
Begitu syok ketika tau peria yang mengirim pesan padanya rupanya Piter, sejujurnya ia masih takut mendekat padanya karna dulu ia sempat bertengkar dengan adiknya dan bahkan ia juga sudah memanfaatkan adiknya namun piter tak bisa marah padanya karna neneknya meminta piter untuk melupakan masalah ini agar tak terjadi masalah yang lebih besar.
Dan pada Akhirnya ia bisa kembali bersama andre saat itu namun dengan bodohnya ia memilih Reno olah karna sebuah alasan.
"Bagai mana bisa.."
Piter tersenyum "Tentu saja bisa, aku ingin menawarkan mu jasa untuk menangkap peria yang memanfaatkan mu itu dan membalakan dendam mu aku tau kamu tak bisa lepas darinya karna dia memegang rahasia mu bukan."
"Apa yang kamu maksud aku tak paham."
Piter tersenyum "Video panas mu dengan seorang pengusaha kaya yang sudah ber istri, apa aku perlu menyebutkan namanya agar kamu dapat mengingatnya."
Hati Zahra seketika sesak dan tangisnya pecah.
"Diam, aku mohon hentikan, aku tak tau sejauh apa yang kamu tau tentang video itu tapi cukup.
Setiap mengingat itu aku selalu ingin menghabisinya tapi aku tak berdaya."
Piter tersenyum "Itu sebabnya aku berencana untuk membantu mu, aku tau kamu pasti masih mencintai Andreas aku juga akan membantu mu mendekatinya lagi."
"Benarkah.."
"Tentu saja aku tak berbohong."
"Lalu apa keuntungan mu."
"Untuk itu aku tak bisa katakan pada mu, dan bagai mana apa kamu mau??"
Zahra berpikir sejenak dan ia berpikir lagi kesempatan baik ini takan datang untuk ke dua kalinya Jadi ia menghapus air matanya.
"Biaklah aku mau, lalu apa yang harus aku lakukan."
Piter tersenyum lalu mendekat dan berbisik padanya dan perlahan senyuman merekah dari bibir Zahra dan ia menatap Piter.
"Baiklah, aku akan lakukan."
Fesbek off
Besoknya siangnya lusi mulai memasak berberap makanan bersama ibunya dan para pelayan.
Sebenarnya mereka bisa saja memesan cateringan yang sudah jadi namun kali ini haris lah yang meminta secara langsung o
pada mina untuk di masakan.
Dan lusi saat itu cukup kewalahan karna ia harus masak banyak dan Mina yang yang sadar itu langsung menepuk bahu putrinya "Kalok capek istirahat lah."
"Gak usah, orang dikit lagi."
__ADS_1
"Lusi kamu itu lagi hamil nak."
Lusi yang mendengar suara ibunya yang sedikit meninggi takut jika mamanya itu akan marah jadi ia langsung berbicara"Iya iya mama."
Lalu ia menuju sofa ruang tamu lalu duduk dan menyenderkan tubuhnya dan prlahan tanpa ia sadari ia ketiduran di sofa.
Tanpa sadar sore sudah tiba dan mina yang meliaht putrinya masih tidur segera membangunkannya.
Mina menggoyangkan tubuh lusi "Hey bangun gak biak ibu hamil tidur di sore hari."
Lusi membuka matanya "Oh maaf."
Lusi perlahan bangkit namun karma masih belum terlalu segar ia hampir jatuh sedangkan mina langsung menangkapnya.
"Asataga nak hati hati bedirinya."
"Iya iya ma. Lusi mandi dulu dan apa di dapur masih ada pekerjaan?"
"Sudah jadi semua dan kamu balik aja udah mandi siap siap buat malam."
"Ya."
Lalu lusi pergi ke kamar dan ia langsung pergi ke kamar mandi dan mulai berndam di bathtub.
Namun bukannya kembali segar ia malah kembali mengantuk dan tanpa sadar tidur di bathtub.
Sedangkan sore itu andre pulang cepat dan ia bertemu mina di sofa tengah bermain dengan gafin dan Rangga.
"Barusan ia pergi ke kamar katanya mau mandi."
"Oh."
Andre menuju kamarnya saat membuka kamar ia melihat kamar kosong. " Apa mungkin ia masih mandi."
Dan andre memutuskan untuk menunggu di kasur.
Namun setelah setengah jam tak ada tanda tanda andre mulai hawatir dan takut jika terjdi sesuatu pada lusi.
Ia bangkit "Kok tumben sekali ia lama mandinya biasanya juga kalok mandi berntar aja."
Andre mengetuk pintu kamar mandi "Maa, apa kamu ada di dalam??"
Tak ada jawaban andre mulai hawtir "Ma tolong buka pintunya sebentar."
Andre yang kawatir segeea menekan ganggang pintu kamar mandi dan rupanya tidak terkunci dan saat masuk ia terkejut melihat lusi yang tengah berbaring di bathtub dengan mata yang tertutup.
Andre yang mengira lusi pingsan dan dengan suara besar berbicara "Sayang bangun." Lalu ia mengangkat tubuh lusi dari bathtub dan seketika ia terbangun."
__ADS_1
"Jam berapa ini.."
"Astaga ku kira kamu pingsan tadi.."
"Maaf aku ketiduran."lusi baru sadar jika ia tak memakai baju apa pun lantas ia menutup dadanya dengan tangannya
"turunkan aku lagi."
Andre menurunkan lusi "Kamu ini bikin hawatir aja, untung aja kamar mandi gak ke kunci."
"Maaf aku gak tau kenapa mengantuk sekali, sekarang kamu keluar mau mandi dulu."
Andre menghela naps pelan lalu ia segera keluar dari kamar mandi baru terdengarlah suara shower yang menyala pertanda lusi kali ini benar benar mandi.
"Untung dia hanyna tidur saja."
Singkat cerita kahirnya acara 40 hari Lukman berjalan dengan baik hingga acaranya selesai dan anak anak tadi yang datang untuk mendoakan lukman juga sudah pulang begitu juga dengan teman kolega mereka.
Dan sekarang hanya tersisa pelayan yang sibuk bersih bersih sedangkan lusi dan andre juga segera kembali ke kamar untuk istirahat.
Di dalam kamar lusi yang tak bisa tidur memutiskan untuk menonton Tv yang memang di dalam kamar hingga membuat andre tak bisa tidur.
"Ma kecilkan suara Tv mu."
"Jika kamu tak ingin di ganggu tidurlah di kamar sebelah sebentar dan nanti jika sudah selesai aku menonton baru kamu balik lagi."
Andre menoleh pada lusi yang tengah asik menonton dan sebuah ide konyol terlintas pada pikirannya.
"Apa kamu mau ku rekomendasikan filem romansa yang bagus di tonton pada malam hari."
"Benarkah coba carikan aku dong."
Andre tersenyum lalu andre bangkit dari beringnya dan mengambil remot tv.
Dan ia hanya menekan pada layar Tv dan tak lama filemnya pun ketemu dan andre langsung menekan filem itu.
"3*5 d**s itu filem apa??"
"Coba aja kamu menonton itu filemnya bagus."
Andre membesarkan suara tv lalu ia bersembunyi di balik selimut dan menyembunyikan remot Tv.
Untungnya kamar mereka kedap suara jadi tak ada yang mendengar apa yang lusi tonton di dalam kamar."
dan ketika adegan di prsawat seketika lusi sadar "gila sekalia ia merekomendasikan filem haram ini "
lusi mencoba mencari remot tv namun tak ketemu dan dengan terpaksa ia mematikan Tv dan dengan kesalnya ia kembali berbaring di ranjang untuk segera tidur.
__ADS_1
Seketika moodnya yang mau menonton hancur seketika.
Bersambung...