
Dan piter pun menjalankan mobil kontenernya keluar sedangkan satpam itu tak curiga sama sekali hannya saja ia heran kenapa secepat itu selesainya.
Sedangkan Gafin di dalam lemari mulai merasa ibunya lusi tak kunjung kembali lalu ia keluar.
"Mama..."
Tak ada jawaban dan gafin pun memutuskan untuk keluar dan melihat sekitar.
"Sepertinya mama pergi."
Lalu gafin berjalan ke kamar kedua orang tuanya lalu ia menarik ganggang pintu dengan sekuat tenaganya dan dengan mudah pintu pun terbuka.
Lalu gafin masuk dan mengambil hp ibunya.
Karna hp itu tidak menggunkan kata sandi sama sekali, jadi dengan mudah gafin membuka hp ibunya dan langsung menelfon andras.
Sedangkan andreas di kantor sedang ada miting dengan petinggi yang ada di perusahaan namun karna suara hpnya Radit yang sedang melakukan presentasi tiba-tiba terdiam dan semua pandangan tertuju pada andreas.
"Tuan ada yang menelfon anda."
"Ya aku tau."
Andreas melihat hpnya dan dari panggiln itu bertulis (Istri ku Tercinta♡) "Mama, tumben sekali. Apa kah ada sesuatu yang ingin ia bicarakan."
Lalu andreas menjawab Telfon tersebut.
"Halo sayang ada apa??"
"Papa, cepatlah pulang mama tak ada di rumah gafin takut sediri."
"Loh mama mu ke mana dan kenapa mama mu tak membawa mu??"
"Mama tadi meminta ku bersembunyi dalam lemari dan mama bilang kalok mama gak kembali gafin harus telfon papa."
Andreas yamg mendengar hal itu begitu terkejut, ia lantas bagkit dari duduknya "Apa, gafin tetap di kamar papa, kalok bisa bersembunyilah kembali dalam lemari di dalam kamar sana, sampai papa kembali, oke."
"Kenapa papa."
"Lakukan saja Gafin."
"Baiklah papa."
"Jangan matikan panggilan telfon."
"Baik papa."
Gafin pun segera bersembunyi lagi sedangakn andreas segera berjalan keluar.
__ADS_1
Sedangkan orang-orang yang berada di rungan rapat terkejut atas kepergian mendadak andreas dan tak paham ada apa yang terjadi sedangkan radit berusaha mencairkan suasana.
"Sepertinya terjadi seuatu pada tuan muda kita jadi tuan andreas lebih dulu pulang."
"Tapi tuan radit sebagai mana pun pentingnya itu ia tak seharusnya pergi begitu saja tanpa memberi tau."
"Tuan tuan, hal ini menyangkut masa depat kantor dan jika terjadi sesuatu pada tuan muda apa bapak bapak kira masih bisa duduk di temapt ini."
Seluruh orang yang datang pada rapat itu terdiam.
Sedangkan radit berguma dalam hati "Astaga tuan andreas untuk saja aku masih bisa menenangkan mereka, jika tidak mungkin anda sudah menjadi bahan omongan di dalam sini."
"Baikalah akan saya lanjutkan penjelasan sayam"
Lalu radit pun kembali menjelaskan presentasinya.
Sedangkan andars melajuka mobilnya keyusuri jalan dengan kecepatan tinggi dan saat itu sedang ada razia dan mobil andras yang sedang melaju kencang melewati polisi yang sedang bertugas lantas di kejar oleh polosi
Dan sepanjang jalan terdengr suara sirine mobil polisi nanun andras tak menepi sama sekali.
Hinga sampai di mansiom satpam yang melihat mobil andreas akan masuk, langsung membuka pagar namun mengejutkannya bukan hannya andreas namun juga ada polisi yang masuk.
Andras menghentikan mobilnya di depan rumah begitu juga polisi yang mengikutinya, lalu ia menghampirinya "Tuan berhenti.."
Andreas tak peduli justru masuk ke dalam rumah dan polisi yang mengejarnya tadi berjalan cepat melewatinya lalu mencegatnya.
"Tuan berhenti, jangan karna anda anak pejabat anda akan seenaknya begini."
"Jangan mengada ada anda."
"Saya tak mungkin berbohon istri saya sedang hamil dan anak saya sedang bersembunyi dalam lemari kamar saya."
Tak lama terdengar suara dari Hp andreas yang masih tersambung di hp Lusi.
"Papa, apa papa ada di luar."Polisi itu terdiam.
"Ya papa ke sana."
Lalu andras segera berjalan melewati polisi tadi sedangkan polisi tadi mengikitinya dari belakang dan andreas masuk ke dalam kamar.
Andreas mematikan pangilan itu "Gafin ayo kelur ini papa di luar."
Lalu terdengar suara pintu lemari terbuka dan gafin berlari dari dalam lemari dan lngsung memeluk andreas.
"Papa apa yang sebenarnya terjadi dan di mana mama,lalu mama di bawa ke mana."
"Tenang lah ."
__ADS_1
Andreas mengangkat gafin lalu ia berjalan ke keluar dan di ikuti polisi itu lagi dan mereka masuk ke ruang kerja andras dan dari sana andras memeriksa CCTV dan terlihat lah seorang peria bermasker masuk.
Dan terlihat juga ia masuk-masuk tiap kamar namun ia tak membawa barang apa pun.
Lalu ia naik keatas dan memeriksa kamar yang ada di atas, tak lusi kelur dan menghampiri peria tadi entak apa yang mereka bicarankan hingga mereka turun dan terjadi pembicaraan lagi.
Namun ada ending saat lusi akan kabur namun langsung di tahan oleh peria tadi dan lusi menepis tanganya dan saat akan kalur ia segera di tangkap dan mulutnya di tutup olah sesuatu hingga lusi tak sandarkan diri dan pingsan.
Andras yang melihat hal itu begitu marah sedangkan polisi tadi terkejut.
"Saya akan melapor ke pimpinan saya untuk menyelidiki hal ini, sekarang mari selesai kan masalah SIM dan KTP anda dulu."
Andras menghela napas pelan lalu ia mengambil dompetnya dari kantong dan memberikan KTPnya dan surat izin mengemudinya.
Lalu peria tadi mengambil KTP andras beserta surat izin mengemudinya dan membacanya.
Setelah selsai ia pun menelfon pimpinannya di kepolisian dan menjelaskan situsai yang terjadi.
"Baiklah tuan akan saya sampaikan."
Lalu panggin berakhir dan polisi tadi menoleh pada andreas.
"Tuan, tunggulah sebentar para petugas polisi akan segera kemari dan CCTV yang ada sekitar sini juga sedang di periksa.
Saya pamit kembali dulu."
Lalu peria tadi pergi sedangkan andras mulai merasa frus tasi namun tiba tiba terdengar suara satpam rumahnya yang ada di luar.
"Tuan apa yang sedang terjadi kenapa ada polisi."
Andreas menoleh padanya dengan tatapan tajam ia sangat marah karna satpam rumahnya yang tak menyadari penculikan itu.
"Apa kamu tau nona mu sudah di culik."
Satpam itu terkerjut"Apa..., bapak tidak bercanda kan."
"Untuk apa saya bercanda, apa kamu tau gafin dari tadi hannya sediri di rumah Dan mana pelayan lainnya!!".
Satpan tadi yang mendengar gertakan andreas seketika ketakutan.
"Maaf tuan, tadi pagi mereka meminta izin pada nonauntuk keluar setelah pekerjaan mereka selesai."
"Apa.., tapi kenapa semuanya yang harus keluar, tak bisa kah satu atau dua tinggal, kan besok masih bisa dan jika sudah begini lalu bagai mana!!"
Satpam tadi di buat tak dapat berbicara dan andreas yang sangat kesal berbicara dengan tegas "Sekarang kamu telfon mereka suruh kembali."
"Baik tuan."
__ADS_1
Lalu satpam tadi langsung pergi sedangkan andreas ia tampak masih marah, berbeda dengan gafin yang memeluk andreas erat karna ia juga ketakutan ketika mendengar suara ayahnya yang meaninggi.
Bersambung......