Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Brownies


__ADS_3

Sesampi di pasar lusi dan sandra turun lalu mereka segera berbelanja dan di sana juga sandra tak sengaja bertemu dengan mantan supirnya dulu.


"Wah pak damar apa kabar??"


"Baik pak sandra, datang sama siapa pak."


Sandra menunjuk lusi yang sedang di layani oleh istri pak damar.


"Loh apa ini nak lusi??".


"Ya."


"Wah makin dewasa makin cantik aja anak bapak ini."


Lusi hannya menanggapi kata kata tadi dengan senyuman sedangkan peria tadi kembali berbicara.


"Oh ia apa bapak masih ingat peria yang namanya pak joko, saya tak perlu menjelskan bapak pasti tau."


"Oh ia memang kenapa pak"


"Saya ada lihat dia membeli rumah di kompleks mewah tak dan dia di lihat-liaht tinggal bersama wanita lain sepertinya wanita itu juga istri orang kaya dan pak joko itu simpanannya."


"Wah benarkah.."


Sandra pura-pura kaget namun baginya itu hal bisa karna orang seperti joko takan pernah akan bisa berubah.


"Bapak lusi udah belanjanya."


"Oh kalok udah ayo kita pulang."


Lusi mengangguk lalu ia menoleh lagi pada pak damar dan istrinya "Balik dulu pak damar , buk.."


Mereka dua mengangguk sambik tersenyum lalu di lanjut Sandra.


"Balik dulu pak damar."


"Ya pak Sandra."


Lalu sandra dan lusi pun segera pergi.


Tak terasa waktu berganti malam pun tiba andre pulang sediri dengan mengendarai mobil sediri dan ia juga membawa sate dan martabak manis karna istrinya sedang ngidam untuk makan makanan itu.


Selama perjalanan tak sengaja Andre melihat toko yang menjual kue dan ia berinisiatif untik membeli.


"Kayaknya bagus membeli kure Brownies untuk di makan besok nanti." Andre turun lalu masuk ke toko itu.


Dan pemilik toko langsung menyambutnya dengan senyuman.


"Embak bolah bungkuskan saya 5 kotak kue Brownies."


"Baik mas."

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara pecahan kaca dari arah luar sontak andre dan pemilik toko menoleh ke luar dan terdengar berberpa orang berteriak "Woy.."


Lalu terlihat seorang peria berlari dan di kejar oleh ber-berapa orang dan tak lama seorang peria juga masuk ke toko itu dari pakaiannya sepertinya pegawai dari toko sebelah.


"Mas mobil ada di lempari olah seseorang mas, kava mobil belakang anda pecah."


"Apa.."


Andre keluar dari toko itu lalu memeriksa rupanya benar benar pecah kaca belakang mobilnya.


"Sepertinya ia melemparnya dengan bahan yang cukup barat makanya kacanya bisa pecah begini.."


Tak lama ada dua peria yang mengejar tadi kembali "Sepertinya yang melempar mobil mas berhasil kabur."


"Apa tuan ada melihat wajahnya??"


"Tidak sih mas soalnya bermasker hitam danĀ  dia juga larinya masuk ke dalam hutan yang gelap."


"Yaudah gak papa nanti saya akan mencoba melapor polisi untuk mencari siapa orangnya dan terima kasih karna sudah mau meberi tau saya."


"Tak papa mas, kami permisi dulu."


Lalu 3 orang tadi masuk ke dalam toko mereka sedangkan Andrs masih tak habis pikir siapa sebenarnya yang melakukan hal ini dan apa motifnya.


Singkat cerita setelah dari toko kue itu andre ke kantor polisi sebentar untuk melapor baru setelah itu kembali pulang ke rumah dan seperti biasa lusi akan menunggunya di rung tamu rumah sambil menonton.


"Aku pulang.."


"Tidak ini tadi aku habis dari kantor polisi."


Andre menghampiri lusi di ruang tamu dan rupanya ia bersama putra mereka gafin yang Sedag menonton lalu ia menaruh makanan tadi dia tas meja.


"Kamu salah apa sampai ke kantor polisi segala."


"Itu mobil ku tadi di lempari benda berat sampai kaca belakang mobil pecah dan aku tadi juga sudah melapor pada polisi mengenai hal ini, kan takutnya kalok gak di laporkan maka akan ada korban lagi."


"Tapi kamu tak papa kan??".


"Ya, oh ia aku tadi juga ada beli kue Brownies kalok mau di makan sekarang juga gak papa kalok mau di simpan untuk besok nanti juga gak papa."


"Buat besok aja lagian martabak manis sama sate yang kamu beli juga banyak."


Andre memegang perut lusi dan mengelusnya pelan "Kan siapa tau si kecil mau, oh iya mama dan papa mertua mana??"


"Mereka ke rumah sakit menjenguk kakak tiri ku Nisa yang katanya di masuk ke RSJ."


"Loh kenapa harus papa mu bukankah papa mu dan dia tak ada hubungan darah yah??".


"Ya memang tapi sebagai mana juga dia pernah menjadi anak papa aku dan ia juga pernah menjadi kakak tiri aku, sejahat-jahatnya dia kita tak boleh menghakiminya dengan kejahatan apa lagi dia di tinggal sendiri.


Kata papa satu bulan lalu ibunya meninggal dan ayahnya menghilang dan sekarang ia sedang kesulitan dalam Ekonomi apa lagi dia sedang dalam kondisi hamil."

__ADS_1


"Aku kadang suka heran pada mu dan keluarga mu, kenap kalian terlalu baik pada orang yang membenci kalian padahal perbuatannya itu sungguh sangat tak bisa di maafkan."


"Ya kayak kamu"


"Ya aku tau tapi aku masih penasaran kenapa semudah itu??"


"Sebenarnya jawabanku simpel aja, kau hannya seorang manusia biasa dan bukan ranah ku untuk menghakimi seseorang dan jika ada orang berperilaku jahat pada ku maka aku tak mungkin membalasnya dengan kejahatan dan bagi ku itu urusannya dengan yang dia tas.


Bagi ku di mu berubah syukur dan jika dia tak mau berubah juga gak papa karna manusai di ciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing."


"Wah bijak sekali istri ku ini, tapi kamu kok kadang kayak gak ikhlas maafin aku waktu itu."


"Ya akan itu memang sifat ku, lagian juga siapa sih yang kagak kesal kalok sama kamu.


Udah ah ngomongnya aku lapar, gara-gara menunggu sate sama martabak manis mu ini dari sore aku belum makan."


"Maaf kau telat baliknya."


Lusi menuangkan semua makanan tadi ke atas piring "Gafin mau satu gak satenya??"


"Mau ma.."


Lusi memberikannya satu buah sate "Hati-hati makanya oke."


Lalu lusi duduk "Pa kamu mau juga gak, kita makan sama sama karna cukup banyak juga yang kamu beli."


"Ya mama ku sayang."


Andre kencium pipi lusi sedangkan lusi lantas meantas mentap tajam dia.


"Udah jangan cium-cium cepat makan."


Andre rersenyum melihat istrinya yang kesal namun terlihat dia juga sepertinya malu-malu terlihat dari wajahnya yang berubah merah.


"Iya mama."


Lalu ia pun makan bersama lusi dan dari arah kamar atas Haris turun dan menghampiri mereka "Makan bedua aja gak ngajak papa??"


Lusi menoeh pada haris "Pa ayo makan ini tadi papa gafin ada membeli Brownies, martabak sama Sate."


"Wah kayaknya enak enak nih."


Haris pun duduk di salah satu kursi dan ia langsung tertuju pada martabak manis itu "Wah yang ini kayaknya paling enak di makan."


Lalu ia mengambil satu "Oh iya ada yang mua papa bicarakan dengan kalian berdua"


"Soal apa pa??"


"Kalian makan aja dulu nanti papa jealskan."


Lusi dan andre mengangguk lalu lanjut makan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2