
Setelah lusi dan andre makan baru Haris mulai berbicara.
"Jadi bagai mana kapan kah kalian akan melangsungkan resepsi pernikahan??"
"Oh masalah resepsi pernikahan yah, kayaknya dalam waktu dekat ini tak mungkin saya dan papa Gafin bisa melang sungkannya."
"Ya, apa yang istri saya katakan benar pa, papa kan tau sediri jika istri ku sedang hamil muda dan seorang ibu hamil muda tak boleh terlalu beraktivitas yang akan membuatnya kelelahan.
Bukankah papa tau sediri mempersiapkan sebuah pernikah itu tidak semudah dan secepat yang kita pikirkan.
Dan lagi aku mau pernikah kali ini lebih baik lagi dari yang dulu."
"Namun jika demikian lalu kapan kalian akan mau melangsungkan resepsi pernikahannya nanti.".
"Kalok untuk andre sih maunya detelah usia kandungan istri andre udah 3 atau 4 bulan."
"Yasudah kalok memangmaunya begitu biar nanti dari sekarang kita cari persiapan mulai dari ballroom hotel."
"Andre punnya hotel sediri pa, papa jangan hawatir."
"Kalok gitu siapkan baju pengantin."
"Andre juga punnya teman desainer yang bisa bantu, papa jangan hawatir Andre sudah memikirkan segalanya dan sekarang papa hannya perlu tenang dan jangan hawatir andre sudah dewasa."
Haris menghela napas pelan "Yauda kalok kamu yang mau menyiapkannya , tapi siapkan lah dari sekarang biar pada saat hari H gak kebingungan."
"Ia aku tau."
Lalu lusi mulai bicara "Apa hanya itu yang mau papa bicarakan?"
"Tidak, masih ada satu, kalau di lihat-lihat Gafin sudah mulai mau mendekat pada willy dan papa berencana untuk memasukannya Sekolah."
"Oh jika msalah itu lusi dan papa gafin juga merencanakannya juga."
"Tapi, papa mau dia pisah rimah dulu dengan kita dan tinggal bersama willy."
Lusi yang mendengar hal itu terkejut "Loh kenapa pa kan bisa juga Gafin tinggal bersama kita di sini."
"Papa tau, tapi dalam kondisi kita saat ini papa takut jika sewaktu-waktu gafin mendadi target musuh perusahan kita, dan juga kodisi keluarga kita saat ini tidak setabil.
Setelah kejadian penikaman Andre yang dimana pelakunya masih berkeliaran, dan sekarang masalah yang dimana reno melakukan pembunuhan berencana pada mendiang kakeknya ku Lukman.
__ADS_1
Dan berapa waktu ini ibu mertua mu juga ketahun berselingkuh dengan orang lain yang membuat nama keluarga kita semakin rusak aku takut misalkan ada musuh bisnis keluarga kita yang berniat buruk pada kita."
Terdengar dari suara Haris ia begitu stress atas semua masalah yang tak henti datang dan membuat citra keluarga mereka rusak.
Lusi menghela napas pelan lalu menoleh pada andre "Bagai mana ini??".
Andre menjawabnya "tenanglah., mari kita pikirkan dulu baik baik."
Lusi mengangguk lalu andre mulai berbicara pada ayahnya "Papa akan kami pikirkan lagi nanti ."
Lusi bangkit lalu meraih tangan anaknya "Gafin ayo ke atas mama antarkan kamu tidur dulu."lusi lalu pergi membawa gafin
Haris menatap kepergian lusi dengan rasa besalah sedangkan andre mulai berbicara.
"Pa, andre tau apa yang papa takutkan tapi tak mungkin semudah itu seorang ibu mau di pisahkan dengan anaknya, sebaiknya kita pikirkan lagi siapa tau ada cara lain dan juga bukan hannya papa yang merasa stress kami juga merasakan hal yanh sama."
Andre bangkit dari duduknya lalu mengambik satu kotak martabak manis yang belum di buk dan membawanya ke atas.
Singkat cerita tengah malam tiba kini lusi sudah bisa beristirahat dengan tenang karna Rangga adiknya sudah pergi tidur dan menemani gafin di kamarnya jadi lusi tak terlalu kawatir lagi
Lusi menyenderkan tubuhnya di sandaran kasur dan tak lama pintu terbuka dan memperlihatkan andre yang baru dari ruang kerjanya.
"Belum tidur??"
Andre naik ke atas kasur lalu ia duduk di sebelah lusi dan ia merangkul pinggang lusi mendekat padanya dan ia pun menyenderkan kepala lusi pada pundaknya.
"Apa kamu masih memikirkan apa yang papa katakan tadi??"
"Ya, aku tak mau berpisah dengan anakku, sampai kapan-pun itu, bagi ku satu minggu berpisah dengannya saja sudah seperti 1 tahun bagi ku apa lagi ia mau memisah kan kami dalam waktu yang entah kapan akan berakhirnya.
Kasus mu dan kasus mendiang kakek lukman saja belum mendapat titik terang dan kapan kasus itu akan selesai."
"Ya aku paham perasaan mu , aku juga tidak mau berpisah dengan putra kita gafin."
"Apa yang harus kita katakan pada papa nanti??"
Andre memegang perut lusi lalu mengelusnya pelan "Sudah jangan terlalu memikirkan perkataan papa dan fokuslah menjaga kesehatan mu dan bayi yang ada dalam perut mu sata ini."
Lusi terdiam lalu ia memeluk andre.
...***...
__ADS_1
Sedangkan di jerman saat ini setelah 1 minggu lebih kematian reno dan kali ini terakhir kalinya zahra datang ke pemakamannya yang berada di belakang rumah.
Ia menaburkan bunga dan menaruh satu buket bunga mawar "Ini hari terakhir aku melihat mu, jika saja kami tak berbuat bodoh dengan membunuh Lukman hannya karna lukman tau kebenarannya kamu mandul mungkin aku takan mungkin membulatkan tekat ku untuk membunuh mu.
Suatu sata kita akan di pertemukan di tepat penyiksaan yang sama, namun sebelum itu biarkan aku menjadi orang tamak dulu, dengan mendaptkan apa pun yang aku inginkan dengan cara yang kotor dan keji."
Hujan turun deras Perlahan Zahra meninggalkan makam itu dan kembali ke tempat ia menginap.
Ia merebahkan tubuhnya pada kasur yang cukup besar dan ia perlahan memejamkan matanya mengingat pertemuannya dengan piter.
Felesbek on
Di malam kejadian di mansion Jerman saat itu, senenarnya zahra lebih dulu mendapakan pesan dari seseorang dan memintanya bertemu.
Zahra walnya tak mau namun ia mendapat pesan lagi yang membutnya sedikit terbelak dan segera menemu oeria prngirim oesan itu.
Dan malma itu mereka bertemu di sebuah gudang tua.
"Aku sudah datang sesuai arahan mu."
Piter yang saat itu sedang di kegelapan tak di kenali oleh Zahra.
"Apa kamu tau, suami mu saat ini berada di jerman."
"Aku tak peduli sama sekali"
"Dia pergi bersama istri keduanya dan berencana untik membunuh lukman."
Zahra yang saat itu tak percaya menatap tajam di kegelapan itu "Tidak mungkin ia melakukan perbuatan sekeji itu."
"Benar kah."
Tak lama hp Zaha berdering lalu ia segera menjawabnya "Halo ada papa.."
Ia terkejut dan sekalai gus syok mendengar kabar lukman di larikan ke rumah sakit karna hampir terbunuh oleh reno, lalu ia menoleh pada Piter.
"Dari mana kamu tau.."
Piter tersenyum lalu keluar dari kegelapan Malam "Tentu saja aku mengetahui segala hal yang tak kamu ketahui."
Zahra terkejut ketika peria yang keluar dari kegelapan itu rupanya piter mantan calon kakak ipar andreas.
__ADS_1
"Pi..pi..piter."
Bersambung....