Menikahi Brondong

Menikahi Brondong
Jalan-jalan


__ADS_3

Mobil Bastian berhenti didepan diparkiran mall terbesar di Ibukota. Keduanya turun dari mobil.


Bee terlihat menghela nafas panjang. Ini pertama nya kali nya dia jalan-jalan setelah patah hati yang cukup hebat. Bee sempat mengurung diri dan tidak mau berinteraksi dengan dunia luar.


"Ayo, Ayang," ajak Bastian menggandeng tangan Bee.


Keduanya berjalan masuk. Kedua pasangan itu tampak seperti anak remaja yang masih pacaran. Tidak ada yang menyangka jika usia Bee 7 tahun lebih tua dari suaminya. Mereka tampak seusia, apalagi dengan rambut Bee yang di ikat ala-ala Korea.


Bastian merenggut kesal ketika para lelaki menatap istrinya dengan damba. Wajah lelaki itu tampak masam.


"Bas, kenapa?" tanya Bee heran, bibir suaminya cemberut.


"Ayang, aku tidak suka mereka melihat mu seperti itu," protes Bastian.


"Melihat bagaimana?" kening Bee berkerut heran. Bastian benar-benar labil, hanya karena orang melihat istrinya saja dia bisa bertingkah seperti anak kecil.


"Lihat saja sendiri," ucap Bastian kesal.


Bastian semakin erat menggenggam sambil menggandeng tangan Bee supaya semua orang tahu bahwa Bee adalah istrinya.


Bee melirik sekeliling nya dan bener saja beberapa lelaki yang lewat melirik kearah mereka. Tetapi bee berpikir mungkin karena mereka mengira jika dia dan Bastian adalah tante dan keponakan. Sebab Bee sadar diri bahwa dirinya memang tua, meski usia 26 tahun itu termasuk usia transisi mencari jati diri.


"Memang nya kenapa?" tanya Bee heran.


"Itu karena mereka terpesona padamu, Ayang. Kenapa itu saja tidak paham sih?" sindir Bastian.


Bee menahan senyumnya, astaga suami tengil nya ini sudah tahu arti cemburu.


"Bisa saja karena aku tua jadi mereka mengira jika kau sedang jalan dengan ibu mu," ucap Bee sambil menahan senyumnya. Lucu sekali suaminya ini.


"Ck, mana ada seperti itu. Apa kau sadar Ayang? Bahwa kau itu sangat cantik, rasanya aku tidak rela ada yang melihat kecantikan mu selain aku," sahut Bastian ketus.


Bee terkekeh pelan, beginikah rasanya menikahi bocah? Harusnya Bee yang cemburu karena dia lebih tau dari Bastian. Tetapi kenapa malah sebaliknya.


"Pokoknya nanti kalau kita jalan-jalan Ayang tidak boleh pakai, pakaian yang bagus lagi, tidak boleh berdandan," tukas Bastian.

__ADS_1


Bee menggeleng sambil tersenyum. Entahlah, kenapa kalau melihat Bastian cemburu dia begitu senang? Apalagi Bastian kalau cemburu wajah Bastian tampak lebih lucu dengan bibir menggerecut, seperti anak kecil yang tidak di belikan permen.


"Bastian."


Langkah kaki kedua orang itu terhenti ketika ada yang memanggil nama Bastian. Sontak saja Bastian dan Bee menoleh kearah suara.


"Cantika," gumam Bastian.


Gadis itu adalah Cantika, wanita yang juga mengejar Bastian. Sebenarnya mereka sudah melakukan pendekatan tetapi karena Bastian sudah menikah jadi dia memutuskan menjauhi Cantika. Bastian tidak mau sang istri malah salah paham nantinya.


Cantika melihat tangan Bastian dan Bee yang saling menggandeng. Dia menatap Bee dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Ada apa Cantika?" tanya Bastian dingin. Dia sama sekali tdiak malu karena tangannya dan Bee saling menyatu satu sama lain.


Berbeda dengan Bee yang tenang-tenang saja. Wanita ini memang memiliki pembawaan yang dingin dan terkesan cuek. Jujur saja Bee tidak suka melihat tatapan Cantika pada Bastian. Apakah Bee sebenarnya sudah memiliki rasa pada suami tengil nya itu? Atau dia masih malu mengakui perasaan yang ada didalam dadanya.


"Dia siapa Bas?" tanya Cantika melihat kearah Bee. "Apa dia pacarmu?" sambungnya. Tanpa sadar tangan gadis cantik itu mengepal.


Bastian ingin mengakui jika Bee adalah istrinya. Tetapi melihat tatapan mata Bee yang seolah mengatakan jangan, membuat Bastian mengurungkan niatnya.


"Iya, dia pacarku," jawab Bastian.


"Pacar?" ulang Cantika.


Jelas Cantika tidak terima karena jelas-jelas dia yang dekat dengan Bastian kenapa malah orang lain yang mendapatkan lelaki idaman nya tersebut.


"Iya, kenapa?" tanya Bastian menyelidik.


Bastian sama sekali tidak menyukai Cantika. Tetapi karena sebuah taruhan yang membuat dia harus terikat dengan ketua OSIS tersebut.


"Tidak apa-apa," jawab Cantika.


Cantika menatap Bee dengan penuh kebencian. Apa sebenarnya kelebihan wanita itu di banding dirinya? Padahal dia lebih cantik muda dari Bee, Cantika juga terlahir dari keluarga kaya raya yang tentu nya memiliki banyak uang.


"Ya sudah kalau begitu, kami permisi," pamit Bastian. "Ayo Ayang," ajaknya.

__ADS_1


Bee mengangguk dan mengikuti langkah suaminya. Sementara Cantika mendengus kesal, gadis itu menghentakkan kaki nya kesal. Padahal baru beberapa hari yang lalu dia mengantar jemput Bastian ke sekolah, Cantika pikir Bastian pasti sudah jatuh cinta padanya. Ternyata lelaki itu malah memilih wanita lain.


"Itu yang namanya Cantika?" tanya Bee


Bastian mengangguk cepat, "Jangan salah paham Ayang. Aku dan dia sudah tak memiliki hubungan apa-apa, sejak aku menikah dengan mu. Aku memutuskan untuk tak dekat-dekat dia lagi," jelas Bastian yang tidak mau jika Bee salah paham.


Lagi-lagi Bee tersenyum, dia tidak tahu bagaimana perasaan suami tengil nya ini. Tetapi Bee bisa lihat dari tatapan Bastin bahwa lelaki itu sudah jatuh cinta padanya.


"Jadi kita mau beli apa?" tanya Bee mengalihkan pembicaraan.


Bee percaya bahwa Bastian adalah lelaki baik yang setia pada satu wanita. Walau dia tidak tahu sejauh mana sifat asli suaminya itu, tetapi Bee bisa rasakan hal tersebut.


"Bagaimana kalau kita beli baju couple saja?" ajak Bastian.


"Kita cari makan dulu," sahut Bee.


"Ya sudah kita makan dulu," ucap Bastian mengalah. "Kau mau beli apa saja, aku siap belikan untukmu, Ayang," ujar Bastian menaikkan kedua alisnya menggoda istrinya tersebut.


"Kau yakin?" Bee menatap suaminya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Bee akui jika Bastian sangat tampan dan muda.


"Tentu. Kau lupa Ayang, kalau suami mu sebentar lagi akan jadi Presdir muda," ucap Bastian membusungkan dadanya bangga.


"Hmmm." Bee hanya berdehem.


Mereka berdua menuju restaurant yang ada di mall. Bee memesan makanan untuk mereka berdua.


"Kau pesan sebanyak itu, Ayang?" tanya Bastian mendengar nama-nama menu yang dipesan oleh istrinya.


"Kenapa? Apa kau tidak akan mampu bayar?" goda Bee meletakkan tas nya diatas meja.


"Ck, bukan begitu Ayang. Kau yakin mampu menghabiskan makanan sebanyak itu? Apa kau tidak takut gemuk?" tanya Bastian melihat istrinya. Tubuh Bee bisa dikatakan proposional untuk ukuran tubuh wanita Indonesia, tidak gemuk dan tidak juga kurus.


"Untuk apa takut?" sahut Bee santai. "Jika seseorang orang mencintaiku dengan tulus dia tidak akan memperdulikan bentuk tubuhku," kata Bee.


"Aku adalah orang yang tidak peduli itu," sahut Bastian cepat.

__ADS_1


Bee menatap Bastian, apakah benar jika lelaki ini sudah jatuh cinta padanya? Bee takut tidak bisa membalas perasaan Bastian nantinya.


Bersambung....


__ADS_2