Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Mulai Dari 0


__ADS_3

Sempat terjadi keheningan dan andre sudah dapat berpikir jika lusi pasti akan menolaknya lagi.


Dengan sedihnya andre kembali memalingkan wajahnya "Tak papa jika kamu.."


"Apa kamu akan benar benar berubah??"


Andre terkejut dengan jawaban lusi lau langsung menoleh padanya "Apa kah kamu menerima aku??"


"Ya."


Andre begitu bahgia "Benarkah apa aku tidak sedang bermimpi sekarang??, seharusnya aku membeli cincin tadi."


"Tapi aku mau mulainya dari 0"


Andre terkejut "Maksudnya??"


"Aku mau kita menjalankan dari awal karna dulu kita menikah terlalu cepat bagi ku jadi lambat beradap tasinya.


Untuk sekarang akau mau kita mulai dari 0,dan aku mau kita mengenal satu sama lain dulu dan aku masih ingin mengenal mu lebih jauh lagi sebelum ke jenjang yang lebih serius."


"Jika demikian berarti kita pacaran dong??"


Lusi demgan ragu mengangguk "Mungkin."


"Apa kalian akan tetap kembali??"


"Ya.".


Amdre terkejut "Loh, yang benar saja, bukan kah kita sudah pacaran??"


"Buaknkah ada orang pacaran Jarak jauh, emang kamu tak bisa??, jika kamu tak mau pun tak papa kita pitus aja sekarang."


"Gak gak gitu dong, maksud ku jika kita pacran jarak jauh lalu bagai mana kita mengenalnya??"


"Dari telfon."


Andre berpikir lagi dan berguma dalam hati "Andre tak masalah jika harus pacaran jarak jauh, yang penting kamu sudah maju satu langkah untum mendaptkannya lagi, jadi sabarlah."


Andre tersenyum lalu mengangguk "Baiklah tak masalah, nah sekarang saatnya kita pulang sayang."


Wajah lusi memerah lalu ia segera memalingkan wajahnya sedangkan andre begitu bahagia.


Sesampai di rumah andre lah yang mengangkat gafin  kembali ke apartemen  mereka.


Dan sesampai di alartemen, andre membaringkan ankanya di kamar sebelah, ia pun kembali ke kamarnya untuk mandi, begitu juga dengan lusi.


Lusi mandi sambil menikmati derasnya air yang keluar dari shower sambil menyanyi.


Hingga tak terasa ia selesai melaksanakan ritual mandinya yang memakan waktu lama itu, lalu ia segera mengenakan bathrobe karna ia sedang tak membawa baju ganti.

__ADS_1


Pada saat membuka pintu kamar mandi ia di kejutkan dengan andre yang sudah rapi dengan baju tudurnya sambil membaca buku di sebelah anaknya.


"Astaga apa yang kamu lakukan malam lamam seperti ini di kamar ku??"


"Tentu saja aku takan menyia-nyiakan waktu bersama kekasih ku yang paling cantik."


Andre tersenyum pada lusi lalu ia pun menutup buku yang ia baca "Cepat ganti baju mu, habis itu datanglah ke bawah."


Lusi menghela napas panjang "Ya, tapi sekrang kamu pergi."


Sebelum pergi andre lebih dulu mengecup kening anaknya Gafin dan baru ia turun sambil membawa bukunya.


"Astaga tuhan, apakah benar keputusan yang aku pilih ini."


Lusi berjalan ke arah kopernya karan semua bajunya sudah di masukan ke dalam koper .


Lusi memakai baju daster yang cukup panjang hingga sepanjang mata kakinya.


Lalu lusi mengeringkan rambutnya yang basah, setelah itu ia pun meyisirnya rambut panjangnya dan setelah siap ia menghmpiri anaknya dan mengecup keningnya.


Lusi pun mematikan lampu tidur baru saat itu ia keluar dari kamar.


Pada saat menuruni tangga ia menemukan andre yang diduk di ruang tamu sambil membaca buku dan di hadapanya tepatnya di atas meja ruang tamu ada dua kardus berukuran sedang.


Lusi menghamirinya lalu duduk di bangku yang sama dengan andre namun paling ujung agar tak dekat dengan peria itu.


Sedangkan andre dapat melihat lusi dari sudut matanya jika lusi menjauh darinya.


Lusi menghela napas lalu ia pun bangkit lagi dan duduk di sebelah andte dengan wajah judes.


"Ada apa.."


Andre menaruh bukunya ke atas meja lalu ia pun menarik tangan lusi dan satu ya lagi mengambil sesuatu di sakunya tak lama andre pun memasangkan sebuh cincing permata pada jarai tengah lusi.


"Tak ku sangka ini sangat cukup di tangan mu.."


Lusi terkejut "Kapan kamu membeli barang ini??"


Andre tersenyum "Tentu saja setelah mandi aku langsung keluar untuk membeli karna kebetulan ada toko berlian yang buka di dekat apartemen, dan pada saat aku kembali aku tak sangka jika kamu masih mandi."


"Kan aku mandi gak kayak cowok yang mandi cuman pakai sabun doang, kalok cewek itu harus luluran dulu."


Andre tersenyum "Iya iya,Tapi kamu suka kan cicin yang aku beli."


Lusi terdiam sebenarnya ia sangat suka cincin itu karna bentuknya tidak terlalu mencolok dan terlihat sederhana dengan satu peramta yanga da di tengahnya.


Lusi terdiam sejenak ia tak mungkin memuji andte karan ia amsih gengsi mengaku perasaannya saat ini.


Sedangkan andre sudah paham "Tak usah di jawab jika kamu tak mau menjawabnya."

__ADS_1


"Sekaranga yok kita menonton."


Andre pun menekan temot Tv dan memilih filem yang action sedangkan lusi mulaibertanya tannya dua kardus yang ada di atas meja.


"Lalu kardus ini, apa ??"


"Ini oleh-oleh yang akan kalian bawa untuk orang tua mu nanti, sebagai calon menantu orang tua mau lagi aku harus bisa memberikan oleh-oleh untuk mereka."


"Tapi sejak kapan kamu membeli ini??"


"Aku meminta Radit yang carikan tadi siang, saat kita di rumah sakit."


Andre meraih tangan lusi lalu is pun mengaitkan tangan mereka.


"Apa yang kamu lakukan??"


Andre tersenyum lalu menoleh pada Tv ia berusaha mengalihkan lusi agar tak bicara lagi dan fokus menonton Filem.


lusi perlahan terdiam ia mulai pasrah tangannya di pegang oleh andre dan mulai menikmati tontonan mereka dan ia yang mulai nyaman tanpa sadar menyadarkan kepalanya di pundak andre.


Andre diam diam tersenyum, dan karan filemnya 2 jam membuat  lusi tanpa sadat tertidur.


Dan andre baru sadar ketika akan mematikan Tv.


"Sudah selesai Filemnya, mari kita tidur sekarang."


Namun karna tak ada jawaban andre melirik sebelahnya dan ia terkejut ketika melihat lusi sudah tidur.


Andre perlahan menggoyangkan tubuh lusi "Sayang ayo bangun, apa kah kamu akan tidur di ruang tamu??"


Lusi yang mersa goncangan itu perlahan terbangun lalu ia membuka matanya dan mengucek matanya sebentar.


"Maaf aku ketiduran."


Lusi langsung bangkit karna masih mengantuk dan ingin cepat-cepat ke kamar untuk tidur, ia berjalan menaiki tangga dan di ikuti andre.


Namun mengejutkannya bukannya masuk ke dalam kamar nya ia malah masuk ke dalam kamar andre.


"Eh kamar mu di sebelah..."


Sayangnya lusi sudah masuk ke dalam kamar andre dan pada saat andre memeriksa rupanya lusi sudah berbaring di kasur.


Andre tersenyum lalu mendekat padanya "Sepertinya kamu sudah lupa dimana kamar mu."


Andre mencium mening lusi, lalu ia memperbaiki selimut lusi baru setelah itu ia keluar dan menutup pintu.


Dan andre menuju kamar sebelah dan tidur di sebelah Gafin..


"Malam ini kamu akan tidur bersama papa."

__ADS_1


Andre pun memeluk anaknya dan mulai tertidur.


Bersambung....


__ADS_2