Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Mungkinkah Kita Jodoh


__ADS_3

Besoknya toko mereka harus tutup karna mereka akan pergi ke tempat acara pernikahan adik dari Joy karns kebetulan mina dan ibu joy itu teman jadi ketika pernikahan anaknya mereka juga mendapat undangan dan karna acarnya pagi jadi mereka segera bersiap siap.


Kini Rangga sudah tak boleh lagi bermain dengan anak anak dewasa tadi dan sekarang hannya akan di bolehkan bermain dengan anak seusianya, itu pum masih dalam pantauan Sandra yang sangat marah setelah kejadian kemarin.


Acara hari itu di mulai dengan sangat meriah, ada pedangdut yang di undang juga untuk menghibur para tamu undangan.


Dan lusi sedikit terhibur dengan acara itu sehingga lupa kejadian kemarin, dan pada saat akan makan lusi sengaja memenuhi piringnya karna ia akan makan satu piring dengan putranya.


Tiba tiab tiba seorang peria berjas berdiri di sampingnya namun lusi tak mempedulikannya, hingga peria itu berbicara.


"Tak ku sangka kita bertemu lagi."lusi melirik sampingnya "Loh kamu yang lusa kemarin kan??"


Piter tersenyum "Ingat juga kamu. Mungkinkah kita jodoh."


Lusi tersenyum "Tidak mungkin, ini hannya kebetulan saja."


"Masak sih, tidak kah kamu berpikir jika ini takdir."


"Maaf aku tak percaya dengan namanya takdir."


Namun jawaban Lusi kembuat piter semakin tertarik pada Lusi, namun tiba tiba ia tertuju pada piring lusu yang penuh.


"Wah porsi mu persis sekali dengan porsi kuli."


"Aku tidak makan sendiri tapi aku makan bersama putra ku."


Piter terdiam ia tak tau jika wanita secantik Lusi sudah memiliki anak dan hal yang paling ia takut bagai mana jika lusi sudah punya suami ia pasti akan habis di hajar.


"Maaf , kata kata ku tadi."


Lusi tersenyum "Untuk apa minta maaf aku menganggap itu hanya gombalan biasa saja."


"Tidak bukan itu, bagai mana jika suami mu..."


Lusi akhirnya paham "Aku janda." Lalu meninggalkan Piter yang terdiam namun tiba tiba jantungnya kembali berdebar.


Ia berguma dalam hati 'What dia janda, apa aku tak salah dengar berarti aku masih memiliki kesempatan dong.'


Tak lama pingganya di senggol lalu ia menoleh ke samping "Tuan bagai mana apa dia tergoda dengan rayuan tuan??"


"Tidak tapi itulah yang membuat ia lebih menarik."piter mengatakannya sambil tersenyum dan mengambil ngambil makanannys yang ada dia tas meja makan.


"Oh tuan aku juga mendapat info baru dari ibu ku katanya ia seorang janda."


"Iya aku tau, tapi tak masalah aku pasti akan menjadi ayah sambung untuk anaknya."

__ADS_1


"Tapi tuan anaknya itu seorang difabel ia tak dapat melihat."


Piter terdiam lalu ia menoleh ke belakang sebentar untuk melihat lusi dan ia dapat melihat anak itu walau hanya punggungnya.


"Seperti apa pun dia, aku takan penah membencinya, lagi pula memiliki seorang anak itu adalah sebuah anugrah." Lalu ia pergi dan kali ini ia menghampiri tempat duduk lusi dan Gafin.


"Aku duduk di sebelah mu yah."


Lisi menoleh pada Piter "Ya."


Lalu ia duduk di sebelahnya,"Oh iya, kita belum kenalan. Perkenalkan nama ku Piter."


Piter memberikan tanganya lalu di jabat oleh lusi"Lusi, dan di depan mu ini anak ku Gafin."


Lalu ia melepas tanganya "Apa anda tak terganggu jika makan bersam kami."


"Terganggu karna apa, bukankah suara ribut musik dangdut itulah yang menggangu. Justru bersama kalian aku jadu bisa punnya teman bicara."


"Mama, Gafin mau udangnya lagi."


Lusi pun kembali menyuapi anaknya "Apa udanya enak??"


Gafin mengangguk." Dan ia terlihat lahap makanya "Kalok gitu kamu tunggu bentar lagi yah mama ambilkan udanya banyak-banyak untuk mu."


Gafin mengangguk lalu lusi pun segera pergi,Dan ini kesempatan piter untuk bisa dekat dengan Calon anaknya nanti.(Ngehalu aja dulu mas,nikah atau enggaknya itu semua di tangan autor😁.)


"Empat om, nanti kalok gafin udah umur 5 tahun nanti Gafin bakal sekolah sama kakak Rangga."


"Wah hebat dong, oh iya kalok di rumah suka main sama Siapa??"


"Gafin main sama  nenek dan kadang juga sama mama, kakek dan kakak rangga."


"Wah boleh dong nanti kapan kapan om main ke ruah Gafin."


"Boleh om tapi izin dulu sama mama nanti takutnya mama marah ayak kemarin."


"Hah mama mu marah kemarin."


"Iya mama marah dengan ayah Gafin."


Piter yang mendengar hal itu terkejut lalu berguma dalam hati.


"Wah wah sepertinya dia mencoba menyelip aku, ini tak bisa di biarkan, aku harus segera mendapatkan hati lusi."


Tak lama lusi datang lalu kembali duduk pada tempatnya "Maaf mama agak sedikit lama karna tadi mengantri."

__ADS_1


Lalu lusi kembali menyuapin Gafin dan di situ piter mulai mengajak bicara lusi dan rupanya mereka juga banyak kecocokan misalnya untuk makanan,lagu,dan olahraga yang membuat mereks dengan cepat cocok.


Sedangkan dari jauh mina dan sandra diam diam memperhatikan mereka "Wah mas sepertinya anak kita sudah mendapat pengganti yang baru."


Sandra terdiam karna ia tau orang yang di samping lusi itu adalah mantan calon kakak ipar Andreas yang juga merupakan mantan suami lusi.(yang pusing skip😅)


Jadi ia sangat tau jelas sikap asli piter dari yang buruknya hingga yang bagusnya "Semoga saja."


Tiba tiba seorang peria datang menghampiri Sandra "Pak bos itu, di rumah ada tamu."


Sandra terkejut "Siapa??"


"Gak tau, tapi kayaknya ia datang sama cowok yang kemarin antarin nak Gafin."


Mina terkejut lau menoleh psda suaminya "Bagai mana??"


"Aku akan temui dia, lagi pula sudah cukup lama kita sembinyikan tentang Gafin dan mungkin ini saatnya memperkenalkan."


"Baiklah, hati-hati aku dan lusi akan menyusul."


Lalu Sandra pun segera berpamitan pada pemilik acara baru setelah itu ia pergi dan sesampainya di depan Rukonya ada dua mobil pajero yang terparkir lalu ia pun masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai dua.


Tepat di ruang tamu terlihatlah Andreas, Radit dan Haris yang sudah menunggunya.


Haris terkejut ketika tau yang datang adalah Sandra "Sandra bagai mana.."


Sandra mendekat pada merka lalu duduk di salah satu bangku.


"Apa keperluan bapak haris datang ke rumah saya??"


"Saya hannya ingin bertemu cucu saya."


"Tenang saja mereka akan menyusul karna mereka masih berada di tempat acara nikahan dan sedang makan di sana juga jadi saya lah yang datang lebih dulu."


"Sandra apa kamu yang membawa kabur lusi??"


Sandra bukanya tersinggung ia justru bersikap santai "Aku tidak membawanya, dia sendirinya yang menginginkannya.


Dan aku paham itu, sebagai seorang ayah segala hal akan aku lakukan agar putri ku bahagia."


Haris terdiam tak lama terdengar suara Andreas "Maaf karna saya telah menyakiti putri anda. Saat itu, saya sangat bodoh sehingga mudah terhasut perkataan orang."


"Jangan minta maaf pada ku, minta maaflah pada putri ku yang sudah kamu tinggalkan dan cucu ku yang kamu sakiti."


Andre sama sekali tak berani menatap wajah Sandra karna dia juga malu atas perbuatan lamanya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2