
"Ya,setelah ia meninggalkan ku dan pergi bersama anak ku."
"Jika boleh tau nama tuan siapa??"
"Andreas.."
"Oh tuan andreas, perkenalkan nama saya Doni. Sebelumnya mohon maaf dulu jika kata kata saya nanti mungkin meyinggung anda."
"Tak masalah, katakna saja."
"Jadi dulu itu anda dalah peria bern*sek yang sombong dan angkuh, lalu bagai mana anda sekarang??"
Andre tersenyum "Aku sudah belajar untuk merubah diri ku dan kembali mengajak mantan istri ku untuk rujuk dan ia terus saja menolak. Aku keini juga ingin merubah diri ku menjadi seperti dulu dan kembali mengrjarnya."
Doni akhirnya paham "jika bolah tau apa sebelumnya anda pernah mengejar perempuan??"
Andre menggelng "Karna permempuan lah yang sering mengejar ku, dan ini kali pertama ku mengejar wanita"
Doni tersenyum "Biar ku beri saran sedikit tuan, jika seorang wanita yang sudah pernah gagal sekali itu takan mudah di dapatkan lagi, walau anda merubah diri anda setampan apa pun, mereka takan tergoda."
"Dari mana anda tau??"
"Saya menganalisis dari setiap pealangan barbershop saya yang sering curhat pada saya, rata rata mereka banyak yang berpisah dari suami dan ketika suaminya ingin kemabli mereka tak mau lagi, walau di iming iming uang, atau wajah tampan. Tak ada yang tergoda kecusali.."
"Kecuali apa??"
"Anda membuatnya kembali nyaman di sisi anda maka perasaan itu akan kembali walau butuh waktu, jangan pernah membuat trauma masa lalu kemabli ,seperti contohnya anda menduakan dia hanya karna wanita lain, dan jika ada rumor buruk tentanga anda segera jelasakan padanya apa yang terjadi sebenarnya dan jangan tunggu ia tau dari orang lain yang membuat ia mengira rumor itu benar,maka dia akan meinggalkan anda."
"Aku akan hari ini akan nenemuinya, lalu apa yang bagusa ku berikan untuknya??"
"Emang tuan mau menemuinya ke mana ??"
"Kerumah sakit, karna kebetulan anak ku sedang sakit."
"Belikan saja dia bunga yang ia sukanya, namum jangan bilanag itu untuknya anggapa saja untuk anak kalian dan lagi berusahalah jadi ayah yang baik ketika anak mu sakait agar dapat membuktikan padanya jika kamu sudah dewasa dan berubah ."
"Jadi seperti itu, aku akan mencoba melakukannya."
Andre tersenyuim bahagia ia tak sabar bertemu dengan lusi.
Setelah setengah jam berlalu akhirnya selesai dan andre sangat puas dengan hasilnya, "Untuk semuanya berapa tuan?"
"20 ribu untuk rambut sedangkan untuk kumis dan jangutnya 10 ribu jadi 30 ribu semuanya."
Andre yang mendengat nominal itu terkejut "Itu terlalu murah dengan hasil yang sabagus ini, sekarang aku mau minta no rekening mu nanti akan ku kirimkan uangnya karna saat ini aku tak bawa uang kes."
Sebenarnya doni ragu jika andre akan membayar namun ia tetapa kan berikan nomornya.
Lalu ia menyebutkan ber-berapa angka untuk no rekeningnya baru setelah itu, andre segera keluar tak lama hpnya bergetar lalu pada saat ia membuka hpnya ia terkejut dengan nominal uang yang andre berikan.
__ADS_1
"Apa 20 juta rupiah."
Ia lantas berlari meyusul andre keluar "Tuan tunggu.."
Andre menoleh me belakang "Ada apa, apa uangnya kurang??"
Doni menggeleng "Tidak, justru ini terlau banyak"
"Tidak menurutku itu sudah terlebih cukup dengan cara kamu melayani akau dan dengan cara kamu memotong rambutku semuanya membuat ku puas.
Dan satu saran ku, lebih baik kamu pindah tempat saja karna disini sudah tak seramai dulu lagi dan lebih baik kamu pindah di derah tempat ku yang kebetulan ada berberapa ruko kosoang di sana."
Andre tersenyum padanya "Aku pamit dulu, terima aksih tipsnya."
Lalu andre pun segera pergi sedangkan Doni tersenyum bahagia "Terima kasih tuhan, atas berkat yang kamu berikan hari, aku berdoa semoga tuan andre dan istrinya dapat kembali bersama lagi."
...***...
Sesampai di sebuah toko bunga lalu andre segera turun dan menemui sang penjual "Nona tolong bungkuskan bunga mawar biru dan merah."
Wanita itu pun langsung menyiapkan untuk andre, dan setelah selesai andre segera membayar baru ia pergi is menaiki mobil dan menuju rumah sakit, dan setelah sampai ia segera memasuki rumah sakit.
Selama perjalanan ia tersenyum pada para pasien yang ia temui begitu juga dengan perawat dan dokter.
Orang-orang itu terbelak melihat andre karna peria itu kini menjadi begitu tampan.
"Aku datang..."
"Ayah sudah datang..."
Terihat di kasur Gafin terlihat tengah di suapi olah lusi dengan berberapa buah apel dan di sova tunggu ada juga Haris.
Andre masuk "Papa bawakan donat untuk mu."
"Wah benarkah, gafin mau satu.."
Lusi kenghelan napas pelan lau menaruh piring buahnya, pada saat berbail tiba tiba tangan andre langsung menyorkan bunga tadi pada lusi "Ini Bunga."
Lusi yang mendapa bunga itu terkejut "Aku tak pernag meminta mu untuk membeli bunga."
"Tidak itu untuk Gafin."
Lusi terkejut rupanya ia geer "Maaf aku kira.."
Lusi malu untuk mengatakannya sedangkan andre diam diam tersenyum"Tapi kalok kamu mau ambik aja gak papa."
Wajah lusi memerah "Tidak, aku akan segera memindahkannya ke dalam Vas bunga." Lalu lusi segera mengambil sebuah Vas bunga yang dimana sudah terdalat ber-berpa bunga di dalamnya lalu di bawa ke kamar mandi untuk sekalian di ganti airnya.
Haris tersenyum "Wah, dari mana kamu mendapat ilmu mengoda wanita seperti ini??"
__ADS_1
"Ada teman yang menagjarkan ku."
Andre tersenyum pada anaknya "Enak tidak??"
Gafin mengangguk "Ya, donat yang papa beli enak sekali. Gafin mau lagi."
Lalu andre mengambil satu lagi yang baru.
Di kamar mandi setelah mengganti air dari Vas bunga tadi ia memasukan semua bunga Tadi beserta bunga yang andre beli
"Astaga memalukan sekali."
Lusi melirik pada Vas bunga itu "Itu semus karna mu, untung saja kamu cantik kalok tidak udah ku pukul pukul kamu."
Lusi terdiam meliat bunga itu dan ia teringat pada saat di jerman dulu dan seketika ia tersenyum "Dia masih ingat dengan bunga yang aku suka."
Lusi mendekat pada vas bunga itu lalu mulai mencium aromanya "Harum sekali."
Tak lama pintu kamar mandi terbuka "Lusi apa kamu membawa tisu basah.."
Lusi yang terkejut lantas membalikan badannya lalu menyembuyikan vas bunga itu di belakangnya.
"Ada di dalam tas ku bagian depan."
Andre sebenarnya sudah tau apa yang lusi lakukan tadi, namun ia pura-pura tidak melihat apa-apa "Oh oke ."
Dan andre terlihat gembira karna ia berhasil menggoda mantan istrinya.
Lusi memegang dadanya karna jantungnya berdebar kencang "Hampir saja aku akan ketahuan."
Lalu lusi melirik bunga itu lagi "Itu semua karan kamu."
"Tapi kamu terlalu indah untuk menjadi seorang penjahat."
Lusi pun segera mengantar vas bunga itu keluar.
Bersambung....
Visual Amdreas
Visual Lusi
Visual Gafin
__ADS_1