
Dan pemakaman di lakukan di jerman karna kebetulan makam dari istri lukman juga di sana.
Dan pada saat pemakaman Zhara dan melani juga ikut namun mereka tak lama setelah pemakaman mereka langsung kembali lagi.
Mereka selaku orang terdekat reno juga sudah di introgadi sebelumnya dan mereka mengatakan tak mengatahui jika reno berencana untuk membunuh lukman.
Namun di sisi lain seorang yang masih di cari polisi untuk di cari keterangangn adalah istri kedua Reno yang juga datang bersama reno ke jerman dan di juga orang yang di curigai membantu Reno untuk bersembunyi.
Dan setelah pemakaman selesai hujan deras mulai turun dan mereka pun kembali ke mansion sedangkan Zahra dan melani ke bandara.
Andre kembali ke kamarnya lalu langsung bersih bersih, karna sekarang ia dan lusi sudah satu ranjang, namun di kamar itu mereka tidur bertiga karna Gafin masih takut sediri.
Di tengah guyuran air shower ia terlihat menatap depanya kosong.
Ia begitu setres setelah kematian lukman, dan ia mulai berfikiran jika dia lah yang pembawa sial selama ini.
Andre mulai berfikir apa sebenarnya yang membuat reno kepikiran untuk membunuh kakek itu semua karna kejadian di rumah sakit saat Reno mengancam ingin membunuh lukman.
Kemungkinan besar Reno membunuh kukman mungkin saja karna tidak juga di berikan hak waris.
Sedangkan hak waris hannya dapat di berikan atas persetujuan lukman karna haris sudah lepas tangan untuk hal itu karna kedua anaknya tak ada yang memenuhi syarat dan ia hannya bisa memberi dukungan pada siapa saja orang yang lukman percayakan.
Dan lukman memilih gafin anak pertama andre untuk meneruskan perusahaan tanpa sepengetahun Melani, zahra, Reno dan tema bisnis kelurga andre.
Dan bahkan sebelum kematiannya, pada saat ia brtemu dengan Gafin iuntuk pertama kalinya ia sudah menyiapkan surat waris yang dimana ia menyatakan gafin sebagai penerus selanjutnya setelah Haris, dan ia akan memegang alih perusahaan ketika usianya sudah dewasa.
"Apa mungkin ia marah karna itu.."
Tak lama dari luar terdengar ketukan "Pa, ayo keluar sudah. Kamu sudah mandi lebih dari 1 jam dan papa haris di bawah sudah menunggu untuk sarapan."
"Ya."
Andre mematikan showernya lalu ia mengenakan bathrobe dan saat keluar ia terkejut melihat lusi dan anaknya sudah berganti baju.
"Kalian sudah mandi."
"Ya kami mandi di kamar sebelah kamu lama di kamar mandi, apa yang sedang kamu pikirkan??"
Andre tak mau menjawabnya "Tak ada, aku ganti baju dulu nanti kita sama sama ke bawah."
__ADS_1
Lusi mengangguk, lalu andre masuk ke dalam rungganti baju dan segera mengganti bajunya.
Baru setelah itu mereka turun, gafi sama sekali tak mau menoleh pada meja makan karna haris dan willy ada di sana.
Dan selama di meja makan gafin duduk paling ujung dan yang dufuk menghadap haris dan Willy hanya lusi dan andre.
"Maaf pa dia masih takut."
"Tak papa, aku tau pasti begitu sulit untuknya melupakan kejadian itu.
"Dan karna kita sudah berkempul ayo kita makan."
Lalu mereka mulai makan dengn obrolan yang sedikit ringan.
"Willy apa keputusan mu apa kamu akan menjadi sekertaris kedua kua,atau kamu memiliki permintan untuk bekerja ke tempat lain, atau kamu mau membangun usaha seandiri."
"Uantuk sebelumnya saya minta maaf karan belum bisa menerima tawaran tuan andre, dan juga selama 6 tahun saya bekerja pada mendiang Tuan Lukman saya sudah cukup sangat terbantu.
Karna bekerja padanya saya bisa menyekolahkan adik adik saya sampai Lulus kuliah padahal saya waktu melamar kerja masih berumur 18 tahun dan tak memiliki pengalaman apa pun.
Dan bagi saya melayani tuan lukman sudah menjadi keberuntungan untuk saya. Dan saya sangat ingin melayani tuan muda kecil selama sisa hidup saya sebagai wujut terima kasih kepada keluarga tuan yang sudah mau memperkerjakan saya, bukankah tuan muda sangat butuh sorang seperti saya sekarang apa lagi pada saat ia di perkenalkan pada publik nanti maka saya yang akan menjaganya."
"Aku sangat berterima kasih pada mu karna masih mau bekerja pada kami dan aku juga sangat senang jika kamu bisa selalu di sisi anak ku nanti."
"Untuk itu saya ada cara namun jika nona lusi dan tuan andre berkenan saya ingin melakukannya."
Lusi yang mendengar hal itu lantas ternyum "Bolah saja, tapi memang apa yang akan kamu lakukan??"
Willy tersenyum "Tuan muda masih ada di sini jadi tak bisa saya katakan."
Lusi mengangguk paham"Kalok menurutku sih tak papa bagai mana dengan mu pa??"
"Aku juga sih tak masalah."
"Terima kasih karan memperbolehkan saya melakukannya."Lalu mereka lanjut makan lagi.
Besoknya mereka berencana melihat parade namun mereka sengaja memesan sebuah kamar hotel yang dimana parade itu akan melewati hotel itu dan mereka berencana melihat dari balkon kamar hotel.
Dan sesampai di hotel itu mereka menujukamar dan menunggu di balkon kamar bersama gafin.
__ADS_1
Karna anak itu masih takut jadi mereka hanya bisa melihat dari jauh.
Saat parade mulai gafi begitu gembira meliaht banyak orang orang berkostum dan bahkan terdengar alunan lagu dari alat musik yang mereka bawa.
"Mama itu apa, dia lucu sekali."
"Apa gafin suka??"
Anak itu menganguk "Gafin sangat suka dan gafin mau melihat dari dekat."
Lusi sedikit ragu namun karna anaknya memaksa lusi terpakasa memperbolehkan ia melihat dari dekat, namun mereka turun berdua karna andre sibuk membantu willy.
Namun gafin yang meliat mendengar teriakan orang orang yang membuatanya penasaran dan melepaskan tangan ibunya tanpa sadar berjalan ke kerumunan orang-orang.
Sedangkan lusi masih belum sadar hingga kedatangan andre dan willy.
"Maaf kami telat, ini semua karma sulit sekali menutup ret seleting baju boneka ini."
"Pa, lebih baik kita tak usah bawa dia kita kedalam lagi aja."
"Loh gafin kok gak ada bersama mu."
Lusi menoleh ke bawah dan terkejut karna tak menemukan anaknya "Loh gafin mana."
Lusi mulai panik, gafin hilang.
Sedangkan willy yang mendengara hal itu dengan nekatnya membawa baju boneka yang berat dan topi boneka beruang yang ia pegang melewati kerumunan orang untuk mencari Gafin.
Sedangkan gafin yang baru sadar jika ia berada di kerumunan orang-orang yang tak di kenal.
"Mama.."
Namun karna ada berapa peria di sekitarnya membuat ketakutanya mejadi "Mama tolong gafin hik.."
Anak itu menangis di tengah kerumunan dan tangisnya semkin besar.
Sedangkan andre terus mencarinya dia antara kerumunan orang namun yang pertama mendengar tangisnya yaitu wlly lalu ia memakai topeng boneka beruang itu lalu kendekat pada gafin.
Dan ia langsung mengangkatnya ke bahunya, anak itu terkejut saat ia di angkat namun ketika ia menoleh ke belakang rupanya boneka beruang besar membuat tangisnya seketika resda laku dan justru menikmati monen duduk diatas beruang itu untuk mekihat Parade.
__ADS_1
Sedangkan dari jauh andre yang melihat anakanya dia angkat oleh willy akhinya bisa tenang begitu juga lusi.
Bersambung....