
Setelah hari itu lusi mulai merasa tenang dan rasa takutnya sekarang dudah bisa ia kendalikan dan ia juga sudah bisa tidur dengan tenang.
Setelah dua hari berlalu akhinya sampai di hari dimana acara perusahan yang diaman lusi dan gafian mungkin akan menjadi pusat perhatian karan hari itu mereka akan di kenalkan.
Di sore hari tepatnya di kamar Hotel tempat dia dakan acaranya kini lusi tengah merias diriya di kamar sedangkan Adiknya Tangga bermain lari-larian sambil tertawa.
"Gafin udah jangan lari lagi nanti keringatan."
Anak itu tak mendenarkanya rasanya lusi ingin menoleh pada mereka dan mempelototi anaknya dan adiknya itu namun karna saat ini ia sedang di rias jadi ia tak bisa fokus.
Tak lama pintu kamar terbuka "Sayang apa udah selesi ??"
Andreas terkejut melihat lusi yang dari tadi belum selesai "Astaga sayang sudah satu jam lebih masih belum juga.."
"Namanya juga di lagi make up."
Tak lama gafin berlari menghampiri ayahnya.
"Papa tolong gafin.."
Andraes menangkap anaknya lau mengangkatnya dan Rangga berhenti di hadapan andreas.
"Abang curang nolo adek gafin.."
Lusi yang di meja rias di kejutkan karna adiknya itu menyebut Andreas (Abang), andreas jua tak kalah kaget dari lusi.
Tak lama terdengar suara lusi "Idih udah panggil abang aja ni bisanya juga bilang penculik."
"Kalok mama gak suruh Rangga mans mungkin juga rangga bakal manggil penculik ini abang."
Andreas tersenyum lalu ia berjongkok dan menurun kan anaknya dan ia oun tersenyum pada rangga sambil merapikan jasnya.
"Udah omongan kakak mu itu gak usah di dengar, kakak mu itu memang selalu mucil pada mu."
Tak lama terdengar sauara mina "apa udah selesai??"
Mina di kejutkan dengan anaknya yang masih di dan-dan.
"Astaga lusi udah jam berapa ini kenapa belum juga.."
"Aduh mama ini sabar dong. Lusi mau terlihat cantik nanti kalok foto."
Mina yang kesal menghampiri lusi lalu melihat hasialnya make upnya "Tinggala apa lagi?".
Dan meke up artis itu menjawab "Tinggal lipstik."
"Saya mohon di cepatkan aja yah.Karna acaranya udah mau mulai."
"Baik nona."
"Ih mama ini lusi muanya santai aja ma."
__ADS_1
"Udah udah cepat ini mama tunggu."
Lusi mendengus kesal memang sealam hamil ini ia orangnya paling gak suka di suruh cepat cepat karna ia bawakaannya ingin santai saja.
Mina duduk di kasur lalu gafin beserta rangga berlari menghampirinya.
"Nenek.."
"Ibuk..."
Mina memeluk mereka "Astaga kalian keringatan sekali pasti habis main lari-lari.."
"Iya nenek."
"Oh nanti mama datang sama lusi yah, karna andreas harus pergi duluan karna acaranya udah mau mulai ."
"Iya pergilah."Lalu andreas segera pergi.
20 menet kemudian setelah kepergian andreas baru lusi dan mamanya pergi, untungnya ini acara keluarga jadi walu telat takan menjadi masalah.
Namun yang menjadi permasalahnya ini mereka itu duduk paling depan jadi ketika mereka masu pasti saja mereka jadi pusat perhatian.
Mina dan rangga segera menujukursi yang dimana di sana sandra sudah menunggu mereka.
"Sayang kenapa lama sekali."
"Itu anak perempuanmu lama sekalia make upnya."
Sedangkan lusi dengan santainya berjalan sambil berpegangan tangan dengan anaknya Gafin.
"Sesampi meja depan gafin duduk di sebuah kuri yang tak jauh dari Haris sedangkan Ludi duduk bangku yang tak jauh dari andreas suaminya.
"Apa baru di mulai??"
"Udah mulai dari 15 menit lalu."
"Oh."
Acara berlangsung dengan lancar hingga sampai di bagian sambutan dari Direktur utama yaitu Haris.
"Untuk bapak yang paling kami hormati dan sekaligus penerus dari perusahan Jaya Abadi Grup."
Lau haris bangkit dan orang-orang mulai bertepuk tangan untuknya.
Lalu haris pun maju ke depan dan pembawa acara pun memberikan mik padanya.
"Salam selamat malam, saya sangat berterima kasih kepada para hadirin yang menyempatkan datang ke acara kami.
Seperti yang bapak ibuk dan para tamu undangan yang tau jika keluarga kami selama Tahun ini terus di landa kedukaan.
Dari mendiang ayah saya Lukman yang meninggal dunia, hinga menantu saya dan putra kedua saya Reno.
__ADS_1
Memang hal ini cukup berat bagi saya apa lagi saya di beri tanggung jawab untuk memegang perusahaan besar kami di usia saya yang juga sudah masuk kepala 5 namun di banding usia saya mungkin perusahan kami ini paling tua karna ini ulangthaunya yang ke 102.
Memang cukup sulit namun saya bersyukur karna masih ada seorang anak saya yang bisa membantu saya dan begitu juga dengan para petinggi di perusahaan, dan saya sangat berterima kasih pada kalian semua.
Dan di saat nanti usia saya sudah mencapai 60 tahun mungkin saya akan pensiun karna kondisi kesehatan saya saat ini kurang setabil dan menyerahkan tugas perusahan pada putra saya andreas."
Saat nama andreas di sebut orang orang mulai terkejut karna setau mereka andreas itu tak memenuhi syarat sebagai pewaris.
"Saya akan memanggil anak saya dan keluarga kecilnya."
Lalu lampu dalam ruangan itu yang tadinya menyorot haris kini menyorot andreas, lusi dan Gafin.
Lau andras memberi kode untuk naik dan lusi manangguk lalu mereka bangkit dan berjalan bersama sama menaiki panggung.
"Mungkin para hadirin yang hadir di sini mungkin sudah mengenal putra saya, namun wanita hamil yang berada di sebelahnya mungkin kalian masih takasing denganya jadi biar putra saya yang menjelaskan pada hadirin yang datang hadir."
Lalu haris memberikan mik pada andreas dan andreas mulai berbicara.
"Teriam kasih untuk kesempatanya dan malam ini saya akan memperkenalkan keluarga kecil saya, mungkian para hadirin di sini yang pernah hadir di acara pernikahan saya dulu mungkin mengenal siapa istri saya.
Dan bagia yang tak mengenal biar saya perkenalkan untuk para hadirin yang hadir malam ini, jadi perkenalkan ini istri saya namanya lusi putri dari Sadra yang juga pernah menjabat di perusahaan kami sebagia Direktur keuangan dam istrinya Mina yang juga ibu rumah tangga."
Andreas menarik anaknya mendekat padanya lalu mulai menjelaskan "Dan anak kecil ini adalah putra pertama kami dari pernikahan pertama kami yang hanya berlangsung 2 bulam lebih.
Dan setelah 5 tahun kami kembali memutuskan untuk rujuk lagi 5 bulan lalu dan tuhan memberikan kepercayaan pada kami dan sebulan setelah pernikahankami istri ku hamil dan sekarang kehamilannya sudah menginjakn 4 bulan, saya berharap pernikahan ini akan menjadi pernikan terakhir kami hingga sampai akhir hidup kami.
Dan atas keputusan dari kakek, saya dan ayah saya kami menujuk putra pertama saya Gafin sebagai penerus selanjutnya dan ia akan memegang alih perusahaan ketika usiama sudah mencapai menyelesaikan setudinya dan selama itu saya dan ayah saya akan memegang alih perusahaan untuk sementara hingga putra saya gafin selesai.
Dan seketika para hadirin disana bertepuk tangan dengan penjelasan andreas lalu pembawa acara pun mengambil alih acara.
Lusi tersenyum kearah tamu lau ia merangkul tangan andreas "Ku harap ini akan menjadi pernikahan kedua kita dan sekaligus yang terakhir untuk kita."
Andreas tersenyum lalu mengecup puncak lusi "Ku mencintai mu.".
"Aku juga."
Lusi teresnyum menatap mata andreas.
Dan sejak hari itu lusi mulai di kenal sebagai Istri Andreas.
Dan kini Gafin sudah mulai masuk TK dan untungnya dia dengan mudahnya beradap tasi dengan lingkunganya.
Dan sekarang keluarga mereka sudah tak pernah lagi menghadapi maslah sulit , mungkin hanya tahun kemaren saja yang menjadi tahun tersulit mereka dan seterusnya mereak selalu di penuhi dengan kebahagiaan.
Hinga kelahiran putra kedua mereka yang semakin memberikan kebahagiaan dalam keluarga mereka.
TAMAT.
Mohon maaf jika ada salah-salah kata🙏🏻☺ dan mohon maaf jika ada para pembaca selama membaca cerita saya mengalami kesulitan karna typo, dan terima kasih karna sudah mau menjadi pembaca setia awtor dan sekali lagi saya minta maaf jika episode (Tamat) ini kurang bagus, ini semua karna awtor buatanya dadakan, dan sebenarnya awtor belum kepikiran untuk bisa menamatkanya namun karna pusing memikirkan cerita di tambah banyak kerjaan jadi seriang kurang tidur dan mungkin akan hiatus dulu dari Noveltoon untuk satu atau dua bulan kedepanya.
Dan terima kasih karna sudah membaca, sampai jumpa di projek berikutnya.☺👍🏻😁
__ADS_1