
Hampir sore Ayana beserta rombongan rekan sesama tiba di sana.dia satu mobil dengan Frans yang di bawa oleh Pak Rudy di mobil belakang ada Jerrian bersama Pak Surya juga keluarga Mr Song dan Mr Lee. mereka langsung menuju Villa tua yang letaknya tepat di bibir danau.danau itu bertemu langsung dengan air laut namun hebatnya kedua air itu tidak menyatu semua orang manatap pemandangan air danau yang begitu jernih itu dengan kagum bahkan Song Naeun sudah melompat kegirangan masuk ke kapal besar yang bertengger di depan Villa tersebut.gadis itu sibuk meminta seorang pelayan villa untuk mengambilkan fotonya.
"Ayana Eonnie.kemari kita foto bersama." ajaknya pada Ayana.kelakuannya itu mengundang gelak tawa.selain cantik gadis ramaja itu juga lucu dan ada saja tingkahnya yang membuat orang gemas.
"Baik.kemari." Ayana merangkul gadis itu dan berfoto bersamanya.mereka sesekali selfie.begitu juga dengan Frans ia memotret putrinya yang terlihat begitu cantik itu.oh tuhan.Frans bahkan masih menganggap Ayana itu masih gadis kecilnya seperti beberapa tahun lalu.dan hari ini adalah hari ulang tahun putri semata wayangnya itu.
Dari sudut matanya Ayana melihat Jerrian juga memotret dirinya di ujung sana.karena itu ia meminta Naeun untuk menyudahi acara foto.ia mengajak gadis itu segera makan sore karena pelayan sudah selesai menyiapkan makanan.
"Eonnie." Ayana menoleh saat Naeun memanggilnya.mereka saat ini berada di belakang Villa sedang melihat Pak Surya menaiki pohon pete.bapak-bapak itu sangat sibuk mengunduh pete untuk di bawa pulang ke jakarta.biar saja karena Frans sudah membelinya.
"Wae(Kenapa)ada apa,Naeun ya?"
"Mana suamimu?kau bilang kau sudah bersuami.tapi aku tidak melihatnya." ujar Naeun penasaran ia sempat mendengar cerita tentang suami Ayana dari sang ayah. katanya tampan dan sebagai perempuan jomblo ia tentu saja penasaran akan sosoknya.
"Dia kerja.besok kau bisa bertemu dengannya." jawab Ayana.
"Apa dia tampan?kudengar dia itu dari eropa,benarkah?"
Ayana tertawa mendengarnya." Ya,kau benar.dia dari eropa.belah wetan." jawabnya asal dan Naeun percaya saja karena tak paham.
Selepas magrib Ayana segera mandi dan berdandan karena sebentar lagi acara makan-makan dan bertemu tamu yang lain.dan mereka akan segera tiba.ia juga melihat dari jendela Villa ini tamu-tamu yang di undang oleh Mr Lee sebagian Sudah pada hadir di sana.sambil berdandan Ayana berkirim pesan dengan Gio,lelaki itu mengatakan ia akan kembali nanti malam selepas mengirim kayu.pintu di ketuk oleh Rudy mengagetkan Ayana yang tengah mematut diri di cermin ia mendengar Rudy memanggilnya karena hampir seluruh tamu sudah hadir di sana.
"Bilang Papah bentar lagi Pak." sahut Ayana sambil buru-buru mengoles blush on sapuan terakhir di wajahnya.ia menambah semprotan parfum ke tubuhnya setelah itu segera memakai heels namun haknya cukup rendah ia tak ingin kesulitan di tas kapal nanti.
"Selamat malam nona Ayana.you look so beautiful." ujar Mr Jang teman dari Mr Lee, pria itu terlihat terpesona akan kecantikan Ayana.terbukti ia lupa berkedip saat berhadapan langsung dengan putri pemilik pabrik helm tersebut.
Ayana tersenyum kemudian menyalami tamu-tamu di sana.sebagian tamu yang hadir memang kebanyakan dari korea dan china.karena ini memang pesta yang di rayakan oleh mr Lee untuk merayakan pembukaan pabriknya yang baru resmi berdiri bulan ini.pesta ini di adakan tepat di atas kapal besar.Mr Lee menyewa kapal besar ini dari pemilik Villa untuk satu malam.ia mengajak para tamunya berpesta di atas kapal besar ini.ia meminta seorang nahkoda untuk membawa mereka mengelilingi pulau monyet.
Semua orang berbaur bercengkrama sambil menikmati hidangan laut.Ayana duduk tepat di sebelah ayahnya.ia takut pada laut,bisa di bilang Ayana itu phobia akan laut.jika hanya di pantai ia tak takut beda dengan sekarang di tengah laut seperti ini benar-benar mengerikan.
"Makanlah,Sayang." suruh Frans pada putrinya yang sejak tadi hanya main icip-icip saja.ia memberikan daging kepiting pada Ayana.
"Papah aja.aku makan kerang aja takut gatal kalau yang lain." tolak Ayana dan sang ayah pun mengerti,ia lupa kalau putrinya itu alergi seafood.
"Kapan Gio sampai?tadi Papah tanya tapi belum di jawab." ujar Frans,dari jam 6 tadi ia menanyakan di mana Gio saat ini apakah kayu-kayu itu belum di kirim ataukah ada kendala lain sehingga Gio terlambat dan tidak bisa datang ke acara ini.
"Kata Gio masih nunggu orang-orang ngepak Pah,setelah di kirim keseluruhan dan memastikan semua sudah selesai dia baru bisa pulang.dia gak mau ada kesalahan lagi seperti minggu lalu,habis kan dia kena omel Mr Lee." ucap Ayana dengan wajah sedih.sebetulnya ia tidak rela suaminya sempat kena tegur oleh Mr Lee akibat kelalaian Gio yang tidak memastikan apakah kayu-kayu itu layak atau tidak.di karenakan minggu lalu kayu yang Gio kirim semuanya tidak memenuhi standar untuk pembuatan produk gitar dan pintu.
"Jujur Pah,aku sedih pas kemarin Gio kena marah sama aki-aki itu." ketus Ayana dalam hati ia memaki Mr Lee yang sudah membuat suaminya malu di hadapan banyak orang.
Frans tertawa kecil ia melihat Mr Lee yang sedang mengobrol dengan temannya." Papah tau,tapi itu akan jadi pelajaran dan membuat Gio lebih teliti lagi." katanya." Orang sana kan begitu Dek.mereka kalau marah tidak tahu tempat,mereka gak bakal lihat sikon.mau marah ya marah aja."
Ayana mendengus tak suka." Tetap aja. setidaknya pake lah bahasa yang halus dan tidak di depan banyak orang gitu dong Papah bisa bayangin malunya seperti apa Gio saat itu.kalau saja aku ada di tempat udah aku remukan itu aki-aki."
"Jadi karena ini kamu awalnya ngotot gak mau ikut?" Frans masih tertawa melihat wajah putrinya itu yang di liputi amarah.
"Iyalah,kalau aja kakek gak tiba-tiba kumat lagi dan Mamah bisa gantiin aku.ogah banget aku datang kesini.kalau aku gak mikirin Papah,demi tuhan Pah.aku udah batalin kontrak kerja ini.gak masalah kita rugi asal gak ketemu orang kaya dia lagi." ungkap Ayana membuat Frans mengusap pundaknya pelan.
"Papah minta maaf sayang.maaf membuat kamu semarah ini.Papah udah bicara sama Mr Lee dan dia akan minta maaf katanya kalau ketemu Gio." ujar Frans menenangkan dengan mengelus beberapa kali punggung Ayana." Yuk kesana,mereka meminta kita untuk melihat desain produknya mr Song." Ayana menurut dia mengekor saja dengan Frans kemana pun ayahnya itu melangkah.Ayana tidak ingin berjauhan ia kawatir ada apa-apa dengannya.jujur saja ia sedikit takut saat melihat beberapa tamu lelaki luar itu yang menatap penuh napsu padanya jika di belakang Frans.
"Minumlah nona,tuan.ini soju,anda tau kan ini enak.ayo minum." Mr Jang dan Me Xiao Jun menyodorkan minuman alkohol itu pada Ayana dan Frans.tentu Frans menerimanya dengan senang, namun ia hanya menyicicip sedikit hanya untuk menghargai.Frans juga meminta Ayana untuk tidak minum banyak.cukup satu cup kecil saja.ia tidak suka putrinya mabuk seperti perempuan-perempuan itu.
"Sedikit aja Nak.asal aja." ujar Frans dengan bahasa Indonesia.dan Ayana menurut tentu saja ia tidak ingin menyentuh minuman itu lagi setelah menikah dan memiliki anak.tiga orang wanita memanggil Ayana,yang Ayana ketahuai mereka adalah pasangan beberapa tamunya Mr Lee.mereka melambaikan tangan padanya.Ayana pun dengan segera menghampiri mereka.
"Hai,Ayana.mari bergabung dengan kita." ujar salah satu dari mereka.
"Anda sangat cantik.aku iri padamu." ujar Caroline Lie yang Ayana tahu kekasih dari Mr Xiao Jun,ucapan wanita itu membuat Ayana terkekeh.
"Anda lebih cantik,Ms Caroline."
"Anda bisa saja." balas Caroline dengan malu-malu.kini Ayana tau wanita di depannya ini haus akan pujian.
"Minumlah.tidak masalah untuk malam ini kita bersenang-senang.lupakan dulu anakmu.dia bersama ayahnya bukan?."ujar Vivian Chung istri dari Mr Yen.
"Terima kasih." balas Ayana kemudian mencicipi aneka minuman itu.tidak begitu banyak.
"Kaka suka mabuk gak ka?" tanya Perempuan yang baru Ayana ketahui bernama Relin.gadis ini berasal dari daerah sini yang merupakan kekasihnya Mr Wang.
"Dulu suka.tapi sekarang udah nggak. maklum udah emak-emak." Ayana tertawa sambil meminum segelas soju.
__ADS_1
"Aku gak kuat ka.gak bisa minum banyak. kaka juga jangan banyak-banyak nanti mabuk." ujar Relin.
"Iya,kamu juga ya." balas Ayana kemudian mereka mengobrol sesama wanita.tak jauh-jauh bahasannya mengenai perkembangan fashion dan perhiasan.
Setelah berbincang- bincang cukup lama hingga tidak terasa malam pun tiba.malam sudah menunjukan pukul 12 malam dan kapal pun baru jalan menuju ke Villa.
"Kamu minum dek?," tanya Frans melihat pipi anaknya memerah hingga telinga belum lagi Ayana meringis memegangi perutnya.
Ayana mengangguk sambil meringis." Iya dikit Pah,sekarang perut aku sakit banget aduhh." ringisnya.
"Ck.Papah kan udah bilang jangan minum apa lagi kamu tadi makan apa itu,kerang?."
"Iya,mungkin kerangnya kurang bagus kali di tambah aku minum soju.jadi ini perut melilit banget gak nyaman." beber Ayana sambil menyenderkan kepalanya pada bahu Frans.
"Ya sudah nanti ke apotek kalau udah sampe Villa." Frans mengusapi putrinya.ia melepas jas yang melekat di tubuhnya untuk menutupi tubuh Ayana,pakaian Ayana tidak terbuka sama sekali cukup sopan namun tetap saja angin laut yang begitu kencang ini di tambah sedang kurang enak perut,kawatir putrinya itu masuk angin.
"Ayo turun.Papah tadi udah minta Rudy belikan obat untukmu." Ajak Frans,ia melihat jam sudah pukul 1:14.kemudian mereka turun dari kapal di bantu oleh Jerrian dan salah satu awak.
"Gimana om.Ayana masih belum baikan?" tanya Jerrian yang ikut kawatir.
Frans mendesah sambil merogoh ponselnya yang bergetar." Belum itu.tolong panggilkan Rudy minta antarkan Ayana ke kamarnya." titahnya pada Jerrian.
"Biar saya bantu om." tawar Jerrian yang langsung mendapat penolakan dari Frans.
"Tidak usah.kamu istirahat aja sana. panggilkan aja Rudy dulu." Frans celingukan mencari Rudy belum lagi telepon terus bergetar dari Monica.Jerrian menganguk kemudian pergi mencari Rudy namun tidak ada di mana pun.dan ia kembali.
"Pak Rudy nya gak ada Om.kemana ya itu orang." Jerrian masih mencari sana sini di depan Villa itu.
Setelah melihat pesan dari Rudy,Frans menarik napas berat." Dia masih jauh katanya lagi nyari obat untuk Aya.ini tolong bawa dulu Ayana ke kamarnya.saya terima telepon sebentar nanti saya nyusul." Frans segera saja menitipkan Ayana pada Jerrian.
Dengan cepat Frans menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan kalau mereka terlibat kecelakaan saat akan menuju jakarta.beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.hanya saja korban meminta ganti rugi dengan harga yang lumayan dan melebihi harga kerusakan mobil tersebut.karena kerusakan mobil yang parah katanya mereka dengan sengaja meminta nominal yang cukup besar.ada sekelompok oknum yang memeras Monica dan kedua orang tuanya itu.
Di sini Jerrian menuntun Ayana menuju kamar perempuan itu.ia menaiki tangga dengan susah payah karena Ayana sudah setengah sadar dan terus merintih.
"Makasih Jerr.aduh." ujar Ayana di sela rintihannya.ia tahu kalau saat ini yang membawanya adalah Jerrian.
"Gapapa udah.mana kuncinya?." tanya Jerrian setelah di depan kamar mereka Ayana merogoh kunci dari tas tangannya sambil terus meringis.setelah ketemu Jerrian langsung menuntun Ayana memasuki kamar tersebut.
"Aduh,perut aku gak enak.aku pasti keracunan kerang ini." racu Ayana sembari terus memuntahkan isi perutnya.
"Pelan-pelan,ayo muntahin semua." Jerrian mengurut tengkuk Ayana dengan lembut membantu perempuan itu memuntahkan isi perutnya semua hingga Ayana lemas dan tak berdaya.
"Sebentar aku telepon om dulu." Jerrian merogoh ponselnya namun tak ada entah dimana.sepertinya ponselnya hilang atau mungkin terjatuh.ia berlari keluar dari kamar Ayana bolak balik mencari keberadaan ponselnya namun tak ketemu.
Jerrian kembali ke dalam kamar Ayana dan ia melihat wanita itu sudah tergeletak ketiduran di lantai kamar mandi dalam keadaan basah kuyup oleh muntahannya sendiri.Jerrian mengambil ponsel Ayana untuk menelepon Frans sayangnya ponsel itu terkunci dan ia tidak tahu sandinya. merasa semua percuma dan tidak ada siapa pun yang bisa ia mintain tolong.ini sudah larut malam semua orang pasti telah beristirahat mungkin termasuk Frans juga. karena pada saat di luar tadi Jerrian tidak melihat pria tua itu di mana pun.dan juga kamarnya pun Jerrian tidak tahu yang mana.mau tidak mau ia membuka pakaian Ayana yang basah ia mengelap sisa muntahan itu dengan hati-hati.Jerrian berlari membuka koper Ayana untuk mencari baju ganti tapi sialnya koper itu di kunci.ia menggeram saat seperti ini semuanya jadi mengesalkan.
"Udahlah.gapapa ya Ay,maaf kalau aku lancang." ujar Jerrian sambil membuka pakaian Ayana dan menggantinya dengan bathrobe yang tersedia di lemari.setelah selesai membaringkan Ayana di kasur dan menyelimuti perempuan itu dengan selimbut yang tebal.lepas itu Jerrian membersihkan muntanan Ayana sampai bersih bahkan ia mencuci baju wanita itu dengan sabun seadanya.
Jerrian membuka pintu kamar Ayana saat ada yang mengetuk dari luar." Pak?." sapanya pada Rudy.
"Non Aya udah mendingan?" tanya Rudy dan Jerrian mengangguk.
"Udah Pak.udah saya bantu tadi dan sekarang lagi tidur." jawab Jerrian sopan." Oh iya,om Frans dimana Pak? katanya mau nyusul?."
"Tuan lagi sibuk di polsek depan.katanya lagi nyonya Monic kecelakaan." Rudy kemudian menyerahkan pelastik berisi obat kepada Jerrian." Ini tolong kasihin ke nona ya mas.saya mau langsung nyamperin tuan.mungkin sebentar lagi Gio juga datang.minta tolong sebentar jaga non Aya dulu di sini.kamu tunggulah di depan sini aja dulu.kalau sudah selesai tuan juga pasti kesini lagi sebelum jalan ke jakarta." titip Rudy kemudian berlalu dari sana setelah Jerrian menyanggupi.
Jerrian masuk kembali kemudian mencuci bajunya dan menjemurnya di depan kipas angin yang tersedia di sana.ia duduk di ruang tengah di depan kamar Ayana. sambil merenung menunggui Ayana bangun dan bajunya kering.sambil duduk Jerrian sudah menghabiskan berbatang-batang rokok.hingga mulutnya terasa getir karena terlalu banyak nikotin yang ia hisap.sesekali ia mengecek keadaan Ayana.
"Cepet sembuh ya." ucapnya setelah mengecek keadaan Ayana.wanita itu baik-baik saja ia tertidur dengan nyenyak. lama Jerrian memandangi wajah ayu itu ingin sekali ia peluk wanita yang kini tampak lelap di hadapannya ini.
"Andai aku bisa milikin kamu,Aya." bisiknya di telinga Ayana.lama-lama ia terpesona oleh keindahan wajah Ayana yang begitu sempurna ini." Gapapa sedikit aja ya.maaf kalau aku mencuri." kemudian bibir Jerrian mendarat di bibir tipis Ayana.tak apa Jerrian hanya ingin merasakannya walau sekali saja.dengan begini ia merasa bahagia jika seumur hidupnya tak memiliki Ayana sekali pun.
Berjam-jam Jerrian duduk di single sofa menunggui kabar dari Frans dan Gio hingga tidak terasa ia ketiduran.lelaki itu terperanjat saat mendengar erangan Ayana dari dalam kamar.dengan cepat Jerrian menghampiri Ayana yang sesang meringis dan bergerak tak nyaman.ia meraba kening dan tubuh wanita itu lumayan sedikit hangat.
"Ay,minum obat yuk.biar enakan." suruh Jerrian namun Ayana tak bergeming wanita itu seakan mati.ia hanya menggeleng tanda menolak sambil terus memejamkan matanya.sudah beberapa kali Jerrian membujuk namun tidak berhasil hingga ia kembali ketiduran.
...☘☘☘☘☘☘...
"Ck.ini bunga pake layu segala lagi." grutu Gio sembari menguap lebar.ia melihat jam di tangannya sudah pukul setengah 6 pagi Gio merentangkan tangan dengan masih terkantuk-kantuk.kemudian Gio mengambil air mineral ia membasuh wajahnya yang masih sembab akibat tidak tidur semalaman.ia hanya tidur setengah jam sebelum ke Villa sini.
__ADS_1
Setelah wajahnya sedikit segar Gio menilik penampilannya di kaca mobil.bapak beranak tiga itu merapikan rambutnya yang tentu saja pada mengacung dan kusut.dia mengoles lotion ke telapak tangannya kemudian mengoles sampe muka dan leher.takutnya Ayana memeluk dan menciumnya.terus dia malah bau kan gak lucu.meski tubuhnya itu masih wangi parfum.
"Semoga aja gak bau jigong.belom gosok gigi gue." ujar Gio sembari meraih buket bunga dari kursi belakang.ia berjalan hendak menghampiri penjaga Villa untuk menanyakan kamar Ayana.ia melihat Frans sedang berjalan dengan terburu-buru sekali.
"Pah,mau kemana?." tanya Gio membuat Frans menoleh.
"Papah pulang duluan Gi.ada sedikit masalah sama Mamah.tadi katanya pas gantian nyetir sama Ajun,Mamah nabrak orang dan Mamah kena masalah.di peres dia semalam.mana belum selesai sampe pagi ini karena korban gak mau nerima ganti rugi dan tetap mau perpanjang kasusnya." ujar Frans dengan hembusan napas lelah." Lagian Mamahmu juga tuh, dia gak mau kasih uang yang di minta sama mereka.jadilah dia dan Ajun masih di tahan di sana.hanya kake sama Nenek yang udah duluan pulang.dia juga melarang Papah buat kirim duit pada korban."
"Buat pusing aja Mamahmu itu." Frans melihat jam di tangannya kemudian." Aya udah baikan?" lanjutnya yang membuat Gio menatap heran.
"Emang Aya kenapa Pah?dari semalam dia gak balas wa aku.tidur kali ya."
"Loh?emang semalam gak sama kamu?" heran Frans.
"Aku baru sampe Pah." jawab Gio sembari mengacungkan buket bunga tanda ia memang baru sampai.
Frans nampak terkejut dan ia baru teringat kalau hari ini adalah ulang tahun Ayana. kemarin sore ia sudah bicara dengan Gio. bahwa menantunya itu mengatakan ia akan memberikan surprise tadi malam. namun batal dan di undur karena mungkin Gio pulang kemalaman.dan ia tidak sadar saat pulang dari polsek tadi jam 3 pagi tidak melihat adanya mobil Gio di sana.dan sekembalinya dari posek,Frans juga tidak ingat pada Ayana.
"Ya ampun anakku." Frans berlari di ikuti oleh Gio.tanpa bertanya lelaki itu mengikuti mertuanya menuju kamar Ayana.meski masih syok mendengar kabar tentang ibu mertuanya itu.
"Aya,Ayana.dek?" panggil Frans sambil mengetuk kamar Ayana kemudian terdengar sahutan Ayana dengan suara serak.lalu Frans terlonjak saat mendengar jeritan Ayana dari dalam.meski ikutan terkejut tapi Gio masih berdiri agak jauh dari pintu kamar,rencananya ia ingin membuat istrinya terkejut oleh kedatangannya.Frans membuka pintunya dan menerobos masuk begitu pun dengan Gio,tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang lelaki di kamar istrinya itu.
"Dek?"
"Ngapain kamu di sini?." pekik Ayana pada Jerrian yang sedang kebingungan itu.
"Eh,ya ampun sebentar Ay,aku bisa jelasin. tunggu jangan marah dulu." tahan Jerrian dengan panik.
"Ada apa ini?" tanya Frans heran ia melihat Ayana dan Jerrian bergantian.ia terkejut melihat Ayana yang membetulkan selimbut untuk menutupi tubuhnya.
"Om,semalam Ayana muntah-muntah.dan aku_"
"Kurang ajar kau bedebah." tinju Frans melayang pada wajah Jerrian tepat mengenai hidung lelaki itu.Ayana memekik kemudian terkejut melihat Gio yang mematung di depan pintu dengan bunga yang sudah layu di tangannya.ia baru menyadari suaminya ada di sana.
"Om,ampun,ampuni saya,saya gak ngapa-ngapain sama Ayana.sumpah om saya cuma ngerawat dia itu aja.gak lebih om." Jerrian meminta ampun namun tak di indahkan sama sekali oleh lelaki tua itu.
"Sialan kau,anak kurang ajar kamu telah menginjak harga diri saya." amuk Frans menghajar Jerrian membabi buta.
"Pah,udah Pah." teriak Ayana berusaha melerai.ia menatap Gio dengan tatapan meminta tolong namun lidahnya tak berani mengatakannya.
"Pah,udah." Gio memegangi Frans yang akan kembali melayangkan tinjunya pada wajah Jerrian." Udah,kita bisa selesaikan baik-baik.tanpa kekerasan." suara Gio hampir tidak terdengar oleh Ayana begitu pelan dan bergetar.
Akhirnya Frans berhenti ia menoleh pada Gio." Urus istrimu.biar Papah yang akan mengurus bajingan ini." titahnya sembari menatap nyalang pada Jerrian yang tengah mengelap darah di sudut bibirnya itu.
"Keluar kamu." bentaknya pada Jerrian membuat lelaki itu menurut.ia keluar dari kamar mengikuti Frans.lngkah Jerrian terhenti saat Frans berbalik badan." Dengar.kalau sampai terjadi hal yang tidak saya inginkan pada rumah tangga Ayana. kamu orang pertama yang akan merasakan timah panas bersarang di kepalamu." ancamnya dengan nada tajam membuat seluruh tubuh Jerrian merinding." Saya tidak sedang mengancam,tapi saya akan buktikan ucapan saya jika sampai itu terjadi.silakan kabur,ke neraka pun saya akan kejar kamu."
"Urus bajingan ini." titah Frans pada Rudy yang menunggu di depan pintu.Rudy maju selangkah mendekat pada bosnya itu.
"Tuan,saya bisa jelaskan mengenai semalam.semalam tuan terlalu sibuk jadi saya belum_"
"Saya akan pulang dengan Surya.kamu urus aja dia." kemudian pergi dari sana setelah meminta kunci mobil pada Rudy.
"Ikut saya." perintah Rudy pada Jerrian kemudian mereka meninggalkan kamar Ayana.
...☘☘☘☘☘...
Hanya suara ac yang terdengar di kamar Ayana saat ini.keduanya sama-sama hening selama beberapa menit.Ayana menatap Gio dan berusaha menahan air matanya.
"Gi,aku_"
"Kamu mending pake baju dulu nanti masuk angin." potong Gio seraya beranjak membuka koper Ayana dan mengambilkan baju terusan untuk istrinya.
"Iya,tapi dengerin aku dulu_"
"Sayang.pake dulu bajunya,terus sarapan. katanya kamu habis muntah kan." lagi dan lagi Gio memotong ucapan Ayana membuat perempuan itu menangis pada akhirnya." Aku akan minta penjaga Villa larutan air madu.supaya kepala kamu gak pusing."
"Iya,Sayang tapi tolong setelah ini kita bicara ya." Ayana mendekat meraih tangan Gio lalu menggoyangkannya." Kamu mau dengerin aku kan." Ayana memastikan namun hanya tatapan nanar yang ia lihat mata jernih itu memancarkan luka.
...☘☘☘☘...
__ADS_1
Yang nulis lagi khilaf jadi 2 bab hari ini terima kasih ya buat yg masih baca😚☺kalau cerita ini buat kesel dan tidak sesuai harapan skip aja ya gpp kok😊