
Besoknya karna hari saptu seperti biasa TK dan sekolah lainya libur dan kini Rangga bermain dengan anak anak di sekitar rumahnya yang memiliki usia yang sama sepertinya di depan rumah.
Hinga kedatangan teman dewasanya yang kemarin "Ga, yok kita mandi ke kali lagi."
Rangga menghampiri temannya "Kayaknya aku gak bisa ikut, ibuk aku kemarin marah, karna kalian tingalin aku sendiri sih sama om jahat tadi."
"Maaf ga kan waktu itu kita takut juga. Tapi kali ini kita bakal bantu deh kamu. Bagai man kamu mau ikut gak??"
Rangga berpikir sejenak lalu ia melirik depan rumah dimana terlihat Gafin tengah duduk sendiri sambil meminum Teh gelasnya.
"Oke,deh aku ikut, tapi aku suruh adek ku masuk dulu yah, baru nanti kita pergi."
Di antara anak itu ada seorang yang sangat suka mengganggu Gafin, tiba tiba ia tersenyum.
"Bawa aja dia Ga, nanti aku yang jagain kan kasihan kalok dia main di rumah mulu sendiri."
Rangga yang mendengar hal itu terlihat bahagia "Benarkah adik ku boleh bermain dengan kita??"
Anak itu mengangguk lalu Rangga segera berlari menghampiri gafin.
Sedangkan salah satu anak tadi berbicara "Lah lu ngapain bawa bawa anak beban itu??"
"Siapa bilang. Kita diam diam tingalin aja dia di jalan, habisnya aku bosa kalok gak ada orang yang bisa aku kerjain."
Mereka yang mendengar rencana itu mulai paham dan sangat setuju dengan recananya.
"Adek Gafin.."
Gafin menatap ke arah sumber suara dimana arah suara berasal "Ada apa Kak??"
"Kamu mau ikuk gak mandi ke kali sama kakak??"
"Tapi kakak bukankah Nenek tidak memperbolehkan kakak pergi mandi ke kali lagi?"
"Gak apa lah Dek, kan cuman bentar aja. Habis itu nanti kita pulang sama sama, aku tau jalan pulang dari sana."
Gafin berpikir sejenak, memang sebenarnya ia juga bosan dirumah terus dam hanya bermain bersama kakek, nenek dan ibunya.
Ia ingin sekali bermain dengan Rangga dan teman temanya.
"Oke deh kakak rangga, Gafin ikut."
Gafin bangkit lalu menarik rangga "Teman teman ayok kita pergi."
Mereka bersama sama menjawab "Ayok.."
Lalu mereka segera pergi dan selama perjalanan mereka sengaja memisahkan Rangga dengan gafin, jadi ketika Rangga yang sibuk di depan berbicara dengan lainya.
__ADS_1
Anak nakal tadi diam diam menghentikan langkah di tengah jalan.
"Gafin kita udah sampi.."
Gafin mengerutkan keningnya "Apa ini kali, tapi kenapa rame sekali suara mobil."
"Kalinya memang ada dekat jalan raya dan Gafin tunggu sini yah aku pergi mandi sama yang lain."
Gafin yak tak tau apa jika dia di biarkan sediri di jala raya dengan bodonya mengangguk lalu ia duduk di pinggir jalan.
Sedangkan anak tadi berlari menyusul yang lain dengan gembiranya karna berhasil mengerjai Gafin yang buta.
Gafin hanya diam menyedot minumnya sampai habis namun belum ada juga tanda tanda jika Rangga kembali.
"Loh kata kakak rangga bentar aja mandinya kok lama sekali. Kan minuman Gafin udah keburu habis."
Gafin pun yang gak tau harus melakukan apa malah iseng meleapas kertas atas minuman Teh gelasnya lalu menaruhnya di depanya.
"Nah sekarang kamu yang akan menemani ku di sini."
Ia terlihat tersenyum, sedangkan Rangga yang asik mandinya sampai lupa jika ia tadi membawa adiknya, hingga setengah jam berlalu.
Banyak orang melewati Gafin terliaht iba pada anak buta itu dan mengira ia seorang pengemis lalu memasukan ber-berapa lembar uang seribu, lima ribu dan dua ribu pada botol teh gelasnya.
Sedangkan Gafin yang tak tau apa-apa malah tersenyum pada mereka, ia mengira jika mereka hanya orang yang lewat saja.
"Tuan andre, apa benar anda belum mau bertemu dengan informan yang kedua ini??"
"Nanti saja, aku tak mau terlalu berharap nanti hasilnya akan sama seperti orang gila kemarin, mumpung aku disink sekalian aja aku mengurus hotel."
"Terserah tuan saja." Lalu mereka duduk di salah satu kursi.
Mata andre tak sengaja melirik ke arah seberang jalan "Dit bukankah kemarin kamu bilang di daerah sini semua orang yang mengemus dipinggir jalan udah banyak di pindahkan Satpol pp??"
Radit melirik seberang jalan "Pengemis bandel kalik tuan."
"Tapi kalok di lihat-lihat sepertinya ia buta dan lagi jika dia mau di sebuat pengemis, jika di perhatikan kulitnya putih terawat dan pakaianya tidak kotor juga."
Radit memperhatiakan "Kamu benar tuan."
"Coba kamu ajak dia ke mari untuk makan bersama kita, aku tak tega melihatnya seperti itu."
Radit mengangguk lalu bangkit dari duduknya lalu pergi menghampiri Gafin di seberang jalan.
"Adek namanya siapa??"
Gafin menoleh ke arah suara "Om siapa??. Penculik yah??"
__ADS_1
Radit tersenyum "Om ini orang baik, om ke sini cuman mau mengajak adek Makan boleh??"
Gafin yang memang sedari tadi lapar mengangguk lalu ia pun di bawa Radit denan cara menggendonya sambil membawa gelas pealstik yang berisi uang yang orang berikan padanya ketika melewatinya.
Seampai di seberang ia duduk di sebelah Andre namun karna mejanya yang cukup tingga jadi hannya kepalanya yang terlihat saking pedeknya dia.
Andre yang melihat itu lantas mengangkatnya ke pangkuanya.
"Gafin kenapa di pindahkan om??"
"Kamu terlaku pedek dari meja tempar makanya."
"Suara omnya beda lagi??"
Radit pun menjelaskan "Om yang membawa mu ada di depan mu dan om yang memangkumu itu adalah bosnya om."
"Kalok nama om yang di pangkuan Gafin siapa??"
"Namanya om Andreas sedangkan nama om yang di depan mu ini namanya Radit."
Anak itu mengangguk mengerti tak lama makan mereka datang.
"Kamu mau meminum apa??"
"Gafin mau minum air putih aja."
Andre tersenyum "Mabak teh icenya dua sama satu air putih."
Wanita itu mengangguk lalu segera pergi sedangkan andre mulai memakan makanannya.
Mereka terlihat sepertia ayan dan anak bagi Radit karna ketika melihat Andre meangku Gafin sambil memakan makanannya dengan satu tanganya dan dan satunya lagi untuk menahan tubuh Gafin.
Ia juga membantu anak itu untuk melepas daging ayam itu dari tulangnya, agar Gafin dengan mudah melahap makanannya
Sedangkan di rumah mulai rusuh karna Gafin taka da di depan rumah.
"Mah tadi bener Lusi lihat gafin terakhir depan rumah, kenapa udah gak ada. Bagai mana jika ada penjahat yang menculiknya.."
Mina berusaha menengkannya "Lusi tenglah dulu,Gagin pasti akan ketemu, mungkin aja ia sedang bermain dengan Rangga di rumah temanya."
"Mama rangga pulang.."
Mina lantas benoleh ke arah Rangga dan ia terkejut kana Gafin tak bersamanya "Rangga adek gafin mana??"
Rangga sempat terdiam "Loh Rangga kira adek Gafin udah pulang ma."
Lusi yang mendengar hal itu seketika merasa kakinya lmes dan pandanganya mulai kabur dan ia langsung jatuh di tempat.
__ADS_1
Bersambung....