Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Ke Jerman


__ADS_3

Renata mengeluarkan sesuatu dari tasnya "Tolong baca ini." Sandra mengambil surat itu dan bertapa terkejutnya.


"Apa kamu mau bercerai??"


Renata mengangguk sedangkan sandra kini meyakinkan dirinya untuk menandatangani surat itu karna dia sudah tau kebenaranya jika mereka berselingkuh di belakangnya dan ia yakin jika Nisa anak yang ia paling sayang itu bukan anak kandungnya setelah mengetahui kebenaran ini.


Tanpa basa basi Sandra menandatangani surat itu "Sekarang kalian angkat kaki dari rumah ku." Mereka berdua langsung bangkit.


Sandra menatap tajam Renata "Karna mu aku kehilangan putri kandung ku. Aku supah kamu akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini" Renata tersenyum miring.


"Aku tak peduli, sumpah mu itu takan berlaku pada ku." Lalu ia segera pergi sedangkan joko lantas tersenyum bahagia "Terkadang kamu perlu membuka lebar mata mu, jangan hanya terus di butakan oleh cinta." Lalu joko meningalkan Sandra yang makain marah.


Setelah kepergian orang itu, ia mulai merasa frustasi dan menyesal tidak menahan lusi saat itu "Astaga mina kamu benar tentang itu, aku terlalu bodoh sehingga tak bisa mempertahankan anak ku sendiri, sekarang aku hanya punya kamu seorang."


Tanpa Sandra sadari jika mina jug sudah meninggalkannya.


...***...


Lusi membaca pesan ibunya, ia mulai meneteskan air matanya, antara ia sedih karna harus jauh dari ibunya dan kanar jika ibunya sedang hamil lagi di usianya yang 39 tahun dan sebentar lagi ia akan memiliki adik.


"Tuhan jagalah mama semoga ia baik baik saja di sana hik..." andre yang baru selesai mandi keluar dengan setelan jas lengkapnya karna mereka akan bulan madu di Jerman selama 1 bulan sekali gus ia akan megurus perusaan di sana sebentar karna ada sedikit masalah.


"Lusi ada apa??" Lusi mematikan hapnya lalu ia memalingkan wajahnya dari andeas dan menghapus air matanya "Aku tak papa.."


Setelah menghapus airmatanya baru ia menolah pada Andreas "Ayo kita pergi sarapan." Andreas mangangguk lalu mereka keluar dari kamar.


Di luar karna lusi sudah meyiapkan segalanya jadi mereka tinggal sarapan saja. Andreas seperti biasa selalau sibuk memainkan hpnya sedangkan lusi yang melihat itu berusaha tak peduli hingga terdengar suara bel rumah yang membuat lusi akan segera berdiri untuk memeriksa.

__ADS_1


Namun andre segera menahanya "Tak usah biar akau saja."


Lusi mengangguk lalu Andre segera keluar dan ruapanya Zahra mengirimkanya makanan kesukaanya untuk di makan selama perjalanan ke jerman.


Andreas menerima makanan itu "Terima kasih pak." Lalu kembali menutup pintu.


Pada saat ia kembali ke meja makan terlihat lusi yang bengong menatap piring makananya dan andres yang melihat hal itu lantas menyadarkan gadis itu"Hey ada apa dengan mu??"


Lusi sadar dari lamunannya lalu segera memakan sarapanya lalu pergi ke ruang tamu dan mebertelfonan bersama sesorang.


Eantah siapa yang ia telfon mungkin saja dokter karna kemarin tadi siagnya mereka ke dokter kandungan untuk memeriksa kesehatan agar nanti ketika program memiliki anak berjalan dengan baik.


Tak lama Radit datang  dengan tergesah gesah"Tuan, nona apa kalian sudah mendapat pesan??" Andre menatap bingung radit .


"Pesan apa??" Radit menjawabnya dengan panik "Itu jadwal penerbanganya di percepat." Mereka yang mendengr hal itu lantas panik .


Jadwal awalnya 1 jam lagi sekarang di percepat 30 menit lagi, lusi dan Andreas berlari ke kamar dan mereka dengan tergesah gesah menarik koper mereka turun dari tangga dan berjalan tergesah gesah keluar.


Namun ia berusaha mengalihkan pandanganya 'apa sih di pikiran ku ini, zahrlah yang lebih cantik dan bukan dia. Dia itu hanya orang yangakan melahirkan anak mu dan yang akan menghabiskan sisa hidupmu untuk bersama pasti Zahra.'


Setelah selesai make up lusi melirik andre sebentar namun peria itu tak menatap sama sekali padanya jadi ia mulai bicara "Bagai mana make up ku, cantik gak??"


Andre menoleh padanya lagi sebentar dan mengangguk "Sudah cukup cantik." Lusi tersenyum "Terima kasih." Sedangkan andre yang melihat senyuman itu membuat hatinya berdebar karna lusi terlihat manis.


Jadi ia memalingkan wajahnya karan ia masih mau terlihat cool dan cuek di hadapan Lusi.


Sedangkan lusi yang melihat reaksi andre menjadi merasa sedih  dan berguma dam hati 'Apa dia tak suka penampilan ku.'

__ADS_1


Sesampai di bandara mereka langsung di suruh untuk menaiki pesawat, untung mereka tak terlambat, dan pesawat itu pun langsung berangkat ke Jerman.


Sesampai di bandara Berlin jerman mereka di antar ke mansion milik keluarga andres dan mansion itu begitu besar dan megah dan bahkan ia memiliki taman yang luas dan lusi begitu senang dengan suasana itu.


"Wah indah sekali."lusi berari melihat bunga bunga yang bermekaran sedangkana andre yang melihat itu tanpa sadar tersenyum dan yang sadar hanya Radit "Ni orang ini kesambet  setan apa, bisa bisanya dia senyum begini."


Andreas mendekat pada lusi "Ayo masuk, setelah ini aku akan mengajak mu jalan jalan melihat rumah." Lusi yang nendengar hal itu begitu bahagia dan langsung mengangguk lalu ia masuk ke dalam rumah.


Dan benar saja andre membawa lusi melihat lihat berbagai fasilitas yang ada di rumah dan dan gadis itu terlihat bahagia, dan berguma dalam hari 'Ternyata menikah denganya tak seburuk yang ku bayangkan.'


Setelah berkeliling kini lusi kembali ke kamar karna dia sudah cukup lelah berkeliling ia berbaring terlentang di kasur "Kasurnya sama seama seperti di rumah." Tak lama terdengar pintu terbuka.


Sontak lusi menoleh ke arah pintu rupanya itu adalah andre yang terlihat membawa napan yang berisi satu gelas minuman sontak ia memperbaiki posisinya duduk dan langsung duduk di pinggir ranjang.


Andre memberikan minuman itu pada lusi dan napanya ia taruh di meja "Apa ini buat lusi??"


Andre mengangguk lalu duduk di sebelahnya, sedangkan gadis itu tak enak hati "Tapi tuan bagai mana??" Andre tersenyum dan andres masih belum sadar jika ia sekarng sedang tersenyum  "Aku sudah mimum tadi, sekarang ini punya mu."


Lusi yang mendengar hal itu baru paham "Baiklah akan aku minum." Lusi meminum minuman itu yang rupanya jus mangga sedangkan Andres menatap gadis itu sambil minum.


Ketika air itu masuk ketonggorokanya  apa lagi suara ketika air itu masuk ketenggorokan lusi joni bangkit dan guma andreas dam hati 'Astaga joni padahal dia hanya sedang minum tapi sudah bisa membangunkan mu.'


Akhirnya lusi selesai minum "Wah segar sekali.." pada saat lusi akan menoleh pada andra sontak ia di dorong ke belakang dan gelas yang ia pegang jatuh ke lantai dan pecah.


Andre menatap lusi seperti sedang menatap mangsanya sedangkan lusi mulai mersa dek dekan "Kakak ada apa apa??"


Andre tersenyum"Joni merindukan mu." Lusi seketika terdiam ia paham maksud andreas "Baiklah tapi suruh joni pelan pelan saja."

__ADS_1


Andre tesenyum "Tenang saja sayang joni pasti akan pelan." Lalu andre segera menyambar bi*ir lusi.


Bersambung...


__ADS_2