keluar baru kami pakai baju apa kamu mencoba menggodanya."


"Loh kan waktu ia masuk kamu baru saja selesai menyeka tubuhku."


"Ya tapi teta aja kalok tau ada cewek masuk itu tubuhnya lngsung di tutup, apa kamu sengaja buat menggodanya. Kamu nyebelin ih."


Andre tersenyum pada lusi "Maaf aku tak tau jika kamu cemburu karna hal itu."


Lusi begitu gengsi di sebut cemburu jadi ia langsung menjawab "Siapa yang cemburu, orang aku cuman ngasih tau doang."


"Trus kalok gak cembur ngapain kamu marah marah kek tadi??"


"Emang siapa yang marah."


Andre tersenyum jahil "Yang benar, sepertinya suster adi cukup cantik juga??"


Lusi yang mendengar hal itu semakin sebel lalu menyungutkan bibirnya "Ih kamu nyebelin, cewek lain main main di punji di depan pacarnya."


"Loh habisnya kamu bilang gak cemburu jadi gak papa dong aku memuji suster itu lagian kamu gak marah juga."


Lusi mencubit tangan Andre "Dasar tukang selingkuh."


"Loh siapa yang selingkuh kan cuman muji doang."


"Sama aja."

__ADS_1


Tak lama terdengar suara hp lusi dia tas meja pada sata lusi akan mengambilnya andre langsung meraih hp itu terlebih dahulu.


Dan sata ia meliaht nama pangilanya ia sedikit tenang rupanya mina.


"Balikan gak hp ku???"


Andre langsung menjawab telgon mina πŸ“ž"Halo mama mertua ada apa??"


"Ih kamu apa sih.."


πŸ“ž"Ini siapa yah??"


πŸ“ž"Ini andreas pacar lusi."


Lusi begitu malu dengan kata kata andre.


πŸ“ž"Oh jadi gebetan lusi itu kamu , mama kira siapa tadi. Oh iya apa lusi ada??"


πŸ“ž"Ada cuman lagi ngambekan aja jadi andre yang mejawab telfonya."


Lusi berusaha meraih hpnya sedangkan andre langsung menghindar.


πŸ“ž"Oh, kalok gitu mama kasih taunkamu aja , hari ini kami akan ke ibukota untuk menemani papanya mengurus kerjaan di sana sekalian kami juga mau menjenguk mu nanti. "


Pada saat tangan lusi akan meraih hp itu dengan cepat andre menahan tanganya.


πŸ“ž"Mama mau berap hari di sini??"


Lusi berusaha melepas tangannya dari tangan andre namun sulit sekali.


"Mungkin 2 atau 3 hari karna kami tak bisa lama dan kami akan berangkat hari ini."


"Benarkah, jadi nanti mau nginap dimana??"


"Nanti cari penginapan aja."


"Oh, nanti kalok udah sampai telfon saja lagi biar andre bisa memberitau Radit anak buah andre untuk menjemput."


"Astaga,tak usah repot repot kan di bandara banyak taksi."


"Tapi tetap aja lebih baik di jemput , nanti sekalian ia akan membantu mama dan papa mencari penginapan yang bagus."


Tak lama lusi menarik paksa hpnya dari tangan andre dengan lincahnya ia merebut hp itu dari andre yang lengah.


"Halo ma.."


"Loh udah lusi lagi."


"Ya."


Wajah lusi sedikit kesal sedangakn andre berusaha menahan senyumnya karna menerutnya lusi terlhat imut.


Lusi mempelototi ia pun segera ke sofa untuk menelfon dengan ibunya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2