Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Betemu Sandra


__ADS_3

Sedangkan di kota Q setelah tiga hari tak melihat lusi, kini Piter berencana untuk mendatangi rumahnya dan membawakan bunga serta mainan untuk Gafin.


Selama perjalanan Piter tak bisa menahan senyumnya, karna hari ini ia akan menemui lusi dengan alasan jika ia datang untuk pergi menjemput Joy untuk kembali ke ibukoto sekaligus ia ingin berpamitan pada lusi.


Sesampi di depan rumah ia melirik dari dalam mobil rupanya di kasir bukan lusi.


"Bukankah kata Joy jika dia biasanya akan menjaga toko di pagi hari namun kenapa sekarang aku tak melihatnya."


Namun Piter berusaha berpikir positif "Mingkin saja ia lelah, aku akan mencoba bertanya pada peria itu saja."


Lalu piter turun dan membawa satu kotak mainan dan satu buket bunga, ia pun masuk ke dalam toko"Permisi mas, apa mabak Lusinya ada??"


Tak lama dari tangga terlihat Sandra yang turun dari tangga "Mas herman saya berangkat dulu...."


Namun pada saat ia melihat piter ia langsung menghampirinya, yang terlihat membeku melihatnya.


"Selamat pagi pak Piter ada yang bisa saya bantu??"


"Apa anda sandra mantan mertua Andreas??"


Sandra mengangguk "Ya, memang kenapa??. Apa mungkin kamu sedang mencari putri ku??"


Piter terdiam lagi dan sekali gus tak menyangka, ia tak terlalu memperhatikan ketika lusi menyebutkan namanya.


Gumanya dalam hati "Jadi selama ini orang yang aku cinta adalah mantan istri andre, tapi ku kira nama mereka hanya kebetulan sama tapi tak ku sangka jika dia orang yang sama, jadi selama ini Gafin adalah.."


"Tuan piter apa anda tak papa??"


Piter tersadar dari lamunanya dan kembali berpikir positif dan berguma lagi"Tidak aku tak peduli lagi, lukapan dendam lama. Dia adalah Gadis baik yang berhak untuk di perjuangkan, aku sekaligus lega untungnya dia sekarang bersetatus janda jadi masih ada kesempatan bagi ku."


Piter tersenyum "Ya, apa di dalam ada Gafin dan lusi??"


Sandra tersenyum "Oh kebetulan mereka sudah kembali ke ibukoto bersama papanya gafin tadi, karan mereka kau menjenguk buyut Gafin yang sakit, memang kenapa??"


Piter kembali terdiam lagi dan berguma dalam hati "Gafin pernah bilang jika andre datang kerumahnya waktu itu, dan mereka bertengkar, sekarang mereka pergi bersam  sama ke ibukota lagi, apa mungkin itu semua cuman Akal-akalan andre untuk menjenguk lukman yang sakit, karna sebenarnya ia ingin kembali rujuk dengan lusi."


Piter mengepalkan tangan hingga tanganya yang memegang buket bunga dengan kuat meremas pegangan bunga itu


Piter berusaa tersenyum "Aku datng mau memberikan gafin hadiah tadi, namun jika mereak tak ada juga tak papa saya titip ke anda saja."


Piter kemberikan satu buket bunga dan juga mainan itu.

__ADS_1


"Maaf jika sudah meanggangu waktu ada sedikit , kalok gitu saya permisi dulu karna hari ini saya dan joy akan kembali ke ibukota."


Sandra menganguk paham "Oh begitu, kalok gitu hati hati di jalan nanti."


Piter meangangguk lalu ia segera pamit pergi, dan pada saat ia masuk ke dalam mobil raut wajahnya berubah masam "Awass aja kamu Andre, aku akan merebut lusi dari mu. Kamu sudah tak ada hak lagi untuk menyentuhnya karna di hannya akan menjadi milik ku."


...***...


Seadangkan pagi ini andre membawa lusi dan gafin menuju Rumah sakit tempat Lukman berada.


Dan mereka membwa berberpa makanan untuk Lukman yang bawa oleh lusi karna andre mengangkat Gafin.


Karna ia takut anaknya demam lagi karna lelah berjalan.


Pada saat kereka samapi di lanti paling atas rumah sakit dan saat pintu lift terbuka seorang wanita masuk ke dalam lift di ikuti seorang wanita lagi.


Ia sempat terkejut meliaht lusi dan andre karna ia tak tau jika lusi sudah di temukan.


Pada saat ia melihat anak yang andre gendong ia langsung syok, namun dengan samtainya andre melewatinya di ikuti lusi , mereka seolah seperti tak mengenal Zahra.


manajer zahra menepuk bahu Zahra "Itu andre bukan??"


"Berisik."


Saat ia akan meraih rambut lusi dengan cepatnya lusi langsung menoleh ke belakang lalu menahan tanganya.


"Apa akamu mau menjambak ku lagi setelah 5 tahun ini ja*ang?"


Zahra berusaha melepaskan tangnanya dari  cengkraman tangan lusi namun ia kalah kuat dan justru ia yg meringis kesakitan sedangkan andre ia tak mempeduli karna ia tak mau ikut campur urusan mereka, karna ia main aman lebih baik dari pada nanti akan kembali dalam masalah.


"Lusi ayo kita masuk, kakek Pasti sudah menunggu."


Lusi melepas tangan Zahra "Jangan ganggu hidupku jika kamu tak mau ku hancurkan seperti halnya saat kamu menghancurkan rumah tangha ku."


Lusi langsung meninggalkan Zahra yang merintih kesaikitan dan masuk ke dalam ruangan.


Andre melirik Zahra dengan taman temannya lalu ia menutup telinga Gafin"Jika kamu berani mengganggu lagi, aku yang akan turun tangan dan akan ku patahkan lehermu itu."


Ia melepas tanganya yang menutup telinga gafin lalu ia masuk ke dalam ruangan lukman.


Di dalam lusi sedang duduk di kursi pinggir ranjang lukman sedangkan lukman masih tertidur lalu andre kendekat dan diduk di salah satu bangk sebelah lusi sambil memangku Gafin.

__ADS_1


Lusi tampak sedih mreihat tubuh lukman yang mengurus matanya mulai berkca-kaca.


Ia melirik andre lalu berbicara dengan suara kecil"Sudah sejak kapan kakek sekurus ini??"


"Sejak kepergian mu 5 tahuan yang lalu."


Lusi mulai merasa bersalah lalu ia meraih tangan lukman dan di pegangnya tangan peria paruh baya itu.


Sedangkan lukman yang merasa tanganya di pegang mengira jika itu masih Zahra yang ingin meangganggu istirahatnya.


"Kenapa kamu belum pergi jug, aku butuh istirahat."


"Kakek.."


Ketika lukman mendengar suara lusi yang sudah lama tak ia dengar lagi sontak membuka matanya lalu menoleh ke samping.


"Lusi apa benar ini kamu??"


Lusi perlahan meneteskan air matanya "Iya kek ini lusi."


Lukman ingin bangkit dari duduknya namun kesulitan, jadi andre bangkit dan mendudukan gafin di bangku.


"Gafin tunggu di sini."


Lalu ia mendekat pada Lukman dan meambntunya untuk bangkit.


Mata lukman berkaca kaca melihat seorang anak yang berada di sebelah lusi


"Lusi siapa anak laki laki ini??"


Lusi tersenyum lalu ia menurunkan tangan lukan dan mengambil gafin di sebelahalnya sedangkan andre masih di sebelah lukmam untuk membantu peria itu duduk.


"Ini cicit kakek namanya Gafin."


Lukman tak bisa menahan tangisnya "Keamrilah cicit ku."


Gafin mencari arah sumber suara, dan seketika lumana sadar jika anak itu tak bisa melihat yang membuatanya semakian sedih.


Namun andre langsung menuntun anaknya "Kakek buyut mu disini Gafin."


Gafin melirik arah sumber suara Ayahnya lalu kukman memegang tanganya dan langsung memeluknya dengan tagis.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2