
Seketika nisa di penuhi rasa benci lalu berjalan menghampiri lusi dan mina.
"Kalian ibu dan anak perusak rumah tangga orang.."
Lusi yang mendengar ucapan itu tak terima "Kamu bisa menghina ku tapi tidak ibuku."
"Memang sudah seharusnya kalian di hina karna sudah merebut ayah ku."
Lusi bangkit dari duduknya lalu menghampirinya "Jangan sebarang bicara kamu jika tak memiliki bukti, kamu tak pernah merebutnya dan ia datang bersama kami setelah mengetahui kebigongan ibu mu."
Dengan cepat nisa meraih rambut lusi lalu menariknya.
"Ah..apa yang kau lakukan lepaskan rambut ku."
Sedangkan dokter dan mina yang berada di lokasi kejadian langsung melerai mereka dengan melepaskan tarikan rambut nisa lalu ia membawanya keluar.
"Kasar sekali dia.."lusi menyentuh kulit kepalanya dan ia merasa perih dan pada sata ia menarik tanganya seketika, ia lemes ketika melihat bercak darah.
"Ma.."
Saat lusi akan jatuh mina segera menangkapnya "Astaga nak.., apa kamu tak papa??"
"Gak tau tiba-tiba lemes gini."
"Ayo kita obati dulu kepala mu."
"ya."
"Pelan-pelan aja."
Mina membantu memapah lusi keluar dan mencari pertolongan.
Singkat cerita akhinya lusi selesai di oabti rupanya darah pada kepala lusi itu di akibatkan karna tarikan yang begitu kuat dari nisa yang membuat kulit kepala Lusi ada yang terkelupas sedikit.
"Habis ini kamu pulang aja biar mama yang belanja."
"Ma lusi mau tetap ikut, lagian ini cuman luka kecil dan lagi sudah di obati."
"Yasudah jika mamu msih mau tetap ikut kalok gitu ayo kita pergi."
Dari rumah sakit mereka ke sebuah super market besar yang tak jauh dari rumah sakit. karna mina dan lusi membagi tugas dengan sebagian pelayan, ada yang tugasnya mencari daging-dagingan dll, sedangkan nisa dan mina bertugas mencari Sayur-sayuran.
Saat mereka pergi mereka sempat berhenti karna lampu merah namun dari belakang mobil dengan kecepatan tinggi melaju berencana untuk menabrak Mobil lusi, namun lampu sudah berubah hujau dan mereka maju lalu belok kanan dan mobil yang cepat itu melaju terus dan menabrak sorang pengendara motor yang berjalan lurus.
Sedangkan sang pengandara yang menabrak tidak lain dan tidak bukan adalah nisa "Sialan.. " lalu ia memundurkan mobilnya tanpa mempedulikan seorang peria yang sudah terkapar di hadapan mobilnya dan orang-orang banyak mengerumuninya untuk memaksa turun dan mempertanggung jawaban lusi.
Bukannya turun ia malah memundurkan mobilnya dan hampir menginjak orang di belakangnya, untungnya mereka sempat menghindar lalu nisa segera meninggalkan tempat kejadian dan mengikuti jalan yang mobil lusi lalui namun ia kehilangan jejak.
__ADS_1
Sedangkan polisi berhasil mengejar nisa karna kebetulan tempat nisa kabur dekat dengan kantor polisi.
Bukannya keluar ia justru menabrak nabarakan mobil polisi yang ada di hadapannya yang membuat salah sorang polisi terpaksa menembak kedua ban belakang mobil nisa, baru gadis itu tak bisa bergerak dan ia langsung di tangkap.
Sedangkan Lusi dan mian sudah sampai di sebuah super market yang juga dekat dengan rumah sakit itu sebabnya nisa dengan cepatnya kehilangan jejak mereka, hannya karna tujuan mereka dekat situ
"Bukankah kita hanya mengundang anak anak di panti dan para kolega jadi 3 kilo kentangnya apa cukup??"
"Ambil 4 kilo aja kalok 3 kilo itu sedikit."
Lusi mengangguk lalu ia mengambil ber-berapa, tak lama dua orang ibuk-ibuk berjalan di sebelah mereka.
"Seram sekali mobil putih tadi setelah menabrak langsung lari aku dengar orang yang di tabrak tubuhnya tertindas mobilnya dan langsumg mati di tempat.
"Ya aku juga dengar gitu, sepertinya pengendara itu orang gila, bahkan waktu di kerumuni bukannya keluar dan bertanggungjawab justru ia kaluar
Lusi yang mendengar hal itu terkejut dan sekaligus penasaran, namun mina langsung menahannya
"Udah nak jangan di dengarkan, kamu itu lagi hamil gak baik ibu hamil dengar yang gituan."
"Oh iya buk.."
Mereka kembali memilih lagi ber-berapa jenis sayur dan setelah sudah semua, mereka memutuskan untuk membayar dan setelah itu mereka pulang.
Namun gafin terlihat akrap sekali dengan Willy dan yang membuat lusi sedikit tenang rupanta anaknya sudah tak takut lagi pada willy.
"Nona tak usah, biar saya saja."
"Kalok gitu aku bawa yang kecil saja."
Pada saat lusi akan mengambil sayu yang bungkus kecil mian langsung meraihnya.
"Masuk sudah gak baik ibu hamil di luar udah mau sore."
"Iya buk."
Lau lusi hannya membawa tasnya masuk ke dalam rumah dan di dalam haris sudah ada di ruang tengah dan di hadapan haris ada dua kotak donat.
Gafin yang melihat itu takut untuk mendekat pada Haris lalu lusi menghampirnya "itu lo kakek ada beli donat apa gafin gak mau??"
Gavin menarik baju ibunya "Takut mama."
" jangan takut nanti mama temankan."
Lusi mendekat dan gafin mengikutinya dari belakang dan ia pun duduk di depan haris.
"Tadi pada saat dari kantor kakek dengar cucu kakek suka donat jadi kakek beli kan ke toko donat kesukaan gafian dan ini yang rekomendasi dari papa gafin sediri"
__ADS_1
Anak itu sdikit takut namun ia berusha bemberanikan diri untuk mendekat dan saat itu jarak mereka hanya 5 meter dan gafin langsung mengambil satu kotak donat lalu berlari pada ibunya sedangkan Haris sedikit bahagia karna ada kemajuan.
"Nah sekarang bawa sama nenek, rangga dan paman willy di dapur makan sama sama.".
Dengan gembira gafin berlari ke dapur.
Tak lama dari pintu masuk terlihat andre yang baru pulang kerja.
"Aku pulang.."
Andre melirik sekiatar mencari keberadaan putranya namun tak ketemu."
"Loh anak papa mana nih??"
Andre tak sengaja menoleh pada dapur dan terlihat anaknya berada di dapur dan sedang memakan donat di dapur bersama willly yang membuatnya sedikit terkejut.
"Wah sepertinya ada kemajuan.."
Lau ia pun mendekat pada sofa dan ia pun mencium pipi istrinya "Aku pulang sayang."
"Salamat pulang pa, ayo duduk dulu ada yang mau aku kasih tau."
Andre duduk di dekat lusi "Apa itu??"
Lusi mengambil sesuatu dari tasnya
"Tada.."
Andre terkejut dengan apa yang istrinya pegang "Apa ini hasil USG??"
"Ya."
"Apa kamu hamil??"
"Tentu saja."
(Ohok ohok)lusi dan andre menoleh pada haris yang terbatuk batuk.
"Astaga pa, pelan pelan aja minum tehnya."
Setelah batuknya mereda akhirnya haris berbicara"Lusi apa kamu hamil nak??"
"Iya pa, usianya sudah 3 minggu."
Andre yang mendengar hal itu lantas memeluknya "Makasih ma, aku sangat senang mendengar berita ini."
Andre begitu gembira, begitu juga haris dan sangat menantikan kehadirannya nanti
__ADS_1
Bersambung.....