Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Filem Horor


__ADS_3

Malam itu andre menemani lusi di sofa kamar untuk makan.


Lusi menoleh pada andre yang tengah bekerja "Apa kamu mau makan juga?"


"Tak usah kamu makan aja, lagian aku tidak makan di tengah malam begini aku bisanya hannya meminum kopi."


"Lalu kenapa kamu tak tidur, bukankah kamu harus kerja besok."


Andre menjawabnya "Perusahaan jaman sekarang kebayakan meliburkan kariawannya pada hari saptu dan minggu , hannya ada berberapa perusahaan saja yang masih memperkerjakan para pekerjanya di hari saptu."


"Loh kok aku gak tau?, pantas saja kamu tiap hari saptu tak bekerja rupanya karna memang libur ku kira kamu tak mau masuk kerja karna itu perusahaan ayah mu."


Andre tersenyum "Walau perusahaan ayah ku tapi tetap saja aku tak bisa dengan seenaknya di sana, aku juga tetap harus menaati aturan kantor."


Akhirnya satu mangkuk bakso lusi habis lalu lusi kembali memakan mie ayamnya "Oh iya aku dari pagi sampai siang tak melihat dia dan mama mertua mu.."


"Kenapa tannya aku, mana aku tau mereka di mana, mungkin saja dia pergi bersembunyi karna malu atas perbuatan Reno."


"Trus mama mu??"


"Paling dia ke rumah simpanannya."


"Apa ayah mu tau hal itu??"


"Ya."


"Wah parah sekali."


"Sudah jangan bahas lagi masalah rumah tangga orang, rumah tangga kita aja udah rumit."


Lusi terdiam lalu kembali melanjutkan makannya dan ia terlihat lahap memakan makanannya.


Andre diam-diam melirik lusi lalu ia kembali bertanya "Apa kamu sudah kenyang atau ada lagi yang mau kamu makan."


Lusi mengangguk "Aku mau makan ice krim yang ada di kulkas sama cemilan lain."


"Mau ku ambilkan??"


"Boleh."


Andre bangkit lalu ia keluar dan segera mengambil apa apa yang lusi minta di dapur.


Dan kebetulan Haris juga turun karns haus dan ia terkejut melihat andre jam 1 pagi masih bangun.


"Apa yang kamu lakukan malam-malam seperti ini,apa belum tidur."


Andre menoleh pada haris "Biasa yah, ibu hamil lagi lapar di malam hari."


"Oh benarkah, bagai mana rasanya sekarang apa kamu merasa kerepotan karnanya??"


"Tidak juga karna dulu juga pernah begini, hannya saja saat itu ada Radit jadi radit lah yang membantu ku. Tapi walau pun seperti itu melihat senyumannya ketika sedang makan saja sudah membuat ku bahagia."


Ayahnya tersenyum padanya lalu ia menyenggol Andre "Sepertinya putra papa sudah dewasa sekali, nanti berikan papa cucu lagi setelah yang ini."


Andre tersenyum "Tergantung ibunya mau atau tidak.."


Haris tertawa lalu ia pun mengambik air minum dari dispenserp.


Dan terjdi keheningan antara mereka dan saat semua yang mau andre ambil sudah semua lalu ia berencana pergi, dan tiba-tiba terdengar suara Haris.


"Kaw benar.."


Andre terhenti "Tentang apa??"

__ADS_1


"Tentang meninggalkannya."


"Apa pap sudah memutuskan??"


"Ya, sore tadi sudah ku kirimkan surat cerai padanya."


Andre tersenyum "Sudahlah lagian masih banyak wanita cantik di luar sana yang mau sama papa jadi jangan berkecil hati."


Haris tersenyum "Aku takan menikah lagi, cukup mama mu saja yang papa cinta, dan lagi papa sudah tua sudah saatnya papa pensiun dan menghabiskan waktu bersama cucu-cucu papa."


"Jika itu mau papa andre tak mungkin melarangnya."


Haris tersenyum lagi lalu ia menaruh gelas bekas minumnya ke wastafel cuci piring.


Sedangkan andre kembali melanjutkan jalannya.


Sesampai di kamar ia menemukan lusi yang tengah menonton, Namjn kali ini ia menonton dari leptopnya.


"Hey apa yang kamu lakukan"


Lusi menoleh pada andre "maaf aku tadi pinjam sebentar."


"Sudahlah tontonlah lagi, kamu lagi menonton apa??."


Andre duduk di sebelah lusi dan ia melihat apa yang lusi tonton rupanya ia menton filem horor.


"Apa kamu amu ikut nonton??"


"Siapa takut."


Lusi tersenyum "Biklah ayo kita mulai"


Lalu lusi pun menekan pada tengah layar video itu lalu filemnya pun mulai.


Dan saat adegan jamskernya, lusi lantas berteriak.


"Aaa.."


Lalu ia memeluk andre sedangkan andre lantas menangkapnya "Sut anak mu lagi tidur."


Lusi melepas pelukannya "Maaf aku kebawa suasana."


Lalu mereka kembali menonton namun lusi begitu takut jika ada jamsker lagi, jadi ketika ada tanda tanda akan ada jamsker lusi lantas kenutup matanya.


"Jika jamsker udah lewat kasih tau aku yah."


Andre tersenyum lalu sebuah ide muncul di pikirannya, ia lebih dulu memeringkan wajahnya menghadap wajah lusi.


"Hantunya belum muncul."


"Nanti jika sudah selesai kssih tau aku."


"Ya."


Namun berapa menit lusi menunggu belum ada panggilan dan suara leptop itu pun juga tak terdengar lagi.


"Apa sudah selesai, aku udah gak tahan ni."


"Sudah."


Perlhan kusi membuka matanya namun dengam cepat andre mendekatkan bibirnya pada lusi hingga bibir mereka saling nenempel dan wanita itu terkejut.


Andre memperdalam ciumana mereka dan lusi hanyut dalam arus itu.

__ADS_1


Namun karna lama lama makin panas lama lama andre meminta lebih dan berusaha melepas baju tidur lusiĀ  namun dengan cepat lusi menahannya dan ciuman itu terlepas.


"Ada apa??"


"Gafin masih ada."


"Mau kita ke kamar sebelah??".


"Bagai mana jika dia bangun."


"Kita pergi sebentar saja."


Lusi yang juga sebenarnya mau tapi malu untuk mengungkapkannya dengan berbicara.


Lalu ia melingkarkan tangannya ke leher andre pertanda ia mau.


Andre yang mendapat jawaban itu lantas bahagia lalu ia mengangkat lusi dan mereka keluar dari kamar menuju kamar sebelah.


Singkat cerita besok pun tiba lusi yang awalnya masih tertidur di kasur tiba-tiba di bangunkan gafin.


"Mama bangun jangan tidur terus."


"Gafin mama capek."


"Ayo nonton bersama gafin mama."


"Sama papa mu aja, mama masih capek."


"Papa pergi kelur maa, ayo nanton sama Gafin."


Lusi terpaksa membuka matanya "Iya, ini mama bangun."


Lusi dengan lemesnya membuka matanya.


"Gafin menontonlah biar mama menonton sambil berbaring."


"Enggak,mama harus bangun."


Lusi dengan malasnya bangun dari tidurnya.


"Udah udah mama bangun."


Anak itu tersenyum bahagia lalu ia duduk di sebelah lusi dan menonton.


Perlahan rasa kantuknya menghilang "Papa mau keluar ngapain??"


"Kata papa dia ada kerjaan mendesak sama tenannya, jadi papa meminta gafin untuk membangunkan mama nanti jam 12 siang."


"Apa ini jam 12 siang"


Lusi melirik jam dan ia sedikit terkejur "Apa selama iukah aku tertidur.


Gafin tunggu bentar di sini mama ke kamar mandi buat cuci muka dulu."


"Ya mama."


Lusi memutuskan untuk ke kamar mandi dan kencuci wajahnya namun karna pantulan kaca ia dapat melihat bercak tanda merah pada lehernya


"Ini pasri karna semalam, dia terlalu agresif sekali , kayak orang yang gak di kasih jatah selama 1 tahun saja."


Lusi diam-diam tersenyum jujur dia juga malu kalok mengingat peristiwa semalam.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2