Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Nyaman


__ADS_3

Sesampi di parkiran rumah sakit mereka makan namun kali ini mereka makan di bangku tengah agar lebih luas.


"Mama bukakan sausnya, gafin mau."


Andre menatap bingung anaknya "Loh bukannya gafin gak kuat pedas?"


"Gafin mau coba aja pa."


"Tunggu sebeantar biar mama bukakan." Lusi pun membukkan saus sambel untuk anaknya.


Sedangkan andre kembali makan, dan tak lama terlihat sebuah mobil hitam parkir di seberang mobil mereka.


Andre terus memperhatikan mobil itu, hingga seorang peria turun dari mobil sambil membawa buket bunga.


Andre terus memperhatikan peria paruh baya itu hingga kedatangan sorang wanita paruh baya yang mengejutkannya.


"Loh apa aku gak salah lihat, itu Melani kan??"


Andre melirik lusi yang tengah sibuk makan.


"Lusi coba kamu lihat di depan, itu Melani kan??"


Lusi melirik arah depan "Ya, lalu siapa peria itu."


Tak lama sebuah pemandangan yang membuat mata andre dan lusi melotot ketia mereka ber*iuman.


"Ambil hp mu cepat foto."


"Kamu aja, tangan ku kotor."


Andre terpaksa meangambil hpnya lalu cepat cepat mengambil gambar padahal tangannya juga kotor namun ia tak mau kehilangan momen itu.


Untungnya ciu*an itu cukup lama jadi andre bisa mendapatkan banyam gambar.


"Sudah selesai, tinggal kirim ke papa aja lagi."


"Bagaimana jika ayah dan ibu bercerai nanti??"


"Itulah yang ayah ku mau, karna selama ini dialah yang sering mengancam ayah ku untuk tak menceraikannya."


"Licik sekali dia."


"Dia memang licik."

__ADS_1


Mereka berdua pun lanjut makan sambil terus melihat pemandangan dua sepasang selingkuhan itu sedang bermesraan.


Tak lama kemudian ada seuah mobil lewat baru saat itu mereka pun berpisah karna takut ketahuan.


"Sepertinya romantisanya sudah selesai, mungkin mereka takut akan ketahuan."


"Mama, gafin udah kenyang."


Andre dengan cepatnya mengambil gelas minuman lalu memberikan minum pada anaknya andre terus memegang gelas itu agar tak jatuh karna gelasnya yang besar tak cukup pada tangan anaknya yang kecil.


Lusi memperhatikan mereka diam diam sebenarnya ia sangat senang melihat interaksi mereka dan ia diam diam tersenyum.


Dan setelah makan mereka segera kembali untuk memeriksa keadaan Lukman, untungnya ia sudah terbangun.


Namun kali ini Haris yang ingin menemani Lukman jadi mereka pun memutuskan kembali pulang ke apartemen.


Saat itu jam menunjuk pukul 11 malam dan Gafin sudah tidur, selama perjalanan hannya ada keheningan.


Andre pun memberanikan diri untuk membuka pembicaraan "Apa besok kamu akan benar benar kembali??"


"Ya, aku tak mungkin lama lama di sini. Aku juga disini sudah 4 hari itu bahkan sudah lebih dari hari yang akan ku tetapkan untuk kembali."


"Tidak bisakah kamu lebih lama lagi di sini,aku masih ingin bersama Gafin."


Andre menepikan mobilnya ke pinggir jalan yang sepi lalu ia menoleh pada lusi.


"Aku mersa nyaman ketika ada kamu dan Gafin dirumah, aku bahkan bisa tidur tanpa harus mengosumsi obat lagi. "


Lusi terdiam lalu ia melirik andre dan mata mereka saling menatap satu sama lain.


"Apa maksud mu??"


"Sejak aku lari bersama wania jahat itu selama itu aku mulai tak bisa tidur dengan baik, di pikiran ku terus saja memikirkan dirimu hingga membuat ku kurang tidur dan pikiran ku pun tak fokus hingga mudah di hasut unyuk mencerikan mu waktu itu.


Dan ketika ku di hianati di saat itu baru aku sadar jika orang yang tulus mencintai ku hannya kamu, dan saat aku ingin kemali dan meminta maaf kepada mu namun sayangnya kamu sudah menghilang dalam kondisi kamu Hamil.


Di sata itu hidup ku hancur, setiap hari terasa sangat lama dan hampa, tiap detik dan menit serasa ribuan tahun di tempat yang gelap dunia seakan ingin hancur, selama 5 tahun aku berjuang untuk menemukan mu dan putra kita, lalu Tuhan mengabulkan harapan ku itu.


Aku ingin memperbiki segalanya aku ingin membangun rumah tanga lagi bersama mu aku ingin terus bisa memelukmu dan gafin.


Apa kamu masih mau menjalani hidup bersama ku seperti dulu lagi, aku bersumpah aku akan menjadi suami yang baik untuku mu dan menjadi ayah yang baik untuk gafin."


Lusi sempat terdiam sejenak dan ia memikirkan 4 hari yang ia lalui bersama Andre dan ia sadar jika peria itu sudah berubah dia tidak seperti peria yang banyak aturan lagi dia sekarang  bahkan lebih menghargai apa pun keputusan Lusi.

__ADS_1


Lusi teringat satu tahun lalu ibunya pernah memberi pertanya aan padanya


Fesbek on


Di meja makan rumah lusi kini mereka satu kelurga tengah sarapan pagi dan di saat itu mereka berbicara penun dengan canda tawa.


Hingga sebuah kata kata yang membuat mereka semua terdiam, yang terlontarkan dari mulut Mina.


"Lusi, bagai mana  jika suatu saat kamu di hadapi situsai dimana kamu harus memilih antara masa lalu atau masa depan, apa yang akan kamu pilih??"


"Ibuk ini bicara apa aan sih?"


"Entah lah tiba tiba ibuk kepikiran untuk bertanya hal ini pada mu."


Sandra menjawab anaknya "Memang mama mu ini ada ada aja yang di pikirannya, lain yang di bahas lain juga yang di omongin."


"Ih, kan ibuk cuman tannya aja ."


Lusi berpikir sejenak namun ia tak menemukan jawaban yang pasti "Ma kalok lusi gaka pilih salah satu gak papa??"


Mina kenghela napas panjang "Harus dong, memang kenapa kamu tak mau pilih salah satu??"


"Itu karna aku hanya ingin menjadi diri ku yang sekarang yang dimana tidak percaya masa depan dan tak peduli dengan masa lalu."


Mina tersenyum "Arti masa lalu maksud ibuk itu adalah ego lama mu dimana kamu hanya memikirkan diri mu sendiri, sedangkan masa depan itu adalah sifatmu yang sudah dewasa dan sudah bisa berdami dengan masa lalu."


"Kenapa mama menanyakan dua hal itu pada ku??"


"Entak henapa mama kepikiran jika suatu saat kamu akan seperti ibuk."


Sedangkan sandra sudah paham apa maksud Mina "Apa yang di tanyakan mama mu itu tidak salah, tidak menutup kemungkinan jika akan ada orang di masa lau mu akan kembali dan di sata itu kamu harus bisa mengambil keputusan."


Lusi paham apa yang di katakan bapaknya "Ih bapak ini apa aan sih, gak mukin lah.., papa ini mendadak bijak Makan apa aan sih??"


"Tentu saja ini berkat semur jengkol buatan mama mu yang paling enak,walau ."


"Jadi yang semalam, orang yang lama di towilet luar itu bapak.."


Lusi tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian semalam begitu juga dengan mina sedangkan sandra bingung sediri apa yang dua orang itu tertawakan dari darinya.


Felesbek off


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2