Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
To The Point


__ADS_3

Besoknya andre dan Sandra datang namun kali ini mereka datang dan mereka terlihat banyak membawa hadian.


Yang andre siapam untuk putranya dan Rangga, mereka sangat gembira lalu mengajak main andre dan Haris sedangkan di rumah saat itu hannya ada Mina, lusi dan 2 pekerja yang menjaga rumah karna Sandra harus ke pelabuhan lagi unyuk mengambil ber-berapa setok barang yang sudah di pesannya dan baru sampau hari ini.


Berbeda dengan lusi ia begitu kesal karna andre datang lagi, padahal ia sangat berharap untuk tak bertemu dengannya lagi setelah kejadian malam tadi yang membuatnya malu di hadapan ibunya.


Pada saat jam 12 siang Haris berencana mengajak cucunya dan rangga unyuk makan di luar, begitu juga dengan Mina namun wanita paruh baya itu menolak karna ia lelah dan ingin istirahat.


Sedangkan di dua orang tadi menjaga toko menggantikan lusi. Jadi ketika haris melewati Lusi ia berencana untuk mengajaknya "Lusi papa mau mengajak Gafin dan Rangga makan kelur apa kamu mau ikut??"


Lusi tersenyum "Boleh pa,kalok gitu lusi kedalam dulu untuk mengambil dompet lusi."


"Gak usah, nanti papa juga yang akan bayar sekalian ada hal penting yang mau papa bicarakan dengan mu."


Lusi pun mengangguk saja, ia kira Andre dan Radit tak akan datang rupanya mereka juga datang yang membuat lusi mulai merasa kesal.


Sedangkan di luar padahal mereka membawa dua mobil namun mereka pergi kalia ini malah pakai satu mobil saja jadi otomatis harus ada yang duduk di tengah.


Lusi kira ia akan dengan Haris namun bertapa sialnya ia hari ini , rupanya andre lah yang di sebelahnya sedangkan Radit ia lah yang menyupir dan Haris duduk di sebelahnya sedangkan rangga dan gafin di kursi tengah bersama mereka.


Lusi sama sekali tak mau menoleh pada andre  ia hanya menatap jalan sedangkan andre ia ingin mengajaknya bicara namun ketika melihat reaksinya seperti itu membuatnya mengurungkan niatnya  lalu menghadap ke depan.


Pada saat matanya tertuju pada kaca sepion dalam mobil ia dapat melihat haris memberi semangat padanya yang membutnya kembali bersemangat lagi.


Ia menoleh pada lusi dan "Lusi sepertinya kamu berbeda hari hari ini, kamu lebih terlihat sangat cantik hari ini."


Andre yang langsung to the point membuat lusi menatap kesal dia "Apa maksud kata kata mu itu, apa karna pakaian yang ku yang kemarin besar yang membut aku jelek di mata mu dan karna hari ini aku memakai pakaian ketat ini kemu mengatakan hal itu!!, dasar cowok mesum."


Haris mengeleng gelengkan kepalanya memang putranya itu tipekel orang seperti mendiang ibunya yan tak suka basa basi dan langsung to the point ketika berbicara.


Radit langsung membantu tuannya dengan meluruskan maksud Andre.


"Tuan tak bermaksud mengatai anda karna pakaian ada hari ini namun karan memang kemarin anda terlihat cantik namun hari ini anda lebih terlihat cantik lagi dari kemarin .

__ADS_1


Walau nona tak memakai pakaian yang sekrang saya yakin tuan pasti akan terap menganggap nona cantik karna di mata tuan nona itu tetaplah orang yang paling cantik yang pernah ia miliki."


Lusi yang mendengar hal itu sedikit malu lalu memalingkan wajahnya.


Sedangkan andre ia merasa senang, untunya andre bisa menyampaikan apa yang ia rasakan setiap ia melihat lusi.


Akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang menjual berbagai jenis sate lalu mereka semua turun dan menuju tempat itu.


Lalu Haris memesan berberapa dan selagi meunggu ia ingin berbiacara serius dengan lusi .


Ia sengaja meminta Radit dan Andre untuk membawa Gafin dan Rangga untuk membeli ice krim yang kebetulana ada toko yang menjual di seberang resoran itu.


Setelah kepergian mereka baru haris mulai berbicara seris pada lusi "Begini nak, sebenarnya besok papa , andre, dan Radit akan berangkat kembali karna di sana masih banyak pekerjaan."


Lusi yang mendengar hal itu terkejut sekali gus bahgia karna dia tak kan bertemu dengan andre lagi namun di sisi lain ia gak menyangka jika Haris akan secepat ini kembalinya.


"Ya, lalu apa yang sebenarnya mau papa bicarakan."


"Kami berencana untuk membawa Gafin juga."


"Apa papa mau.."


Haris langsung brbicara "Tidak, kami tak ada niatan untuk menjauhkan dia dari mu.


Hanya saja kakak mu sekarang sedang sakit keras dan ayah berharap kamu dan Gafin bisa menemuinya untuk terakhirkalinya, karna kita tidak tau usia manusia seperti apa."


Lusi terkejut "Kakek lukman sakit apa??"


Haris menghala napas panjang "Selama dua tahun ini kesehatannya menurun dan ia mulai seriang merasakan sakit pada kepalanya.


Dan pada saat di periksa rupanya ada tumor pada otaknya , dan berapa minggu lalu juga ia di haruskan untuk melakukan oprasi karna tumornya membesar.


Namun ia menolak, kami sudah berusaha membujuknya namun ia tetap tak maun, dan ayah berharal jika kamu yang membujunya mungkin saja dia akan mau melakukan oprasi itu."

__ADS_1


Lusi yang mendengar hal itu terkejut, ia terdiam sejenak dan memikirkan perkatan Haris.


Guanya dalam hati "Kasihan sekali nasip kakek, aku harus bisa menjenguknya karna dia jugalah orang yang selalu baik pada ku dulu."


Lusi menoleh pada Haris "Biklah saya dan Gafin akan ikut, tapin kami tak bisa lama lama di sana."


Haris yang mendengar hal itu terlihat bahagia "Benarkah, tak masalah jika kamu cuman datang sebentar."


Tak lama pesanan mereka sampai dan di susul kedatangan Gafin ,Rangga,andre dan Radit.


Lalu andrs mendudukan Gafin di tengahnya dengan lusi sedangkan Rngga duduk di tengahnya Radit dan Haris lalu mereka mulai makan.


Andre tak bisa diam karns dia juga harus melepaskan Daging sate dari tusuknya agar putranya bisa makan dengan baik.


Begitu juga dengan lusi ia sibuk menyuapi Gafin, padahal anak itu bisa saja makan sendiri namun di pikiran lusi dan andre mereka harus tetap membantunya agar dia tak kesulitan.


Lusi melirik putranya"Gafin apa kamu mau nambah lagi nak??"


Gafin menggeleng"Udah, gafin mau makan ice krin lagi."


Andre mengambil tisu yang ada di atas meja lalu melap mulut anaknya "Apa gafin mau minum dulu??"


Gafin mengangguk lalu andre pun membantunya untuk minum sedangkan  haris yang melihat hal itu mulai berbicara.


"Sekarang kalian makan lah."


Andre dan lusi baru ingat jika mereka belum menyentuh makanan mereka sama sekali.


Lalu mereka segera makan namun sesekali mereka melirik Gifin.


Dan setelah makan mereka pun memesan 4 pori lagi untuk Sanda, mina dan dua pegawai yang ada di toko.


Selama perjalanan kali ini lusi dan andre duduk bersampingan sedangkan gafin berada di pangkuan lusi dan Rangga di atas pangkuan Andreas dan tak ada sama sekali pembicaraan di antara mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2