Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Barbershop


__ADS_3

Di sebuah rumah cukup mewah terlihat seorang wanita paruh baya yang tak henti mengomeli suaminya.


"Uang yang aku berikan pada mu untuk membayar hutang waktu itu kamau pakai untuk apa??"


Renata begitu marah padanya, karna hasil uang yang ia dapat setelah memoroti uang suami orang yang reancananya mau di gunakam untuk membayar hutang perusahaan malah di pakai di tempat lain.


"Aku hanya pakai setengahnya untuk judi sedangkan setengahnya Nisa yang pakai untuk ke bali."


Renata memijat keningnya yang pusing "Memang sifat anak dan ayah satu sama aja. Sudah ku katakan dari awal, utamakan membayar hutang, bagai mana nanti jika aset kita di sitah karna tak mau membayar hutang perusahaan??"


Joko mendekat pada Renata lalu ia pun memeluk wanit paruh baya itu "Tenanglah sayang jangan marah mulu nanti tensi mu naik, dan wajah mu akan keriput kan gak nagus ."


Renata berusaha menenangkan hatinya dengan menarik napas pelan sambil menutup mata baru.


Setelah cukup tenang baru ia membuka mata "Lalu apa yang akan kita lakukan ??"


Joko tersenyum "Aku dengar rumah mantan suami mu sandra baru saja terjuan berapa hari lalu..."


Renata terkejut "Lalau apa yang harus aku lakukan."


"Tentu saja minta juga bagian mu, ku dengar rumah itu di beli seharga 3 m bukankah itu nominalnya cukup banyak??"


Renata terkejut lalu sebuah senyuman mengembang pada bibirnya "Ya6 kaw beanar, tapi bagai mana aku bisa menemukannya??"


"Aku dengar-dengar dia pindah ke kota Q, cobalah kamu kesana dan temui dia lalu minta jatah mu sekaligus pergi berlibur, aku dengar pantai yang tak jauh dari kota itu cantik dan menjadi detinasi yang sering di datangi turis."


Renata tersenyum lagi "Disana jug ladang percuanan."


Joko tersenyum lalu mengangguk "Benar sekali sayang, kuras habis ATM mereka ."


Renata mengangguk "Baiklah aku akan kesana,tapi berjanjilah yang kali ini kamu pakai untuk membayar hutang yah."


Joko mengangguk sedangkan Renata segera pergi dengan gembira.


Setelah kepergian renata joko tersenyum "Renata...Renata, bertapa bodohnya diri mu karna sudah mau ku manfaatkan untuk bisa menghasilkan pundi-pundi uang ku, tapi sayangnya orang yang aku cinta bukan kamu."


...***...


Pada pukul 9 pagi Gafin terbangun dari tidurnya dengan kondisi tangan yang sudah terinfus.


Ia mersakan perih pada tanganya karan infus namun ketika ia mau melepas infus itu tiba tiba terasa sakit karna darahnya tersedot.


Sontak ia menangis "Mama, papa tolong gafin.."


Lusi yang tadinya di kamar mandi terkejut mendengar tangis anaknya lalu ia keluar dari kamar mandi dengan paniknya.

__ADS_1


"Astaga gafin ada papa nak??"


"Mah, tangan gafin sakit."


Lusi terkejut ketika melihagt darah pada selang infusnya, ia mulai dek-dekan "Astaga nak, kenapa bisa seperti ini, kamu tunggulah sebentar mama pangil suster dulu.."


Lusi dengan panik berlari keluar untungnya ia langsung ketemu sorang suster yang kebetulan baru selesai dari kamar sebelah "Suster tolong anak saya, ada darah pada selang infusnya.."


Suster itu yang mendengar hal itu lantas segera masuk ke dalam lalu melepas selang infusnya gafin, anak itu merintih kesakitan dan lusi yang melihat hal itu menjadi menyesal meninggalkan anaknya ke kamar mandi.


Setelah melepas lalu di ganti dengan yang baru  namun gafin sempat memberontak tak mau.


"Gafin anak yang baik bukan, pasangnya gak sakit kok, anak mama kan kuat iadi jangan takut."


Gafin menangis lalu ia memekuk lusi lalu suster tadi kembali memasangkan ifusnya.


"Sudah selesai. Sekarang Gafin jangan di tarik lagi yah, nanti setelah demam Gafin turun baru nanti di lepas,oke."


Gafin melepas pelukannya lalu lusi menolah pada suster itu dan mengangguk


"Terima kasih banyak sus."


Suster itu tersenyum lalu ia pun pamit untuk pergi.


"Diaman papa Gafin??, apa papa meinggalkan Gafin lagi."


Anak itu kembali menangis lalu lusi kembali memeluknya "Siapa bilang papa Gafin meninggalkan Gafin, papa ada cuman papa pergi kerja sebentar nanti papa baik lugi kok."


"Papa gafin kerja di mana??"


"Papa mu kerja di perusahan kakek mu, hari ini papa mu ada rapat penting jadi papa mu sekarang lagi di kantor."


"Gafin lapar ma, gafin mau makan sama papa."


"Kalok lapar makan aja.."


Gafin kenggeleng dalam pelukanya "Gafin mau makan sama papa." Lusi menghela napas pelan.


"Pagi ini Gagin makan sama mama nanti siang baru kita makan sama sama dengan papa gafin, oke."


Gafin perlahan mengangguk dan seketika lusi tersemyum bahagia "Baiklah tunggu sebentar mama ambilkan makannya dulu."


Lusi melepas pelukannya lalu menuju sebuah meja lalu segera mengambil makana  yang kebetulan kiriman dari andre untuknya dan anaknya nanti ketika bangun.


...***...

__ADS_1


Sedangkan andre selesai rapat ia lansung kemabli namun ketika  di perjalanan ia menemukan sebuah toko yang menjual donat yang dimana penuh dengan pelanggan.


"Sepertinya bagus membeli satu kotal donat di sini untuk Gafin dan lusi."


Andre menepikan mobilnya lalu ikut mengantri, dan setelah setengah jam akhrinya ia mendapatkan satu kotak doanat yang isinya terdapat 12 pis donat dengan rasa yang berbeda beda.


"Aku yakin gafin pasti suka , dari aromanya saja sudah menggugah selera."


Namun pada saat akan menaiki mobil ia sempat terdiam melihat sebuah barbershop yang kebetulan dekat toko donat itu namun terlihat sunyi.


"Sepertina bagus kalok mengubah penampilan sedikit."


Andre menaruh donat tadi dalam mobil lalu pergi ke barbershop itu dan ia bertemu dengan seorang peria yang tengah menyapu lantai.


Namun ketika matanya melirik andre lantas ia langsung menegapkan badannya.


"Selamat datang datan ke barbershop saya, ada yang bisa saya bantu??"


"Tolong potongkah rambutku seperti potongan yang tren jaman sekarang, dan juga bisa sekalian kumis dan jangutku juga di cukur tipis."


Peria itu mengangguk "Bisa tuan, mari duduk di sini dulu."


Andre duduk sedangkan peria itu segera mempersiapkan peralatannya, lalu andre di pakaikan kain di sekiatar lehernya dan peria itu mulai memotong rambutnya.


Lalu peria itu mulai membuka pembicaraan "Oh iya masanya masih kuliah atau udah kerja??"


"Saya kerja mas, mana mungkijn ada anak muda yang mukannya udah setua saya."


"Tidak, mukak masah itu terlihat awet muda, seperti anak muda."


"Anak muda dari mana ma, di umur 30 ke atas ini udah menjadi duda satu anak mana ada muda lagi."


Peria itu terkejut sedangkan andre is terlihat tersenyum.


"Ini juga saya potong rambut biar bisa dekatain mantan istri lagi, saya mengajaknya rujuk berapa hari lalau tapi ia menolak.


Mungkin jika saya memotong rambut saya dengan model yang baru agar saya bisa lebih pede lagi untuk mendekatinya."


"Eemang masanya pisah sama istri kenapa??"


"Biasa , ada orang ke tiga."


"Namun apa sekatang anda menyesal setelah menceraikan istri anada sehingga anda ingin mengajaknya rujuk lagi?"


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2