Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Pulang Ke Mansion


__ADS_3

Besoknya saat gafin tarbangun ia langsung menatap depanya dan mata hari sudah mulai terlihat terlihat dari celah tirai.


Gafin yang penasaran lantas bangkit namun ketika ia menoleh ke belakang rupanya ayah dan ibunya masih tidur.


Dan dengan hati hati gafin turun dari ranjang dan berjalan ke balkon lalu ia mebuka tirai yang menutup balkon.


Namun karna ia tak dapat melihat apa pun jadi ia pun mencari cara lain.


Dan ia teringat koper mereka lalu ia kedalam lagi dan dengan susah payah menarik koper itu keluar.


Setelah cukup lama akhinya gafin merebahkan koper itu lalu ia berdiri di atasnya "Wah indah sekali."


Gafin melihat pemandangan matahari yang perlahan terbit.


Sedangkan andre tiba tiba terbangun karna terkena cahaya yang masuk dari arah balkon.


"Siapa yang pagi pagi begini membuak tirai."


Saat mata andre sudah jelas terbuka ia terkejut melihat posisi anaknya "Astaga gafin." Ia dengan tergesah-gesah bangkit lalu menghampiri anaknya dan langsung menariknya.


"Apa yang kamu lakukan, bagai mana nanti kamu jatuh nak.."


Lusi yang mendengar suara andre yang cukup besar lantas terbangun lalu bangkit dari tidurnya.


"Gafin tadi cuman mau lihat marahari papa.."


Anak itu terlihat takut ketika melihat ayahnya.


"Tapi tetap aja kalok mau lihat bangunin papa sama mama dulu dong, kita ini sekarang di lantai 4 bagai mana nanti kalok kamu terpeleset dan jatuh kebawah."


Lusi turun dari ranjang lalu menghampiri mereka "Ada apa pa??"


Namun ketika lusi melihat koper yang di rebahkan di sana, lantas mulai paham "Jangan bilang kamu menaiki itu Gafin."


Gafin hannya diam dan perlahan ia menunduk dan air matanya mulai bercucuran.


Sedangkan lusi menghela naps pelan lalu mendekat pada anaknya dan langsung memeluknya.


"Sudah sudah jangan menangis, lain kali kalok mu sesuatu bilang sama papa dan mama dulu. Dan lagi papa marah pada gafin itu semua karna papa sayang gafin jadi jangan terlalu di masukan dalam hati, papa itu tak mau gafin terluka."


Gafin membalas pelukan lusi dan tangisnya semakin pecah sedangkan andre mulai merasa bersalah, karna ini kali pertama ia marah pada anaknya.


"Maafkana papa nak,."


Lalu andre ikut memeluknya juga sedangkan gafin dengan tangisnya berbicara "Maafkan gafin juga papa hik..."


Lusi mulai membelai rambut anaknya "Sudah suadah jangan menangis lagi."


Lusi melepas pelukannya lalu ia menghapus air mata anaknya "Apa gafin masih ingin melihat mata hari ??"

__ADS_1


Gafin mengangguk lalu andre langsung mengangkatnya "Nah sekarang bagai mana."


Gafin melihat depannya, karna tubuh ayahnya yang tinggi jadi ia dapat melihat jelas mata hari yang perlahan terbit


Lusi bangkit"indah bukan??" Gafin mengangguk dan akhinya anak itu bisa tersenyum lagi.


"Selamat ulang tahun pangeran tampan mama."


"Happy birthday my son."


"Papa ngomong apa mama??"


"entah apa yang papa mu itu omongin, mungkin saja papa mu sedang lelah.


Ayo sekarang kita masuk mataharinya sudah mulai panas."


"Memang- memang kelakuan mama mu ini, anaknya minta di terjemahin malah tidak di hiraukan."


"Maaf saya juga tak paham apa yang kamu omongkan tadi."


Lalu lusi masuk ke dalam di susul andre dan Gafin.


Siangnya gafin di periksa dan setelah pemeriksaan itu ia sudah boleh pulang namun mereka masih belum bisa kembali pulang karna Gafin masih harus melakukan pemeriksaan berapa kali dan dengan jarak wakti yang cukup jauh.


Setelah mengemasi barang akhinya mereka kembali ke mansion milik keluarga andreas yang ada di jerman.


"Wah rupanya ada kakek buyutmu juga di sini."


Gafin turun dari gendongan papanya lalu menghampiri kakek buyutnya "Kakek coba lihat gafin sudh bisa lihat."


Anak itu langsung naik ke atas kursi roda Lukman.


"Gafin jangan seperti itu nanti kaki kakek mu sakit."


"Gak papa lusi, biarakan saja dia, mungkin saja ia sangat merindukan kakek buyutnya ini makanya seperti ini."Anak itu mengangguk.


Lukman pun menekan tombol pada kursi rodanya lalu mereka mulai berjalan Gafin yang melihat itu terkejut.


"Wah kursi kakek hebat."


"Tentu saja, sekarang kita akan ke ruang tamu karna di sana kakek sudah menyiapkan banyak hadiah buat Gafin, karna hari ini cicit kakek genap berusia 5 tahun."


Dan Gafin terlihat begitu gembira  sedangkan andre dan lusi mengikuti mereka dari belakang dan koper mereka di bawa masuk ke kamar masing masing.


Sesampi di ruang tengah terlihat gafin tengah membuka kotak kado yang lukman sengaja bungkus untuk cicinya.


Andre tersenyum melihat hal itu "Nanti hadiah papa dan mama mu akan menyusul namun untuk sekarang hadiah dari kakek mu dulu."


Anak itu membuka bungkus itu dan ia begitu terpana dengan isinya yang rupanya robot.

__ADS_1


Lalu gafin meraba tiap lekuknya yang mengingatkanya dengan robotnya yang ada di rumah "Apa ini bumblebee ??"


Lukman terkejut anak itu tau"Wah cicit kakek hebat bisa menebak dengan benar.".


"Gafin juga ada di rumah tapi punya gafin itu ringan sekali dan punya kakek sedikit berat tapi keren sekali."


Gafin begitu bahagia dengan hadiahnya lalu ia buka yang lain yang isinya ada yang mobil remot, ada juga lego, dan maina tembak tembakan.


Gafin yang bahagia mendapat Gafian itu lantas bangkit lalu menghampiri kakeknya dan memeluknya "Makasih kakek."


"Sama sama, kakek senang kalok cicit kakek suka."


Tak lama dari arah belakang para pelayan datang kembawa kue dan menyanyika  lagu selamat ulang tahun.


Dan gafin melihat kue yang besar membuatnya gembira dan di atasnya terdapat lilin yang berangka 5.


Mereka mendekat pada gafi lalu anak itu langsung membuat permohonan dan setelah selesai baru langsung ia tiup.


Andre yang penasaran dengan apa prmohonan anaknya mulai bertanya "Gafin tadi memohon apa dengan tuhan??"


"Gafin mau tuhan memberikan gafin seorang adik."


Seketika lusi terkejut, sedangkan  andre justru senang "Wah benarkah, aku yakin tuhan pasti akan mewujutkan doa anak papa. Iya kan mama??"


Sedangkan lukman berusaha menahan tawanya karna peryataan gafin.


"Kenapa anak mama mau punya adik, bukankah bagus jika gafin masih sediri jadi kasih sayangnya gak di bagi-bagi"


"Tak papa mama, yang penting nanti gafin punya teman main."


"Tu dengar apa kata anak mu, dia mau punya adik."


Lusi langsung menyikut pinggang andre "Diam.."


"Aw, aku salah apa sih."


Lusi menatap tajam andre sedangkan andre terlihat bahagia.


Tak lama terdengar suara lukman"Sekarang kalian duduk mari kita potong kuenya."


"Baik kakek" mereka pun segera duduk di salah datu sofa, lau gafin di bantu lusi mulai memoting kue tadi dan mereka pun dapat suapan.


Mulai dari lukman, lusi, andre "Mama potong lagi kuenya habis itu kita bagi sama kakak kakak baiknya."


"Baiklah tunggu dulu."


Lalu lusi pun memotong kue tadi dan andru menaruh kue tadi ke piring sedangkan gafin membagikan kue tadi dan siang itu mereka buat acara kecil kecilan di mansion untuk merayakan hari ulang tahun gafin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2