Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Prenk


__ADS_3

Lusi menangis begitu kencang sehingga orang di luar saja dapat mendengar suaranya.


"Kumohon bangun, kenapa kamu tega sekali meninggalkan ku dengan gafin.


Dan bagai mana cara ku menjelaskan padanya jika kamu sudah tak ada."


Tak lama kain yang menutup wajah andre tiba tiba terbuka "Bilang saja padanya jika ayahnya sedang tidur."


Lusi yang awalnya menangis tadi kini di but ketakutan karna andre bangun lalu ia mejauh sedikit,Andre tersenyum.


Sedangkan radit dengan semangatnya berbicara"Selamat anda kena prenk."


Radit pun tertawa terbahak bahak, begitu juga dengan andre.


Kesedihan lusi kini berubah menjadai amarah "Jahat sekali kalian, aku jauh jauh dari kota Q ternyata malah mendapat prenk yang sama sekali tidak lucu."


Lusi membalikan badannya "Jika begini lebih baik kita putus saja."


Andre yang mendengar hal itu terkejut  "Lusi jangan seperti itulah aku benar benar terluka, apa kamu ingin bukti cobalah lihat pada perutku dan jika kamu kurang percaya cobalah bertanya pada dokter yang menangani ku."


Lusi membalikan badannya "Lalu kenapa kamu membohongi ku dengan bertingkah seperti tadi!!"


"Maaf, aku sebenarnya tak bermaksud membohongi mu, tapi radir lah yang memberi ide gila ini."


"Loh kok aku bukankah tuan."


"Tentu saja kamu, bukankah aku cuman mau kamu memberitaunya kalok aku di tikam dan kondisiku sudah baik baik saja."


"Iya, tapi waktu itu pangilan mati dan aku juga tak sangka jika nona akan kemari juga."


Lusi yang sudah terlanjur kesal membalikan badannya lagi"Sudahlah aku mau kembali pulang saja."


Pada saat lusi keluar dari kamar andre sontak turun darai ranjang


"Tuan apa yang  anda lakukan, bukankah dokter tak memperbolehkan anda banyak gerak."


"Jangan menghalangi ku."


ia tak peduli dengan kata-kata Radit dan mengejar lusi  keluar.


"Lusi maafkan aku, mara kita bicarakan ini baik baik."


"Tak ada yang pelu di bicarakan lagi aku mau kita putus saja sekarang."


"Lusi jangan seperti ini , ah..." andre menghentikan langkahnya dan baju putih yang ia kenakan seketika memerah olah darah.


Sedangkan lusi yang mendengar rintihan andre lantas menoleh ke belakang dan ia terkejut dengan baju andre yang berdarah.


Lusi berlri menghampirinya "Astaga andre perutmu berdarah."


Andre melihat lusi lantas memeluknya "Biarkan saja, aku mati sekarang pun tak papa, agar kamu tak merasa tertipu lagi."


Lusi menatap andre "Jangan bodoh."

__ADS_1


Lusi pun membantu andre berjalan kembali ke ruang rawatnya


Dikamar radit terkejut dengan pakian andre yang berdarah andre "Tuan pakaian anda..."


"Radit tolong panggilkan dokter, sekalian bawa juga koperku kembali."


Radir mengangguk lalu segera pergi sedangkan lusi membantu andre berbaring di kasurnya.


"Sekarang kamu istirahat saja dulu."


Pada saat lusi akan pergi andre langsung menahan tangannya "Kamu mau ke mana??"


Lusi dapat melihat raut kekawatiran dari seorang andre dan untuk menenangkannya lausi tersenyum padanya "Aku mau ke kamar mandi."


"Hubungan kita tidak berakhir hanya karna masalah itu kan??"


Lusi menghela napas pelan lalu melepas tangan andre "Tidak, aku tadi hanya mengujimu apa kamu sadar akan kesahan mu atau tidak, lain kali hal seperti ini jangan di jadikan prenk."


Lusi pun segera ke kamar mandi sedangkan andre masih diam ia mulai mersa bersalah hanya karna prenk tadi.


Tak lama dokter datang dan langsung memeriksa andre.


Dan andre dilarang untuk terlalu banyak gerak karna ditakutkan jika jahitannya akan kebuka kembali.


Dan setelah pemeriksaan selesai andre pun di minta untuk istirahat agar pemulihannya cepat.


Setelah kepergian dokter kini di ruangan hannya ada Radit, andre dan Lusi dan sempat terjadi keheningan setelah kejadian tadi.


Radit melirik jamnya "Oh iya, saya kembali ke kantor dulu tuan. Karna sekang ada nona Lusi jadi saya akan kembali bekerja, nona tolong bantunya  untuk menjaga tuan hari ini."


Setelah kepergian radit kini tersisa hanya lusi dan andre, lalu andre pun lebih dulu membuka pembicaraan.


"Apa kamu masih marah pada ku??"


"Gak usah di bahas lagi."


Andre terdiam, lalu lusi kembali berbicara "Apa kamu sudah melapor polisi terkait penikaman itu??"


"Sudah, dan masih dalam penyelidikan."


"Siapa orang yang menolong mu dan bagai mana bisa kamu di tikam dan lagi, sebenarnya apa motifnya??"


"Yang menolongku waktu itu dalah Willy dan jika di tanya apa motifnya kita belum tau karna ia belum tertangkap, namun yang jelas dia ingin mengambil nyawaku."


Lusi yang mendengar hal itu sedikit kasiha "Syukurlah kamu segera di tolong jika tak ada yang menemukan mu kamu pasti..."lusi tak sanggup berkata lagi.


Tak alam terdengar suara hpnya bergetar ia berjalan menuju meja lalu segera mengangkat telfon itu.


Dan suara yang pertama ia dengar ada adalah suara tangis gafin.


"Mama mama.."


"Gafin, ini tefonya udah kesambung sama mama."

__ADS_1


Lusi tersenyum taklam terdengar suara Gafin "Mama dimana hik.., kenapa mama meningalkan Gafin??"


"Loh siapa yang ninggalin gafin, itu tadi papa mu mendadak sakit jadi mama balik lagi, trus pas mama mau ajak gafin mama lihat gafin lagi asik mendengar TV jadi mama gak sempat kasih tau."


"Kapan mama akan kembali hik.."


"Sampai papa mu sembuh, nanti kalok mama balik mama kasih tau, sekarang gafin mau tidak mendengar suara papa?"


"Ya dimana papa??"


Lusi memberikan hp pada andre dan andre langsung berbicara dengan semangatnya "Halo anak papa yang paling ganteng, papa dengar tadi gafin menangis yah, jangan nangis dong kalok di tinggal mama, kalok anak laki laki itu tidak boleh cengeng, laki laki itu harus kuat."


"Tapi gafin rindu sama papa."


Andre tersenyum "Kan papa sudah bilang kemarin minggu depan papa ke tempat gafin jadi gafin tunggu saja."


"Tidak bisakah gafin tingal dengan papa di sana??"


"Kalok gafin tinggal sama papa di sini lalu siapa yang akan sama mama??"


"Kan, mama juga bisa ikut sama gafin."


"Yasudah kalok itu maunya anak papa nanti papa coba tanyakan sama mama mu. Nanti kalok tinggal sama nenek dan kakek jangan nakal-nakal dan jangan suka main di luar rumah selama mama mu tak ada nanti kamu malah di jahili lagi."


"Iya papa."


Andre melirik jam "Udah jam 1 siang gafin udah tidur belum??"


"Belum."


"Nah sekarang gafin tidur saja dulu, nanti kita telfonan malam lagi."


"Baik papa."


Lalu andre memberikan hp pada lusi dan kali ini yang terdengar sekarang suara mina.


"Sepertinya dia langsung diam kalok papanya yang ngomong."


"Ya, kalok gitu udah dulu yah buk, lusi mau keluar sebrntar untuk mencari makan."


"Ya, jaga diru di sana."


"Pasti buk."


Lalu panggilan berakhir, dan lusi bangkit dari duduknya.


Sedangkan andre yang melihat hal itu terkejut "Kamu mau ke mana??"


"Aku mau membeli makanan di depan , dari pagi aku belum makan."


"Kalok gitu boleh sekalian belikan juga aku, aku tak suka makan-makanan rumah sakit."


"Ya."

__ADS_1


Lalu kusi segera mengambil dompetnya lalu segera pergi.


Bersambung....


__ADS_2