
Pada pukul lima pagi Andre suda terbangun dan ia segera membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia mengganti pakaianya dengan jas.
Ia melihat dia di pantulan kaca, kini di wajahnya sudah mulai tumbuh kumis dan janggut namun dengan sengaja ia tak memotongnya.
"Dan jika di lihat aku sudah persis seperti seorang ayah."
Andre awalnya tersenyum namun senyumannya tak bertahan lama ia tiba tiba teringat lusi yang sampai sekrang beluk ketemu setelah 5 tahun.
"Mungkin anak ku kini sudah berusia 5 tahun, ingin sekali rasanya aku menggendongnya dan membawanya ke toko mainan dan membelikannya banyak mainan."
Andre menghela napas panjang lalu ia segera bersiap-siap baru ia keluar dari ruang ganti baju lalu ia mengambil hp dan kunci mobil dan ia keluar dari kamar.
Ia melirik kamar sebelahnya, lalu ia berjalan kearah kamar itu lalu segera membuka pintu dan tak lupa ia menyalakan saklar lampu.
Rupanya itu adalah kamar kosong, andre tersenyum melihat sudut kamar itu "Ketika aku sudah menemukan kamu dan mama mu, aku akan membuat kamar ini menjadi kamar mu. Dan akan ku dekor seindah mungkin."
Andre kembali tersenyum, andre selama ini mengalami depresi berat diaman tiap malam ia harus meminum obat tidur agar bisa tidur di malam hari, dan tiap satu bulan sekali ia akan ke psikolog untuk mengonsul tasikan mengenai penyakitnya.
Dan ia juga mengosumsi obat Depresi serta obat penenang ketika penyakitnya kambuh.
Tak lama hpnya bergetar dan pada saat ia lihat rupanya Radit.
Ia segera menjawab telfon Radit "Halo Radit ada apa??"
"Tuan sepertinya kami menemukan orang yang mengaku pernah bertemu dengan nona."
Andre yang mendengar hal itu terkejut "Kamu di mana sekarang??"
"Aku ada di kota Q tuan."
"Baiklah aku akan segera menyusul kamu di sana."
Andreas mematikan hpnya dan kini jantungnya berdebar kencang "Lusi, akhirnya aku menemukan jejak mu. Semoga saja kali ini aku dapat bertemu den anak kita."
Andreas mengirim psan apda Willy jika ia tak jadi masuk kerja hari ini karna ia akan berpergian untuk berberapa hari.
Setelah itu ia kembali ke kamarnya dan mengumpulkan pakaianya, ia terlihat begitu bahagia.
"Tunggu aku di sana istri ku, aku pasti akan menemui mu."
...***...
__ADS_1
Sedangkan di ruko pagi pagi mina mengantar Rangga ke sekolah sedangkan Gafin ia hanya diam di tengah rumah sambil memiankan mainannya.
Ia terliaht meraba-raba wajah robot yang ia pegang dan lusi yang melihat hal itu mersaka sedih dan ia berusaha menahan tangisnya.
Tak lama dari belakang Sandra menepuk bahu Lusi "Kenapa dari kemarin sampai hari ini bapak perhatikan kamu seperti ini terus."
Lusi melirik sandra sampingnya "Entah kenapa kemarin Gafin meminta untuk di masukan kesekolah.
Kan bapak tau sendiri masuk ke sokolah khusus orang sepertinya tak murah, biayanya cikup mahal ."
"Nak, jangan pikir biayanya. Pikirlah kebahagiannya, lihat dia sekaran. Dia tak pernah mengeluh dengan kekurangannya dia terlihat bahagia saja memainkan mainannya jadi jangan kamu membuatnya sakit hati sehingga membuatnya membenci keadaannya saat ini."
Lusi menghela napas pelan lalu ia mengangguk sedangakan Sandra yang melihat hal itu begitu bahagia.
Lalu ia menghampiri cucunya itu "Eh cucu kakek lagi main apa??"
Gafin tersenyum "Ini gafin lagi main robot robotan kek, apa ini namanya bumblebee kek."
Rupanya tebakannya Gafin benar "Wah tebakan cucu kakek betul sekali."
Dan Gafin terliht senang lusi yang melihat hal itu tersenyum.
Tak lama dari belakang salah seorang pekerja di toko mereka dari arah tangga datang "Nona, ada yang mau membeli banyak barang di bawah. Aku kesusahan untuk melayaninya karna baru aja truk barangnya sampai dan saya harus memeriksanya."
Dan ia langsung melayani peria itu rupanya ia membeli banyak barang entah untuk apa namun lusi yang penasaran mulai bertanya "Mau buat acara yah pas??"
Peria itu mengangguk "Ya, kebetulan di kasih bonus sama bos saya jadi mau beli banyak barang untuk acara nikah adik saya lusa nanti."
Lusi tersenyum, namun tak lama terdengar dari jauh seorang yang memanggil peria itu "Joy apa kamu sudah selesai memilih??"
Joy menoleh ke belakang "ya tuan ini tinggal di totalkan lagi."
Ketika peria itu sudah dekat lusi merasa tak asing dengan wajahnua namun ia tak terlalu mempedulikan hal itu dan lanjut menghitung.
Begitu juga dengan peria itu ia juga merasa pernah mengenal lusi namun tak tau dimana, dan diam diam juga dia terpesona dengan sosok seorang lusi yang memiliki bodi yang seksi.
Jika dulu ia pendek kurus, kali seakang ia terliaht berisi dan bagian dada serta bokongnya sedikit menonjol ini mingkin karna pakian tidur yang masih ia pak. Karna dia sebenarnya belum mandi.
Dan setelah menotalkan semuanya lusi memberikan Total semunya "Semuanya 1.254.000 Ribu , tuan."
"Kalok barangnya bisa gak di antarkan kerumah saya nanti??"
__ADS_1
"Bisa tapi, memang rumah masnya di mana?"
" Gak jauh kok dari sini, di jalan kemangi No. 45, Rt 37."
Lusi mengangguk mengerti Baiklah akan sarya beritahun pada pekerja saya untuk antarkan di sana."
"Terima kasih nona."
Lalu ia menoleh ke belakng "Ayo tuan piter kita berangkat sekarang"
Piter mengangguk lalu mereka pun segera keluar dari ruko ersebut dan Piter tak hentinya menyenggol Joy.
"Itu tadi namnya siapa??"
Joy terhenti lali menoleh pada tuannya "Memang kenapa tuan??"
"Ya, kana aku cuman tanya."
Joy tersenyum menggoda padanya "Cuman tanya atau merasa tertarik ni??"
"Yah enggak lah, siapa bilang aku tertaik sama cewek penjaga toko."
"Eh tuan dia itu bukan cewek penjaga toko itu, tapi dia itu anak pemilik toko itu."
"Benarkah, ayahnya mana??"
Joy tersenyum sambil menunjuk ke belakang "Itu di belakang mu." Lalu Piter segera menolah ke belang.
Bukana ia melihat Sandra melainkan lusi yang duduk di meja kasir dan padanganya keluar.
Jadi otomatis ketika Piter menoleh ke belakang lusi juga melihatnya.
Seketika jantung piter berdetak kencang dan ia mulai gugup namun ia tak mau terlihat di hadapan lusi jadi ia pun tersenyum pda lusi.
Dan lusi membalas dengan senyuman manisnya yang membuat piter langsung memalingkan wajahnya "Ayo sekarang kita berangkat sudah."
Ia segera menaiki mobil dan di susul Joy yang terliaht berusaha menahan tawanya melihat tingkah tuannya.
Ketika joy sudah masuk ke dalam mobil ia melirik pada kaca sepion dalam "Bagai aman tuan cantik bukan, apa tuan mau aku tanya namanya sama sekalian minta nomornya??"
"Gak uash, kamu ini apa aan sih, siapa juga yang minta namanya sama nomornya. Sana jalan aja sudah."
__ADS_1
Joy tersenyum lalu menjalankan mobilnya namun ia diam diam melirik lagi dari kaca sepion dalam mobil Piter memegang dadanya yang masih berdebar sambil tersenyum.
Bersambung...