
Besoknya Andre datang untuk menjemput lusi dan Gafin dan setelah sampai, ia terlebih dahulu turun dari mobil.
Sedangkan lusi segera berpamitan "Ibuk, bapak lusi berangkat dulu."
Mina tersenyum "Hati hati nanti di jalan yah."
Lusi tersenyum lalu mengangguk lalu tinggal gafin lagi yang pamit "Kakek nenek gafin berangat dulu."
Gafin yang ada di gendongan lusi langsung di cium olah mina dan Sadra.
"Sepertinya kakek akan meridukan mu untuk berberapa hari ini."
Setelah itu baru lusi pamit pada adik kecilnya yang mau menangis karna di tainggal lusi dan Gafin.
Dia sebenarnya mau ikut namun ia juga harus sekolah membuatnya tak bisa ikut juga.
Lusi mengulurkan tanganya "Salim dong tangan kakak."
Rangga menyungutkan bibirnya lalu memalingkan wajahnya "Gak mau, Kakak jahat ."
Lusi tersenyum lalu ia pun mengacak-acak rambut adiknya "Jangan nakal nanti kalok kakak tak ada,dan jangan lagi berteman dengan anak nakal tadi."
Rangga sama sekali tak mau menjawabnya namun matanya mulai berkaca kaca berusaha menaham tangisnya.
"Kakak Rangga, Gafin berangakt dulu."
Lalu mereka pun segera menghampiri andre "Apa hanya satu koper saja??"
"Tak usah berharap kami akan tinghal lama di sana, kami di san hanya 3 hari."
Lalu lusi segera menaiki mobil, andre menghela napas pelan lalu mengambil Koper lusi dan sekali gus ia juga bersalaman pada Sandra dan Mina dan baru mereka berangkat ke bandara.
Selama perjalanan lusi dan gafin duduk di kursi tengah sedangkan andre ia lah yang membawa mobil.
Mereka bagaikan seorang supir yang sedang mengantar tuannya, namu andre tak pernah membenci itu, yang terpenting itu adalah kenyamanan bagi lusi dan Gafin.
Dan penerbangan mereka kali ini membutuhkan waktu selama 4 jam, dan yang bikin lusi makin muyek adalah kenapa ia harus di sebelah andre dan putranya bersama Haris.
Namun untungnya andre tak bertingkah macam macam yang mengganggunya membuatnya bisa dengan nyaman tidur.
Pada saat pesawat mereka sudah landing, andre segera membangunkan lusi.
"Lusi kita sudah sampai."
Tak ada jawaban , andre mengoyangkan tubuh lusi "Sayang kita sudah sampai."
Tak alam lusi membuka matanya "Apa kita sudah sampai lalu ia bangkit dari baringanya dan merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Padahal aku rasanya baru tidur..."
"Kamu itu suadah 4 jam tidur, ayo sekarang kita turun."
Lusi bangkit melirik sekitar yang kosong lalu ia berjalan ke pintu keluar dan ia bertemu dua pramugari yang salah satunya terlihat malu malu pada andre.
Namun andre menanggepinya hanya dengan senyuman.
Guma lusi damam hati "Dasar mata keranjang, ketika sudah di lirik cewek main senyum-senyum aja ."
Pada saat andre akan pergi, paramugari itu menahannya "Tunggu dulu kakak."
Andre terhenti begitu juga lusi yang ada di belakangnya lalu mereka menoleh pada pramugari itu.
"Ada apa mabak."
Wanita itu mengekurkan sebuah sapu tangan "Ini saputangan yang tuan pinjamkan kemarin, terima kasih yah karna mau mendengar curahan hati saya."
Andre tersenyum dan menangguk lalu wanita itu bicara lagi "Kalok bolah tau masnya udah punya pacar belum??"
Lusi saat mendengar perkataan itu ingin sekali kabur karna tak mau mendengar jawan andre namun peria itu menghalangi jalannya.
"Maaf saya sudah memiliki orang yang saya cinta."
Pramugari itu terkejut sekaligus sedih "Benarkah, pasti gadis itu beruntung sekalai di cintai seorang peria sebaik anda."
Andre melirik lusi "Mungkin, namun baginya mengenalku adalah kesalan tapi bagi ku dapat melihat wajahnya lagi adalah sebuah anugrah, aku bahakn sudah mencoba melamarnya.."
Lusi yang sudah tak tahan dengan pembicaran ini apa lagi andre yang tak heti meliriknya "Sudah ayo cepat pergi tuan andreas yang terhormat anak saya pasti sudah mencari saya."
Lusi mendorong andre hingga keluar dari pintu pesawan sedangkan andre menanggapinya dengan senyuman kebahagian.
Dan dari bandra Haris berencana untuk membawa lusi ke mansion.
"Baiklah setelah ini kita ke mansion."
"Tak ayah, lusi dan Gafin akan tinggal bersama ku."
Andre melirik lusi dan terlihat raut hawatir pada mata peria itu dan seketika lusi tau jika ande tak mau ia bertemu lagi dengan wanita itu.
"Tak papa ayah, kami akan tinggal di apartemen. Lagi pula di sana ada 2 kamar jadi kami akan tidur di dalah satunya."
Haris menghela napas pelan "Padahal aku ingin sekali bermain bersama cucu ku."
"Jangan sedih seperti itu pa, lagi pula hanya tinggal saja, dan lagi besok kita akan lngsung menemui kakek bukan dan ayah akan bisa bermain dengan cucu ayah lagi."
Haris tersenyum"Baiklah, Hati hati nanti."
__ADS_1
"Radit antarkan ayah ku."
Radit paham maksud andre agar ia bisa menghabiskan waktu bersam lusi dan Gafin.
"Baik tuan."
Lalu ia pun mengikuti Haris dari belakang, dan dari situ mereka menuju sebuah parkiran mobil yang tak terlalu cukup jauh dari bandara untuk mengambil mobil.
Saat andre kenaruh barang di bagasi gafin mulai berbicara "Mama gafin mau keripik."
Lusi terkejut karna ini kali pertamanya anaknya meminta untuk membeki cemilan padanya karna biasanya ia akan meminta pada mina atau Sandr.
Andre menutp pintu bagasi "Ya nati papa ajak kamu beli cemilan , tapi kita pergi ke drive thru dulu untuk membli berberapa makanan untuk makan kita hari ini."
"Drive thru??, apa itu?"
Andre terseyum "Kamu pasti belum asing, padahal pada saat kita di jermana ada, cuman kita tak pernah membeli ke sana."
"Kalok gitu ayo cepat pah, gafin udah lapar." Andre tersenyum lalu mengangkat putranya dan menujukursi kemudi sedangakn Lusi masuk dari pintu sebaliknya.
Dan mereka pergi ke drive thru terdekat yang menjual makan cepat saji dan akhirnya lusi paham, memang banyak hal yang ia tak tau setelah meinggalkan kota itu selama 5 tahun rupanya ada banyak yang berubah.
Dan mereka bertinga makan di kursi tengah dengan gafin duduk di tengah mereka, anak itu terlihat menikmati makanannya.
"Mah gafin haus."
Lusi pun segera mengambilkan minum yang ada di depan namun ia tak bisa menusuknya karna tangannya kotor.
"Andre torong tusuk minumannya."
Andre pun memasangkan sedotoan pada minuman itu lalu lusi menyodorkan sedotan itu ke mulut anaknya dan memberikan gelasnya padanya.
Pada saat lusi melirik arah depannya terlihat jika di wajah lusi ada saus yang menempel sedangkan andre diam meliaht saus itu.
"Apa kamu lihat-lihat!!"
Andre mendejat padanya sedangkan lusi berusaha mundur "kamu mau apa??"
Andre memindhkan gafin lalu semakin mendekat lalu lusi menutup matanya, tiba ia meras jika ada sentuhan jadi andre pada wajahnya yang seperti menghapus sesuatu.
Lalu ia membuka matanya dan Andre sudah kembali ke tempat duduknya sambil tersenyum.
"Ada apa dengan mu, apa kamu berharap aku menjilatnya untuk mu."
Wajah lusi menjentik kening andre pelan.
"Berisik.."
__ADS_1
Andre terkekah pelan.
Bersambung.....