Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Manis


__ADS_3

Lusi pun mengemil sambil bekerja tak lama pintu rungan di ketuk.


"Masuk."


Lalu pintu terbuka, dan terlihat ibu kantin yang mendorong troli makanan itu ke meja yang ada di tengah lalu menaruhnya ke atas meja sedangkannkusi dan andre lantas menuju sofa.


"Dari aromanya sudah enak."


Ibu kantin itu memperhatikan perut lusi yang sudah membuncit


"Sepertinya perut nona sudah sangat besar, noan sudah berap bulan??"


"Ini udah 7 minggu."


"Tapi perut anda sudah cukup besar apa kembar??"


"Gak mungkinlah, kan waktu di periksa satu aja."


"Loh terkadang mereka itu dapat bersembunyi sehingga tak dapat di temukan kecuali kehamilan mu sudah membesar."


Tak lama terdengar suara andreas "Semoga saja."


"Apa istri anda yang akan menggantikan pak Radit??"


Lusi duduk bersebelahan dengan Andreas "Tidak saya hanya datang untuk sementara, karna Radit mengambil cuti."


"Oh seperti itu, dan jika nona dan tuan ada yang ingin di makan lagi bisa menelfon saya saja."


"Baik, terima kasih karna sudah mengantar makanan kami."


"Ya nona."


Lalu ibu kantin itu pun segera keluar sedangkan lusi segera mekan makanannya dan ia terlihat begitu bahagia mencicipinya.


"Enaknya...."


Andreas tersenyum "Syukurlah kamu suka."


Dan mereka berdua makan sambil berbincang sedikit dan setelah makan mereka kembali bekerja.


Pada pukul 9 pagi merek pergi ke sebuah pabrik dan melihat proses pembuatan kemasan makanan mereka dan setelah dari situ pada jam 11 mereka bertemu dengan seorang investor di sebuah Restoran bintang lima.


Dan selama satu jam mereka berbincang masalah pekerjaan dan baru selesai pada jam 12.28, dan mereka pun makan bersama di sana.


Dan selama makan lusi begitu menikmati makanannya namun lusi kali ini duduk bersebelahan dengan sekertaris investornya yang juga seorang perempuan.


Mereka berbicara sambil berbincang sedikit sedangkan dari jauh teman kolega andreas tak hentinya menatap pada lusi.


"Tuan andreas kalok boleh tau umur sekertaris mu itu berpa??"

__ADS_1


Andreas mulai memiliki firasat buruk namun ia tetap menjawab "24 tahun, memang kenapa??"


"Gak papa, pantas saja... Oh iya apa kah dia baru saja menikah."


"Ya, kenapa kamu bertanya hal seperti ini seperti orang yang suka saja."


"Ya, dia sangat cantik tidak lebih tepatnya dia itu manis."


Andreas yang mendengar hal itu terkejut dan mulai merasa marah namun ia masih menutupi setatusnya dengan lusi di keselamatan lusi sediri.


"Kamu sudah tau dia memiliki suami kenapa kamu masih mau mengejarnya."


"Tapi kalok di lihat dia sepertinya kurang mendapatkan kasih sayang oleh suaminya, logikanya kalok suaminya memang sayang padanya kenapa ia masih bekerja di saat hamil muda.


Buaknkah lebih baik di berhenti bekerja, dan mungkin saja dia tak bisa berhenti begitu saja karna suaminya seorang pengangguran."


Andreas mengepalkan tangannya dan berguma dalam hati "Aku juga takan mungkin mau dia bekerja, kalok tidak ini keinginan anak kami."


"Kamun jangan bilang seperti itu suaminya itu seorang pengusaha jadi tak mungkin sekertaris ku itu mau dengan mu."


"Memang siapa dia dan sekaya apa dia!!"


Peria itu cukup sombing mengatakannya dan andreas yang mendengar hal itu sedikit kesal.


"Dia bisa membuat perusahaan mu bangkrut, jika dia menarik seluruh investasinya dari mu!!"


"Tak mungkin, karna yang hannya bisa melakukan hal itu hannya anda tuan dan tak ada yang lain, apa tuan andre mengarang cerita."


Dan andreas yang moodnya sudah rusak memutuskan untuk diam tanpa mau menoleh atau menjawab peria itu, ia sibuk pada hpnya .


Dan mereka baru kembali pada jam 1 siang dan saat itu mood andreas yang sudah rusak membuat wajahnya terliaht begitu dingin dan menjawab lusi dengan bahasa yang cukup tegas.


Dan lusi yang mendengar hal itu tak mau terlalu memikirkannya dan mereka pun kembali ke perusahaan dan kembali bekerja.


Dan pada jam 5 sore mereka ke sebuah desa yang juga tak jauh dari kota untuk memeriksa keadaan pabrik di sana.


Namun saat akan kembali hujan turan yang membuat mereka terperangkap di sana.


"Astaga ujannya deras, lalu bagi mana kita pulang???"


Tak lama kepala pabrik itu menghampiri mereka "Pak, jangan memaksakan kembali ke kota pada saat hujan begini. Karna jalan ke kota bisanya licin dan di takutkan jiks terjadi sesuatu yang tak di inginkan."


"Kalok seoerti itu lalu bagi mana dengan saya dan sekertaris saya, lagian di sini taka da penginapan."


"Oh, tak jauh dari pabrik ada perumhan untuk para pekerja dan di sana saya dengar ada satu rumah kosong."


"Bisakah anda mengantar saya ke sana."


"Bisa pak."

__ADS_1


Nanti saya antarkan pakai mobil saya saja karna kalok pakai mobil bapak ke sana takutnya kotor karna jalanya becek."


"Tak masalah"


Lalu kepala kantor itu segera pergi mengambil mobilnya dan 5 menit kemudian peria itu datang lagi  dengan membawa mobilnya yang single cabin.


"Yo naik tuan."


"Masuklah kamu duluan."


"Baik."


Lalu lusi naik dan di ikuti andreas lalu mobil itu mulai berjalan dan tak butuh waktu lama setelah 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai dan  andre pun turun di ikuti Lusi.


Lalu peria itu turun dan memberiksa sepasang baju yang masih terbungkus.


Maaf tuan hanya baju ini yang dapat saya berikan, walau ini baju karyawan pabrik setidaknya anda dan nona  bisa gunakan untuk malam ini.


"Terima kasih tuan"


"Dan jika anda perlu apa apa lagi telfo  saja saya tuan."


"Hati-hati di jalan."


"Baik tuan."


Lalu mereka masuk ke dalam rumah itu karna lusi tadi sudah di berikan kuncinya.


Rumah itu tak terlalu kecil ia memiliki satu dapur satu kamar dan satu ruang tamu yang tak besar.


Dan barang yang ada di sana hannya ada satu kasur yang cukup besar di kamar dan satu buah lemari.


"Kayaknya aku harus mandi dulu."


Tak lama terdengar suara andre menutup pintu dari belakang dan tak lama sebuah pelukan melingkar pada pinggang Lusi.


Andre mencium leher lusi lalu tangannya yang memeluk tadi berjalan ke atas dan mulai membuka-buka kancing atas lusi.


"Pa ada apa"


"Aku sudah tak tahan lagi ma, akun mau menjenguk si kecil."


Lusi tak mungkin melawan karnan itu sudah hak suaminya dan sudah sewajarnya ia memberikan haknya pada suaminya


Kancing baju yang sudah terlepas, lalu tangan andre masuk ke dalam bajunya lalu ia mulai meremes gundukan kembar lusi.


Dan seketika tubuh lusi melemas dan ia hampir jatuh ke bawah namun langsung di tahan oleh andreas.


"Kita ke kamar."

__ADS_1


Andre menangkat lusi lalu membawanya ke dalam kamar dan ia pun menutup kamar tersebut.


Bersambung.....


__ADS_2