Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Marah


__ADS_3

Setelah makan Andre yang penasaran mulai bertanya "Gafin udah berapa lama ngemis di sana??"


"Ngemis itu apa om??"


"Loh kamu gak tau. Ngemis itu kayak orang yang sering minta minta itu??"


"Enggak kok om, Gafin disana tadi sedang menunggu kakak rangga, dia tadi bilangnya mau pergi mandi ke kali sebentar nanti kakak akan menjemputku."


Andare yang mendengar hal itu terkejut lalu menatap Radit "Apa kamu lihat grombolan anak lewat selama kita duduk di sini?"


Radit menggeleng "Sudah satu jam kita di sini, tak ada anak yang lewat."


"Seketika wajah Gafin mulai sedih "Apa kakak Rangga meninggalkan ku??"


Seketika Gafin menangis dan pandangan semua orang tertuju pada merekak.


Andre yang panik lantas bangkit "Cepat bayar Radit kita antar anak ini pulang."


Radit mengangguk lalu segera pergi sedangkan Andre mulai menenangkannya agar tak mneangis lagi.


Gafin menempelkan wajahnya pada dada Andre. Setelah membayar  Radit menghampirinya "Lalu dimana kita antarkan anak ini??"


"Tentu saja kita antarkan pada orang tuanya."


"Baik, tapi bagai mana kita menemukan orang tuanya."


"Coba saja bertanya pada warga sekitar."


Radit mengangguk tak lama terdengar suara Gafin.


"Om Gafin mengantuk."


Andre tersenyum "Tidur saja nanti om akan mengantar mu pulang."


Tak alam Gafin pun tidur dalam pelukanya Andre, dan Andre merasa nyaman di dekat Gafin entah kenapa perasaan itu bisa ada, seperti ada sebuah ikatan batin.


Lalu mereka mulai menyusuri jalan dan bertanya pada berberapa orang namun sudah 3 jam berlalu tak ada yang tau.


Hingga mereka berhenti di sebuah parkiran minimarket diaman andre sudah lelah, sertawa haus dan ia tak  berani menurunkan Gafin karana takut anak itu bangun.


Radit pun turun dari mobil untuk membeli namun cukup lama ia menunggu baru Radit kembali namun ia bersama seorang peria yang sangat Andre kenal


"Buakan kah itu Joy sekertarisnya piter."


Radit membuka pintu mobil Tengah "Joy apa kamu mengenal anak ini??"


"Loh ini kan anak pemilik toko yabg dekat rumah saya, kok bisa bisanya juah datang ke sini."


"Untung kamu mengenalnya, tolong berikan alamat nya pada kami kami akan mengantarnya."

__ADS_1


Joy mengangguk lalu ia memberitau alamatnya melalui Google maps dan Dari situ Andre dan Radit pergi untuk mengantarnya.


Lusi pada akhirnya siuman  dan mina terlihat hawatir.


"Ibuk dimana Hafin ku bu."


Mina memegang tangan anaknya "Tenang saja ayah mu dengan warga lain sudah mencarinya."


Lusi menangis "Ibuk, lusi tak mau kehilangan dia buk. Lusi tak mau kehilangan dia,bagai mana lusi bisa melanjutkan hidup kalok tidak ada dia bersama lusi??"


"Sayang tenanglah dia pasti akan baik baik saja."


Mina berusaha menengkannya, sedangkan para warga mulai mencari di pingir jalan itu hingga terliaht mobil pajero milik Andre berhenti di depan ruko itu.


Andre turun sambil menggendong anaknya ia memasuki Ruko bersama Radit yang menikutinya dari belakang .


Sedangakn seorang peria yang meliaht andre yang memeluk Gafin lantas terkejut lalu berlari menaiki tangga dan mengetuk kamar lusi.


(Tok~Tok~) "Nona, nak Gafin sudah ketemu."


Sedangkan lusi yang mendengar hal itu dari dalam lantas terkejut.


Ia cepat cepat menghapus air matanya "Ayo mah kita turun"


Lalu lusi segera bangkit dari baringnya lalu ia keluar dari kamar dan dengan tergesah-gesah menuruni tangga untuk kebawah.


Gumanya dalam hati 'Tuhan ku mohon semoga saja anak ku tak kenapa-napa."


Lusi menghampiri andare "Tuan terima kasih karna sudah menyelamatkan anak ku..."


Tak lama terdengar suara Radit "Noan  lusi??"


"Ya ada apa.." perkataan lusi terhenti ketilka ia melihat Radit seketika ia tekejut.


Dan berguma dam hati "Jika di ditu Radit maka di depan ku pasti.."


Tak lama terdengar suara Gafin yang terbangun "Om apa kita sudah sampai di rumah."


Kini wajah lusi berubah serius "Gafin sayang."


Gafin melirik ke arah sumber suara "Apa itu mama??"


"Iya nak, kemarilah."


Pada saat Gafin merentangkan kedua tanganya untuk memeluk lusu dengan cepatnya andre kembai mendekatkan dia pada dadanya.


"Apa Gafin anak ku??"


"Maaf tuan saya tak mengertia apa yang anda maksud sekarang berikan putra saya."

__ADS_1


"Lusi jawab apa Gafin anak ku."


"Bukan dia bukan anak mu, apa kamu puas."


"Lusi jangan bercanda,dia anak ku bukan."


"Berhenti menyebutnya anak mu,dia itu anak ku. Aku yang hamil dia selama 9 bulan dan aku juga yang melahirkan.


Aku juga membesarkanya sealma 5 tahun dia itu anak ku bukan anak mu, sekarang berikan dia pada ku!!."


Lusi yang terbawa emosi malah berbicara besar yang membuat  Gafin ketakutan.


Lalu mina segera menenangkan lusi "Nak jangan berteriak seperti itu mari kita kedalam dan bicara baik baik."


"Gak, gak ada yang perlu di bicarakan dengan peria ini lagi.


Sekarang kemablikan anak ku."


Andre menghela napas pelan lalu ia membelai Rambut Gafin "Nak, papa pulang diu yah. Besok nanti papa datang lagi untuk menjenguk mu."


"Andre berhenti!!."


"Lusi kecilkan suara mu kamu hanya akan menakutkan Gafin. Biarkan dia tau siapa ayahnya dan jangan memaksakan kehendak mu padanya."


"Tapi ibuk..."


"Sudah biarkan."


Lalu andre menecup puncang kening gafin "Maafkan papa."


Lau ia menyerahkan Gafin apa lusi dan tanpa basa basi lusi langsung membawa gafin masuk sedangkan mina yang melihat hal itu hanya bisa menghela napasnya pelan.


"Terima kasih karna sudah menyelamatkan cucu ku, maaf jika anak ku itu bersikap buruk pada mu."


Andre menggeleng "Tak papa, aku paham apa yang ia rasakan."


Lalu mina pun kembali masuk sedangkan Radit takut jika tuanya akan semakin kecewa ketika mendapat tanggapan lusi yang seperti itu.


"Akhirnya Radit, aku bisa menemukan putra ku, dan aku tak sabar untuk menemuinya besok nanti. Sepertinya kita harus sudah lebih dulu membelikanya berberapa pakaian dan mainan.


an satu lagi kita harus mengabarkan kakek dan ayah, mereka pasti sangat senang."


Radit terkejut ketika meliaht Ekspresi bahgaia Andre, untungnya andre tak terlalu menanggapi perkataan lusi, justu karan kata kata itu membuat andre bersemangat untuk mengejar lusi lagi lalu mengajaknya menikah lagi.


Andre membalikan badanya "Sekarang ayo kita cari mal terdekat di sini setelah itu kita ke Hotel."


Andre terlihat bersemangat menaiki mobil lalu di susul Radit.


Guma andre dalam hati "Tunggu lah anak ku besok papa pasti akan datang lagi menjenguk mu, ayah tak sabar untuk bisa memeluk mu lagi."

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2