Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Dress Merah


__ADS_3

Malamnya akhirnya lusi bisa pulang namun mereka harus mampir ke berberapa toko dulu untuk membeli pakaian karna pakaian yang lusi pakai masih yang tadi pagi jadi lusi tak mau suaminya curiga ia membeli sati set pakaian


Tak lupa ia juga membeli lipstik agar bibir pucatnya tak terlihat, setelah itu mereka membeli dua box donat karna  lusi sedang ngidam makan donat.


Sesampai di rumah ketika lusi keluar dari mobil tiba tiba pintu rumah langsung terbuka dan memperlihatkan andreas yang menatap tajam lusi.


"Ini sudah jam 8 malam, kenapa baru pulang??."


Lusi mendekat pada andreas lalu ia memeluknya "Jangan marah dong, kamu tadi mampir membeli donat jadi agak sedikit lama karna mengantri." Bohong lusi.


Tak lama Radit keluara dengan membawa dua box donat.


"Kamu beli banyak sekali, itu semua siapa yang akan menghabiskannya??"


"Apa kamu tak suka makan donat??"lusi terlihat sedih.


"Bukan seperti itu aku suka kok, tapi kalok sampai dua box itu siapa aja yang akan habiskan bukankah satu box aja cukup."


"Akulah yang akan menghabiskannya."


"Oh ya kah, apa kamu bisa menghabiskannya??"


Lusi mengangguk "Ayo kita masuk, aku sudah merasa dingin di luar sini."


Andreas yang awalnya mau marah kini menjadi santai seperti biasa saja lalu ia pun meraih tangan lusi dan mengitkan tangan satu sama lain lalu mereka pun segera masuk.


"Apa kamu sudah makan??"


"Aku sudah makan tadi siang."


"Kalok sekarang??"


"Aku mau makan donat saja, kalok tuan apa anda sudah makan??"


Radit mengangguk "Ia tadi habis makana ku langsung minum obat sakut kepala."


Lusi menoleh padanya "Kamu sakit kepala kenapa??"


"Biasa, ada sedikit masalah di kantor dan satu lagi besok kita sudah bisa pulang."


Lusi yang mendengar hal itu bukanya bahagia ia justru berubah diam sedangkan andreas terlihat begitu bahagia.


"Aku akan menyiapkan barang barang kita segera. Radit sini donatnya biar aku bawa, satu kotaknya untuk makan."


Radit memberikan satu kotak pada lusi "Kalok gitu saya permisi dulu tuan nona." Lalu radit pun segera pergi.

__ADS_1


Sedangkan lusi dan Andras kembali ke kamar, lusi pun menaruh kotak donat tadi di atas meja lalu ia ke ruang pakaian.


Sedangkan Andreas merebahkan tubuhnya di kasur dan langsung memainkan hpnya.


Sedangkan lusi sengaja tak mempedulikannya karna dia tau suminya pasti sedang mengirim pesan dengan Zahra.


Lusi melipat pakaian ya dan langsung ia masukan ke dalam koper.


Untungnya ia tak membawa banyak pakaian jadi ia cukup cepat menyipkan pakaianya begitu jua dengan pakaian andreas.


Dan lusi juga sengaja menyisahkan berapa pakaian yang akan ia gunakan nanti pagi .


"Tuan, Besok anda mau pakai jas atau pakai kemeja biasa saja?"


Dari luar Andras berterika "Kemeja saja." Lusi bangkit lalu coba memeriksa pakaian andreas yang memang ada di situ untuk meancari kemeja yang akan nyaman di gunakan nanti


Dan pada saat ia buka lemari itu ia langsung memilih berberapa hingga ia terhenti di sebuah pakaian yang berbeda dari yang lain dan terselip di antara pakaian Andras yang di gantung.


Lusi mengelurkan dress merah yang begitu terbuka itu, ia seketika terdiam "Apa sebelumnya ia pernah membawa wanita ke kamarnya??"


Lusi menoleh ke belakang sebentar untungnya andreas masih sibuk dengan hpnya, lusi segera membuka hpnya dan membuka media sosial Andreas.


Ia melihat semua postingan lama andreas dan ia menemukan satu foto yang dimana terlihat seorang gadis cantik memakai dress merah yang sama dan ia terlihat memegang sebuah buket bunga mawar meran dan ia juga terlihat berpelukan dengan andreas.


"Kenapa wanita ini tidak persis seperti Zahra, lalu siapa lagi wanita ini.


Ketika lusi melihat tanggal kapan gamar itu di ambil dan ia sedikit terkejut karna gambar itu di ambil pada 13 Desembar tepatnya 2 tahun yang lalu.


Tak lama terdengar dari dalam suara andreas memanggil lusi "Lusi Tolong ambilkan jaket untuk ku, aku mau keluar sebentar."


Lusi dengan tergesah-gesah menaruh lagi dress merah itu lalu ia menggeser pakaian Andras yang ada di sebelahnya agar tertutup lagi.


"Tunggu sebentar." Lalu lusi mengambil satu buah jaket yang berada di lemari sebelahnya lalu segera di antarkan pada Andreas.


"Ini jaketnya. Memang tuan mau pergi ke mana??"


" Tadi kakek ada mengirim pesan ia meminta ku untuk membeli ber-berapa cemilan, padahal bisa saja ia naik pesawat dan terbang kesini untuk membeli sendiri."


"Lusi tersenyum, kakek sudah tidak sekuat dulu, ia tak mungkin sanggup duduk terus selama perjalanan."


"Mungkin saja. Apa kamu mau ikut??"


"Apa boleh??"


Andreas mengangguk dan lusi yang mendapat jawaban seperti itu terlihat bahagia "Baiklah tunggulah sebentar aku akan segera kembali.

__ADS_1


Lusi berlari ke ruang pakaian dan ia segera mengambil jaketnya serta hpnya lalu ia keluar lagi.


"Ayo kita pergi." Andras tersenyum "Ayo..."


Lalu mereka keluar dati kamar dan saat itu jam sudah munjuk pukul 9 malam.


Lalu mereka menaiki sebuah mobil dan Andreas lah yang menyetir untuk mereka sedangkan lusi ia tak hentinya melihat keindahan kota di malam hari.


"Tak terasa yah baru satu bulan kita disini, sekarang sudah mau balik lagi."


Andras tersenyum "Apa kamu suka di sini??"


Tentu saja jawaban lusi pasti 'ya' karna jika dia indonesia ia pasti akan bertemu ibu tirinya  dan adik tiranya yang selalu jahat padanya, dan bahkan ia akan bertemu lagi dengan ayah dan selingkuahn suaminya serta tetangga apartemen.


"Ya, aku lebih suka disini. di sini Kelihatan begitu damai tak seperti di tempat kita yang ibuk ibuknya suka pada ngerumpi."


Andraes tersenyum "Memangnya kamu pernah di omongin??"


"Selama aku bersama ibuku aku tak pernah di omongin namun setelah menikah dengan mu julitan itu mulai ada."


"Mungkin mereka iri saja pada mu karna menikah dengan orang terpandang seperti ku, jadi hiraukan saja apa kata mereka."


Guma dalam hati 'Tak ada yang iri pada ku justri mereka membicarakan ku karna kamu ketahuan berselingkuh bodoh'


Lusi berusaha tersenyum "Mungkin saja."


Mereka sampai disebuah toko yang menjual banyak jenis oleh-oleh.


"Dulu pada saat aku masih kecil kakek sering membawa ku membeli cemilan di sini, dan pasti kami akan lama memilih karna selalu banyak belanjaannya"


"Saat itu pasti sangat menyenangkan."


Tiba tiba seorang peria yang kebetulan berjalan di sebelah lusi tak sengaja menyenggol lusi.


"Ah.."


Peria itu menoleh ke belakang "Sorry."


Lusi terdiam melihat wajah peria itu.


Guma lusi dalam hari 'Sepertinya aku pernah melihatnya, di mana yah??'


"Apa kamu lusi?"


Lusi terkejut karna peria itu mengenalnya sedangkan andreas lantas menoleh pada peria itu.

__ADS_1


"Wah tak ku sangka kita kan bertemu disini, ini aku Chen huang tetangga samping rumah mu."


Bersambung.......


__ADS_2