
Sore harinya pada saat semuanya sudah pulang kini hanya tersisa Lusi andre dan gafin.
Karna setelah gafin tau mamanya berada di rumah sakit ia mulai tak mau kembali ke hotel walu di bujuk dengan berbagai cara oleh mina.
Pad akhinya yang kembali hanya mina, sandra dan Gafin.
Sedangkan haris kemali ke mansion.
Setetelah selesai mandi lusi kemudian memandikan anaknya.
Dan cukup lama ia di kamar mandi sedangkan andre peria itu menunggu pesanan makanan mereka karna ia memesan makanan secara online.
Sebenarnya andre sudah bisa pulang namun dokter memintanya untuk bertahan dulu selama seminggu di rumah sakit baru setelah itu ia bolah pulang, karan dokter perlu memantu apa luka bekas oprasi andre sudah sembuh atau masih dalam proses.
Tak lama pintu terbuka lalu memperlihatkan gafin yang keluar hannya dengan mengenakan handuk yang menutup bagian bawahnya.
Di ikuti lusi "Tunggu mama dulu.."
Gafin berhenti sejenak "Mama gafin lapar."
"Tunggu saja sebentar karns papa mu baru saja memesam makanan jadi sabar dulu."
Lusi menghampiri anaknya lalu mengangkatnya "Ayo kita ganti baju dulu boy."
Lusi membawanya ke atas ranjang lalu mulai memasangkan celananya, namun saat ia memegang punggung gafin,ia dapat merasakan banyak bintik-bintik.
"Sepertinya kamu terkena biang keringat lagi, apa waktu kamu mama tinggal kamu sama nenek apa kamu sering main sama teman teman yang ada di depan yah trus mainnya lari-larian."
"Ya mama."
Lusi menghela napas pelan sedangkan andre segera bangkit dari ranjangnya lalu menghampiri mereka dan duduk di sebelah lusi, ia mulai memegang punggung Gafin.
"Apa dia sering seperti ini??"
"Ya."
"Waktu kecil juga aku selalu terkena biang keringat begini, aku lupa jelas apa yang mama ku pakaikan di punggungku sehingga biang keringat ku cepat sembuh."
"Sebenarnya obatnya ada mungkin saja ibuk ada bawa nanti besok suruh radit ambilkan ke sana, dan untuk sekarang biarkan saja dulu."
Lalu lusi memasngkan baju untuk gafin, sedangkan andre diam melihatnya.
Setelah menganti baju andre meraih tangan anaknya lalu mendudukannya di pangkuanya "Anak papa mau gak sekolah kayak kakak Rangga??"
Gafin yang mendapat pertanyaan itu langsung mengangguk "Ya, itulah yang gafin mau. Gafin mau sekolah seperti kakak rangga."
"Andre tersenyum, papa pasti akan usahakan untuk menyekolahkan mu setelah usia mu sudah 5 tahun."
"Asik.."
__ADS_1
Sedangkan lusi terlihat cemas dan matanya lasung menatap mata andre seolah ia ingin memberitau andre tentang kecemasannya, ia takut itu hannya omongan belaka
Sedangkan andre terlihat tersenyum "Tenang saja pasti bisa."
Tak lama pintu di kamar di ketuk lalu lusi membuka pintu rupanya ada perawat yang membaw makanan mereka lalu lusi segera menerimanya "Terima kasih sus."
Lusi pun kembali menutup pintu "Ayo kita makan sudah."
Lalu andre dengan menggendong anaknya menuju sofa di ikuti olah lusi lalu mereka duduk di sana.
Lusi membuka isi keresek besar itu dan isinya 3 kotak makanan cukup besar dan ada juga 3 mangkuk salat buah dan tiga minuman dan bahkan kue juga ada.
"Banyak sekali yang kamu beli, bukankah ini di malam hari mana ada yang makan nanti."
"Udah keluarin aja nanti habis juga kok."
Lusi pun mengelurkan semuanya lalu menatanya di hadapan mereka satu persatu. Dan gafin duduk di tengah mereka jadi lusi dan andre bergantian menyuapinya.
Lusi begitu suka makanan yang andre pesan dan bahkan tanpa sadar ia sudah menghabiskan makananya.
Andre tersenyum melihat hal itu "Apa kamu suka??"
"Ya, makanannya sangat enak."
Andre tersenyum, tak lama terdengar suara gafin "mama aku mengantuk."
Lusi dan andre terkejut dengan jawabna "Loh lagi makan kok udah ngantuk aja lagi pula masih jam 9."
Lusi menghela napas pelan lalu ia tersenyum begitu juga dengan andre.
Lalu lusi lebih dulu menidurkan anaknya di kasur sedangkan andre masih duduk di sofa namun kali ini mengerjakan tugas kantornya.
Setelah gafin tertidur lalu usi kembali menghampiri andre lalu duduk di sebelahnya sambil memakan salatnya.
"Apa dia sudah tidur??"
"Ya."
Tiba tiba sebuah pertanyaan bodoh terlintas di otak andre "Lusi bagaimana jika aku melamarmu hari ini apa kamu akan menerima ku??"
"Hem.., mungkin aku akan menerimanya."
Andre menghentikan pekerjaannya lalu menoleh pada lusi dan ia sedikit terkejut dengan jawaban lusi "Apa kamu benar benar mau menikah dengan ku??"
"Kamu tadi tanya atau benar benar mau melamar ku??"
Andre binggung harus menjawab apa,Gumanya dalam hati 'Ya, aku hannya sedang bertanya' maka ia akan menyia-nyiakan kesempatan bagus itu.
"Tidak aku serius pada mu, aku merasa jika kita bepacaran itu terlal kekanak-kanakan, aku ingin seris dengan mu , aku mau menjalain hubungan lagi, apa kamu mau menikah dengan ku lagi??."
__ADS_1
"Yasudah jawab ku ya."
Andre tak menyangka dengan jawaban lusi ia sedikit terbelak "Bagai mana bisa kamu berubah pikiran, bukankah berapa minggu lalu kamu terus menolak ku."
"Eemang kenapa??"
"Aku masih belum menyangka dengan apa yang aku dengar, apa alasan kamu mau menerima ku lagi tolong katakan."
"Itu karna aku sudah dapat merasakan perubahan mu, aku dapat melihat keseriusan mu dalam membangun hubungan ini lagi, dan bahkan gafin lebih muda dekat dengan mu membuat ku sadar.
Padahal kalian baru saja bertemu namun gafin sudah sangat menyayangi mu, itu semua karan ketulusan hati mu."
Seketika jantung andre berdebar kencang dan tanpa aba-aba ia langsung menyambar bibir lusi dan lusi terdorong ke belakang hinga lusi terabring di kasur.
Andre tak melepas ciu*annya dan terus men*iumnya dengan panasnya, dan ciu*an itu juga di balas olah lusi sehingga membuat ciua*an itu menjadi sangat panas.
Dan ciu*an itu cukap lama, dan setelah merasa cukup andre melepas ciu*an mereka dan matanya tertuju pada lusi yang terlihat terengah-engah dalam mengambil napas dan matanya tak fokus ke depan ia terlihat menoleh ke samping sedangkan andre yang melihat hal itu lantas tersenyum.
"Aku menginginkan mu..."
Mulut andre langsung lusi tutup dengan tanganya "Sudah, sampai sini saja. Kita belum resmi menikah lagi jadi bersabar lah."
Andre tersenyum lalu ia menggeser tubuh lusi dan berbaring di belakangnya sambil memeluknya
"Memang kamu ini begitu menggemaskan, rasanya kepengen cepat cepat ku nikahi lagi."
"Kamu apa aan sih andre."
"Jangan pangila aku andre, pangil lah aku dengan nama yang lain."
"Lalu apa nama yang bagus??"
"Panggil aku papa, karna aku lah yang akan menjadi ayah untuk anak anak kita."
Wajah lusi memerah "Jadi kalok aku memanggil mu papa jadi kamu pangil aku apa?"
"Tentu saja mama, karna kamulah yang akan menjadi ibu anak kita."
Lusi menutp wajahnya dengan tangannya "Memalukan sekali, rasanya hannya untuk menyebut kata itu."
Andre tersenyum "Cobalah saja dulu nanti kamu akan terbiasa juga."
"Papa."
Lusi begitu malu dengan perkataannya sedangkan andre semakin memper erat pelukannya.
"Iya mama ku yang paling ku sayang."
Andre begitu bahagia dengan kejadian tak terduga malam itu, membuat rasa sayangnya pada lusi semakin besar.
__ADS_1
Andre tak tau jika setelah lamaran ini akan terjadi badai yang cukup besar yang harus ia hadapi.
Bersambung.....