Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Siluet Seseorang


__ADS_3

Di kamar yang gelap andre tengah memadu kasih dengan lusi dan ia terlihat begitu semangat hingga lusi yang berada di bawahnya terlihat tak berdaya.


"Komohon...sudah..aku tak sanggup lagi.."


"Tidak sayang sedikit lagi."


Andre mempercepat perminannya dan ketika ia sudah merasa pada puncaknya dengan sekuat tenaga ia memasuknya ke dalam dan mengeluarkanya di dalam sana.


Andre mencium wajah lusi "Terima kasih sayang..".


Namun pada saat ia mengedipkan mata pertama kali yang ia lihat lusi namun ketika kedipan ke dua yang ia lihat adalah Zahra.


Sontak ia terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.


Andre terlihat berkeringat dan ia mersa basah pada bawahnya.


"Astaga kenapa harus hari ini sih, sialan."


Andre bangkit lalu masuk ke kamar mandi dan ia mandi lagi untuk yang ke dua kalinya, pada saat itu jam menunjuk pukul 12 malam.


Setelah mandi seketika mata andre segar lagi membuatnya tak merasa mengantuk lagi dan memutuskan untuk bekerja di ruang kerja yang ada di mansion itu.


Saat ia ke dapur untuk membuat kopi ia menemukan lusi di dapur juga lau ia menghampirinya.


"Kamu belum tidur??"


"Ya karna aku belum mengantuk.


"Bagai mana denangan mu kenapa kamu tak tidur dan lagi rambutmu basah apa kamu mandi di malam hari."


"Ya.bisakah kamu butkan aku kopi dan nanti bawa aja ke ruangan biasa tempat aku bekerja, kamu tak mungkin lupa walau sudah 5 tahun gak ke sini."


"Buat aja sendiri kan kamu punnya tangan."


"Racikan kopimu lebih enak dari punnya ku"


"Eleh bilang aja lagi males, nanti ku buatkan. Apa mau ku antarkan cemilan juga ??"


"Gak usah."


Andre langsung ke ruangnya sedangkan lusi membutkan kopi untuknya.


20 menit berlalu akhirnya kopinya jadi lalu lusi mengantarnya ke ruangan itu.


"Ini kopi mu."


Lusi menaruh kopi tadi ke atas meja "Kamu lagi mengerjakan apa." Lusi melihat apa yang andre lakukan.


"Aku sedang memeriksa email pekerjaan yang masuk."


"Oh."lusi memutuskan untuk duduk di sebuah sofa yang ada di tengah ruangan lalu ia menyalakan hpnya dan mulai menonton.

__ADS_1


Awalnya posisi windi duduk kini ia beralih berbaring dan ia tak hentinya tertawa padahal sudah malam hari.


Sedangkan andrs memperhatikan dia diam-diam.


Setelah setengah jam lusi punt meletakan hpnya lalu keluar dan pikir andre mungkin dia sudah mau tidur.


Namun ludi balik lagi dengan membwa berapa kue sisa tadi siang dan juga ia membawa berapa cemilan seperti keripik dan kembali berbaring dan mulai menonton.


Andre yang melihat hal itu terkejut "Apa kamu belum mengantuk??"


"Belum."


Lusi menonton sambil tertawa sedangkan andre hannya menggeleng-gelengkan kepalanya karna hanya lusi wanita yang ribut di malam hari.


Tak lama dari arah pintu terbuka dan sontak andre dan lusi menoleh.


"Mama.."


Lusi bagkit dari baringnya "Loh belum tidur sayang, dan dari mana kamu tau mama ada di sini."


Gafin kendekat lalu memeluk ibunya "Gafin takut, kamar kakek gelap dan gafin tadi ikutin mama habis dari dapur."


"Loh bukankah biasanya gafin tidur sama mama dan papa juga gelap gelapan."


"Enggak sama mama."


"Alasan doang, bilang aja gak mau tidur sama kakek."


Gafin menyungutkan bibirnya lalu dari belakang andre menghampirinya "Sini papa antar lagi ke kamar kakek."


"Iya papa, kan kalok pintunya gak di tutup nanti nyamuk masuk."


Pada saat dekat kamar lukman,andre terkejut melihat pintu yang terbuka "Loh itu pintunya terbuka, gafin lupa tutup kalik."


"Ih papa beneran udah gafin tutup pintunya papa."


"Iya iya nanti kita lihat pakai CCTV rumah apa benar anak papa udah menutup kamara atau tidak."


Pada saat mendekat pada kamar andre merasa ada yang aneh karna di atas kasur seperti ada siluet seseorang.


Andre sempat terdiam lalu ia perlahan masuk lalu ia menekan lampu dan pada saat lampu menyala ia terkejut karna dia atas kasur ada Reno yang tengah men*ekik dan lukman terlihat meronta ronta untuk mepaskan.


"Be*engsek."


Andre berlari menghampirinya lalu menrik paksa pakaian reno hinga peria itu terhempas juah dan terkena meja yang ada di sana dan kaca yang ada di atasnya pecah.


Sedangkan gafin yang melihat hal itu terdiam mematung dan mencoba mencerna apa yang terjadi.


Andre menemukan lukman yang kesulitan bernapas "Kakek, tenanglah kita akan segera ke rumah sakit..."Lehernya berubah memar.


"Kakek bertahan lah."

__ADS_1


Saat andre akan mengangkat andre tiba tiba dari belakang terdengar suara gafin yang berteriak "Aaa..papa tolong gafin."


Andre menoleh ke belakang sedangkan reno sekarang sedang mengarahkan pisa*nya pada leher Gafin.


"Jiak kamu berani membawanya maka anakmu yang akan mati."


Andre yang melihat hal itu seketika lemes is bingung harus bagi mana "Apa yang kamu inginkan, tolong lepaskan putra ku."


"Aku ingin kematian kalian semua."


"Kumohon jangan sakiti dia, dia tidak salah. Jika kamu mau membunuh, bunuh saja aku."


"Pelan-pelan saja, setelah dia kamu akan menyusul."


Lukman sudah terengah engah karna oksigen yang ia hirup hanya sedikit.


Tak lama sedikit go*esan pada leher gafin membuat andre dan anak itu yang merintih kesakitan lantas menangis.


"Papa tolong gafin..hik"


Tak lama dari belakang terlihat lusi dan wanita itu memberi kode untuk diam lalu dengan cepat ia melakuka  tendangan Nakka Chagi yaitu terdangan memutar pada jurus taekwondo.


Dan tendangan itu tepat pada leher kiri reno yang membuatnya langsung jatuh ke samping.


Namun karna tendanganya cukup kuat membuat Reno langsung pingsan di tempat.


Lusi menghampiri anaknya "Apa kamu tak papa sayang."


Lusi terkejut dengan da*ah pada leher anaknya sedangkan andre langsung mengangkat lukman "Ayo kita ke runah sakit, tolong ambilkan kunci mobil di kamar ku."


Lusi lantas mengangkat Gafin dan berlari ke kamar andre sedangkan andre mengangkan lukman turun ke garasi mobil.


Darah pada leher gafin memang sedikit namun untuk seukuran anak seperti gafian darah yang keluar itu cukup banyak.


"Mama sakit.."


"Tenang sayang, anak mama pasti kuat."


Sesampi di kamar lusi mengambil kunci mobil dan ia mengambil 3 kunci mobil andre lalu menyempatkan mengambil sebuah kain untuk menutup leher anaknya.


Saat turun ia segera ke bagasi "Kunci mobil yang mana??"


"Yang mana saja."


Lusi menekan salah satu tombo dari 3 kunci itu dan mobik yang terlihat terbuka rupanya mobil lamborghini aventador milik andre.


"Ayo masuk."


Lalu lusi membukakan pintu dan andre memasukan lukman di kusi belakang dan di sebelah lukman adalah lusi yang memposisikan tubuh lukman yang dapat membutnya bernapas dengan baik sedangkan di depan gafin sengaja di ikatkan kain pada lehernya untuk menutip luka pada lehernya.


Sedangkan andre menyertir mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Untunganya gerbang rumah tak tertutup dan dengan mudahnya ia melewati gerbang dan malam itu jalan sangat sunyi membuat andre dengan mudah menjalankan mobilnya hingga sampai ke rumah sakit yang buka 24 jam.


Berdambung...


__ADS_2