Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Menolak


__ADS_3

Setelah lusi mengenakan pakaian santainya baru ia segera mengenakan jaketnya dan mengambil dompet serta hpnya, dan pada saat ia keluar ia terkejut melihat andre yang tengah berada di sofa ruang tamu sambil menemani Gafin memakan cemilannya.


Eantah apa yang mereka bicaran namun lusi sangat tak suka dengan kehadiran andre.


Ia menghampiri mereka dengan kesal "Kenapa kamu masih di sini!!."


Andre menoleh padanya "Tentu saja aku juga akan ikut makan keluar bersam kalian."


"Gak, sekarang kamu pulang lah."


Tak lama terdengar suara rangga "Mama, kenapa papa gak bisa ikut makan bersama kita??"


Lusi terdiam, namun dengan cepat Gafin berbicara "Kenapa mama tak memperbolehkan papa untuk makan bersama kaita??."


"Itu nak papa mu itu.."


"Gafinkan kan juga mau makan bersama papa,dan mama. Kayak kakak Rangga."


Lusi tak bisa menjawabnya kini ia merasa kasiha pada putrnya itu, pada akhinya keputusanya.


"Biaklah ayah mu sekarang bolah ikut.."


Gafin terlihat senang , begitu juga dengan lusi dan andre.


Lalu dari rumah mereka berangkat ke sebuah Restoran.


Sebenarnya lusi sempat menolak namun Andre tak mau mendengarnya dan tetap ke sana, dan pada akhirnya mereka makan di sana.


Mereka pun di tempatkan di sebuah ruangan VVAP.


Dan andre memesan Hot Pot ,dan 3 minuman dingin.


Setelah menunggu, Tak lama pesanan mereka datang, dan memang yang andre pesan cuman satu namun toping daging dan sayuran nya banyak sekali hinga lusi yang melihatnya saja terkejut.


Dan setelah para pelayan tadi pergi lusi menatap Andre "Ini terlalu banyak, kita tak mungkin bisa menghabiskannya."


"Aku yang akan menghabiskannya, karna porsi makan ku yang sekarang bukan seperti porsi makan ku dulu jadi kamu tak perlu kawatir."


Lusi terdiam memang sih, bedanya andre dulu dan andre sekarang sangat jauh, andre sekarang berkumis dan berjanggut dan bahkan tuhnya semakin kekar dan bahkan ia semakin tinggi padahal sudah bisa di sebut orang tua dan bahkan tinggi badannya terus saja bertambah berbeda dengan lusi yang bertambah gemuk namun tingginya hannya segitu saja.


Dan yang memasakan untuk mereka adalah Andre ia juga yang menyuapi Gafin, sebenarnya lusi yang melihat hal itu sebenarnya luluh namun, Egonya masih tinggi membuatnya masih ragu akan perasan ini.


Setelah makan mereka pulang dan Gafin pun tertidur di pangkuan Lusi dan selama perjalanan tak ada pembicaran.

__ADS_1


Hingga sampai di lampu merah andre memberanikan diri untuk berbicara.


"Lusi, sebelumnya aku minta maaf dulu. Karna kebodohan ku dulu putra kita..."


Beluam selesai Andre berbicara lusi langsung menyelanya "Tak perlu di bahas lagi luka lama. Langsung saja ke intinya."


Andre tersenyum "Kau benar, akukan langsung ke intinya saja. Marai kita menikah lagi."


Lusi terkejut laku menoleh pada andre"Apa kata mu tadi."


"Ayo kita menikah."


Lampu pun berubah hijau lalu andre menjalankan mobil "Bagai mana jika aku tak mau."


Andre tersenyum "Maka aku akan terus mengejarmu sampai bisa mendapatkan hati mu kembali."


Lusi memalingkan wajahnya dan tak mau melihat andre ia melihat jalan "Urungkan saja niat mu, karna kita takan pernah bisa kembali bersama lagi. Lebih baik kamu mencari wanita baru saja, dan jika kamu mau menemui Gafin aku takan melarang mu."


Andre merasa pedih pada hatinya mendengar hal itu namun ia tak mau menyerah "Aku bersumpah sampai mati pun aku takan menikah lagi kalu tak bersama mu."


Lusi yang mendengar hal itu terkejut lalu menoleh padanya "Apa maksud mu.."


Andre segera menepikan mobilnya lalu ia menoleh pada lusi dan pandangan mereka saling memandang satu sama lain.


Lalu andre tampa aba-aba langsung mendekat bibirnya pada bibir lusi.


Dan lusi yang sandar mencoa  nenghindar namun andre menarik  lehernya lalu ia pun men*ium lusi dalam kondosi Gafin masih dalam pelukan Lusi.


Lusi sempat menolak ciu*an itu namun Andre dengan mudahnya memasukan li*ahnya ke dalam mulutnya dan terjadilah ciu*an panas antara andre dan lusi.


Sedangkan lusi yang awalnya melawan akhirnya menyerah lalu mulai menikmati ciu*an itu dan mulai hanyut dalam arus, begitu juga dengan Andre ia terus membut lusi nyaman sehingga wanita itu tak berani berontak.


Perlaham tangan nakalnya mele*as dua kan*ing atas lusi lalu perlahan ia melepaskan ciu*an mereka lalu men*ium leher lusi sedangkan lusi yang tak tahan karna hampir saja mengelurkan suara, segera menutup mulutnya dengan satu tanganya.


Setealah berhasil membuat bekas lalu andre segera meleps ciu*annya lalu ia memperbaiki kerah baju lusi sambil tersenyum menggoda sedangkan lusi langsung menutup matanya dengan satu tanganya karan malu jika melihat ekpresi andre saat ini.


"Lihat kamu saja menikmati ciu*an ku, apa kamu merindukan ciu*an manis ku."


"Berisik cepat jalankan mobilnya."


Lusi masih tak berani melepas matanya sedangkan Andre pun segera menjalankan mobilnya dengan gembira.


Sesampai di rumah andre terlebih dulu mengangkat Gafin ke tempat tidurnya tak lupa sebuah kecupan manis di kening anak itu.

__ADS_1


Sedangkan Lusi terus melihatnya dari luar kamar tak lama andre membalikan bandannya lalu ia berjalan ke luar.


"Aku pulang dulu.."


" ya."


Lalu lusi mengantarnya sampai keluar dan pada saat andre menaiki mobil ia terlebih dahulu melirik lusi lalu ia melambaikan tangan sambil tersenyum namun lusi tak mau membalasnya dan hanya mengabikannya.


Namun hal itu tak membuat andre menyerah untuk mengejar lusi.


"Suatu hari aku pasti akan kembali mendapatkan cinta mu."


Lalu ia pun berangkat pergi, setelah kepergian andres rumah itu kembali sunyi karna Gafin juga sudah tidur, sedangkan mina, Sandre dan Rangga juga belum pulang jadi ia memutuskan untuk melipat pakian di kamarnya.


Dan pada pukul 9 malam mina dan Sadra baru pulang, itu pun Rangga sudah tidur, jadi pada saat sandra mengantar anaknya ke kamar, mina menyempatkan melihat keadaan lusi dan ia menemukan putrinya itu sedang melipat baju.


"Apa dia sudah pulang??"


Lusi mengangguk, lalu mina pun mendekat dan duduk di dekatnya yang sedang melipat baju "Apa dia meminta mu untuk kembali??"


Lusi mengangguk "Tapi aku menolaknya."


Min menghela napas pelan, namun karna lusi sudah mengganti bajunya dengan daster yang cukup lebar dan membut tanda di lehernya terlihat.


Mina sempat terdiam namun ia segera tersenyum "Kenapa kamu menolaknya, seharusnya kamu menerimanya.."


Lusi terkejut dengan jawab ibunya "Mama kan tau bertapa arogannya peria itu, kenapa mama masih membelanya."


"Dari pada kalian main main nanti malah kecoloangn bagai mana, kan malah jadi omongan tetangga ."


"Apa aan sih ma??"


"Jangan pura pira tak tau, itu di leher ku apa aan."


Lusi memegang lehernya "Ada apa dengan leher ku??"


Lalu lusi bangkit dari duduknya dan menuju depan lemarinya yang memiliki kaca besar.


Ia terkejut karna ada bekas tanda merah di lehernya karna ciu*an andre, lusi mulai merasa kesal.


Gumanya dalam hati "Awas saja kamu andre, aku akan menghajar mu nanti."


Sedangkan mina yang melihat hal itu terkekah pelan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2