
Setelah memesan, setengah jam kemudian makanan mereka pun diantarkan lalu mereka berkumpul di ruang kerja andreas untuk makan di sana.
Gafian begitu menikmati makanannya dan lusi yang melihat hal itu tersenyum "Apa enak??"
"Iya mama."
"Segala makanan pilihan papa pasti enak enak dong."
Tak lama terdengar suara Radit "Tuan Apa besok nanti saya bisa mengambil cuti kerja??"
"Memang kamu mau ke mana??"
"Saya mau pulang kampung karna nenek saya di kampung sakit."
"Loh kalok kamu pulang lalu siapa yang akan menyusun jatwal kerja ku."
Lusi yang mendengar hal itu merasa tertarik "Apa aku boleh menggantikannya??"
Sontak andre dan Radit menoleh pada Lusi.
"Apa nona mau menggantikan ku??"
"Gak, kamu gak boleh kamu juga belum punnya pengalaman kerja."
"Ya aku tau, tapi tak salah untuk mencoba lagian aku juga bosan di rumah mulu."
"Tapi kamu lagi hamil, sayang Kalok kamu kerja kamu hannya akan membuat mu kelelahan."
"Nanti aku akan usahakan untuk mejaga kandungan ku dengan baik."
"Tapi tetap aja kamu gak boleh."
"Bagai mana jika aku memaksa."
"Tetap gak bolah."
"Baiklah aku akan lapor papa."
"Lapor saja lagian papa juga pasti akan memihak ku."
Lusi terdiam karna apa yang di katakan andreas benar,haris pasti akan melarangnya namun lusi sangat ingin merasakan rasanya menjadi sekertaris andreas walau hanya sebentar.
Karna di pikir lusi pekerjan seorang sekertaris itu takan sulit seperti yang ia lihat di komik roman.
Ludi menyungutkan bibirnya "Kamu jahat, kan ini yang mau anak mu sediri tapi tak mau di turuti, kamu jahat."
Lusi memalingkan wajahnya dari andreas.
Andreas menghela napas pelan "Baiklah untuk kali ini saja,tapi hanya untui sehari saja."
"Loh kok cuman sehari??"
"Mau apa enggak??"
Lusi berpikir sejenak, 'Kayaknya gak pala kalok cuman sehari dan selama seharai itu aku akan buktikan pada dia aku bisa melakukannya dengan biak agar dia percaya jika aku bisa.'
"Baik untuk sehari tapi kalok kerja ku bagus kamu akan membiarkan aku bekerja untuk hari berikutnya."
__ADS_1
"Baik kita lihat saja nanti."
Lusi menatap sinis andre "Biklah kita lihat saja nanti."
**
Piter tak hentinya mengamati pergerakan di dalam rumah itu namun tak menemukan pergerakan jika lusi dan Andre keluar dari Perusahaan.
"Ini sudah jam 6 sore kenapa mereka belum keluar.
Tak lama sebuah telfon masik lalu Piter segera memeriksa hpnya rupanya panggilan itu dari ayahnya.
"Ada apa lagi ini.."
Lalu piter segera menjawab telfon itu "Halo pa ada apa."
"Pulang sekarang juga.."
"Papa mau bicara apa katakan saja, karna aku masih ada pekerjaan di luar."
"Bekerja dari mana, apa yang kamu lakukan di depan perusahasn Andreas."
Piter melirik sekitar dan ia melihat mobil ayahnya dari jauh "Papa tak perlu tau."
"Jangan banyak bicara pulang sekarang!!"
Piter memegang erat hpnya "Baik aku akan pulang namun hanya untuk sebentar."
Lalu piter mematika panggilan itu dan Mobil ayahnya pun langsung berjalan pergi.
Sempai di rumah mereka bertemu di rauang Kerja dan saat piter berada di hadapan ayahnya, tiba-tiba sebuah tamparan mengenai pipinya.
"Ber*ngsek, aku tak pernah mengajarkan mu untuk membunuh, apa lagi mengingini milik orang lain.".
"Apa maksud papa, kenapa menampar Ku??"
"Jangan pura pura seolah kamu tak memiliki kesalahan. Papa tau segalanya kamu itu menginginkan istri dari andreas bukan, dan kamu juga berusaha mendapatkannya dengan cara yang kotor.
Bertapa tak tau malunya kamu itu, papa mendidik mu dari kecik agar kamu bisa menjadi orang yang benar, bukan menjadi seorang pembunuh."
"Apa maksud papa aku tak paham.."
"Papa mohon pada mu berhentilah, jangan memaksa kehendak mu, papa tau kamu suka pada wanita itu tapi kamu harus sadar jika dia itu sudah menikah dan memiliki anak."
Piter mengepalkan tangannya "Kenapa..kenapa..kenapa papa sekarang memohon seperti ini pada saya sedangkan segala permohonan saya tak pernah papa penuhi.
Papa selalu saja menurut apa yang kakak dan adik ku lakukan sedangkana aku bagia mana, kenapa aku juga tak bisa memiliki apa yang aku inginkan.
Aku hanya ingin hidup bahagia dengan orang yang aku cinta tapi kenapa papa tak memperbolahkan apa papa tak mau aku hidup bahagia.
Apa paa mau aku hidup dengan penderitaan dan seumur hidup ku menjadi budak korporat."
"Papa paham dan papa juga sudah menemukan wanita yang baik untuk mu, papa akan memperkenalkan dia pada mu tapi papa mohon pada mu untuk lupakan perasaan mu pada istri andreas.
Dia itu seorang wanita baik baik dan jangan pernah mempermainkan kebikannya."
"Papa kira semudah itu aku melupakan cinta pertam aku!!"
__ADS_1
"Piter papa sangat mohon pada mu lupakan dia."
Piter tersenyum miring "Maaf pa aku tak bisa, aku lebih memilih mati dari pada menghilankan rasa cinta ku padanya."
Lalu piter membalikan badanya dan saat melangkahkan kakinya 3 langkah lalu ia berhenti lagi dan kembali berbicara.
"Jika papa mau menghentikan ku, maka lebih baik papa bunuh saja aku."
Lalu piter pun kembali menjalankan langkahnya keluar dari ruangan sedangkan ayahnya mulai mersa frus tasi karna ia tak menyangka jika piter akan sekeras ini.
***
Setelah jam 7 malam andre dan lusi memutuskan untuk pulang.
Di perjalanan gafin tertidur di pelukan lusi .
"Sepertinya anak mu kelelahan setelah melihat kebun binatang hari ini tadi."
"Bagusalh dia suka, nanti kapan kapan aku juga akan usahakan ikut bersama kalian."
"Ya. Oh ia ada yang mau aku tanyakan."
"Tanya apa??"
"Apa kamu mengenal tuan darius dan nona Tina."
Andreas seketika terdiam dan berguma dalam hati "Dari mana dia tau tentang mereka, dan apa yang mau ia tanyakan sebenarnya??"
"Memang kenapa sayang??"
"Apa kah keluarga kita memiliki masalah dengan keluarga mereka??"
"Bagai mana yah memberitaunya pada mu, namun yang jelas itu masa lalu dan sekarang sudah tidak lagi."
"Benarkah tapi kenap saat 40 hari kakek mereka tak hadir padahal mereka sangat mengenal kakek dan papa."
Andreas terdiam lalu lusi berbicara lagi "Apa mungkin keluarga kita ada masalah dengan kelurga mereka."
"Apa mereka mengatakan sesutu pada mu??"
"Tak ada, justru mereka meminta ku bertanya pada mu."
"Kamu mengenal mereka dari mana??"
"Ada lah."
"Ku harap kamu jauhi saja mereka."
"Loh kenapa bukankah mereka orang baik."
"Itu sebabnya kamu harus mejauh justru orang yang tiba-tiba baik pada mu yang kemunginan besar bisa menjadi orang yang akan menyakiti mu."
"Untuk apa mereka menyakit ku??"
Andreas tak mau menjawab lusi ia terdiam karna ia tau percuma bicara lusi tak mungkin mendengarkannya dan akan semakin bertanya padanya.
Bersambung....
__ADS_1