Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Terompet


__ADS_3

Dan setelah parade itu selesai Gafin di antarkan pada andre dan lusi.


"Papa papa gafin tadi ada lihat orang tiup-tiup  hebat ada keluar lagunya juga."


Andre mengajak anaknya "Yang di tiup itu namanya terompet."


"Gafin terima kasih dong sama beruang yang udah menolong gafin."


Anak itu menoleh pada willy "Om beruang terima kasih."


Gafin memberikan satu permen colat dari kantonga lalu memberikannya pada willy "Ini untuk paman beruang."gafin tersenyum padanya


Willy yang melihat senyuman itu mulai mersa terharu lalu menerima permen itu.


"Ayo sekarang kita masuk."


Andre menatap willy lalu tersenyum baru mereka masuk ke dalam hotel.


Sedangkan willy menunggu sebentar, setelah itu baru ia mengikuti dari belakang.


Untungnya mereka sudah naik ke lantai atas dan ia pun bisa membuka penutup kepalanya dan ia pun berjalan ke kamar mandi untuk melepas kostum itu


Malamnya saat gafin tidur diam-diam andre berpindah tempat menuju belakang lusi lalu ia langsung memeluk lusi dari belakang.


Sedangkan lusi yang sadar jika andre di belakangnya lantas membuka matanya  dan berbicara dengan suara kecil "Apa yang kamu lakukan anak mu masih ada."


"Jika kita pindah tempat kan bisa"


"Dia masih belum betani di tinggal sendiri apa kamu akan setega itu meningalkannya??"


"Kita main di lantai saja mau??"


Lusi yang kesal mencubit tangan Andre "Dasar mesum cepatlah tidur.".


"Ma, kita kan sudah suami istri jadi tidak salah dong aku meminta.


Tidak kah kamu mau mewujutkan harapan anak mu untuk punya adik ??"


Wajah lusi memerah dan tak ada jawaban dari lusi, sedangkan bagi Andre itu sudah kode untuknya jika ia sudah bolah menyentuh istrinya itu.


Ia mulai meraba raba tubuh istrinya "Apa yang kamu lakukan."


"Sut, dia akan terbangun."


Lusi menutup mulutnya sedangkan andre mulai melakukan aksinya.


Selama itu lusi terus berusaha menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara dan karna kasur yang bergoyang mebuat anaknya berapa kali ingin terbangun.


Namun andre tak hilang akal, ia membantu lusi bangkit lalu mereka ke ruang ganti agar lebih mudah mengawasi jika sewaktu waktu anak itu terbangun.


Mereka melakukannya dalam posisi berbaring di lantai.


"Pa udah mama capek."


"Tidak sedikit lagi."


Andre merasa belum puas jika hanya baru 3 ronde ia ingin lebih.


Lusi di buat kewalahan oleh andre dan ia hannya bisa pasrah.

__ADS_1


Dan hubungan itu selesai jam 3 pagi dan saat itu lusi sudah kehilangan kekuatannya ia ingin ke kamar mandi namun sudah begitu lelah.


"Sayang apa kamu mau mandi??"


"Nanti saja tunggu tenaga ku kembaki lagi."


"Aku bisa membantu mu."


"Gak kamu itu orangnya nakal."


"Tenang saja aku takan melakukannya lagi, aku janji hannya akan membantu mu, aku jua tau kamu pasti lelah."


"Aku gak mau percaya dengan janji manis mu itu."


Andre tersenyum lalu ia dengan sedikit paksaan mengangkat lusi "Ayo kita mandi."


"Apa yang kamu lakukan turunkan aku."


"Ayo kita mandi."


Mereka keluar tanpa memakai  sehelai benang pun untuk saja itu di malam hari dan anaknya juga sudah tidur jadi yang tau hal ini hannya mereka berdua


Sata masuk ke kamar mandi andre pun mengisi bathtub dan setelah penuh ia pun memasukan berapa sabun ke dalamnya dan mulai banyak busa.


"Ayo masuk, atau mau ku angkat lagi."


Lusi yang tengah duduk di toilet duduk berjalan ke bathtub lalu langsung masuk ke dalamnya "Sekarang keluar?"


"Apa kamu mengusir ku??"


"Ya aku mengusir mu."


Andre menaril lusi ke dalam pelukannya "Sudah jangan suka mengejek ku seperti itu, aku lama-lama malu mendengarnya."


"Biarin lagian itu derita kamu bukan derita ku."


"Sepertinya kamu sudah sangat kesal, aku minta maaf jika tadi aku memaksa mu dan lagi aku memang tak bisa menahan hasrat ku, jadi aku sangat minta maaf dan jangan marah pada ku, aku mohon."


Tak lama terjadi keheningan dan lusi sudah mearsa jika andre sudah menyadari kesalahannya mencoba untuk memaafkannya.


Namun tak lama terdengar suara ia bangkit dari bathtub membuat lusi menoleh ke belakang "Kamu mau ke mana??"


"Aku mau mandi di shower."


"Jangan tetaplah di sini."


"Tapi nanti?"


Lusi mengecup sekilas bibir andre yang membuat peria itu termenung.


"Aku suka kamu segera sadar atas kesalahan mu, sekarang tanggung jawablah atas perbuatan mu, karna permainan mu membut ku candu"


Andre yang mendapat tawaran itu langsung dengan cepat menyambar bibir lusi dengan ganasnya.


Dan kejadian setengah jam lalu terulang kembali.


...***...


Di pemakaman nisa begitu sedih karna, tak ada orang di sisinya sedangkan ayahnya ketika di hubungi hilang kontak dan bahkan saat kembali ia tak menemuakan ayahnya.

__ADS_1


Dan ribuan kali ia melapor polisi atas kehilangan ayahnya namun tanggapan polisi hanya santai saja mereka seolah tak peduli.


Setelah pemakaman ia menaiki mobil dan berjalan ke arah rumah ia bingung harus bagai mana, kondisinya saat ini sedang hamil dan ibunya sudah meninggalakannya untuk selamanya sedangkan ayahnya menghilang entah ke mana.


Apa lagi ayah dari anaknya tak mau bertanggung jawab membuatnya bingung harus melakukan apa.


Dan ia teringat Mantan kekasihnya Sandi "Aku perlu bicara lagi dengan sandi dia pasti mau membantu ku "


Ia menuju toko donat milik sandar yang tiap hari penuh dengan pembeli karna memang seenak itu.


Sesampai di sana ia segera masuk dan seorang pegawai yang melihatnya lantas memanggil bosnya.


"Bos sepertinya ada tamu.."


"Siapa.."


Saat mata sandi menoleh pada nisa yang terlihat acak acakan terkejut.


"Kalian lanjutkan pekerjaan ku,aku bicara dengannya di belakang sebentar."Sandi menghampirinya.


Saat nisa melihat sandi ia lantas tersenyum "Ada yang mau aku bicarakan dengan mu."


"Di belakang saja di suini lagi banyak pelanggan."


Lalu sandi meraih tangan nisa dan menariknya ke dapur untuk bicara.


Sesampai di dapur sandi menoleh padanya "Kenapa kamu bisa sekusut ini, seharusnya kamu menjaga diri mu baik baik.


Apa kamu sudah makan??, jangan suka diet itu tak biak bagi kesehatan mu."


Nisa yang merasa di hawatairkan olah Sandi mulai menyesal karna telah meningalkannya.


"Maafkan aku hik.."


Sandi langsung memeluknya "Aku tak pernah membenci mu, jadi tak perlu minta maaf."


"Apa yang harus aku lakukan hik.., aku ingin kembali lagi pada mu.."


Sandi terdiam sejenak lalu membelai rambut nisa.


"Aku juga ingin kembali pada mu namun kita sudah tak bisa bersama lagi."


Nusa pun melepas pelukannya lalu menatap sandi dengan mata berlinang air mata "Keanap hik..., apa kamu membenci aku hik..."


"Bukan tapi sebenarnya setelah kita putus kelurga ku menjodohkan ku degan anak teman bisnisnya,dan sebentar lagi kami juga akan melangsungkan pertunangan aku harap kamu bisa hadir."


"Kenapa tidak kau putuskan saja gadis itu hik..."


"Dia itu gadis baik dan aku tak mau meanyakitinya."


"Alah biang saja kamu sudah tak mencintai ku lagi..hik, aku benci kamu."


Nisa mendorong Sandi dan segera pergi.


pada saat sandi akan mengejarnya, ia tiba-tiba mengurungkan niatnya karna ia mau melupakan perasaanya.


"Maaf aku tak bisa kembali lagi bersama mu."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2