Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Minta Maaf


__ADS_3

Pada saat andreas kembali dari toilet dan ia menemukan lusi yang menutup wajahnya dengan selimut karna ia tak mau melihat andreas dan ia terlihat memalingkan wajanya.


Andras terdiam ia kembali ke tempat duduknya lalu ia kembali kentup sampingnya dan ia masih memikirkan perkataan Chen tadi


"Apa maksud Peria tadi, jika lusi lama di Toilet bukan karna berdua bersamanya namun karna pintunya dia tahan oleh seseorang, Tapi oleh siapa??.


Apakah di dalam sini ada orang yang membenci ku."


Andras terdiam memikirkan hal yang terjadi berberapa menit lalu.


Felesbek on


Andreas yang tidur tiba tiba terbangun karna pundaknya di tepuk olah sesorang.


Pada saat ia mbuka mata ia terkejut melihat Piter.


"Piter, astaga apa itu kamu??, Apa yang mau kamu bicarakan??"


Piter tersenyum "Apa istrimu yang pergi ke Toilet itu??"


Andreas mengangguk "Ya, memang kenapa?"


Piter mengelurkan Ekspresi terkejut "Wah benarkah, aku sangat terkejut ketika melihatnya bedua dengan peria lain."


Andreas yang mendengar hal itu terkejut lantas ia bangkit dari duduknya "Apa maksudmu??"


"Dia di ke Toilet bersama peria asing, entah apa yang mereka lakukan aku tak tau.


Namun yang jelas aku sangat menyayangkan perbuatanya di tempat seperti ini."


Andre mengepalkan tangannya lalu berjalan tergesah gesah melewati piter dan pada saat samapi di toilet ia terkejit ketika melihat lusi berpelukan dengan Chen.


Dan terjadilah perdebatan di sana yang membuat Andreas salah persepsi mengenai lusi sehingga wanita itu pun menamparnya dan pergi meninggalkannya sedangkan chen menjelaskan apa yang terjadi pada lusi, lalu segra pergi juga.


Flesbek off


Guma andreas dalam hati 'Jika benar apa yang di katakan peria itu, lalu siapa orang itu, apa piter??.'


Tapi setau andreas piter itu orangnya sangat baik, karna selama perjodohan dengana adiknya sabrina peria itu selalu memperlakukannya dengan baik.


Andres menoleh pada lusi di sebelahnya "Lusi apa kamu mendengar aku??"


Lusi tak menjawab namun masih terdengar suaranya yang sesegukan setelah menangis.

__ADS_1


"Aku tau kamu pasti tak bisa tidur sama seperti ku, aku minta maaf karna sudah berpikiran buruk pada mu.


Aku juga minta maaf pada mu karna tak bisa menahan amarahku saat itu sehinga aku tak mendengar penjelasan mu dulu."


Lusi menarik selimutnya lalu ia menatap wajah andras dengan mata yang berkaca kaca.


"Tak apa, aku juga minta maaf karan sudah menampar tuan ."


Lusi memegang pipi Andreas yang memerah karna tamparannya, Andreas tersenyum lalu ia menarik lusi ke pangkuanya sehingga wanita itu kini diduk di pangkuanya.


Lusi tak hentinya memegang pipi andreas "Apa masih sakit??"


Andras tersenyum pada lusi"Sudah jangan bersedih lagi ini tak papa kok dan ini tak sebanding rasa sakit hati mu karna kata-kata ku tadi."


Andreas mendekatkan kepala lusi pada dadanya lalu ia megecup puncak rambut lusi "Tidurlah, satu jam lagi kita akn sampai jadi kamu tidurlah dulu nanti setelah sampai akan aku bangunkan."


Lusi mengangguk lalu ia pun memutuskan untuk tidur dalam pelukan Andreas.


...***...


Pada jam 6 pagi karna hari minggu jadi Lukman menikmati paginya di teras rumah dengan segelas cangkir kopi dan satu buah koran yang ia baca.


Tak lama dari belakang sorang peria paruh baya datang dan langsung duduk di sebelahnya dan ia segera mengelurkan rokoknya lalu ia pun menyalakan koreknya dan langsung membakar ujung rokoknya dan ia langsung  menghisapnya.


Lukman menghela napas pelan "Kurangilah rokok mu itu tak baik bagi kesahtan mu."


Lukman melirik anaknya "Haris jaga omongan mu itu, sudah dewasa masih saja kamu belum bisa menjaga omongan mu itu."


"Aku merasa jika aku telah gagal mendidik anak-anak ku."


"Memang ada apa lagi??"


"ayah pasti sudah tau jika aku punnya ber-berapa. Mata-mata untuk mengintai gerak gerik Anak anak ku. Dan info yang aku dapatkan dari mereka, begitu mengecewakan ku.


Rupanya sudah satu bulan lebih ini Andreas berselingkuh dengan mantan tunangannya Zahra dan mereka bahkan pernah sekaki check in di sebuah hotel.


Padahal disitu ada Reno namun anak itu tak marah sama sekali, enatah apa hal licik yang ia rencakan lagi untuk menjebak kakaknya."


Lukman menjawabnya "Itulah karma, sepertia apa yang kamu lakukan pada teman lama mu di mana kamu diam diam berselingkuh dengan Melani di saat kamu masih bersetatus suami mamanya Andreas."


"Mungkin saja ayah, aku sangat menyesali hal itu. Aku kehilangan seorang wanita yang mencintai ku dengan sepenuh hati dan mendapatkan seorang wanita yang mencintai harta ku saja."


Lukman membalikan korannya "Sudah lah jangan banyak pikiran jika kamu tak mau mati sebelum cucu mu lahir??"

__ADS_1


Haris menoleh pada ayahnya "Apa maksud ayah, cucu??"


"Satu minggu lalu aku mendapt pesan dari lusi yang kengabarkan tentang kehamilannya, namun ia belum berani mengatakan kehamilannya pada andreas karna dia juga sudah tau mengenai perselingkuhan Antara andreas dan Zahra yang membuatnya ragu untuk mengatakannya."


"Kasian sekali gadis malang itu."


"Tenang saja aku dan dia sudah menyiapkan rencana, mungkin malam nanti mereka akan ke sini untuk membawakan oleh oleh pesanan ku."


Haris menghela napas pelan "Akhirnya aku akan mrmiliki cucu juga."


Lalu Haris pun mematikan rokoknya dengan menekan ujungnya di dalam asbak rokok hinga padam  padahal baru saja ia menyalakannya.


Dan lukman sadar itu dan ia sedikit tersenyum.


...***...


Sedangkan di apartemen andteas dan lusi tengah makan siang dan lusi mulai merasa lelah ingin sekali ia manja bersama andras namun peria itu terlihat sibuk menelfon d


Seseorang yang sudah pasti itu adalah Zahra.


Dan lusi mendapat kabar dari kakek lukman jika wanita itu sedang berlibur ke Bali bersama ibu tiri suaminya.


Guma lusi dalam hati "Untung saja dia pergi berlibur jadi takan ada wanita yang akan mengganggu iman sami ku lagi."


Tak lama terdengar suara bel rumah lalu lusi segera bangkit dari dudknya lalu segera membuka pintu,rupanya tukang paket yang mengantar paket untuk lusi.


"Apa saya saat ini bersama nona lusi??"


Lusi mengangguk lalu peria itu memberikannya sebuah kardus "Ini ada paket untuk anda."


Lisi terlihat bingung "Aku sama sekali tak memesan apa pun??, apa anda tidak salah antar??"


Peria itu menggeleng "Ini sudah sesuai dengan alamat yang tertera."


Lusi tak terlalu berpikran macam-macam lalu ia menerima paket itu, pikirnya lagi mungkin dari kakek lukman.


Lalu tukang paket itu pun segera pergi sedangkan lusi nembawa paket itu ke dalam rumah, dan ia sedikit terjejut karna ada banyak lubang di sekitar kotak kardus itu .


Ia yang penasaran segera kengambil sebuah kater lalu membuka kotak itu dan pada saat kotak itu terbuka seketika kepala ular lah yang keluar.


"Aaaaa...." lusi berlari menjauh dari kotak itu.


Sedangkan andreas yang terkejut ketika mendengar suara teriakan lusi lantas menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Lusi ada apa??"


Bersambung.....


__ADS_2