Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Demam


__ADS_3

Malamnya lusi dan Gafin lebih dulu


Tidur sedangkan andre masik dibuk kengerjakan pekerjaannya di ruang tengah dan pada jam 12 ia mulai merasa mengantuk lalu mulai memperbiki barang-barangnya.


Ia memutuskan untuk  membiarkan barangnya di ruang tamu sedangkan ia akan langsung ke kamarnya untuk tidur.


Namun entah kenapa ketika ia melihat kamar di sebelah,temapt dimana lusi dan gafin tidur ingin sekali ia melihat mereka sebentar.


Lalu ia menekan ganggang pintu pelan untungnya lusi tak menguncinya lalu ia dengan mudahnya masuk.


ia ketika melihat mantan istrinya dan anaknya tengah tidur , membuat hatinya tenang di tambah bahagia "Aku harap kalian akan tinggal selamannya bersam ku."


Namun malam itu lusi mengenakan pakaian tipis dan juga sedikit besar agar ia nyaman tidur namun karna itu lah belahan d*danya terlihat apa lagi sata ini ia tak mengenakan ba*a membuat mata andre langsung tertuju pada d*danya.


"Sekarang sudah lebih besar dari pada yang aku bayangkan."


Andre melirik tangannya lalu ia mulai membuka tutupkan tangannya "Mungkin sebesar tangan ku, bagai mana yah rasanya mere*esnya."


Andre segera sadar dari pikiran me*umnya "Ah tidak tidak, dia mantan istri mu dan kamu sudah tak punya hak untuk menyentuhnya lagi."


Andre segera menbalikan tubuhnya namun ia sangat ingin mencobanya "Dasar menyebalkan." Andre kembali berbalik lalu mendekat Pada kasur.


Lusi awalnya tidur meanyampinga.


"Maaf sebelumnya jika aku aku menyentuhmu tanpa seizin mu, namun jika kamu menolak pun berilah tanda pada ku, seperti kamu akan tidur terlentang jika kamu setuju dan kamu akan tetap menyamping jika kamu menolok."


Tak ada respon dari lusi dan Andre langsung meyadari kebodohannya "Aku lagi bicara dengan siapa sih, aneh aneh aja."


Pada saat ia akan pergi tiba tiba lusi mengganti posisi tidurnya dangan tidur terlentang dan andre uang melihat hal itu bahagia.


"Apa kamu setuju sekarang, jadi aku boleh dong menyentuh nya..."


Andre tersenyum gembiara namun tak lama terdengar suara dari anaknya Gafin "Mama..mama.."


Sontak andre bersembunyi di bawah kasur sedangak lusi langsung terbangun lalu menoleh pada anaknya rupanya gafin masih tertidur .


"Astaga anak ini mengigau rupanya."


Namun tiba tiba mata lusi tertuju pada pintu kamar yang terbuka.


"Astaga apa tadi pada saat tidur aku lupa menutup pintunya." Lusi turun dari ranjang lalu menutup pintu kamar dan menguncinya.


Ia kembali merebahkan tiubuhnya di kasur dan kembali tidur sambil memegang kuci kamar.

__ADS_1


Andre keluar dari persembunyiannya yang ada di bawah kasur "Sialan dia mengunci pintu kamar lalu bagai mana sekarang aku keluar dari sini."


Andre mencari dimana tempat lusi menaruh kunci itu namun tak ketemu sampai jam meunjuk pukul 1 dan ia sudah sangat mengantuk.


Andre menghela napas pelan lalu ia menoleh pada lusi rupanya di sebelah lusi masi banyak tempat kosong lalu ia memutuskan untuk berbaring di sampinya.


Menjelang pagi lusi mulai membabalikan tubunhnya lagi ke belakang  namun hidungnya tiba tiba mengenai sesuatu.


Pada saat ia membuka mata bertapa terkejutnya ia melihat sosok andre di depannya tengah tidur.


"Dasar cabul."


Lusi mendang tubuh andre hingga terjatuh dairi kasur yang membuatnya langsung terbangun.


"Aw, apa yang kamu lakukan pada ku, padahal lagi mimpi indahnya."


"Kenapa kamu bisa di kamar kami."


Andre membangkit dari jatuhnya "Tadi aku meminjam kamar mandi semalam pas balik pintunya sudah terkunci."


"Memang toilet mu yanga ada di kamar sebelah tak bagus??"


"Yah, toiletanya mampet hari ini baru mau suruh orang memperbaikinya."


"Kenapa gak dari kemaren kemaren aja." Lusi nampak kesal sedangkan andre sengaja berbohong dari niatan buruknya semalam.


"Karna aku lihat kamu sepertinya sedang lelsh ajadi aku birakan saja. Sudahlah jangan di bahas lagi aku mau kembali ke kamar ku tolong bukakan pintu."


Lusi mengambil kuci kamar di sebelahnya lalu turun dari kasur dan ia pun di ikuti andre dari belakang.


Lusi membuka pintu untuk andre lalu dengan kasarnya ia menutup kembali pintu karan masih kesal sedangakn andre terlihat senang karna ia berhasil tidur bersama mereka semalam.


Namun suara tutupslan pintu itu membangunkan Gafin"Mama.."


Lusi menoleh ke belakang "Apa mama mengganggu tidur mu sayang." Lusi duduk di pinggir ranjang namun ketika keninganya di pegang ia begitu panas.


"Gafin apa kamu demam!!"


Lusi bangkit dari duduknya lalu berlari keluar untuk mencari andreas namun peria itu sudah kembali ke kamarnya dan lusi pun segera masuk ke dalam kamar andre dan ter lihat peria itu akan kembali mengambil setan untuk tidur sebentar.


Namun ketika ia melihat lusi ia mengurungkan niatnya untuk tidur "Ada apa??"


"Gafin demam."

__ADS_1


"Apa.." andre bangkit dari duduknya lalu tergesah gesah masuk ke kamar lusi dan ia dapat melihat putranya yang tidur lagi.


Ia merasakan suhu badanya dengan tangannya "Panas sekali.."


Lusi yang mendekatinya dari bealakang lantas panik "Ayo bawa dia ke rumah sakit, aku takut dia kenapa napa."


Andre mengangkatnya "Tolong  ambil kan aku kunci mobil dan dompetku yang ada di meja ruang tamu."


Lusi mengangguk lalu mereka sama sama keluar dan lusi lebih dulu meangambil kunci mobil dan dompet andre, baru mereka segera keluar dari apartemen.


Dan selama perjalanan Gagin terbangun namun ia merasa lemah ia hanya berbiaca sedikit saja.


"Papa...mama....dingin."Gafin terlihat menggigil.


"Aku lupa membawa jaket tadi."


"Di belakanga bagasi ada jaket milik ku, tunggu sebentar."


Andre menepikan mobilnya,untungnya pagi itu jalan masih kosong jadi aman saja ketika mereka menipi.


Lala andre membuka belakang mobilnya dan mengambil sebuah paper bag dan mengambil satu buah jaket miliknya dan kembali menutup pintu ia pun kembali ke kursi kemudi.


"Ini jaketnya."


lusi menerima jake itu"Terima kasih, lalu kenyelimuti anaknya.


Untungnya Gafin tak mengeluh lagi karna ia langsung tidur.


Dan sesampainya di rumah sakit yang kebetulan buka 24 jam


Gafin langsung di tanangani doker sedangkan lusi masih berusaha menahan tangisnya ketika melihat putranya trebaring di kasur rumah sakit sedangkan andre berusaha menguatkanya dangan memberi pelukan padanya


Andre dapat meraskan perasaan yang sama seperti lusi, orang tua mana sih yang tidak akan menangis apa lagi melihat kondisi anaknya yang terbaring lemah di ruamh sakit.


"Sudahlah, teangkan dirimu putra kita itu sangat kuat dia akan baik-baik saja."


"Bagai mana terjadi seuatu padanya, aku tak mau kehilangannya."


"Lusi sudahlah, prcayalah anak kita itu adalah anak yangkuat dia pasti akan baik baik saja ."


Lusi semakin memper erat pelukannya dan tangisnya semakin terdengar jelas.


Hari itu mereka beluam bisa menjenguk Lukaman karan harus menunggu gafin baikan lagi.

__ADS_1


Sedangkan Haris yang mendapat kabar cucunya masuk rumah sakit berencana untuk melihatnya.


Bersambung....


__ADS_2