Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Penyesalan Zahra


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit Zahra langsung mendatangi Reno di kantor.


Tanpa mengetuk pintu ruangan ia langsung menerobos masuk dan kebetulan Reno sedang berdua aan dengan sekertaris cantiknya yang juga merupakn istri keduanya tanpa sepengetahuan keluarga dan yang tau hanya Zahra.


"Reno..., kita perlu bicara."


"Biaca apa, tidak kah kamu melihat aku sedang sibuk??"


Zahra berusaha tenang "Mila, keluarlah sebentar ada hal penting yang harus aku bicarakan."


"Tapi kakak, aku masih mau sama Kaka Reno."


Zahra menatap sinis Mila dan seketika wanita itu gemetar ketakutan dan langsung pergi.


Reno menghela napas panjang "Apa yang kamu lakukan!!."


"Aku sudah memperboleh kan mu menikah lagi dengan syarat kamu akan menghambat orang orang yang mencari mantan istri andre, namun kenapa mereka sudah menemukanya bahkan dia datang bersama anaknya."


Reno menghela naps pelan "Apa lagi yang kamu harapkan dari andre, ia takan pernah kembali lagi pada mu.


Dia bukan peria bodoh yang akan masuk ke dalam lubang untuk yang kedua kalinya."


"Tapi aku masih mencintainya, aku sayang padanya, jiak tidak karna rencana mu akau takan mungkin meinggalkannya waktu itu.


Aku meyesal melakukan skenariomu itu, jabatan mu bahkan tak berubah sama sekali setelah skenario itu."


Reno langsung memukul meja kerjanya "Zahra!!!"Seketika Zahra terdiam.


"Sekarang apa!. apa kamu akan memyalahkan ku lagi, aku sudah lelah menjalani pernikahan ini sudah 6 tahun kita menikah namun aku juga belum hamil.


Dan bahkan mina yang sudah 2 tahun pernikahan dengan mu juga belum ada tanda tanda kehamilan, apa mungkin alasan kamu menolak untuk tak mau memeriksa kedokter itu karan kamu takut jika kamu ketahuan mandul!!!"


Reno yang marah bangkit lalu ia menghamburkan barang yang ada di mejanya hingga jatuh ke bawah.


Sedangkan zahra mulai menangis karna tak bisa menahan tangisnya.


"Ya kamu brnar aku ini peria mandul yang takan penah bisa memberikan keturunan untuk mu!!, apa sekarang kamu puas!!"


Zahra yang mendapat keyataan itu tak begitu kecewa "Ternyata kamu begitu tega pada ku selama ini, aku membenci  mu."


Lalu zahra segera pergi dengan tangia yang tak hentina keluar sedangkan Reno mulai merasa frus tasi "Kenapa aku harus terlahia begini, AHAHHH."


...***...

__ADS_1


Malamnya Gafin di bawa Haris untuk menginap di Mansion sedangkan Lusi dan amdre masih menjaga Lukman di rumah sakit.


Pada saat lukman sudah tidur lusi dan andre Memanfatkan momen itu untuk makan malam kali ini andre memesan  bento untuk mereka.


"Lusi bagai mana menunrut mu jika aku mencari pendonor mata untuk anak kita??"


Lusi yg mendemgar hal itu terkejut "Apa kata mu tadi??, pendonor apa aku tidak salah dengar??"


"Ya."


"Maaf aku tidak mau."


Andre semapt berhenti memakan makananya lalu menleh pada lusi "Kenapa, bukankah justru baik jika putra kita dapat melihat lagi."


"Ya memang baik, tapi dia teralu kecil untuk mealkukan oprasi sebesar itu, aku tak mau mengambil resiko."


"Tapi lusi.."


"Andre ku mohon jangan di bahas lagi ."


Andre lantas terdiam lalu kembali memakan makanannya.


Dan setelah makan lusi memutuskan untuk mamdi selama itu andre terus kepikiran dengan perbincangan mereka barusan.


Tak lama dari balik pintu kamar mandi terlihat hanya kepala lusi yang keluar "Andre, bisa kahkamu menolong ku??"


"Ada apa??"


"Tololng ambilkan handuk, aku lupa membawa handuk dan yang ku bawa hanya baju ganti."


Andre lantas bangkit dari duduknya lalu menghampiri sebuah koper ysng kebetukan sudah terbuka dia tas sebuah kasur khusus untuk keluarga pasian yang ingin menginap.


Andre mengambil handuk itu namun senyuman nakal tiba tiba terlihat jelas dari bibir andre.


Lalu ia mengantarkan handuk itu pada lusi "Ini handuknya.."


Pada saat tangan lusi meraih handuk itu dan menaiknya namun handuk iti sama sekali tak terlepas dari tangan andre karna andre masih menahannya kuat.


"Lepaskan tangan mu."


"Tariklah, buankah sudah baik aku mau membantu mu."


"Dasar menyebalkan lepaskan sekarang."

__ADS_1


"Ambilah sendiri."


Lusi berusaha menarik handuk itu namun tak mampu hinga terdengar suara dai luar yang membuat andre langsung tau jika itu adalah suara Reno.


Sontak ia menerobos ikut masuk ke dalam kamar mandi dan segera kenutup kamar mandi, sedangkan lusi lantas terkejut karna saat ini ia tak mengenakan sehelai benang pun.


Walau kamar mandi yang gelap namun andre sebenarnya masih bisa melihatnya namun andre tak mau ia ia jutru memberikan handuk tadi pada lusi tanpa melihat ke bawah.


"Cepat ganti bajumu dan jangan sampai bersuara."


Lusi mendengus kesal dan berbicara kecil "Dasar cabul."


Andre mulai mendekatkan kupingnya pada pintu kamar mandi.


Terdengar suara Reno yang berbicar "Kakek bangun seakrang, jangan berpura pura sakit aku tau kamu itu tidak sakit.."


Lukman perlahan membuka matanya "Ada apa lagi, kenapa kamu tiba tiba datng dengan mengomel begini??"


"Apa yang kakek harapkan lagi pada andre, dia itu sudah menjelekan nama kelurga dan ia tak memiliki hak untuk menjadi pewaris , dan apa lagi yang harus kakek Ragukan untuk memberikan hak warisnya pada ku??"


Lukman menghela napas pelan "Itu karna kamu takan bisa memberika  keturunan, sesuai dengan  persyaratan untuk menjadi pewaris kamu harus memiliki nama yang baik, dan harus memiliki pendidikan yang tinggi, dan bisa menjalankan perusahaan.


Namun ada satu hal yang tak pernah kamu tau dan paling penting dari ketiga itu, jika seorang pewaris juga harus bisa memiliki keturunan yang terlahiar dari darahnya."


"Apa kakek sudah tau tentang aku yang tak bisa memiliki anak??"


Andre yang mendengar hal itu dari dalam terkejut karna mendapat kenyatan jika Reno tak bisa memiliki anak.


"Aku tau segalanya, tidak ada rahasia yang dapat kalian sembunyika  dari ku semuanya aku tau. Dari kamu yang sudah menikah lagi 2 tahuan lalu dengan sekertaris mu Mila."


Reno semakian terkejut "Apa wiliy yang memberi tau kakek??"


Reno ingin sekali marah pada sata matanya tertuju pada kasur yang cukup jauh dari kasur Lukman walau tertutup tirai namun pingirnya sedikit terbuk dan memperlihatkan sebuah koper.


Ia mendekat pada turai itu lalu ia menarik tirai itu dan ia terkejut ada pakian peria dan wanita "Apa di dalam sini ada Andre dan lusi??"


Sedangkan lukman langsung sadar jika kamar mandi yang tereutup karna bisanya jika tak ada orang akan tetap terbuka"Mungkin mereka sedang keluar, untuk mencari makan."


Reno melirik sekitar hingga matanya tertuju pada kamar mandi ia perlahan berjalan menuju arah kamar mandi.


"Aku tau kalian ada di sini, sekarang keluarlah"


Reno meanrik ganggang pintu lalu langsung mendorongnya ke dalam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2