Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Bertemu Joy


__ADS_3

Sesampai andreas dan lusi di depan rumah, tiba tiba pintu luar langsung terbuka dan memperlihatkan Gafin yang menangis.


"Mama.."


Ia berlari dan langsung memeluk mamanya erat dan langsung menangis, Tak lama Willy kelur juga.


"Udah anak mama kan sudah besar jangan nangis lagi dong."


"Mama dan papa jahat, mama dan papa tingalkan gafin... hik."


"Loh kan mama bilang papa dan mama ada kerjaan ke luar."


"Gak mama jahat."


"Yaudah ia mama jahat, dan sekarang karna hari ini Hari saptu jadi mama dan papa takan pergi lagi dan menghabiskan waktu seharian bersama anak mama yang paling ganteng."


Gafin menoleh pada lusi "Mama dan papa takan pergi lagi kan?,"


"Iya."


Anak itu mengangkat kedua tangannya meminta lusi untuk menggendongnya.


"Mama mau gendong.."


Andre langsung menggendongnya "Ayo kita masuk. Apa anak papa udah makan."


"Udah papa."


"Apa kakek ada di rumah??"


"Kakek pergi ke luar."


Lalu mereka masuk  ke dalam rumah "Oh, semalam gafin tidur sama siapa??"


"Kakek, kenapa papa tak menjawab waktu kakek menelfon papa, kan gafin mau lihat  wajah papa."


Andre hannya tersenyum karna ia semalam tak menjawab telfon ayahnya karna ia sedang bermain kuda kuda bersama lusi.(😆yang paham diam aja dan untuk yang gak paham gak usah di pikirkan gak penting juga😁.)


Andreas langsung berbohong"Oh itu mungkin karna papa dan mama mu sudah ketiduran, jadi tak sempat menjawab. Sekarang mari kita main di kamar papa dan mama."


"Ayo pa.." Mereka berjalan menuju kamar.


Pada pukul 1 siang lusi dan andre memutuskan untuk pergi makan di luar.


Mereka menaiki mobil milik andreas dan berjalan keluar dari Mansion menuju sebuah tempat makan yang menjual bakso karna lusi sedang ngidam makan bakso.


"Mas tolong baksonya 3 yah."


"Kalok minumnya??"


Lusi menoleh pada andrea "Mau minu apa??".


"Air putih saja."


"Oke."


"Kalok anak mama??"


"Mau ice."


"Jeruk apa teh??"


"Kayak mama aja."


"Yasudah, ice tehnya 2."


"Baik akan saya buatkan segera."


Lalu mereka menunggu di sebuah meja yang memiliki 4 kursi


"Kayaknya kali ini kamu ngidamnya kebanyakan makan bakso apa mungkin nanti ketika dedeknya udah lahir bakal suka makan bakso."


"Mungkin saja, kan dulu juga gafin begitu."

__ADS_1


Tak lama terdengar suara dari luar dan suara orang itu begitu tak asing di telinga lusi dan andre, lantas mereka menoleh pada arah suara.


"Apa itu joy??"


Andreas tanpa sadar menjawab"Ya itu joy sepertinya dia mau membeli bakso juga"


Lusi melambaikan tangannya pada joy lalu memintanya untuk datang sedangkan andre yang melihat hal itu sedikit bingung.


"Apa yang kamu lakukan??"


"Tentu saja memanggilnya ke mari, memang kenapa."


"Memang kamu mengenalnya??".


"Dia anak dari teman mama ku."


Tak lama Joy menghampiri kereka lalu ia bersalaman dengan mereka.


"Tuan andreas dan nona Lusia apa kabar??"


"Baik Joy, bagia mana dengan mu??"


"Seperti yang nona lihat saya sehat, dan sepertinya di sini juga ada Gafin. Apa nona lusi sudah pindah ke ibukota??"


"Ya,Ayo duduk bareng kami."Joy duduk di sebelah andreas.


"Apa kamu tadi memesan bakso untuk mu dan tuan mu?,"


"Tidak ini hannya untuk saya sediri karna tuan saya pergi ke rumah orang tuanya."


"Oh pantasan tak kelihatan."


"Lusi apa kamu mengenal tuan dari joy??"


"Tentu saja dia itu piter teman ku."


Andreas yang mendengar hal itu terkejut rupanya peria yang sering lusi anggap teman itu rupanya piter yang ia kenal juga, yang juga anak ke 2 dari ibuk Tina dan Pak Darius.


"Makan lah sepuasnya bersama kami dan aku yang akan bayar semua."


"Boleh dong bawa pulang juga boleh kok."


Joy yang mendengar hal itu begitu gembira lalu ia menoleh ke belakang "Mas saya satu porsi bakso lagi."


Joy menoleh pada lusi "Lalu nona lusi tinggal di mana sekarang??"


"Di rumah mertua.."


Joy yang mendengar hal itu terkejut "Apa... bukankah anda belum menikah."Lusi lantas menutup mulutnya.


Lusi melepaskan tanganya lalu mulai menjelaskan"Gak maksud ku mantan mertua."


Joy menyipitkan matanya lalu ia mulai berbicara "Nona sebutnya bukan mertua tapi mantan mertua nona."


"Ia akau akan mengingatnya."


Dan joy pun kembali tenang dan langsung tersenyum Pada lusi.


Tak lama pelayan tadi datang membawa makanan "Ini baksonya untuk si kecil menggemaskan kita dan untuk bapaknya dan untuk pelanggan tampan kami dan terakhir untuk ibu hamil kita."


Joy yang mendengar hal itu kembali terkejut lalu berbicara "Nona lusi apa anda hamil??"


Lusi terlihat kebingungn apa jawaban yang harus ia katakan.


"Ah itu...."


Tak lama terdengar suara andreas "Dia tidak hamil mungkin saja embak tadi salah melihat karna perut lusi yang membuncit karna kembung."


"Ya, papa gafin benar."


"Oh, tapi kayaknya kamu tak terlalu terganggu dengan kata kata itu apa sudah biasa terjadi"


"Ya, hal seperti ini sudah biasa terjadi jadi aku sudah terbiasa."

__ADS_1


"Oh, baguslah kamu tak tersinggung. Sekarang ayo kita makan."


"Ya."Lalu mereka mulai makan.


"Joy kalok bolah tau kamu tinggal di mana??"


"Aku tinggal di jalan xxx blok B no rumah 06."


"Wah jauh juga dari sini yah."


"Ya, aku kemari karna aku memang suka makan bakso, dan aku dengar-dengar bakso di sini enak-enak."


"Ya aku juga taunya dari Ig seorang seleb gram."


Tak lama terdengar suara gafin "Papa tuangkan kecap."


Andre mengambil kecap yang ada di depan mereka.


"Sama cabeknya juga."


"Ini bukan cabek gafin itu nama sambel tomat."


"Tapi kenapa warnanya merah om joy??"


Joy mencari gambar tomat dan setelah dapat lalu ia memberitunya pada Gafin "Coba lihat warnanya tomat merah kan??"


Gafin mengangguk lalu Joy menarik lagi hpnya "karna warna tomat merah itu sebabnya warnanya bisa menyerupai cabek."


"Jadi tidak pedas om???"


"Tentu saja tidak pedas gafin."


"Papa tuangkan untuk mu."


Andreas pun menuangkan sambel tomat itu ke mangkuk gafin.


"Nona lusia kapan kalian akan kembali ke kota Q??"


"Mungkin kami takan kembali lagi karna papa kan buka cabang tokonya di sini, mungkin aku akan membantu papa menjaga toko yang di sini."


"Oh, yang ada di jalan Xxxx kan."


"Ya, tapi masih dalam tahap pembangunan."


"Daerah itu tak jauh juga dari kantor ku, nanti kapan kapan bisa main-main ke sana."


"Ya datang aja nanti."


Tak lama terdengar suara andras "Joy apa kamu tinggal sediri di sini??"


"Tidak, saya tinggal bersama ponakan saya yang juga kebetulam masih kuliah."


"Oh."


Tak lama satu pesanan Joy datang lagi "Tuan ini pesanan ada lagi."


"Iya terima Kasih."


Lalu wanita itu pergi lagi dan seorang datang membawa minuman mereka dan menaruhnya dia depam mereka.


Saat asik makan tiba-tiba minuman lusi sedikit kesenggol dan tumpah.


Andre yang membawa tas lusi segera membuka tas lusi dan mengambilkan berberapa tisu untuk lusi.


"Ini gunakan lah ."


Lusi menerimanya "Oh terima kasih."


Sedangkan Joy yang melihat andre yang begitu perhatian pada lusi.


"Sepertinya kalian cocok kenapa tidak kembali rujuk lagi."


Lusi dan andrea yang mendengar hal itu sama sama terkejut dan menatapa satu sama lain.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2