Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Furniture


__ADS_3

Besoknya lusi bangun lebih pagi untuk buatkan sarapan pagi andreas dan ia menggunakan resep yang ada di internet.


"Mari kita lihat apa saja bahannya."


Lusi membuka hpnya. "Untuk bahanya ada, 3 lembar roti tawar, 3 butir telur kocok lepas,1 buah bawang bombay cincang,Daun bawang iris,Kornet atau daging kornet secukupnya, Mentega,3 lembar keju slice,Daun selada,Tomat,Saus tomat, saus sambal, mayonaise secukupnya.


Oke ini semua bahan-bahan yang harus aku siapkan."


Lusi segera menyiapkan bahan tadi, memang banyak namun ada seorang pelayan yang membantunya sebentar karna setelah selesai ia akan pergi keluar karna pekerjaanya sudah selesai semua.


Singkat cerita setelah bahan pun siap dan lusi pun siap untuk memasak.


"Pertama kita Tumis bawang bombay dan kornet dengan sedikit margarin lalu kita masukkan kocokan telur lalu taburi dengan daun bawang.


Akhirnya tahap pertama sudah, setelah itu apa lagi." Lusi kembali melirik hpnya.


"Tutup dengan roti tawar, tunggu bagian telur matang balik roti lalu beri mentega, panggang hingga roti berwarna kecokelatan dan garing. Angkat.


Hanya seperti itu aku pasti bisa."


Saat menaruh roti dia tas telur senuanya aman saja namun pada saat lusi akan membalik ia sedikit kesulitan karna pan masak yang ia pakai kecil.


"Aduh seharusnya aku pakai pan yang lebih gedek lagi."


Lusi bingung bagai mana membaliknya sekarang, tak lama andras datang menghampirinya "Ada yang bisa ku bantu sayang."


"Oh untung kamu datang, tolong balikan telur ini ke atas."


"Baiklah sini  berikan pada ku."


Lusi bergeser lalu andreas lah yang memegang pan itu dan dengan lihaynya ia melempar ya pelan ke atas lalu ia menangkapnya lagi dan posisinya langsung berbalik dan lusi yang melihat hal itu begitu takjup.


"Papa hebat sekali, bisa melemparnya dan menangkapnya lagi seperti koki-koki di TV."


Andreas tersenyum "Itu hanya hal biasa, aku bisa melakukan hal itu karna sudah biasa memasak."


"Walau bisa memasak mana ada bisa seperti kamu tadi."


Andreas memegang kepala lusi lalu membelainya "Kalok gitu belajarlah yang giat agar kamu bisa"


Lusi tersenyum "Ya aku akan belajar untuk melakukanjya, dan sekarang kamu tunggu saja di  meja makan."


Andreas membalas senyuman lusi "Baiklah."


Lalu ia berjalan ke meja makan dan menunggu di sana sedangkan lusi melanjutkan lagi masak masaknya.


"Baiklah setelah itu di balik apa lagi."


Lusi kembali membaca apa langkah yang harus ia lakukan "Isi roti dengan daun selada, tomat, keju slice, saus, mayonaise sesuai selera. Lalu Lipat roti menjadi dua. Roti John siap dinikmati.


Ternyata hanya itu, baiklah mari kita selesaikan"


Lalu lusi segera melakukan tahapan terakhir dan setelah selesai ia hidangkan untuk andreas di meja makan.


"Mari makan, kamu mau minumnya susu atau kopi??"


"Susu saja."

__ADS_1


"Mau susu apa, susu kedelai atau susu sapi??"


Andas tersenyum "Aku mau susi mu."


Lusi yang mendengar jawaban itu terkejut "Gila gila aja permintaan mu, aku mana ada punya susu."


"Oh jadi kalok kamu punya susu kamu bakal bolehkan aku meminumnya??"


"Gak bakal, aku ambilkan susu sapi aja untuk mu."


Lusi pun segera pergi sedangkan andreas sedikit tersenyum melihat kepergian lusi.


Singkat cerita setelah andreas selesai sarapan lalu lusi mengantarnya keluar rumah.


"Sayang aku berangkat dulu.."


"Ya hati hati nanti, dan jangan lupa makan."


"Ya, tenang saja."


Lalu andreas mengecup kening lusi baru setelah itu ia naik ke dalam mobil dan dari dalam mobil ia masih terlihat melambaikan tangannya pada lusi dan lusi membalasnya.


Lalu mobil andreas keluar sedangkan lusi kembali masuk ke dalam rumah.


Dan menghampiri anaknya di dalam kamar.


Saat pintu terbuka lusi dapat melihat putranya yang sudah terbangun dan sudah mandi juga serang mengganti bajunya.


"Halo ganteng apa perlu mama bantu."


"Tak usah mama gafin bisa sediri."


Sedangkan pintu gerbang rumah terbuka karna ada berberapa barang  yang lusi pesan untuk mengganti furniture rumah yang sudah usang.


"Berhenti."


Mobil itu berhenti lalu satpan rumah itu menghampirinya tugasmu hanya mengantar ini dan setelah selesai langsung pulang."


"Baik." Satpam tu sedikit curiga karna peria yang membawa truk kontener itu memakai masker.


"Kenapa kamu memakai masker??"


"Ohok.. ohok.. maaf saya sedang sakit."


"Oh kalok gitu menjalah dari tuan muda dan nona kami karna penyakitmu itu akan menularkan mereka,dan mana teman anda."


"Mereka bilang akan menyusul,akan saya ingat kata kata anda."


"Yasudah Jalan. Lah"


Peria itu kembli menjalankan mobilmya menuju depan rumah lalu ia segera memundurka  mobilnya baru ia keluar.


Ia masuk begitu saja dalam rumah itu  naun di rumah itu kebetulan sekali sedang sunyi entah para pelayan itu ke mana, sedangkan peria tadi berjalan dan memeriksa berbagai kamar yang ada di rumah itu dari bawah baru ke atas.


Sedangkan lusi merasa ada sedikit keributan karna pintu di buka dan di tutup lagi di sebelah kamar Gafin dan perasaan lusi tak enak.


Ia mendekat anaknya "Gafin tolong sebunyi di kemari mu, dan jika mama tak kembali telfon saja papa mu."

__ADS_1


"Tapi kenapa ma??"


Lusi tersenyum "Itu karna di rumah hanya ada kita bedua karna para pelayan yang sudah selesai membuat pekerjaan mereka sedang keluar."


"Baiklah, hp mama di mana."


"Hp mama ada di meja kamar mama dan papa."


"Oke mama."


Lalu gafin pun bersembunyi di dalam lemarinya sedangkan lusi segera keluar dan ia melihat berberapa kamar sudah terbuka dan ia berusaha santai karna sebenarnya ia sedang ketakutan.


"Permisi siapa di sana."


Tak lama seorang peria bermasker keluar dari kamar paling ujung dan ia terkejut dengan kamar yang lusi kelur itu, karna ia kira tak ada lagi kamar di sana.


Lusi memberanikan diri mendekat "Anda siapa yah???"


"Oh saya yang mengantarkan furniture yang anda pesan."


"Oh apa kah sudah sampai??"


"Ya, dan saya tadi di minta satpm depan untuk mencari anda dan memberitau."


"Oh, kalok gitu mari kita turun."


"Ya."


Merka turun danlusi berusaha normal "Sediri aja mas??"


"Ya, oh iya saya dengar anda punya seorang anak??"


"Ya, tapi dia tadi udah pergi bersama papanya ke kantor."


"Oh."


Lusi berusaha memancingnya perlahan "Mas kalok sediri bagai mana caranya mengangkat furniture saya ke bawah."


Piter yang mendengt itu berusaha santai menjawabnya "Teman saya akan menyusul."


Lusi berusa atersenyum "Bagai mana kalok saya minta satpam rumah saa untuk membantu agar lenih cepat."


"Tak usah nona temana saya bentar lagi datang kok"


"Tak papa, saya panggilkan mereka bentar."


Saat lusi akan pergi tangannya langsung di tahan sedangkan lusi lantas menolah ke belakang dan tanganya mulai gemetar "Lepskan tangan saya tuan."


"Takan."


Lusi dengan sekuat tenaga menepis tangan itu hingga terlepas lalu ia berlari.


"Sial, aku takan membiarkan mu lepas."


Piter berlari sekencang mungkin hingga ia berhasil meraih lusi dan mendekam mulutnya dengan kain yang berisi oabt tidur dan seketiak lusi tertidur .


Lalu piter mengangkat lusi keluar dari rumah dan saat itu para penjaga sedang sibuk diluar tanpa menyadari hal itu, karna pintu rumah tertutup belakang mobil kontener.

__ADS_1


Lalu pter memasukan lusi ke belakang mobil lau ia mengikat tangan dan kakinya dengan tali serta menutup mulutnya.


Bersambung.....


__ADS_2