
Di rumah pada sore hari lusi langsung memasakan makanan untuk makan malam mereka nanti dan setelah semuanya selesai ia menaruh makanan tadi ke mangkuk dan di bawa ke ruang tamu, lalu ia melirik jam.
"Biasanya jam segini orang di kantor pasti sudah pulang, karan bapak ku juga sering pulang jam segini."
Lusi memutuskan untuk menunggu sambil duduk di meja makan dan memainkan hpnya.
...***...
Di perjalanan Andreas meminta Radit mengantarnya ke Hotel xx,Radit memang sedikit terkejut untuk apa tuannya pergi ke hotel, namun ia berusaha berpikir positif mungkin tuannya ingin bertemu temanya yang dari luar negeri dan ia membawa andre ke hotel tersebut.
Radit di minta menunggu di parkiran sedangkan Andre memasuki hotel, Radit memanfaatkan momen itu untuk tidur karna ia sangat mengantuk sudah 2 hari tidak tidur dengan baik karna sibuk mengurus pernikahan tuannya.
Sesampai di dalam seorang Bell boy menghampirinya "Apa anda tuan andreas." Peria itu mengangguk.
"Mari ikut saya, nona Zahra sudah menunggu anda" andre pun mengikuti Bell boy tadi dan mereka pun pergi mengunakan lift ke lantai paling atas dan pada akhirnya berhenti di sebuah ruangan VVAP lalu Bell boy itu membuka kan pintu.
"Silahkan masuk tuan.."andre pun masuk dan Bell boy itu pun segera menutup pintu.
Tak lama dari dalam Terdengar suara Zahra "Apa kamu sudah sampai.." andre berjalan perlahan.
Zahra menengok namun ketika ia melihat andre sontak ia berlari dan langsung memeluk pria itu "Aku merindukan mu."
Andre melepas pelan pelukannya "Cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan.."
Zahra menjawabnya "Tapi kita makan dulu, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita." Andre menghela napas pelan lalu ia mengikuti Zahra dan berhenti di sebuah meja bundar yang berada di pinggir kaca kamar dan memperlihatkan pemandangan kota.
Lalu andre pun duduk sedangkan Zahra duduk di depannya lalu andre menoleh pada kaca dan ia melihat pemandangan kota yang indah ia teringat pada saat ia dan Zahra masih berpacaran mereka dulu sering mengadakan pesta ulangtahun di hotel ini dengan menyewa satu kamar untuk bermalam (Jangan negatif dulu yah😁, tenang keperjakaan mas kita ini lusi yang dapat kok bukan Zahra.)
Zarha tersenyum menatap andre "Apa kamu suka??" Andre mengangguk lalu mereka mulai makan bersama dan setelah itu baru Zahra bercerita.
__ADS_1
Zahra mengatakan ketika ia membatalkan pernikahan nya dulu karna sebenarnya lukman yang memintanya, karan ia tak suka menantu seperti dia jadi ia memaksana menikah dengan Reno dengan mengancam keluarga serta karirnya akan hancur dan untuk melindungi semua itu Zahra terpaksa menurut.
Andre yang mendengar hal itu langsung tersulut emosi tak menyangka jika kakeknya yang rupanya melakukan hal ini padanya.
Zahra bangkit dari duduknya lalu ia memeluk andre "Maaf aku baru memberitahu mu setelah satu tahun ini hik.." andre membalas pelukannya.
"Tak masalah, aku mengerti kamu pasti masih ketakutan." Andre mengecup puncak kepala Zahra.
Gadis itu melepas pelukannya lalu menatap Andre "Apa kah kita masih bisa bersama seperti dulu setelah setatus kita sekarang.."
Andre tersenyum "Kita bisa menjalankan hubungan ini secara diam diam tak masalah bukan, kamu tau sendiri kondisi ku."
Zarha mengangguk , lalu perlahan andre mendekat dan langsung menyambar bi*ir zahra dan wanita itu terlihat menikmatinya hingga andre mendorongnya ke kasur.
...***...
Tanpa lusi sadari ia tertidur di meja makan dengan makanan yang sama sekali belum ia sentuh karna ia masih menunggu andre hingga ia mengantuk dan berencana untuk tidur sebentar namun kebablasan sampai pagi.
"Dia tak makan sama sekali..." lusi memutuskan untuk bangkit dan menuju kamar mereka dan pada saat pintu terbuka ia tak menemukan peria itu membuatnya terdiam.
"Apa semalam ia tak pulang, namun jika ia tak pulang seharusnya ia menelfon ku atau tidak mengirim pesan." Lusi mengambil hp dari sakunya.
Untuk memeriksa lagi siapa tau pada saat ia tidur ada pesan atau telfon dari peria itu namun di hpnya sama sekali taka ada pesan maupun panggilan tak terjawab.
"Ni orang kemana sih, sampai kabarin istri aja gak bisa."
Sedangkan di parkiran Radit baru bangun setelah mendengar ketukan dari kaca luar, dan pada saat di perhatikan rupanya tuannya lalu ia membukakan pintu dan andreas segera masuk.
Radit menguap sebentar "Astaga tuan apa anda tadi menginap di hotel ini?" Pada saat radit menolah pada kaca sepion mobil yang terpantul pada andre Karna di leher peria itu ada bekas ciuman.
__ADS_1
Ia yang tak percaya sontak mengucek ngucek matanya siapa tau salah lihat.
"Tuan di leher anda itu bekas apa?"
Andre yang sudah menunggu mobil itu jalan mulai kesal "Cepat jalan kan tak usah ikut campur urusan ku." Radit yang mendengar hal itu terkejut lalu menjalan kan mobil itu.
Ia berguma dalam hati 'Kalok tuan andras benar benar berselingkuh parah sih, padahal baru menikah dan seharusnya pada masa ini masih hot hotnya sama istri, tapi sudah ada selingkuhan aja. Jika berita ini sampai tersebar bisa bisa image tuan Andre baik menjadi buruk.'
Sedangkan andre terlihat bahagia mengingat malam panasnya bersama Zahra dan ia tau itu terlarang namu karna rasa cianya yang masih besar ia tak peduli.
Sesampai dia aprtemen Andre segera menuju lift tanpa mempedulikan banyak orang yang menatapnya aneh karna di leher andre ada bekas ciuman padahal istrinya berada di rumah dan baru juga lewa untuk ke supermarket depan apartemen.
Andre tak peduli pandangan orang padanya yang jelas ia mau segera pulang dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Setelah berbelanja lusi segera kembali dan ia terliaht tersenyum pada para tetangga apartrmannya hingga terdengar suara seorang wania tetangga apartemanya yang menyetopkannya "Eh mabak lusi, selamat yah untuk pernikahanya maaf belum sempat datang pada saat resepsi pernikahannya ."
Lusi langsung menjawabnya dengan senyuman "Iya gak papa, saya tau ibuk ada kesibukan masing mading jadi santai saja."
Lalu wanita itu yang penasarang mengenai apa yang ia lihat pada andre tadi mulai bertanya "Oh ita bagai mana malam pertamanya??"
Wajah lusi mulai memerah "Oh sudah kemarin.."
Wanita itu kembali bertanya "Malam tadi pak andre tidak pulang ke rumah??" Lusi yang mendengar hal itu tak mau berfikir macam macam.
"Ya, mabak tau dari mana??"
"Oh tadi barusan saya melihatnya lewat dengan...." perkataannya terhenti karna seketika lusi panik.
"Apa dia udah pulang, kalok gitu saya diluan dulu buk, permisi dulu." Lusi berjalan cepat ke arah Lift sedangkan wanita tadi mengurungkan niatanya untuk lanjut bicara .
__ADS_1
"Kasihan sekali gadis malang ini, di usia pernikahannya yang masih seumur jagung ia sudah di dua kan oleh suaminya."
Bersambung.......