Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Kekacauan


__ADS_3

Pada saat kamar mandi terbuka memang di dalam tersa lembab namun gelap.


"Taka da orang."


Lalu Reno kembali menutup pintu, mendekat pada Lukman lagi sedangkan andre dan lusi tardian di balik pintu sambil berpelukan


Pada saat lusi akan melepas pelukan andre dengan kuatanya andre menahan lusi.


Yang membuat lusi terkejut karna saat ini ia hanya memakai baju dan belum memakai celana sama sekali karan celananya masih di peagangnya.


Tak lama terdengar lagi sura Reno "Aku takan pernah peduli dengan persyaratan itu, aku akan melakukan segala cara dan bahkan jika harus mengotori tangan ini dengan darah aku tak masalah."


Lukman sudah tak tahan dengan sifat tak sopan dari Reno dan lantas marah.


"Tidak sopan sekali kata kata mu, sekarang keluar dari ruangan ku!!"


Reno yang masih marah malah mengobrak ambrik ruangan itu dan saat intu andre mau keluar karna marah namun lusi menahannya .


"Jangan, bagaimana itu cuman jebakan agar kita keluar??"


Andre pun berusaha menahan amarahnya sedangakn reno langsung mengeluarkan pisau yang ia bawa.


"Aku akan mempercepat kematian mu saja."


Tak lama pintu terbuka dan memperlihatkan wiliy bersama dua bodyguard Lukman.


"Kalian tangkap dia!!"


Wiliy langsung menghampiri lukman "Anda tak papa tuan."


Lukman hanya diam dan menatap Reno penuh dengan amarah dan ada satu bodyguardnya berhasil menahanya dan membuang pisau yang ia pegang, lukman langsung menunjuknya.


"Aku takan pernah menganggap mu sebagai cucu ku lagi, mulai detik ini kelaurlah dari mansionku bersama istri mu."


Reno menjawabnya dengan kesal "Apa peduli ku, jiak kamu mengusir ku dari mansion mu, kamu itu hanya peria tua hina yang gagal."


Lalu reno di seret paksa keluar, dan ia tak hentinya mengatai lukman, Tak lama andre dan lusi keluar dari towilet.


mereka langsung menghampiri lukman "Apa kakek tak papa."


Lukman mengangguk, aku tak papa dan lagi apa yang kalian lakukan di dalam dan kenapa lusia hanya..?"


Lusi melirik bawah dan ia hanya memakai baju dan belum memakai celan, namun untungnya bajunya panjang sampai setengah pahanya jadi tak ada yang terlihat namun is justru terliaht seksi.


"Maaf."


Ludi dengan panik masuk lagi ke dalam kamar mandi sedangakan andre ia hannya diam dan tak tau apa yang harus ia katakan pada Lukman.


Lukman tersenyum "Wiliy panggilkan OB rumah sakit untuk membersiahkan kekacauan ini"


Wiliy mengangguk lalu segera pergi sedangkan andre pun duduk di sebelah lukman.

__ADS_1


"Aku mendengar apa yang kakek dan Reno bicarakan, apa benar reno...."


Luakman mengangguk "Ayah muย  sudah tau mengenai hal itu, itu sebabnya bukan dialah yang mewarisi Perusahaan."


Andre terkejut "Namun jika bukan dia dan bukan aku lalu siapa yang akan memegang perusahaan??"


"Tentu saja satu satunya cicit ku yang akan memegangnya."


Andre terkejut "Tapi kakek Gafin.."


"Bukankah dia masih bisa mendapatkan donoran mata."


"Ya aku tau, tapi lusi tak mau."


"Kakek dan ayah mu yang akan membicarakan hal ini dengannya, lebih cepat lebih baik sebelum reno akan melakukan hal yang lebih jaug lagi."


Andre terdiam, tak lama lusi keluar dari kamar mandi lalu menghampiri lukman dan duduk di sebelahnya "Apa kakek tak papa??"


"Ya aku tak papa cucu ku."


"Syukurlah aku jadi tenang."


Tak lama pintu terbuka dan terlihat seorang OB yang datang untuk membersihkan ruangan.


Malam itu mereka berbicara sebentar dan pada saat lukman sudah tidur, mereka memutuskan untuk istirahat juga.


"Kamu tidur di kasur saja, aku yanga kan tidur di Sofa."


Ludi mehampirinya yang terlihat masih membuka mata "Tidurlah di kasur, aku yang akan tidur di sofa."


Andre mengelang "Kamu saja tidur di kasur akan akan di sini."


"Aku tau kamu tak nayaman tidur di sini, mari kita bertukar saja."


"Tidak, kamu harus di kasur."


"Tidak aku di Sofa saja."


"Aku akan pindah, jika kamu mau tidur bersama ku di kasur"


Lusi kenghela naps pelan ia berpikir sejenak dan berguma dalam hati "Tak apa aku meniggalkan dia nanti setelah dia tidur."


"Baiklah."


Lalu andre bangkit dan mereka bersama ke kasur namun ludi membelakangi andre.


Sempat terjadi keheningan, dan pikir lusi andre sudah tidur pada saat ia akan bangkit andre langsung memeluk pinggang lusi dan menarikannya kedalam pelukannya.


"Kamu mau ke mana??"


Lusi terdiam "Apa kamu belum tidur??"

__ADS_1


Andre merebahkan tubuh Lusi lalu ia naik di atasnya "Aku tak bisa tidur karna terus memikirkan mu."


Lusi terdiam sedangkan andre malah tetsenyum menatap lusi lalu ia mengecup bibir lusi dan seketika lusi mematuang.


"Menikahlah dengan ku.."


"Maaf tapi kita takan mungin bersama lagi."


"Kenapa, apkah ada orang laian yang kamu cinta??"


"Memang tidak ada tapi aku tak bisa menjalankan suatu hubungan tanpa ada cinta. Kamu mungkin masih mencintai ku tapi aku tidak andre."


"Jika demian maka izinkan aku memperjuangkan mu."


Lusi langsung menutup wajah andre dengan tangannya.


"Diam, atau kamu mau ku tendang burung mu??"


Andre tersenyum lalu kembali ke posisi baringnya yang semula "Kamu ini gak, bisa di ajak romantis dikit."


Lusi memiringkan badannya membelakangi andre "Berisik, tidurlah sudah larut malam."


"Aku akan tidur setelah kamu tudur."


Guma lusi dalam hati "Sepertinya susah sekali kabur dari darinya.


Sudahlah lebih baik tidur saja dan tak usah pedulikan dia anggap saja dia tak ada."


Lusi pun mulai tidur sedangkan andre ia tersenyum menatap langit kamar.


Dan berapa menit kemudian terjadi keheningan dimana lusi sudah masuk ke dalam duamnia mimpi sedangkan andre masih terbangun.


Ia melirik sampingnya sebentar "Aku tak tau lagi bagai mana cari agar bisa mendapatkan hati mu lagi, aku tau kamu pasti masih terluka dengan kejadian masa lalu.


Namuan aku akan memperbaikinya, aku akan membantumu untuk bangkit lagi dari mas kelam itu dan akan kutunjukan pada mu seorang peria seperti aku juga bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi."


Andre menyapingkan tubuhnya menghadap punggung lusi dan andre diam diam mencium belakang leher lusi hingga berbekas.


"Ini tanda jika kamau hanya akan menjadi milik ku."


Andre tersenyum lalu ia pun kembaki meluruskan tubuh lusi dan langsung kemeluknya.


"Aku takan pernah melupakan malam yang indah ini, yang diamana aku bisa memeluk mu sambil tidur.


Entah apa yang akan kamu pikirkan tentang ku nanti besok tapi aku benar benar tak peduli."


Andre pun mulai memejamlan matanya dan perlahan tertidur.


Bersambung....


Sekilas info๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Kalok sebenarnya orang yang sudah buta itu tak bisa melihat lagi kecuali ia mengalami kebutakan karna kondisi medis tertentu yang dimana dia bisa mendapat donoran kornea mata, sedangkan di kondisi Gafin dia buta total, namun karna ini dunia Fiksi jadi hal yang tidak mungkin akan autor jadi kan mungkin.Mohon bisa di pahami๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ™†โ€โ™€๏ธ


__ADS_2