
Lusi di antarkan ke ruang rapat andreas dan ia bertemu andreas di sana bersama dengan seorang peria dan terliaht seusia dengan suaminya.
"Permisi.."
Mereka menoleh pada lusi "Hay sayang.."
Lusi tersenyu pada andre "Apa kamu sudah makan??"
Andre menghampiri lusi "Sudah."
"Dan bagai mana jalan-jalannya tadi hari ini."
"Menyenangkan. Siapa yang bersama mu itu."
peria itu bangkit lalu menghampiri lusi juga "Halo nona,."
Andreas menoleh ke belakang "lalu ia merangkul tubuh lusi mendekat padanya.
"Kenalkan Ini istri ku lusi dan anak laki laki yang di sebelah istri ku itu anak ku Gafin."
Peria itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya "Jonatan."
Lusi membalasnya "Lusi."
Namun saat lusi akan melepas kan tangannya namun sedikit kesulitan karna tangannya di pegang erat oleh Jonatan.
Jonatan tersenyum pada lusi dan sedikit merayunnya dan sebuah kedipan mata.
Lusi mengela napas pelan lalu ia menatap tajam peria itu "Lepaskan tangan saya tuan jonatan anda terlalu memegang erat tangan saya."
Jonatan langsung melepas kan tangannya "Astaga Andras istri mu ini sama sekali tak tergoda pada ku, padahal setiap wanita yang aku gitukan selalu berhasil memikat mereka."
"Jangan pernah membandingkan istriku dengan mereka, Karna Jelas sekali berbeda."
"Tapi kalok boleh jujur istri mu cantik sekali, andai saja aku lah peria pertama yang bertemu dengannya mungkin sudah ku nikahi dia."
Tak lama terdengar suara gafin "Mama gafin ngantuk."
Lusi menoleh ke bawah "Bisa kah kita segera pulang."
"Tak usah di sebelah ruangan ku ada kamar yang bisa kalian gunakan untuk istirahat."
"Kalok gitu aku ke ruangan itu saja dulu, karna aku perlu menidurkan gafin dulu."
"Ayo kita bersama-sama pergi cantik aku jugakan menemani mu."
Sontak Andreas menahan Jonatan lalu ia pun menatap tajam Jonatan "Udah aktingnya sudah selesai gak usah ganggu istri saya lagi."
"Andreas rasanya aku belum mau berhenti kalok dia beluam ia luluh karna rayuan ku."
"Dasar buaya, sana pulang lah ke tempat asal mu , rapat kita sudah selesai."
"Hey andreas jangan begini aku juga ingin berbicara lama dengan istri mu."
"Sudah gak ada bicara-bicara lagi sana pulang."
Saat mereka berdebat lusi sudah keluar dari ruangan rapat itu dan bertemu willy di luar tengah berbicara dengan Radit.
"Radit antarkan aku ke ruangan istirahat tuan mu."
Radit menoleh pada lusi.
"Baik nona."
"dan kamu Willy, kembalilah pulang dulu."
__ADS_1
"Baik nona."
Lalu radit langsung mengantarkan lusi dan gafin ke ruangan itu sedangkan willy kembali pulang.
Ruangan itu berada di sebelah ruang kerja andreas dan di dalamnya ada kamar mandi dan juga ada lemari pakaian beserta kasur.
"Apa dia sering tidur di sini."
Gafin yang sudah mengantuk berjalan ke arah kasur dan langsung menaiki kasur.
"Mama ayok sini."
"Ia mama ke sana"
Lusi menghampiri anaknya lalu berbaring di sebelahnya dan anak itu pun memeluknya, karna gafian tak bisa tidur jika belum memeluk ibunya.
Dan perlahan anak itu mulai tertidur dan lusi yang juga kelelahan malah ikutan tertidur.
Dan setengah jan kemudian pintu kamar terbuka rupanya andreas, ia bisa datang karna jonatan sudah pulang namun sayang istri dan anaknya sudah tidur padal ia tadi mau menemani anaknya Gafin tidur juga.
"Astaga mereka udah tidur."
Andre tersenyum lalu ia menutup kembali pintu kamar.
"Bagai mana tuan??"
"Sudah tidur,jangan biarkan siapa pun masuk ke ruangan ini kecuali aku."
"Tuan meminta saja berjaga di sini."
"Meja kerja mu itu ada di luar tentu saja hannya kamu saja orang yang bisa melihat orang yang akan masuk ke ruangan ini."
"Baik tuan akan saya lakukan."
Lalu andreas segera meninggalkan Radit dan masuk ke ruangannya.
Jadi andre menghadap ke depan dan ia terkejut karna di depannya bukan lusi melainkan Gafin.
"loh Gafin mama mu mana??"
gafin masuk lau ia menutup pintu "Mama masih tidur."
"benarkah."
Andreas menghentikan aktifitanya lalu ia menghampiri anaknya.
"Apa gafin lapar??"
gafin mengangguk sedangkan andre yang mendapat jawaban itu lantas tersenyum
"Baiklah papa perbaiki dulu barang papa baru kita pergi."
Gafin mengangguk lagi andre bangkit dan menghampiri mejanya dan segera memperbaiki meja kerjanga yang berantakan.
Setelah selesai ia kembali menghampiri anaknya namun kali ini ia membawa kunci mobil, dompet dan hpnya.
"Ayo kita bangunkan dulu mama mu."
Gafin meraih tangan andre lalu mereka berjalan beriringan keluar dari ruangan dan di luar andreas terkejut melihat Rafit rupanya Radit sedang tertidur.
"Astaga Radit rupanya kamu tidur, pantas saja gafin datang sendiri."
"Apa kita perlu membangunkan om juga."
"Nanti saja kita bangunkan dia, lebih biak kita bangunkan dulu mama mu."
__ADS_1
"Oh baik papa."
lalu andre dan gafin kembali ke ruangan istirahat itu dan saat masuk mereka menemukan lusi yang masih tertidur.
Andreas melepaskan tangan gafin lalu ia menghampiri kasur lalu ia duduk di pinggir kasur tepatnya di sebelah lusi.
Ia tersenyum melihat lusi yang tidur begitu pulas.
lalu andreas membelai wajahnya pelan "Sayang ayo banguan ini sudah Sore Hari."
perlahan mata lusi terbuka "5 menit lagi."
Lalu lusu kembali menutup matanya yang membuat andre terkejut "Loh kok malah tidur lagi."
Andreas menepuk wajah lusi "Sayang bangun gak baik ibu hamil tidur di sore hari."
lusi kembali membuka matanya namun kali ini ia membuka matanya, namun karna masih malas ia masih dalam posisi ber-baring.
"Jam berapa ini??"
Andras melirik jam tangannya "Sudah jam 17.45."
"Oh."
Tak lama terdengar suara gafin "Mama ayo banguan gafin lapar pengen makan."
"ia nanti mama masih capek."
"yaudah bagai mana kita pesan makan aja, dan kita makan di sini."
lusi mengangguk "Boleh."
andreas membuka hpnya "Biar aku pesan makanan."
"Request makanan jepang."
"Baik lah aku kan memesan berberapa, untuk mama teriyaki saja,dan untuk gafin mau kayak mama atau mau kayak papa makan ramen??"
"Ramen itu seperti apa ??"
"Kemarilah biar papa kasih tau kayak mana ramen itu."
gafin yang melihat gambar itu sedikit tertarik "Gafin mau kayak papa aja"
"Yaudah jadi ramennya 3, dan satu paket sushi sepertinya bagus.
Dan untuk minumnya mama mau apa??"
"Air putih saja.."
"gafin mau ice krim."
"yaudah papa pesan ice krim buat gafin dan untuk minum mungkin tak usah, karna lebih sehat mimum dengan air putih."
dan selesai andre memesan ia pun merebahkan tubuhnya di sebelah lusi "Akhinya selesai juga."
Gafin menaiki tubuh andre "Papa, Gafin pinjam hp papa."
"Kamu mau apa??"
"Mau nonton."
"Papa kasih tapi nontonnya jangan dekat dekat. Mata"
"Baik papa."
__ADS_1
Lalu andre memberikan hpnya pada Gafin lalu anak itu turun dari tubuhnya dan berbaring di sebelah lusia.
Bersambung.....