Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Memperjuangkan


__ADS_3

Lusi terbangun dari tidurnya karna ia merasa wajahnya tak hentinya di cium oleh andre ia membua matanya dan pandanganya tertuju pada andre di hadapanya.


Peria itu tersenyum "Bangunlah, ayo kita makan apa kamu tidak lapar??" Lusi tersenyum.


"Tentu saja aku juga lapar, ayo kita makan." Lalu bangkit dari baringnya dan segera ke kamar mandi.


Andre melihat lusi dari belakang hinga ia masuk ke dalam kamar mandi.


Mengejutknya tak lama kepala gadisitu nongol lagi "Apa kamu tak mau ikut juga, biar sekalian." Andre tersenyum lalu bangkit dari baringnya.


"Aku tak jamin tak terjadi sesuatu pada mu"


Lusi tersenyum malu lalu masuk lagi setelah itu andreas menyusul masuk, mereka baru selesai mandi setelah 1 jam berlalu.


Setelanh mengganti papaian lalu mereka segera keluar dari kamar dan terlihat di meja makan sudah di hidangkan berbagai jenis makanan dan terlihat Radit sudah duduk juga di sana, ia melambaikan tanganya pada lusi dan andre.


Sesampai di atas keja mereka segera duduk, Radit tersenyum menggoda pada andreas "Cie habis ngapain aja ni tadi, udah satu jam di tunggu keluar ." Lusi terlihat malu malu.


Tak lama terdengar suara pesan masuk dari hp andre sontak peria itu segera memeriksanya dan lusi serta Radit mulai berbicara.


Tak lama terdengar saura perut lusi "Wah sepertinya perutku sudah kelaparan ayo kita makan ." Radit mengangguk .


Pada saat lusi menolah oad andre "Ayo makan tuan." Andre lantas bangkit daru duduknya "Diluan saja aku ada telfon penting dari teman bisnis ku." Lalu andre segera pergi dan lusi meliaht kepergian suaminya itu.


Lusi sedikit kecewa namun ia tetap makan berasama Radit namun sampai habis mereka makan andre belum kembali juga.


Dan lusi pun berinisyatif untuk memanggilnya "Astaga tuan ini, padahal belum makan siang sekarang dia mau melawatakn makan malamnya lagi, apa dia tak takut sakit."


Radit juga menjawabnya dengan santai "Entahlah?..." Lusi pun segera menyusulnya.


...***...


"Sayang aku di sini hannya selama sebulan jadi kamu tak perlu hawatir, kamu ini begitu tak sabar untuk ku makanyah."

__ADS_1


Zahra tertawa "Hahaha, kamu ada ada aja, nanti ku tunggu."


"Kenapa kamu bisa menelfon ku apa Reno tak marah??"


Zahra tersenyum "Reno sedang tak ada di rumah mungkin ia sedang bertemu temanya."


Andre mengangguk mengerti namun ia tiba tiba di kejutkan kerika merasa punggungnya di tepuk "Sayang telfona sama siapa sih??" Sontak andre menoleh ke belakang "Pak Adi sudah dulu yah ini ada istri saya."


Zahra yang mendengar hal itu lantas pahan lalu ia menjawab "Iya sayang , I  Love you." Lalu panggilan itu berakhir.


Lusi melipatkan kedua tangannya "Katanya mau telfonan sebentar, kami sudah selesai makan baru kamu selesai telfonnya. Sakit baru tau rasa." Lusi mencubit perut andre.


"Eh kamu mau apa??.." lusi tersenyum "tentu saja aku mau memakan mu." Andre yang mendengar hal itu lantas berlari.


"kalok berani tanggkap aku." Lusi yang mendengar hal itu lantas berlari mengejarnya "Hey jangan lari, sini biar aku makan kamu." Andre tertawa begitu jua dengan lusi.


Dan mereka terlihat seperti pasangan romantis padahal di tengah-tengah mereka ada orang ketiga.


"Balum lama aku mengenal mu , entah kenapa aku mulai merasa nyaman pada mu,aku akan memperjuangkan mu aku akan membuat mu bisa sama merasakan apa yang aku rasakan saat ini."


Lusi tersenyum bahagia lalu ia memeluk andre ini untuk perma akalinya lusi suka pada lawan jenis karana selama ini jangankan melirik peria untuk menyukai aja lusi tak pernah kana ia takut mendapat peria seperti ayahnya.


Namun ketika sosoknya seorang andre ia tak mungkin menolah ia bahagia karna bisa bersama peria itu.


...***...


Besoknya Andre terbangun namun ia merasa sebelah tubuhnya terasa berat pada saat ia membuka matanya bertapa terkejutnya ia ketika melihat lusi memeluknya.


Bukanya marah ia justru tersenyum melihat wajah cantik gadis itu lalu ia mulai membelai pipi gadis itu.


Tak lama hpnya berdirng lalu ia memutuskan untuk pelan pelan bagkit dari baringnya dan melihat hpnya, seketika senyumanya merekah lagi ia menoleh ke belakang rupanya lusi masih tidur lalu ia menjawab telfon itu.


"Halo, kenapa kamu pagi pagai menelfonku, ada apa??" Zara menjawabnya.

__ADS_1


"Aku rindu pada mu." Suara Zaha terlihat manja.


Andre tertawa "Asataga kamu ini ada-ada aja, baru 1 hari aku di sini kamu udah  rindu aja." Andre kembali menoleh ke belakang.


Lusi masih tertidur dan ia takut jika wanita itu akan terbangun jadi ia memutuskan untuk menelfon di teras kamar.


Cukum lama ia menelfon mungkin sekitar 1 jam lebih dan selesai menelfon dan ia masuk ia terkejut karna sudah tak ada lusi di kasur "loh gadis itu ke mana??"


Tak lama kamar mandi terbuka memperlihatkan lusi yang rupanya sudah rapi dengan pakaianya "Pagi tuan, tadi kamu telfonan sama siapa??"


Andre tersenyum akhirnya ia bisa bernapas lega "Cuman teman bisnis, oh iya hari ini aku akan berangkat kerja tolong siapan pakaian ku." Lusi mengangguk lalu andre segera masuk ke dalam kamar mandi sedangkan lusi ia menyiapkan pakaian andre.


Pada saat menyaiapkan lusi menaruh pakaianya dia atas kasur "Sudah selesai." Lusi memutuskan untuk berabring ke kasur sambil memainkan game pada hpnya.


Tak lama andre keluar dri kamar mandi hanya dengan handuk kecil yang menutup bagian bawahnya.


Sedangkan lusi ia masih belum sadar "Pakaian ku mana lusi??" Lusi menepuk sebelahnya "ini lo sebelah ku."


Andre mengambil jasnya "Pakaian Joni mana??" Lusi terkejut lalu ia menoleh pada andre yanga da di hadapanya seketika ia bangkit "Kamu mau ganti pakaian di luat??"


Andre tersenyum "yaiyalah, memang aku harus balik lagi ke kamar mandi gitu??"


Lusi menjawabnya "Tapi kan ada juga ruang baju." Andre menggeleng "ya kan biar cepat, sana pergi ambil pakaianya."


Wajah lusi lantas berubah merah "Astaga kenapa harus baju joni juga di ambil sih." Lusi masuk ke ruang ganti baju lalu ia mengambil salah satu ****** ***** andre lalu di berikan pada pera itu " ini.." andre menerimnya "Makasih."


Lusi masih terdiam di hadapannya lantas membuat andre tersenyum "Kamu mau lihat aku pasangin joni baju??" Lusi mulai panik dan lantas berlari keluar dangan wajah yang memerah.


Andre yang meliaht hal itu mulai tak bisa menahan tawanya "hahhaha, astaga lugu sekalia dia..."


Lusi berjalan tergesah gesah menuju meja makan di mana Di sana Radit sudah kenunggu mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2