Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Mimpi Buruk


__ADS_3

Besoknya Karna Tanggal merah jadi andre tak pergi bekerja dan memutuskan untuk menemani putranya karna paginya tadi mina, gafin dan Sandra sudah kembali lagi ke kota Q karna mereka hannya datang sebentar.


"Pa, gafin lapar."


"Tunggu sebentar biar papa ambilkan kamu makanan."


Andre berjalan ke dapur dan ia pun mengambilkan dia makanan baru saat itu ia membawanya ke ruang tamu.


"Ini makanan gafin."


Andre memegang piringnya berencana untuk menyuapinya "Sini biar papa yang suapin."


"Gak mau papa, gafin bisa makan sediri."


"Loh gak papa dong sekali kali papa suap."


"Dak mau papa."


Andre menghela napas pelan lalu memberikan piring nasik tadi pada gafin dan anak itu langsung menerimanya lalu is membawa piringnya dan duduk di matras mainannya.


Tak lama lusi datang dari lua ia membawa berberapa paper bag.


Andre yang melihat itu tersenyum"Bumil habis borong apa nih??"


Lusi menghampiri mereka lalu ia lebih dulu mencium pi anaknya yang sedang makan itu.


"Mah.., anak mama yang paling ganteng undah pintar makan sediri."


"Iya mama."


Lusi tersenyum lalu ia bangkit berdiri dan Lusi mendekat andre lalu ia pun duduk di sebelahnya "Aku tadi membeli berberapa baju untuk gafin ."


Andre sedikit kecewa karna ia belum di beri cuman.


"Loh aku gak di kasih juga?,"


"Aku juga tadi ada belikan kamu baju."


"Bukan itu."


Lusi menoleh padanya "Lalu apa."


"Kiss, masak anaknya doang yang di kasih papanya kayak mana??"


Lusi menghela napas pelan lalu ia dengan cepat mengecup pipi andre.


"Udah."


Andre trsenyum "Bentar amat , mau lagi.."


"Mau ku gigit??"


Andre langsung menggeleng "Baik, aku takan meminta lagi."


Lusi teringat janjinya dengan piter "Oh iya pa apa boleh aku bertemu dengan teman ku piter nati???"


"Sekarang?"


"Gak juga,tapi minggu depan  apa boleh??"

__ADS_1


"Boleh tapi temani aku nonton filem semalam."


Mata lusi menyipit "Apa kamu mau menonton filem haram itu lagi?"


"Ya."


"Jangan gila aku takan sudi.."


Tak lama terdengar suara gafin "Filem haram itu apa mama, apa filem itu ada babinya makanya haram??."


"Kenapa gafin berpikir seperti itu."


"Itu karana kata teman ku sakira, katanya ba*i itu haram dan ia tak bisa memaknnya, dan tadi mama bilang ada filem haram apa filem itu ada ba*inya??.


Jadi gafian boleh ikut nonton sama papa dan mama dong kan gafin bisa makan ba*i??"


"Gak boleh, filem haram yang mama maksud dan pengertian yang gafin katakan tadi tak sama, filem haram maksud mama itu filem yang hannya bisa di tonton oleh orang dewasa aja anak-anak kayak gafin tidak boleh gafin paham."


Mata gafin berkaca kaca lalu ia mengalihkan pandangannya dari Lusi dan diam-diam ia menangis "Kamu sih mancing mancing.."


"Loh yang ngomong kamu duluan."


Lusi turun dari Sofa dan duduk di matras bersama Gafin"Maaf minta maaf."


Gafin mengalihkan pandanganya tak lama tangisnya mulai terdengar jelas.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikirannya lusi lalu ia mendekat pada anaknya.


Lusi memeluknya "yauda nanti malam kamu tidur sama mam dan papa kita tonton tapi jangan nangis lagi oke."


Gafin menoleh pada mamanya "Kata mama anak kecil kayak gafin tak boleh tonton...hik."


Andre masih belum memahami apa rencana lusi sebenarnya hingga malam tiba dan kamar mereka di penuhi tawa gafin yang menonton seorang domba dan sekot anjing yang berkelahi dengan 3 ekor bapi.


"Mama mama lihat Ba*iya berkelahi dengan domba kurus."


"Iya mama juga melihatnya apa gafin suka."


Anak itu mengangguk lalu ia melompat lompat, andre mendekat pada lusi "Ku kira kamu akan menonton filem yang malam kemaren bersama gafin rupanya yang ini."


Lusi menatap tajam Andre "Bicara lagi kamu lama lama ku cubit gijal mu nanti."


Andre tersenyum "Memang bisa..."


Lusi hanya menatap sinis andre lalu kembali menoleh pada TV.


Dan setelah filem selesai lusi andre dan Gafin pun tertidur.


Pada jam 12 malam tiba-tiba lusi terbangun karna bermimpib buruk.


Detak jantung lusi tak hentinya berdetak kencang dan ia juga keringatan dingin sedangkan andre yang berbaring di belakangnyan juga terbangun.


"Mama ada apa??"


Lusi menokeh ke arah andre "Tak ada apa-apa hannya mimpi buruk."


Andre menarik lusi ke dalam pelukannya "Kalok begini kamu takan mungkin bermimpi buruk lagi."


Lusi berusaha memejamkan matanya namun tak bisa dan rasa lapar mulai ia rasakan "Pa,apa papa masih tidur??"

__ADS_1


"Ada apa lagi??"


"Aku tak bisa tidur."


Lusi melepas tangan andre yang memeluknya lalu bangkit"Papa aku lapar dan mu makan."


Andre bangkit dari baringnya "Kamu mau makan apa??"


"Mie ayam sama bakso."


"Malam seperti ini apakah masih ada yang jualan??"


"Di cari dulu."


Andre menghela napas pelan "baiklah akan aku belikan."


Andre bangkit dari baringnya lalu ia menuju ruang gantin baju untuk mengambil jaket baru setelah siap ia mengambil dompet dan hpnya.


"Hati hati nanti."


"Ya."


Andre segera pergi sedangkan lusi terdiam dan ia teringat akan mimpi buruknya.


Flesbek on


Lusi merasa sakit pada kepalanya lantas membuka mata namun saat ia melihat sekitar ia bukan berada di rumah namun di sebuah gubuk tua.


"Aku di mana..."


Saat akan bangkit ia baru sadar jika kakinya terikat rantai, lalu lusi berusaha melepsnya Bagai mana melepsnya ini."


Tak lama terdengar suara erangan seseorang dan suara itu perlaha menghilang.


Dan asal suara itu berasal dari kegelapan malam "Siapa di sana.."


Dan awalnya bulan malam itu di tutup awan kini perlahan membuka dan cahayanya masuk ke dalam gubuh, dan Lusi begitu syok meliha seorang peria yang berpakaian serba hitam dan ia tak bisa melihat wajahnya jelas karna ia memakai masker dan hannya matanya yang terlihat.


Dan tanganbya berlumuran darh dan lusi yang penasaran siapakah orang yang ia bunuh, saat ia melihta di bawahnya ia begitu syok melihat andre yang terbunuh dan di atas tubuhnya tertancap pisau itu.


Peria itu bangkit lalu perlahan menghampirinya "Jangan dekat pada ku menjauh lah."


Peria itu mendekat dan berusaha meraih  lusi namun sebelum sempat meraih lusi, lusi sudah jatuh pingsan dan seketika ia terbangun dari mimpi buruknya.


Felesbek off


Setelah setengah jam akhirnya andre kembali dan ia menemukan lusi di  balkom kamar tengah menatap luar dan andre menghampirinya "Kamu sedang apa??"


Lusi menoleh ke belakang matanya berkaca kaca.


"Ada apa..."


Belum selesai ia bicra lusi langsung memeluknya.


"Kamu kenapa lama sekali.. hik, aku hawatir pada mu.."


"Maaf, tapi tak sangat sulit untuk menemukan orang yang menjual bakso dan mie ayan malam hari seperti ini, itu sebabnya aku agak lama."


Lusi tak menghiraukan kata-kata andre dan semakin menangis sedangkan andre ia tak terlalu kaget dengan reaksi lusi yang cepat berubah, itu semua karna hormon kehamil dan andre pun memeluknya untuk menenangkannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2