Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Bertemu Darius dan Tina


__ADS_3

Besoknya setelah mengantarkan andre ke kantor, willy langsung mengantar lusi dan gafin ke sebuah kebun binatang.


Dan andre tak bisa ikut karna dia ada rapat hari ini jadi willy di minta andres unjuk menjag lusi dan gafin.


Itulah yang lusi lihat namun di belakang itu sebenarnya tak hannya Willy yang menjaga lusi dan Gafin namun ada 2 orang bodyguard juga mengikuti mereka namun secara diam diam karna andre takut jika istrinya bertemu lagi demgna istri jenderal itu lagi.


Di kebut binatang mereka melihat berberapa hewan yang ada di kebun binatang itu seperti harimau, buaya,gajah,rusa dan berbagai hewan lainnya.


Dan gafin terlihat begitu bahagia melihat para hewan-hewan itu.


"Apa anak mama suka??"


Gafin mengangguk "Mama apa gafin boleh memberi makan mereka seperti anak-anak itu."gafin menunjuk pada dua orang anak yang tengah memberi sebuah pisang kepada seekor monyet.


"Tentu saja boleh."


"Kalok gitu gafin juga mau.".


"Willy tolong belikan pisang seperti anak anak tadi aku dan gafin akan menunggu di sini."


"Baik nona."


Willy segera pergi sedangkan lusi dan gafin masih menunggu di sana.


Tak lama sepasang suami istri lewat bersama cucu mereka yang sudah berusia 10 tahun bersama adiknya juga yang berusia 4 tahun.


Namun ketika melihat wajah lusi mereka terkejut lalu menghmpirinya "Permisi nak.."


Ludi menoleh pada mereka dan ia juga terkejut karna ia mersa pernah bertemu juga dengan mereka namun tak ingat.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya tuan, nyonya sepertinya wajah anda tak asing bagi saya."


Peria paruh baya itu berusaha ingat "Apa anda wanita hamil yang hampir tertabrak motor akibat menoloang seorang anak laki laki berusia 5 tahun di depan apartemen xxxx 5 tahun lalu ."


Lusi terkejut "Dari mana anda tau, apa anda saksi mata saat itu."


Dan suami istri itu langsung tau "Kami lah yang membawa mu ke rumah sakit waktu itu dan yang kamu tolong saat itu juga cucu kami Abel."


"Kakek apa aan sih paki sebut nama orang."


Lusi terkejut "Wah benarkah sekarang dia sudah besar sekali, waktu itu dia masih sebesar anak  saya."


Peria paruh baya itu menoleh pada Gafin "Apa ini anak mu??"


"Ya,ini anak saya."


Lusi menoleh pada anaknya "Ayo dong kenalan sama oma opanya, ini oma opa yang udah nolong mama waktu mama hamil gafin."


Gafin bersembunyi di balik tubuh lusi  lalu ia menengok "Halo oma opa, nama saya Gafin ."


"Loh kok malah sembunyi."


"Mungkin saja dia lagi malu malau dengan cucu perempuan saya ini."

__ADS_1


"Aduh, anak mama ini jangan malu dong depan cewek."


Gafin menoleh pada merela lalu memberanikan diri keluar dari belakang ibunya.


"Ayo kenalan juga sama kakak dan adeknya."


Gafin mendekat pada mereka secara perlahan, lalu mengajak bicara dua orang itu.


Tak lama willy datang "Nona ini saya membawa ber-berapa pisang dan wartel siapa tau tuan mau memberi makan hewan lainnya nanti."


Willy terkejut melihat Nona tina dan tuan Darius, begitu juga sebaliknya.


"Eh willy apa kah itu kamu."


"Tuan Darius nona tina..."


"Oh rupanya tuan dan nona mengenal willy."


"Jika kamu bersama willy apa kamu istri muda Mendiang tuan Lukman??"


Lusi dengan santai menjawab "Buakan,saya ini menantunya tuan haris."


"Jadi anda wanita yang di rumorkan menjadi istri ke 2 dari Reno anak pak Haris??"


"Bukan saya istrinya Andreas."


"Tapi bukankah andres sudah berpisah dengan istrinya 5 tahun lalu."


"Kami rujuk lagi."


Willy sedikit hawatir "Nona apa kah tak papa kita..."


Dan Daris langsung tau siapa Gafin "Apa mungkin sang pewaris selanjutnya dari perusahan kalian itu.."


Lusi langsung diam ia tak mau bicara terlalu jauh lagi, dan Darius paham kenapa lusi diam ia takut jika ada wartawan yang mendengar.


"Bagai mana kita berjaan bersama sama karna kebetulan sekali kita bertemu di sini."


"Ya, anda benar tuan,biar anak anak bisa berkenalan juga."


Dan pada saat anak-anak itu di temani Willy memberi makan monyet. Lusi,buk tina dan pak darisus berbicara.


"Diman suami mu, kenapa tak terlihat."


"Hari ini ia tak bisa datang karna dia ada rapat."


"Apa sumi mu pernah bercerita tentang hubungan antara keluarga saya dan keluarga mereka??"


"Saya juga tak tau, karna suami saya tak pernah mencerita."


"Setelah pulang dari sini aku mau kamu tanyakan pada dia."


Sebanarnya mendengar kata kata itu lusi sudah di buat penasaran ingin langsung bertanya namun karna ia di minta bertanya langsung pada Andre jadi ia tak berani bertanya lagi.

__ADS_1


Setelah dari kebun binatang mereka pergi makan ke sebuah restoran cepat saji karna anak anak itu ingin makan ke sana dan lusi sangat senang karna gafin sangat mudah akrab dengan Abel begitu juga dengan adik perempuanya lala.


"Sepertinya mereka cepat sekali dekatnya."


"Anda benar nona Tina, saya senang ia sudah ta takut lagi berinteraksi dengan orang orang dan sekarang ia sudah mau dekat dekat pada kakeknya."


"Aku dengar Haris menceraikan istrinya, dan wanita itu meminta seteng dari harta gono gininya."


"Ya, tapi kata papa dia tak mungkin mendapat banyak karna kebanyakan harta kekayaan punnya papa itu atas nama suami ku semua."


"Untung dia pintar, sepertinya dia sudah memprediksi hal ini sejak awal."


"Mungkin saja."


"Lala, cepat makannya kenapa dari tadi cerita mulai sama kakak Gafin??"


"Iya nenek."


Anak iti pun mulai memakan makanannya sambil sesekali menoleh ke sampiang, tak lama terdengar suara Willy.


"Nona, nanti setelah ini kita ke perusahaan. Katanya ada teman bisnis tuan mau bertemu nona dan Gafin."


"Ya."


Tina yang mendengar hal itu sedikit kecewa.


"Jadi kita tak bisa jalan-jalan lagi."


"Saya sangat minta maaf nona Tina, nanti lain waktu lagi kita jalan-jalan lagi."


"Ya aku akan menunggu waktu itu."


Dan setelah makan lusi dan gafin pun menjalankan mobil ke perusahaan milik keluarga andreas.


Sesampi di depan perusahaan mereka turun dan karna saat itu jam 12 siang jadi banyak karyawan yang istirahat di kantin.


Lalu lusi masuk bersama Gafin dan seluruh karyawan memandang mereka dan membicarakan mereka.


"Siapa itu??"


"Mungkin tamu tuan besar."


Namun lusi tak mempedulikan mereka dan terus berjalan dan saat berhenti di depan lift dia di hadapkan dengan dua lift yang satu untuk karyawan dan satu lift khusus untuk orang orang penting di kantor.


Lalu dari belakang willy datang lalu membuka lift khusus itu "Mari masuk  nona."


"Apa tak palp aku naik yang itu."


Willy tersenyum "Tentu saja."


Lalu lusi bersam Gafin menaiki Lift itu.


Dan para pekerja di sana semakin terkejut karna buka  orang sembarang yang bisa naik lift itu, jadi kemungkinan  besar lusi merupakan orang penting di kantor ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2