
Pada pukul 10 pagi lukman menyuruh willy untuk menjemput lusi agar bisa tinggal bersamanya di mansion utama namun ketika sampai di depan apartemen,tempatnya cukup sunyi menurit Willy.
"Apa nona ada di rumah??"
Williy menekan bel rumah namun aka ada yang keluar.
"Mungkun non sedang pergi berbelanja di luar, aku akan menunggunya di dalam saja."
Lalu willy membuka rumah itu dengan kode yang Lukman beri tau. Lalu rumah itu terbuka ia pun masuk dan menunggu di ruang tamu
Satu jam berlalu ia masih positif thinking namun setelah 2 jam kemudian ia mulai was was.
"Nona kemana??, sudah dua jam aku menunggu kenapa ia belum kembali, bukan kah ia seharusnya banyak beristirahat."
Setelah tiga jamnya ia pun nekat memasuki kamar utama dan ruangan itu kosong dan rapi seperti tak ada aktivitas di situ.
Ia berlari ke lemari pakaian pada saat membuka lemari ia terkejut karna tak ada pakaian di dalamnya dan hanya ada pakaian Andreas.
"Sial."
Willy segera menelfon lukman "Tuan, nona lusi sudah kabur dari rumah."
Lukman yang mendengar hal itu terkejut latas dadanya terasa sesak "Cepat cari dia.."
"Baik tuan."
Lalu pangilan itu pun berakhir.
Sedangkan Lukman segera memegang dadanya "Astaga lusi kamu dimana.."lukman terlihat begitu hawatir.
...***...
Sedangkan di sebuah apartemen tempat Andreas dan Zahra tinggal, Tempatnya berada di pinggir kota dan kini mereka berdua sedang berada di ruang tengah.
Andreas kini tengah duduk di sofa dan zahra berbaring di pahanya.
"Sayang ada yang mau aku omongkan sama kamu."
"Soal apa??"
__ADS_1
"Misalnya jika aku sudah resmi bercerai dengan Zahra apa kamu juga akan menceraikan Reno??"
Zahra ternyum "Tentu saja."
Guamnya dalam hati "Aku takan pernah mencerikannya, bersama dia tak pernah ada aturan sedangkan bersamu selalu saja ada aturan aku tak mungkin menjadi wanita bodoh yang mau menikah peria yang tukang ngatur seperti mu."
Andreas yang mendengar lantas bahagia namun tiba tiba ia teringat dengan anaknya yang kini tenang lusi kandung.
"Dan, apa kamu juga mau menjadi ibu sambuang untuk anak ku ."
Zahra yang mendengar hal itu terkejut ia lants bangit "Apa maksud ibu sambung untuk anak mu??"
"Jadi kemarin saat aku berbicara dengan lusi ia mengatakan jika dia sekarang sedang mengandung anak ku. Aku mau ketika anak itu lahir kitalah yang mengasuhnya tak papa kan."
Guma zahra dalam hati 'Lu kira ini tempat penitipan anak, yang dengan mudah lo seenaknya mau membawa anak mu dari wanita sialan itu.
Tapi sudahlah demi harta aku harus bisa membuatnya percaya pada ku, sampai Reno menjemputku, aku takbisa dirumah seperti ini terus aku butuh healing."
Zahra mengangguk "Tak papa,anak mu anak ku juga."andreas terlihat bahagia lalu ia memeluk Zahra.
"Terima kasih sayang."
Zahra berusaha tersenyum walau sebenarnya ia jijik dengan Andreas.
Apa lagi ketika mereka tau kabar dari Radit kalok lusi tak bisa berbahasa inggir dan tak mungkin ia lari ke jerman membuat orang orang yang lukman kirim tadi di bawa kembali lagi dan fokus mereka sekarang mencari di sekitar kota.
Sedangkan andreas yang kini bahagia setelah bercerai ia sengaja mampir ke toko bunga untuk membeli bunga dan toko periasan untuk membeli cincin.
Ia berencana untuk melamar Zahra, sesampai di rumah ia terkejut karna ada Sebuah mobil lamborghini milik Reno di sana.
Ia takut jika Zahra akan di apa-apakan oleh Reno segera turun dari mobil lalu segera menuju apartemennya.
Pada saat pintu terbuka terlihat berberpa wartawan didalam rumah yang sengaja Reno bawa dan kini Zahra terlihat di peluk olah Reno di ruang tamu dan zahra terlihat menangis.
"Dia memaksa ku untuk lari bersamanya hik.."
Dan seluruh wartawan itu melirik padanya lalu segera menghampirinya untuk meminta keterangan "Tuan andre apa benar anda memaksa nona Zahra untuk lari."
Andreas yang mendapat pertanyan itu lantas terkejut "Siapa bilang. Ini memang keinginan kami."
__ADS_1
Dari dalam terdengar lagi suara Zahra "Bohong, kamu juga memaksa ku untuk menceraikan suami ku kan.. hik, dasar peria berengsek..hik."
Reno merangkul pundak Zahra dan langsung memeluknya, seolah ia lah yang di sakiti saat ini padahal ini semua sudah sesuai sekenarionya.
"Sayang tenanglah, sekarang kita sudah bersama jadi jangan sedih lagi."Reno diam diam tersenyum miring
Dan Andas baru sadar jika dia rupanya sudah di jebak selama ini
Andreas yang tersulut emosi langsung melewati para wartawan dan dengan cepat ia menghampiri reno dan zahra.
"Berani seakali kalian menjebak ku, awas saja kalian.."
Andreas mencba mendekat pada mereka namun ia di tahan oleh wartawan dan andreas sempat memberontak dan karna situasi menjadi tak terkendali pada akhirnya wartawan itu memangila polisi lalu Andars di bawa ke kantor polisi.
Dan dia di minta keterangan olah polisi dan karna berberapa kali ia mengamuk jadi introgasinya cukup lama hingga pada jam 1 malam Haris datang kenjemputnya dan setelah berbicara dengan polisi selama satu jam pada akhirnya Haris di perbolehkan untuk membawa andreas pulang.
Haris sama sekali tak mau satu mobil dengan andreas ia sangat membenci anak itu hingga sampai di depan mansion pada saat andreas turun dan haris yang sudah lebih dulu turun menghampirinya lalu satu tinju pun berhasil mendarat di pipi andreas hingga anak itu terjatuh ke tanah.
"Apa ibumu pernah mengajarkan ku untuk menyakiti wanita.
Mungkin sekarang ibumu di surga kini tengah menangis melihat tingkah laku mu yang seperti ini."
Andars merasa bersalah dan menyesal karan sudah menceraikan lusi.
"Andreas salah pah, hajar saja andreas pah."
Haris tersenyum miring lalu ia menarik kerah andreas hingga anak itu bangkit lagi lalu ia bertubi tubi memukulanya dan taka ada satupun orang yang mau menahan haris hingga terdengar suara lukman.
"Haris sudah, kamu menghajarnya sampai mati pun ia takan kembali."
Wajah andreas kini di penuh lebam dan ada darah yang mengalir dari hidung dan mulutnya namun ia masih sadar.
Haris menghempaskanya ke tangah lalu ia masuk ke dalam rumah tanpa mempedulian putrnya sedangkan Lukman menatap kecewa padanya.
Andreas merangkak ke kaki Lukman "Kakek maafkan Andreas kek, andas salah."
Lukman tak mau menatap wajahnya "Jangan minta maaf padaku, minta mamaaf lah pada istri dan anak mu serta Radit yang sudah kamu lukai."
Andreas menangis dan lukaman berusaha tak mempedulikannya dan memutuskan untuk meninggalkanya di luar.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian hujan deras turun di malam ini dan andreas pun menangis untuk pertama kalinya setelah sekian lama sudah tak pernah menangis setelah kematian ibunya.
Bersambung....