Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Bertengkar


__ADS_3

Setelah gafin Tidur lusi menuju sofa dan duduk di sebelah andre.


"Aku dengar kondisi papa sudah membaik??"


"Ya, dan mereka akan segera ke mari, setelah papa sehat."


"Oh, sebelumnya aku mau bertanya Apa kamu pernah membuka hp ku??"


Andre sempat terdiam namun ia tak berani jujur "Tidak.".


"Jangan bohong , kenapa bisa no teman ku kamu blok, karna perbuatan mu aku menjadi tak enak padanya untungnya dia orang baik dan tak mempermasalahkan hal ini."


Andre menoleh pada lusi "Entah kenapa aku gak suka aja kamu mengirim pesan dengan peria lain."


"Akhirnya kamu mengaku juga, jika kamu tak suka cobalah untuk bicara, biar tak terjadi masalh seperti ini"


"Apakah aku perlu memberitahumu dulu, jika aku cemburu??, seharusnya kamu bisa menjaga hati mu untuk ku."


"Aku tak pernah mencintainya dan hannya menganggapnya teman tapi kenapa kamu mengatakan seperti itu, apa kamu pikir aku akan melakukan trik murahan mu yang berselingkuh itu."


"Sudah lusi jangan membahas masalah itu lagi, bukankah kita mau membangun hubungan yang baru lagi,jadi lupakanlah masa lalu."


"Ya, tapi tetap saja penghianatan itu masih berbekas pada hati ku."


Lusi bangkit dari duduknya dan seketika mood santainya langsung rusak ia ingin segera tidur.


Sedangkan andre sedikit kesal. Mulai dari pembicaraan itu membuatnya bertengkar dengan lusi.


"Sial.."


Andre bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruangan dan menutup pintu pelan agar anaknya tak terbangun,sedangkan lusi merasa sakit pada hatinya.


Lalu ia menatap anaknya, dan perlan air mata jatuh dari sudut matanya.


"Apa keputusan mama mu sudah benar untuk kembali bersapa papa mu, atau mungkin hal ini hannya akan menyakiti hati mama lagi."


Lusi begitu kecewa dengan reaksi andre yang menurutnya terlalu berlebihan dan tak percaya padanya.


Sedabgkan andre memutuskan untuk keluar lalu ia duduk di kursi taman yang ada di depan rumh sakit.


"Kenapa dia tiba-tiba dia marah, bukankah seharusnya aku yang marah."


Tak lama seorang duduk di sebelahnya dan pada saat andre menoleh padanya rupanya julius.


"Lu ngapain ke mari??"


"Tadi aku mau mengantarkan leptop untuk  mu namun ketika aku mendengar pertengkaran mu dengam istri mu jadia ku mengurungkan niat ku dan menyimpan leptok itu lagi ke dalam mobil, dan waktu mau keluar aku melihat kamu jadi aku samperin sebentar."


"Alasan.."

__ADS_1


Julius terliaht serius "Kamu tadi terlalu berlebihan, seharusnya kamu tak mengekangnya untuk berhubungan dengan siapa saja.


Lagi pula aku yakin ia tak mungkin akan akan berselingkuh, justru yang aku takutkan itu kamu, aku takut kamu akan menghianati lusi lagi."


"Hey aku tidak bodoh, aku tak mungkin melakukan hal bodoh itu untuk ke dua kalinya."


"Namun tetap saja mengekangnya untuk berhubungan teman-temannya dan hannya dengan mu saja hannya akan membuat ia setres dan membuatnya tak nyaman dengan mu, bagai mana nanti kalok dia meninggalkan mu, lagian kalian berdua juga belum resmi menikah"


Andre menatap tajam dia "Apa kamh mendoakan hal buruk pada ku!!"


"Tidak,hanya saja sikapmu tak bisakah lembut sedikit padanya, dia itu wanita baik baik lo.


Bagai mana jika anak mu tau pertengkaran mu dengan  lusi ia pasti sangat kecewa, ingat dia sekarang dapat melihat segalnya jadi kamu tak bisa berbohong lagi padanya."


"Jangan sok-sokan Memberi saran, lagi pula kamu tak pernah mersakan yang namanya pernikahan."


"Hey, seorang pelatih tak perlu turun ke lapangan untuk bermain , dan satu lagi kamu bilang kamu mendapatkannya itu tidak mudah lalu bagai mana kepercayaan dia pada mu rusak dan ia pergi dari mu dan ketika kamu mengejarnya lagi untuk ke tiga kalinya dia mingkin takan menerima mu lagi dan mungkin saja akan memilih peria lain."


Andre terdiam lalu memikirkan kata-kata Julius.


Dan ketika terus di pikirkan hal yang ia katakan itu benar karna ini semua salah andre yang tak percaya pada lusi dan semestinya ia percaya padanya karna lusi adalah seorang wanita baik-baik.


Seharusnya ia tak meragukan kesetian lusi karna wanita itu walau sudah berapa kali di sakiti olah andre ia masih mau menerima andre dan wanita itu juga begitu tulus padanya.


Andre bangkit dari duduknya "Aku kembali dulu."


Andre kemabli ke ruang rawat Gafin dan menemukan lusi yang sudah tidur di sebelah anaknya.


Lala andre dengan pelan menutup pintu lalu ia menghampiri lusi.


Andre berbaring di belakangnya "Maaf kan aku.."


Lalu andre mencium puncak rambut lusi "Aku meragukan cinta mu pada ku."


Sedangkan lusi yang merasa tempatnya yang mulai sempit lantas membuka matanya dan ia dapat mendengar apa  yang andre katakan namun karna ia membelakangi andre jadi peria itu tak tau lusi terbangun.


"Maaf, aku cemburu pada mu, seharusnya aku tak bersikap kasar padamu ataupun menuduh mu sembarang.


Aku di butakan oleh perasaan cemburu."


Lusi sempat terdiam namun tak lama tak lagi terdengar suara andre "Apa kamu sudah tidur..."


"Apa kamu masih bangun.."


Lusi menoleh ke belakang dan mereka pun saling menatap satu sama lain.


"Maafkan aku .."


Lusi meyungutkan bibirnya "Kamu jahat."

__ADS_1


"Ya aku jaht, itu sebabnya aku minta maaf pada mu."


"Alah alasan doang."


Andre nenyentuh pipi lusi lalu membelainya "Sebauh hubungan pasti selalu ada pertengkaran, kita tak bisa lari  namun kita bisa menjadikan itu pembelajaran untuk memperbaiki hubungan ini.


Dan aku juga baru sadar, tak seharusnya aku membuka-buka hp mu tanpa seizin mu lagi apa lagi sampai membelok sahabat mu."


Lusi menoleh pada andre "Sekarang kamu harus tanggung jawab dan mintah maaflah padanya."


"Iya, nanti saat kita pualng dari jerman ??"


"Ya, aku akan memberitaunya untul bertemu saat waktunya nanti, tapi jangan cemburu lagi karna aku tak mau berdebat lagi."


"Loh emang kenapa, memang dia tampan dari aku??"


"Kalok di lihat sih dia itu untuk seukuran om-om dia itu tampan."


"Apa om-om, jadi dia belum menikah dong. Apa mungkin dia seorang ojol??"


"Bukan."


"Tetangga mu??"


"Bukan "


Andre teringat piter"Trus apa?, gak mungkin lah dia seorang pengusaha."


"Ya dia seorang pengusaha yang sama kaya seperti mu."


"Kamu bertemu denganya di mana?,"


"Aku bertemu dengannya saat menjaga di toko dan ia datang bersama sekertarisnya yang juga anak dari teman mama ku."


Andre tiba tiba memikirkan pitr namun dulu mereka pernah bertemu piter dan pandangan piter pada lusi juga kurang bagus jadi tak mungkin itu dia, karna tak mungkin bagi seorang piter untuk suka pada lusi.


"Oh."


Andre menarik lusi ke dakam pelukanya sedangkan lusi sedikit terkejut.


"Apa yang kamu lakukan."


"Ayo kita tidur aku sudah mengantuk, rasanya tak bisa memeluk mu untuk sehari sudah membuat ku frustasi."


Lusi tersenyum lalu membalas pelukanya "Ayo kita tidur."


Mereka pun sama sama memejamkan mata untu tidur.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2